Sesampainya enji didepan kamarnya, pintu kamarnya sudah dibukakan oleh asisten jiangwu. Sebelum enji masuk ia menatap asisten jiangwu.
"tuan, terima kasih" ucap enji sembari tersenyum hangat pada asisten jiangwu.
"sama sama nona tapi bisakah nona memanggil saya tanpa sebutan tuan saya bukan atasan nona saya bawahan nona" sahut asisten jiangwu
"maaf tuan bukankah tuan tau posisi saya dimana? Malahan saya lebih rendah dari pelayan" balas enji tersenyum getir.
"tapi nona saya merasa risih saat nona memanggil saya dengan sebutan tuan. Nona bisa memanggil saya dengan sebutan asisten jiangwu "
"baiklah asisten jiangwu. Kalau begitu saya masuk dulu, terimakasih sudah mau mengantar saya" sahut enji sembari tersenyum tipis pada asisten jiangwu
"sama sama nona. Oh iya nona jika nona ingin mandi pakaian ganti nona ada di dalam lemari. selamat malam nona" balasnya
Enji hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya.
Enji langsung masuk sembari tangannya menutup pintu kamarnya. Ia langsung duduk dipinggir ranjang entah apa yang ia pikirkan saat ini, sampai matanya memerah menahan air matanya.
Ia langsung tersadar dari lamunanya dan mengusap air matanya yang terjatuh saat ia memejamkan matanya.
"ayo enji, semangat. Kau harus kuat menjalaninya. Kau pasti bisa." ucapnya menyemangati dirinya.
Enji langsung bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tak butuh lama enji membersihkan dirinya ia telah keluar dari kamar mandi dan langsung memakai piyama yang berada didalam lemari.
Enji langsung melangkahkan kakinya ke sisi ranjang. Dan langsung merebahkan dirinya diranjang yang sangat empuk. Matanya menatap langit kamar.
"selamat malam bunda" ucapnya pelan
Tak butuh waktu yang lama enji telah terlelap dan memasuki dunia mimpinya.
ΔΔΔ
Setelah asisten jiangwu mengantar enji kekamarnya ia langsung menghampiri johan yang masih betah duduk dimeja.
"kau tak istirahat?, ini sudah malam" tanya asisten jiangwu pada sahabatnya
"nanti, apa kau sudah menyelidiki siapa yang memberi tau pak tua itu?" balasnya sembari menatap wajah sahabatnya yang selama ini selalu berada disampingnya.
"sudah, tapi aku tak mengurungnya diruanganmu" ucapnya mendaratkan bokongnya disamping johan
"jiangwu,kenapa kau tak mengurungnya??!" menatap tajam asisten jiangwu
"biarkan itu jadi sebuah kejutan baginya dan Aku tak menyangka orang yang telah membocorkan acara pernikahanmu itu adalah salah satu perkerja dirumahmu. Dia benar benar berani padamu" balas asisten jiangwu dengan santai
"dasar pengkhianat" ucapnya menggertakan giginya
"sudah sana istirahat, ini sudah hampir jam 8 malam" cicit asisten jiangwu sembari melihat jam tangannya
"kau pulanglah dulu, nanti sekitar jam 10 aku akan istirahat" ucapnya pelan
"baiklah, aku akan pulang dulu. Selamat malam" ucapnya sembari menepuk pundak kanan johan
"hem"balasnya dengan deheman
Asisten Jiangwu langsung melangkahkan kakinya meninggalkan hotel bintang lima dan langsung tancap gas menuju apartementnya untuk istirahat.
Setelah asisten jiangwu pergi, johan masih betah duduk sendirian di ruangan dimana tempat ia mengucapkan janji pernikahannya bersama enji.
Lama kelamaan ia mulai bosan dan beranjak dari duduknya. Ia terus melangkah dan berhenti didepan lift. Johan langsung masuk kedalam lift dan menekan tombol angka tujuh.
Sekilas ia melihat jam tangannya yang bertahta dilengannya yang sudah menunjukkan jam 11.10.
Tak lama pintu liftnya terbuka lebar, ia langsung melangkahkan kakinya keluar dari lift. Dan melangkahkan kakinya yang lebar menuju kamarnya.
Saat ia ingin membuka pintu kamarnya, matanya langsung menatap pintu kamar enji yang tak jauh dari dirinya.
"sedang apa dia?" ucapnya dengan sedikit mengangkat alisnya.
Tangannya langsung melepaskan handel pintu kamarnya dan langsung melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar enji. Ia langsung memutar handel pintu kamar enji dan masuk kedalam kamar enji.
"ckk, tidur. Sepertinya aku harus mandi dulu. Nanti aku akan kembali kesini dan sedikit bersenang senang dengannya" ucap sembari tersenyum miring dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar Enji.
Ia langsung masuk kamarnya yang tak jauh dari kamar enji.
Johan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setengah jam kemudian, ia telah keluar dari kamar mandi dengan badan yang sangat fresh.
Johan langsung memakai baju tidurnya lalu ia langsung keluar dari kamarnya dan masuk kamar enji.
Langakah kakinya terhenti di sisi ranjang dimana enji berbaring.
" selamat datang di keluarga park, mari kita mulai permainannya" ucapnya tersenyum menyeringai sembari menatap wajah enji yang tertidur.
Johan langsung berjongkok, tangannya langsung meraih tubuh enji untuk ia gendong ala bridal style. Dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang sudah terbuka lebar. Saat ia sudah sampai di depan bathup, ia langsung menghempaskan tubuh enji didalam bathub yang berisi air dingin.
Byurrrr
Enji langsung terbangun saat kulitnya merasakan sensasi yang sangat dingin.
"hah... Hah... Hah... Aku ada dimana? Ke kenapa ada air?" tanyanya melihat ada air disekitarnya.
"bagaimana?" tanya johan tersenyum puas
"tu tuan" cicit enji sembari menatap wajah johan
" apakah dingin?" tanyanya lagi dengan menaikkan sebelah alisnya sembari kedua tangannya bersedekap didadanya.
"iya i ini sa sangat dingin tuan" ucapnya gemetar tangannya memeluk tubuhnya yang kedinginan.
" kedinginan ya?"
Johan langsung mengambil shower dan menghidupkannya dengan air yang panas lalu menyiramkannya ke badan enji.
Enji langsung terkejut kala kulitnya merasakan air yang sangat panas.
Kedua belah Tangannya langsung menutup wajahnya.
"Aaaa... sakit tuan, panasss"teriak enji
"tuan hentikan tuan ini panas tuan, saya mohon tuan. Hiks...hiks...hiks..." ucapnya dengan isak tangisnya.
"hentikan? Kau pikir kau siapa? Hah?" sahut johan dengan suara sedikit meninggi.
"ini tidak seberapa dengan penderitaan yang ku alami dulu" kata johan terus menyiramkan air panas ke badan enji sampai memerah.
10 menit kemudian johan telah berhenti menyiramkan air panas pada badan enji.
Badan enji sudah memerah karena kena air panas kecuali wajahnya sebab tangannya melindungi wajahnya.
" ingat kau disini hanya budakku bukan istriku!" teriak johan
"apa kesalahan yang pernah saya perbuat pada tuan? Lagipula saya tidak pernah bertemu pada tuan apalagi membuat salah pada tuan. Mungkin ini ada kesalah pahaman tuan" ucap enji dengan gemetarnya
"ckk, sejak kau dilahirkan kedunia ini kau sudah membuat salah. Dasar perempuan sialan" ucap johan dengan suara masih meninggi.
Tangan johan langsung menampar wajah enji.
Plakk
Enji hanya diam saat wajahnya ditampar untuk kesekian kalinya. Tapi tamparan ini benar benar beda sangat sakit sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Enji masih dalam keadaan diam tanpa menoleh kewajah johan. air matanya sudah membasahi wajahnya.
Johan langsung keluar dari kamar mandi dengan menutup pintu sangat keras.
Brakk
Setelah johan keluar enji bener benar menangis. 10 menit kemudian ia telah berhenti menangis. Ia langsung menyambar bathrobe yang ada didalam kamar mandi dan langsung memasangnya.
Enji langsung keluar dari kamar mandi saat ia ingin melangkahkan kakinya mendekati lemari , enji sangat terkejut melihat johan memegang piyama tidurnya yang sudah compang camping karena digunting oleh johan.
"tu tuan, ke kenapa piyama saya digunting?" tanyanya dengan keningnya berkerut
"terserahku " balas johan datar sembari tangannya masih menggunting semua baju enji yang berada didalam lemari tanpa sisa.
"lalu saya pakai apa tuan?"
"itu bukan urusanku" ucapnya datar dan membuang gunting kesembarang arah.
Johan langsung melangkahkan kakinya ke ranjang tanpa memperdulikan enji.
"apa aku harus pakai bathrobe sampai besok?" monolog enji
Enji langsung melangkahkan kakinya menuju ranjang yang sudah direbahi oleh johan. Saat enji ingin merebahkan tubuhnya gerakannya langsung terhenti kala johan angkat bicara.
"siapa yang menyuruhmu tidir disini? Sana pergi!" teriak johan kakinya langsung mendorong tubuh enji sampai enji terjatuh dilantai.
Enji langsung bangkit dan melangkahkan kakinya mendekati sofa. Sebelum itu ia mencari selimut dalam lemari alhasil ia menemukan selimut yang sangat tipis namun bisa menutupi tubuhnya. Enji kembali kesofa dan langsung merebahkan badannya yang benar benar lelah. Tak lama ia sudah tertidur.
Johan yang belum tidur , ia terus memperhatikan gerak gerik enji. Ia langsung bangkit dari tidurnya dan melangkahkan kakinya mendekati enji yang sedang berbaring disofa.
Tangan johan langsung menarik selimut yang menutupi tubuh enji dan membuangnya kesembarang arah. Dan tangan satunya langsung menarik tangan enji sampai enji terjatuh , sontak enji langsung terbangun dari tidurnya.
"aww" ringgis enji
"ada apa tuan?" sambung enji
"siapa yang mengijinkan kau tidur disofa ku? Hah?" teriak johan menggelegar
"lalu saya tidur dimana tuan?" menatap manik mata johan
"kau mau tau dimana kau akan tidur?" balas johan mulai merendahkan suaranya
Johan langsung menyeret tubuh enji yang masih terduduk dilantai . Dan tangan johan langsung membuka hadel pintu ke balkon.
Saat pintunya terbuka lebar johan kembali menyeret tubuh enji dan melemparnya sangat kasar sampai punggung enji terbentur sangat keras.
"aw" ringisan enji
"kau tidur disini!" teriak johan diwajah enji
"tapi tuan di sini dingin" cicit enji gemetar menahan hawa yang dingin
"itu bukan urusanku" ucapnya sembari menendang tubuh enji dan berlalu pergi meninggalkan enji sendirian diatas balkon.
Enji merasakan sakit dibadannya karena tendangan johan.
Enji belum sadar jika johan telah meninggalkannya sendirian diatas balkon dan mengunci pintu balkon.
Setelah rasa sakitnya berangsur angsur hilang enji langsung bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah pintu balkon dengan jalan sedikit tertatih tatih menahan sakit di tubuhnya.
Saat enji ingin memutar handel pintu ia langduyng membulatkan matanya kala handel pintunya tidak berputar.
"ini, kenapa tidak bisa dibuka?Apa ini di kunci?" monolog enji masih berusaha memutar handel pintu.
Enji langsung mengetuk pintu.
Tok tok tok
"tuan buka pintunya? Pintunya terkunci tuan. Tuan disini sangat dingin tuan, bukan pintunya" ucap enji sembari terus mengetuk pintunya.
"tuan buka pintunya" dengan tangan terus mengetuk pintu.
"tuan disini sangat dingin. hiks.. hiks.. hiks.."
"berisik!" teriak johan dari dalam namun masih bisa didengar oleh enji.
"tuan ijinkan saya masuk tuan, disini sangat dingin tuan hiks hiks hiks." ucapnya menahan airmatanya lama kelamaan suaranya mulai melemah menahan udara yang sangat dingin sampai menusuk kedalam tulangnya.
Tubuhnya mulai merosot sampai ia terduduk didepan pintu.
"tu- tu- tuan di- dis- sini sangat di-dingin " ucapnya gemetar sambil memeluk lututnya.
"kau bisa diam tidak, aku mau tidur!!" teriak johan
"tu-tu-tuan, di-di-sini sa-nga-t di-ngin" ucapnya sangat pelan. Lama kelamaan penglihatannya mulai mengabur dan enji tak sadarkan diri.
Didalam kamar johan yang sedang berbaring diatas kasurnya. Matanya masih menatap pintu balkon.
"kenapa dia tidak mengetuk lagi? sudahlah johan lebih baik kau tidur. Untuk apa memikirkannya" Monolog johan dan langsung memejamkan matanya.
🌄🌄🌄
Keesokan harinya johan telah siap dengan pakaian kerjanya, yang sudah disiapkan oleh asisten jiangwu dikamarnya.
sekitar jam 5 pagi ia sudah bangun dari tidurnya dan meninggalkan kamar enji tanpa Membukakan pintu balkon.
Tok tok tok
Johan langsung melangkahkan kakinya saat ia mendengar pintu kamarnya diketuk, ia langsung membuka pintu kamarnya.
Terlihatlah pria tegap yang tersenyum pada johan
"selamat pagi tuan" ucapnya tersenyum tipis pada atasannya.
"hem" balasnya
"ini tuan pesanan tuan" menyerahkan paperbag
"kau berikan pada wanita jal*ng itu" sahut johan dengan datarnya dan melangkahkan kakinya.
"baik tuan" balas asisten jiangwu sembari mengikuti johan dari belakang
"apa jadwalku hari ini?" tanyanya pada asistennya sembari meletakkan bokongnya disofa yang berada dikamarnya.
" pada jam 10 tuan akan Menandatangani surat kontrak kerja sama dengan tuan choi dong si di resto XXX dan pada jam makan siang nanti tuan akan menghadiri undangan makan siang dari tuan han ho min di restoran XXX." jelas asisten jiangwu berdiri dihadapan johan
"hanya itu saja?"
"iya tuan"
"kau urus wanita jal*ng itu, bawa dia ke mansion" titah johan dan bangkit dari duduknya
"baik tuan" ucapnya sembari memberi hormat pada atasannya.
"oh iya satu lagi, saat aku sudah tiba di mansion penghianat itu sudah ada dihadapanku!" titah johan dan badannya langsung berbalik menatap asistennya.
"baik tuan" balasnya
Johan langsung keluar dari kamarnya, diikuti oleh asisten jiangwu.
Bersambung....
Maaf jika ada kata yang typo🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments