Keesokan harinya dikediaman keluarga park, johan sudah siap siap untuk pergi kerumah sakit. Saat ia menuruni tangga ia berselisihan dengan ji hwa. Ji hwa langsung menjeritkan keningnya kala melihat johan sudah mau pergi dengan pakaian rapinya.
"kakak, mau pergi kemana? Pagi pagi buta kek gini udah rapi aja? Mau ketemu kakak ipar ya buat fitting baju? Atau mau nyiapin acara pernikahan kakak?" tanya ji hwa
Mendengar ji hwa bertanya padanya ia langsung menghentikan langkahnya dan menatap tajam wajah ji hwa.
"bukan urusanmu." jawabnya datar
Dan kembali langkahkan kaki untuk menuruni anak tangga. Ji hwa yang melihat kakak pertamanya hanya diam menatap punggung kakaknya. Namun langkah johan berhenti dan Menoleh kesamping tanpa melihat wajah ji hwa.
" satu lagi, jangan sekali kali kau menyebut dia kakak iparmu dia hanya budak Keluarga park tidak lebih. Kakak iparmu yang sesungguhnya ada dirumah sakit ia sedang berjuang antara hidup dan mati." ucap johan penuh penekanan.
"apa karena dia anak wanita yang sudah menghancurkan hidup kita? Jadi kakak ingin menghancurkan hidupnya juga." balas ji hwa masih menatap punggung kakaknya.
Johan yang mendengar ucapan adiknya langsung berbalik dan menaiki anak tangga sampai ia berhadapan dengan adiknya.
"kau tidak tau ,apa saja yang ibu lewati dari dulu sampai sekarang. Ia benar benar terpuruk ,jiwanya terguncang, ia seperti mayat hidup. setiap malam ibu selalu menangis. Karena apa? Karena wanita itu yang sudah menghancurkan hidup kita. Apa kau lupa aku dan joo hee harus berkerja keras pagi,siang, dan malam kami terus berkerja tanpa mengenal waktu. Aku dan joo hee dicaci maki oleh teman temanku karena kita miskin. Kita harus tinggal dirumah yang sangat kecil yang pantas disebut kandang kuda. Apa kau lupa hah?" ucap johan sedikit berteriak diwajah adiknya.
"iya kak aku takkan lupa itu tapi bisakah kakak berbaik hati kepadanya? Ia sudah terluka kak sangat terluka" jelas ji hwa sebenarnya juga ia sangat takut membicarakan ini kepada kakaknya.
"ckk, apa kau sudah terhasut oleh omong kosongnya? Ia tidak sebaik yang kita lihat. Ia sama saja seperti ibunya." menatap sinis adiknya.
"yang salah itu ibunya bukan anaknya. Ia tidak tau apa apa kak?" balas ji hwa sedikit meninggikan suaranya.
"terserah! Dan sekali lagi kau memanggilnya dengan sebutan kakak ipar kau akan tau akibatnya. Aku akan pindahkan kau ke afrika sana jika sampai kau bersikap baik padanya! Camkan itu" jelas johan penuh penekanan.
Setelah mengatakan itu johan langsung melangkahkan kakinya keluar dari mansion. Dan mengemudi mobilnya menuju rumah sakit. Sesampainya ia dirumah sakit ia langsung masuk lift dan menekan angka 17.
Setelah liftnya terbuka ia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang VVIP dimana kekasihnya dirawat. Ia langsung masuk dan mendudukkan bokongnya dikursi yang berada didekat bangkar kekasihnya.
Tangannya terulur dan menggenggam tangan putih yang kurus. Sekali kali ia kecup punggung tangan kekasihnya.
"bagaimana kabarmu sayang? Kabarku sangat buruk. Kenapa kau tak ingin membuka matamu? Apa mimpimu lebih indah daripada memandang wajahku? Apa kau tak bosan menutup matamu ? Apa kau tak merindukan aku?" ucap johan dengan mata sayunya melihat sang kekasih berbaring lemah di bangkar.
Sunyi hanya terdengar suara detak jantung soo hee itu pun dibantu oleh alat alat rumah sakit.
Ingatan johan kembali berputar mengingat kejadian 3 tahun yang lalu.
FLASHBACK
Drrrrtttt
Ponsel genggam johan bergetar pertanda ada panggilan telpon yang masuk. Ia langsung menghentikan perkerjaannya sebentar dan langsung mengambil ponsel genggamnya.
Senyum johan seketika Mengembang kala melihat nama yanh menelponnya.
"padahal baru beberapa menit yang lalu kita telah selesai video call?, tiba tiba saja kau menelponku lagi. secepat itukah kau merindukanku. Benar benar manis" ucap johan tersenyum manis menatao layar ponselnya
tanggnya langsung menggeser tombol yang berwarna hijau.
📞"halo , honey. Kenapa kau meleponku lagi ? Apa kau sangat merindukanku ? Sebentar lagi perkerjaanku selesai aku akan segera berangkat" tutur johan
📞"ha ha halo tuan" ucap seseorang gadis di seberang sana.
📞"siapa kau?! Kenapa ponsel kekasihku ada di tanganmu?! Jawab kenapa diam?!" membulatkan matanya saat mendengar suara orang lain.
📞"i ini tuan. Ke ke kekasih anda kecelakaan tuan" ucap hadis itu.
Deg
Waktu seperti berhenti bergerak. Badan johan tiba tiba saja menegang kala mendengar kekasihnya kecelakaan padahal baru beberapa menit yang lalu ia selesai video call. Dan akan merayakan hari Valentine bersama kelasihnya.
📞"tu tu tuan .apa kah anda masih disana?"tanya gadis itu
📞"apa kau sudah menelpon ambulance?" tanyanya.
langsung mengambil kunci mobil dan berlari menuju lift namun liftnya belum terbuka terpaksa johan lewat tangga darurat
📞" su sudah tuan ta tapi sampai sekarang ambulancenya belum datang" sahut gadis itu.
📞" oke. aku akan segera kesana, kirimkan alamatnya dan kau jangan pergi sebelum aku sampai kesana. Jaga baik baik kekasihku" balas johan.
📞"ba ba baik tuan" jawab gadis itu sexikit gugup.
Panggilan itu terputus. Johan langsung berlari menuruni anak tangga dari lantai lima puluh sampai lantai satu.
"bertahanlah honey, jangan tinggalkan aku. Ku mohon bertahanlah" ucap johan begitu cemas .
Saat anak tangga yang Terakhir johan langsung melewatinya. ia berlari di lobi sesekali ia menabrak bawahanya. Tapi ia tidak peduli dengan bawahannya yang ia pedulikan saat ini adalah keselamatan kekasihnya.
Setelah keluar dari lobi ia langsung berlari ke arah dimana mobilnya terpakir. Dan langsung masuk kedalam mobilnya . Ia langsung tancap gas.
Dua puluh menit kemudian ia telah sampai dimana kekasihnya kecelakaan.dari Kejahuan ia melihat seorang gadis memangku kepala kekasihnya yang mengeluarkan darah sampai darah kekasihnya kena baju gadis itu.
Sesampainya ia di tempat kekasihnya berada ia langsung meletakkan kepala kekasihnya dipahanya dan tanggannya langsung mendorong gadis itu.
"kenapa ambulance belum datang juga?! Ha?" teriak johan didepan wajah gadis itu.
"maaf ,tuan saya tidak tau" ucap gadis itu sedikit menundukkan kepalanya.
"kenapa kau bisa tidak tau ? Kau sudah menelpon ambulance kan?" tanya johan sedikit berteriak pada gadis berambut hitam sebahu dan gadis itu memiliki poni.
"sudah tuan ,tapi sampai sekarng ambulance belum datang juga" tutur gadis itu mulai mengangkat kepalanya.
"ini semua gara garamu. Pergi dari hadapanku" teriak johan lagi.
"maaf tuan" bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menjauhi johan dan kekasihnya.
Setelah kepergian gadis itu johan langsung mengangkat kekasihnya dan memasukkan kekasihnya ke dalam mobil. Didalam mobil sesekali johan melihat kekasinya dan memegang tangan kekasihnya yang mulai dingin.
"bertahanlah honey, sebentar lagi kita sampai dirumah sakit." ucap johan dengan nada khwatir.
Lima belas kemudian mobil johan sudah sampai didepan rumah sakit. Ia langsung mengangkat tubuh kekasihnya dan dibaw ke dal rumah sakit.
"susterrrrr....!!!" teriak johan
Setelah johan berteriak ada beberapa suster berdatangan dan mengambil bangkar. Johan pun langsung meletakkan tubuh kekasihnya yang penuh darah itu ke bangkar.
Beberapa suster pun langsung mendorong bangkar itu .sesampainya di UGD, bangkar yang membawa kekasihnya telah masuk ke dalam ruang UGD.
"maaf tuan,anda dilarang masuk" ucap suster mwnahan tubuh johan ingin masuk.
"tapi sus, dia kekasih saya" jelas johan.
"maaf tuan tetap saja anda dilarang masuk" ucap suster langsung menutup pintunya.
Tiga puluh menit kemudian tidak ada tanda tanda dokter atau suster yang keluar dari ruangan UGD.
"shittt.....kenapa lama sekali" ucap johan bolak balik didepan ruang UGD seperti setrikaan.
Tak berapa lama pintu ruangan UGD terbuka muncullah dokter perempuan usianya sekitar 45 tahun.
"bagaimana dok, keadaan kekasih saya ? Dia baik baik saja kan" tanyanya
"maaf tuan keadaan kekasih anda sangat kritis saat ini kekasih anda membutuhkan transfusi darah." jelas dokter yang Menangani kekasih johan.
"lakukan yang terbaik dok buat kekasihku. berapa pun akan saya bayar asalkan kelasih saya selamat" sahut johan sedikit cemas dengan keadaan kekasihnya.
"baik kami akan berusaha semaksimal mungkin tapi kami juga terpaksa..." tungkas dokter terpotong.
"terpaksa apa dok?" potong johan
"terpaksa menggugurkan kandungannya" jelas dokter perempuan itu.
"kandungan?" keningnya berkerut.
"iya tuan, nona kim soo hee sedang hamil usia kandungannya baru 6 minggu. Tapi kami harus Menggugurkan janinya karena sangat Berisiko buat keadaan janinnya yang masih kecil" balas dokter itu yang bernama hwang goo rye.
"apa janinnya tidak bisa dipertahankan dok?" tanya johan ia sangat berharap jika janin kekasihnya bisa diselamatkan.
"maaf tuan itu sangat berisiko buat nona soo hee" jelas doktet goo rye.
"baik dok lakukan yang terbaik buat kekasih saya" ucapnya pasrah karena harus kehilangan calon anaknya.
"baik tuan sebisa mungkin kami akan berusaha untuk menyelamatkan nona soo hee kalau begitu saya permisi" ucap dokter goo rye dan berlalu meninggalkan johan.
"iya dok" ucapnya datar.
Flashback on
Sejak saat itu johan sangat terpukul bukan hanya ia kehilangan sosok kekasihnya tetapi ia juga kehilangan calon anaknya.
Tanpa sadar air matanya menetes kala ingatannya berputar untuk mengingat kejadiaan di luar nalarnya. Namun keningnya berkerut kala mengingat seorang gadis yang menolong kekasihnya.
"tunggu dulu, sepertinya aku mengenal gadis itu. Dia kan.... Ckckck benar benar sebuah kejutan. Kau juga terlibat dalam kecelakaan kekasihku. Walaupun penampilanmu dulu sangat berbeda dengan sekarang tapi tetap saja aku bisa mengenalimu. Kita lihat apa yang akan aku lakukan padamu."ucap johan wajahnya dihiasi oleh senyum seringainya.
"honey cepatlah bangun apa kau tak ingin melihat orang Yang sudah menyebabkanmu masuk rumah sakit menderita? Dia sudah ada digengaman tanganku. kita lihat apakah nanti kau akan masih merasakan kebahagiaan atau malah penderitaan " tersenyum puas.
ΔΔΔ
Jika setiap orang melakaukan aktivitas dipagi harinya dengan penuh Kebahagiaan maka berbalik dengan gadis cantik yang satu ini.
Meski ia terlahir dikeluarga kaya, tetap saja ia harus berkerja keras siang malam untuk kebutuhan hidupnya sendiri.
Hari harinya dipenuhi penderitaan tanpa berujung. Dari kecil sampai sekarang ia selalu merasakannya.
Pagi ini matahari tampak malu malu memperlihatkan sinarnya. Kicauan burung masih bernyanyian sampai mengganggu tidur seorang gadis yang masih betah dalam selimut tipisnya.
Tak lama tubuhnya mulai menggeliat pertanda ia mulai bangun dari tidur nyenyaknya namun matanya masih betah tertutup rapat.
"jam berapa ini" ucap seorang gadis dengan suara seraknya.
Tangannya mulai meraba raba mencari ponsel genggam yang berada di samping bantalnya dan tanggannya sudah Menemukan ponsel genggamnya lalu ia mulai membuka matanya sedikit untuk melihat layar ponselnya.
Matanya sontak terbuka lebar kala melihat layar ponselnya yang memperlihatkan jam 8 pagi. Lalu tanggannya langsung membuang selimut tipisnya kesembarang arah lalu ia bangkit dari kasur mininya.
"astaga , enji. Kenapa kau bisa terlambat? Padahal nanti jam 9 kau ada kelas. Aku harus cepat cepat mandi" ucapnya dengan dirinya sendiri.
Ia pun bergegas ke kamar mandi para maid. Tak butuh lama ia mandi cukup 5 menit ia menyelesaikan mandinya.
Ia langsung memakai bajunya, hari ini enji memakai hoddie Dan celana hitamnya. Setelah menurutnya rapi enji pun bergegas berangkat ke kampusnyal.
Sesampainya ia di kampus enji sedikit berlari untuk sampai ke kelasnya tepat waktu.
"ayo enji waktunya tinggal 15 menit lagi. Kau jangan
sampai terlambat" ucapnya saat melihat jam tangannya dan sedikit berlari.
Enji masih melihat jam tangannya dan
Brak...
Enji tak sengaja menabrak seorang pria yang sedang membawa beberapa berkas sampai berkasnya berserakkan di lantai keramik.
"aduhhh..." jerit enji kala bokongnya terbentur di lantai keramik.
"astaga berkas berkasku" ucap pria itu kala melihat berkasnya berserakkan.
"maaf tuan saya benar benar tidak sengaja, saya terburu buru" ucap enji tanpa melihat lawan bicaranya.
Dan enji segera mengumpulkan berkas berkas yang berserakkan di lantai.
Pria itu hanya diam dan memperhatikan enji. Lalu ia berdiri setelah berkasnya berada Ditangan enji.
"tuan baik baik saja kan?" tanya enji sudah berdiri dari duduknya dan hanya menatap sekilas pria didepannya.
Pria itu hanya diam tanpa mengatakan apapun.
"ini tuan. Sekali lagi saya benar benar minta maaf. Saya tidak sengaja tuan. Saya pergi dulu ,permisi" ucapnya enji tangannya terulur memberikan berkas itu kepada pria dan sedikit Membungkukkan badannya lalu ia pergi sedikit berlari.
"hey tunggu dulu " ucap pria itu.
Enji tidak berbalik kala pria itu memanggilnya. Ia terus berlari sampai ia berhenti didepan pintu kelasnya dan segera masuk.
Bersambung....
Maaf jika ada kata typo🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments