TMDCP #1

Matahari mulai memancarkan sinarnya pertanda pagi akan segera datang . Sinarnya mulai mengganggu tidur seorang gadis yang bernama enji, dengan terpaksa enji membuka matanya dan beranjak dari kasur mini nya menuju kamar mandi para maid.

Enji memang terlahir dari keluarga terbilang cukup mewah tapi dia tidak pernah merasakan kemewahan dalam hidupnya. Apapun yang diinginkan enji seperti baju,tas dan makanan yang enak dia harus kerja dulu walaupun harus menunggu satu bulan baru yang diinginkannya tercapai.

enji memang tinggal dirumah yang cukup besar, ia tetap bersyukur diijinkan tinggal dirumah itu walaupun dia tidur di kamar yang sempit yang pantas disebut sebagai gudang.

Setelah selesai enji mandi, ia bersiap siap akan berangkat kerja walaupun hari ini hari weekend ia akan tetap berkerja dari pagi sampai malam hari.sebelum berangkat kerja enji duduk di kasur mininya dan mengambil foto ibunya yang ia simpan dibawah bantal.

"selamat pagi bunda, bagaimana kabar bunda disana? Kabarku disini baik . Oh iya bunda aku akan berangkat kerja,do'a kan ya semoga perkerjaanku lancar dan aku selalu sehat". Mengusap wajah bundanya dengan ibu jarinya dan mengecup foto bundanya lalu enji menyimpan kembali foto bundanya.

Enji pun melangkahkan kakinya keluar kamarnya dengan ransel berada di punggungnya. Sebelum ia melangkahkan kakinya ke ruang tengah ,enji melihat pemandangan yang menyakitkan.ia melihat ayahnya,ibu tirinya dan Jessalyn sedang bercanda di ruang tengah tidak terasa matanya mulai memanas dan akhirnya air matanya yang ia pertahankan dari tadi telah terjun bebas.

Enji tidak bisa mempertahankan air matanya saat melihat ke harmonisan ayahnya,ibu tirinya dan Jessalyn karena air matanya melambangkan perasaannya yang terluka.

enji pun segera menghapus air matanya, ia tidak ingin dilihat begitu lemah dan ia pun beranjak meninggalkan ruang tengah memutuskan untuk pergi berangkat kerja lewat belakang. Sebelum enji Melangkahkan kakinya, Jessalyn melihatnya dan memanggil enji.

"Enji !" teriak jessalyn ,dan dengan terpaksa enji berbalik.

"iya kak" sahut enji

"sini!" titah jessalyn. Dan dengan lambatnya enji menghampiri jessalyn

"lama banget sih kesininya! Cepatan dong jalannya!" teriak jessalyn sambil menyilangkan tangannya didadanya.

"ya ampun , kalo di suruh ke sini itu cepatan, jangan lelet !" timbal ibu tirinya enji

Sesampainya enji di hadapan jessalyn

"iya kak , ada apa?" tanya enji

"mau kemana? Pagi pagi kaya gini udah mau keluyuran aja ? Di dalam kamarku banyak baju kotorku ,sana cuci!"perintah Jessalyn

"maaf kak, aku nggak bisa cuci baju kakak sekarang soalnya aku mau kerja ,nanti pas pulang kerja aku janji deh cuci baju kakak" jawab enji dengan wajah menunduk

"kerja dimana?" tanya Jessalyn

"ditempat biasa kak" jawab enji sambil melirik jam tangannya.

"oke,lu boleh cuci baju gw nanti tapi pas pulang dari kerja beliin gw Steak yang ada di resto yang sering gw datangin sama teman gw. pake uang lu" kata jessalyn dengan entengnya

"tapi kak steak yang sering kak makan di resto itu kan mahal banget kak ,aku nggak punya uang segitu"jawab enji langsung mengangkat wajahnya.

"bodo amat pokoknya gw mau steak di resto itu!!" kata jessalyn

"eh,kamu itu cuma numpang di rumah ini , steak itu tidak seberapa dengan biaya kamu numpang dirumah ini. Mau diusir dari rumah ini?"timbal ibu tiri enji

Enji pun melirik ayahnya ,meminta ayahnya untuk membela walaupun ia tau jawabannya kalau ayahnya tidak akan membelanya. Dan yang dilirik pun hanya buang muka lalu meninggalkan ruang tengah.

"kalo lu diam berarti gw anggap lu akan beliin gw steak" ucap Jessalyn

"iya kak,nanti enji beliin."jawab enji pasrah

"ya udah, ngapain masih disini . Kerja sana!" usir jessalyn menunjuk pintu keluar

"iya kak, aku berangkat. Permisi" membungkungkan badannya dan enji berlalu pergi.

ΔΔΔ

Di sisi lain di perusahaan JOH Corporation.

Serorang laki laki duduk di kursi kebesarannya sambil menyunggingkan senyumnya yang penuh arti pertanda akan ada sesuatu yang akan terjadi nanti.

"sejak kapan kecoa ini bermain dibelakangku?" tanya seorang laki laki yang berpakaian rapi dengan setelan baju kerjanya yang duduk di kursi kebesarannya tak lain dan tak bukan park johan.

"sejak dua bulan yang lalu sebelum tuan pulang dari wajib militer" jawab asisten pribadi johan yaitu zhang jiangwu yang berdiri di samping johan.

saat usia johan 24 tahun ia mendaftarkan dirinya untuk menyelesaikan tugas negaranya yaitu melaksanakan wajib militernya.

"ckk, sangat menjijikan. atur pertemuanku dengan dirinya besok malam. Aku ingin tau apa alasannya berkerja sama denganku lalu dengan gampangnya kecoa ini menyalahgunakan uang yang ku beri untuk melakukan proyek malah dia gunakan untuk kesenangannya sendiri, benar benar sampah dan satu lagi cari tau tentang dirinya dan apa apa saja yang kecoa ini lakukan untuk menghabiskan uang ku " titah johan sedikit emosi dengan tingkah laku rekan bisnisnya.

"baik tuan akan segera saya buat pertemuannya dan saya akan menyuruh anak buah saya untuk mencari tau apa saja yang dia lakukan". Ucap zhang jiangwu sambil berdiri tegap di samping johan.

"kalau begitu aku ingin pulang " titah johan beranjak dari kursi kebesarannya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya

"baik tuan" jawab zhang jiangwu sambil membukakan pintu dan mempersilahkan johan untuk keluar lebih dulu.

Sesampainya johan dan asisten zhang jangwu di lobi, mereka sangat dihormati oleh karyawan yang berkerja di perusahaan pribadi johan.

Walaupun hari ini hari Weekend perusahaan JOH Corporation selalu berkerja hanya saja pulangnya lebih awal dari biasanya sekitar jam 3 . Sampai mereka keluar dari gedung peeusahaan ,jiangwu pun langsung membukakan pintu mobil bagian belakang untuk johan setelah memastikan johan masuk dalam mobil jiangwu pun langsung menutup pintunya dan berlalu masuk kedalam mobil dan mobil pun berlalu pergi meninggalkan gedung perusahaan.

ΔΔΔ

Sesampainya enji di cafe ia langsung mengganti bajunya. Dan langsung berkerja menyapu lantai ,mepell lantai,membersihkan kaca, melayani pelanggan, mengantarkan pesanan pelanggan ke mejanya dan tak terasa waktu berjalan begitu cepat .

Matahari yang bersinar mulai redup pertanda siang akan diganti oleh malam hari.sekitar jam 8 malam cafe tempat berkerja enji sudah tutup, enji bergegas pulang kerumah sebelum enji pulang kerumah ia akan membeli steak pesanan jessalyn di resto. Setelah selesai membeli steak enji pun segera pulang dengan berjalan kaki, guna menghemat biaya. sesampainya enji di depan rumah ia melihat 2 mobil mewah yang berpakir di halaman rumahnya. Hatinya bertanya tanya.

"loh kok ada 2 mobil mewah disini? Mobil siapa ya?apa ada yang datang kerumah ? Mobilnya masih kelihatan baru seperti baru dibeli, apa mungkin ayah beli mobil ? Mobilnya keren banget lagi" ucap enji sambil melangkahkan kakinya mendekati 2 mobil mewah itu dengan matanya yang berbinar binar melihat 2 mobil mewah yang baru pertama kalinya ia lihat secara dekat dan enji pun ingin menyentuh mobil itu sebelum enji menyentuh mobil ia dikejutkan oleh Jessayln yang menarik tangan enji secara kasar untuk menjauhi tangan enji dari mobil itu.

"jangan sentuh sentuh mobil gw dengan tangan kotor lu" ucap jessayln menghempaskan tangan jessayln dan jessayln pun melayangkan tangannya untuk menampar pipi enji.

PLAK

Pipi enji yang habis kena tampar Jessalyn langsung memerah.

"kenapa kakak nampar aku?" tanya enji sambil Memegang pipinya yang memerah

"kau tanya kenapa? Karena aku TIDAK SUKA BARANG MILIKKU DI SENTUH OLEH TANGANMU!!!" jawab Jessayln penuh penekanan

"maaf kak karena sudah lancang" ucap enji sambil Menundukkan kepalanya namun Tanggannya masih memegang pipinya yang memerah

"kakak dapat uang dari mana beli mobil mewah ini?" tanya enji lagi

"lebih tepatnya sih bukan gw yang beli melainkan ayah yang beliin gw mobil ini dan yang satunya lagi milik jimmy. Oh iya mana makanan gw?".jawab jessalyn dengan entengnya sambil memandang remeh enji

"ini kak" enji pun memberikan pesanan jessalyn

"okey " jessalyn pun dengan cepatnya mengambil kantongan yang berisi steak.

Enji pun masih diam di tempat dengan mata yang selalu menatap mobil mewah itu. Jessayln yang Menyadari jika enji menatap mobil jessalyn langsung angkat bicara.

"ngapain masih disini? Atau lu iri sama gw karena gw sama jimmy dibeliin mobil tanpa diminta makanya jangan menjadi anak pembawa sial .Sana pergi ,cuciin baju gw yang kotor !!!"bentak jessalyn lalu mendorong enji dengan kasar sampai enji terjatuh di tanah. Jimmy yang baru memasuki halaman rumahnya sedikit emosi melihat kelakuan kakaknya jessalyn dan langsung menghampiri enji yang terjatuh.

"Kak enji..." teriak jimmy langsung berlutut dan membantu enji berdiri

"apa ada yang luka kak? Dimana biar aku obatin?daerah mana yang sakit kak"tanya jimmy dengan muka sangat cemas sekali

"kakak baik baik saja ,gak usah khawatir, gak ada yang luka kok,kamu tenang aja ya."jawab enji sambil menenangkan Jimmy

"jangan nutupin luka kak kepada ku. Ini pipi kak kenapa merah? Pasti ditampar kak jessalyn kan? Jawab kak iyakan?" kata jimmy dengan nada yang begitu cemas sambil menunjuk pipi enji yang memerah

"oh ini ,eh pipi kakak memerah karena udaranya disini dingin " ucap enji berbohong walaupun ia tau jika jimmy tidak akan percaya

"alasan kakak terlalu kuno" ucap jimmy sedikit jengah karena enji tidak jujur kepadanya

"ternyata anak kesayangan ayah udah datang.kamu dari mana aja ,ha? Dari pagi udah ngilang." tanya ayah enji kepada jimmy yang sudah berada di belakang jimmy dan melangkahkan kakinya mendekati jimmy

"ayah ? Maafin jimmy ya yah, tidak mengabari ayah jika dari tadi pagi aku kerumah teman ngerjakan tugas" ucap jimmy membalikkan tubuhnya menghadap ayahnya dan tersenyum manis kepada ayahnya.

"ya sudah ayah maafin tapi ingat jangan ulangi lagi ya ,ayah sangat khawatir sama kamu. Oh iya ayah punya hadiah buat kamu. Taraaaa..." tersenyum hangat kepada jimmy dan menyodorkan sebuah kunci mobil.

"kunci? Kunci apa ini ?" tanya jimmy kepada ayahnya dengan ekspresi Bingung.

"itu kunci mobil sayang, ayah kamu beliin kamu dan jessalyn mobil" jawab ibu tirinya enji.

"tapikan jimmy nggak minta ayah untuk beliin aku mobil. Aku nggak mau nerima mobil itu, Lagi pula aku baru berusia 13 tahun yang udah pasti nggak diijinkan mengendarai mobil dan kenapa cuma aku dan kakak jessalyn doang yang di beliin mobil? Ayah nggak beliin kakak enji mobil juga?" jawab jimmy sedikit kesal dengan tingkah ayahnya yang pilih kasih. Dan menyodorkan kembali kunci yang sempat diberikan oleh ayahnya

"uangnya gak cukup" jawab ayahnya dengan entengnya

"kalo uangnya gak cukup buat apa ayah beliin aku dan kakak jessalyn mobil. Kasian kakak enji, ia pasti sedih banget karena ayah pilih kasih" jimmy memutarkan bola matanya setelah mendengar alasan ayahnya membelikan ia dan jessalyn mobil.

Jimmy pun langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat enji dan betapa terkejutnya enji sudah tidak ada . Jessalyn yang melihat ekpresi adiknya langsung berucap.

"dia udah pergi dari tadi" dengan entengnya

Jimmy yang mendengar ucapan jessalyn bahwa enji sudah pergi ia pun langsung meninggalkan jessalyn ,ayahnya dan ibunya. Dan menghampiri kamar kakaknya yang berada di gudang.

Cklek

Pintu kamar enji terbuka jimmy pun langsung masuk dan menghampiri enji yang tengah berbaring dengan mata tertutup.

"kak enji udah tidur?" tanya jimmmy yang sudah duduk di pinggir kasur enji. Jimmy pun menghembuskan napasnya dengan kasar dan tangannya membelai kepala enji.

"aku tau kak ,kakak pasti belum tidur. Maafin ayah ya kak, hari ini hati kakak terluka lagi karena ayah dan aku sebagai seorang adik tidak bisa melindungi kakak tapi aku janji kak akan memberikan kakak sebuah kebahagiaan

Kalau gitu kakak istirahat ya ,tidur yang nyenyak ya kak.selamat malam" mengecup sekilas didahi enji lalu meninggalkan kamar enji.

Enji yang belum tidur terpaksa berpura pura tidur saat Jimmy masuk kamarnya. enji pun langsung mengambil foto bundanya dibalik bantalnya

"bunda, apa aku boleh iri pada mereka yang mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari ayah? Kenapa selalu aku yang disalahkan karena kematian bunda? Apa aku anak pembawa sial? Jika aku anak pembawa sial kenapa bunda harus melahirkanku? Kenapa aku harus hidup didunia ini, jika aku hidup hanya untuk disakiti? Aku ingin ikut bunda" enji bermonolog sendiri sambil Memegang foto bundanya dan dengan air mata yang tak henti hentinya mengalir seperti anak sungai dan tak lama kemudian enji larut dalam kesedihannya dan tertidur.

BERSAMBUNG...

maaf jika ada yang typo

***JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK

LIKE 👍

COMENT 💬

TIP 🌟

VOTE ✔

FAVORIT ❤

JANGAN LUPA DUKUNG ATHOR DENGAN CARA DI ATAS BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT UP PART SELANJUTNYAA

BYE BYE BYE😘😘😘***

Terpopuler

Comments

Reni Anjarwani

Reni Anjarwani

sampek nagis bacanya

2025-03-17

0

Nengah Oka

Nengah Oka

nama ya Korea, tapi orang kalau ngomong lu gua jadi kurang suka baca ya

2021-11-23

2

Ayunil Samrotul

Ayunil Samrotul

nyesek banget Thor 🥺😭

2021-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 TMDCP #Pengenalan Tokoh
2 TMDCP #1
3 TMDCP #2
4 TMDCP #3
5 TMDCP #4
6 TMDCP #5
7 TMDCP #6
8 TMDCP #7
9 TMDCP #8
10 TMDPC #9
11 TMDCP #10
12 TMDCP #11
13 TMDCP #11
14 TMDCP #12
15 TMDCP #13
16 TMDCP #14
17 TMDCP #15
18 TMDCP #16
19 TMDCP #17
20 TMDCP #18
21 TMDCP #19
22 TMDCP #20
23 TMDCP #VISUAL
24 TMDCP #21
25 TMDCP #22
26 TMDCP #23
27 TMDCP #24
28 TMDCP #25
29 TMDCP #26
30 TMDCP #27
31 TMDCP # 28
32 TMDCP #29
33 TMDCP #30
34 TMDCP #31
35 TMDCP #32
36 TMDCP #33
37 TMDCP #34
38 TMDCP #35
39 TMDCP #36
40 TMDCP #37
41 TMDCP #38
42 TMDCP #39
43 TMDCP #40
44 TMDCP #41
45 TMDCP #42
46 TMDCP #43
47 TMDCP #44
48 TMDCP #45
49 TMDCP #46
50 TMDCP #47
51 TMDCP #48
52 TMDCP #49
53 TMDCP #50
54 TMDCP #51
55 TMDCP #52
56 TMDCP #53
57 TMDCP #54
58 TMDCP #55
59 TMDCP #56
60 TMDCP #57
61 TMDCP #58
62 TMDCP #59
63 TMDCP #60
64 TMDCP #61
65 TMDCP #62
66 TMDCP #63
67 TMDCP #64
68 TMDCP #65
69 TMDCP #66
70 PENGUMUMAN!!!
71 TMDCP #67
72 TMDCP #68
73 TMDCP #69
74 TMDCP #70
75 TMDCP #71
76 TMDCP #72
77 PENGUMUMAN!
78 TMDCP#73
79 TMDCP #74
80 TMDCP #75
81 TMDCP#76
82 TMDCP#77
83 TMDCP #78
84 TMFCP #79
85 TMDCP #80
86 TMDCP #81
87 TMFCP#82
88 TMDCP #83
89 TMDCP#84
90 TMDCP#85
91 TMDCP #86
92 TMDCP #87
93 TMDCP #88
94 TMDCP #89
95 TMDCP #90
96 TMDCP #91
97 TMDCP #92
98 TMDCP #93
99 TMDCP #94
100 TMDCP #95
101 TMDCP #96
102 TMDCP #97
103 TMDCP #98
Episodes

Updated 103 Episodes

1
TMDCP #Pengenalan Tokoh
2
TMDCP #1
3
TMDCP #2
4
TMDCP #3
5
TMDCP #4
6
TMDCP #5
7
TMDCP #6
8
TMDCP #7
9
TMDCP #8
10
TMDPC #9
11
TMDCP #10
12
TMDCP #11
13
TMDCP #11
14
TMDCP #12
15
TMDCP #13
16
TMDCP #14
17
TMDCP #15
18
TMDCP #16
19
TMDCP #17
20
TMDCP #18
21
TMDCP #19
22
TMDCP #20
23
TMDCP #VISUAL
24
TMDCP #21
25
TMDCP #22
26
TMDCP #23
27
TMDCP #24
28
TMDCP #25
29
TMDCP #26
30
TMDCP #27
31
TMDCP # 28
32
TMDCP #29
33
TMDCP #30
34
TMDCP #31
35
TMDCP #32
36
TMDCP #33
37
TMDCP #34
38
TMDCP #35
39
TMDCP #36
40
TMDCP #37
41
TMDCP #38
42
TMDCP #39
43
TMDCP #40
44
TMDCP #41
45
TMDCP #42
46
TMDCP #43
47
TMDCP #44
48
TMDCP #45
49
TMDCP #46
50
TMDCP #47
51
TMDCP #48
52
TMDCP #49
53
TMDCP #50
54
TMDCP #51
55
TMDCP #52
56
TMDCP #53
57
TMDCP #54
58
TMDCP #55
59
TMDCP #56
60
TMDCP #57
61
TMDCP #58
62
TMDCP #59
63
TMDCP #60
64
TMDCP #61
65
TMDCP #62
66
TMDCP #63
67
TMDCP #64
68
TMDCP #65
69
TMDCP #66
70
PENGUMUMAN!!!
71
TMDCP #67
72
TMDCP #68
73
TMDCP #69
74
TMDCP #70
75
TMDCP #71
76
TMDCP #72
77
PENGUMUMAN!
78
TMDCP#73
79
TMDCP #74
80
TMDCP #75
81
TMDCP#76
82
TMDCP#77
83
TMDCP #78
84
TMFCP #79
85
TMDCP #80
86
TMDCP #81
87
TMFCP#82
88
TMDCP #83
89
TMDCP#84
90
TMDCP#85
91
TMDCP #86
92
TMDCP #87
93
TMDCP #88
94
TMDCP #89
95
TMDCP #90
96
TMDCP #91
97
TMDCP #92
98
TMDCP #93
99
TMDCP #94
100
TMDCP #95
101
TMDCP #96
102
TMDCP #97
103
TMDCP #98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!