Setelah kepergian ji hwa dan enji.
"apa apaan sih ji hwa, sok baik sama tuh pelayan" ucapnya kesal melihat ji hwa baik kepada enji.
"bukan sok baik, ji hwa memang udah dari lahir baik hati. Beda sama kamu kebalikannya" ucap joohee datar
"apaan sih , nimbrung aja. Kaya ikan tau nggak" jenny tambah kesel.
"dasar mak lam..." maki joo hee terpotong kala anak kecil berlari kearahnya siapa lagi selain putri pertamanya dengan kenzo.
"mommy... I am coming" teriak anak kecil berlari ke arah joo hee.
"my princess , sudah datang? Dari mana aja? Poppy mana?" tanyanya kepada putrinya yang bernama park kimora dan langsung mendaratkan kecupan di pipi kimmy yang chabby.
"Itu poppy" menunjuk pria yang berjalan mendekati joo hee dan kimora.
"kenapa poppy ,jalannya lambat sekali? Seperti siput lamban." tanyanya pada poppynya yang bernama kenzo . Suami joo hee. Pemilik perusahaan gamers. Dijepang.
"bukan poppy yang lamban , tapi kau yang terlalu cepat."
Ucap kenzo.
"poppy menyalahkan aku? "ucap kimora dengan mata menatap wajah ayahnya.
"bukan menyalahkan tapi memang Kebenarnya seperti itu"
Ucap datar kenzo
"tapi tetap saja ,poppy menyalahkan aku." dengan wajah cemberutnya dengan bibir ia majukan kedepan seperti ikan.
"sudah sudah lebih baik kita makan yuk, ada kejutan di meja makan. Pasti kamu suka."ucap joo hee kepada anaknya.
"kejutan? Horeeee... Ada kejutan. ayo mommy and poppy kita ke meja makan." ucap kimora dengan girangnya dan tangan kirinya memegang tangan kenzo, tangan kanannya memegang tangan joo hee.
ΔΔΔ
Di meja makan
"mana kejutannya? "tanya kimora pada joo hee
"itu" menunjuk enji
"aku tidak melihatnya" rengek kimora
"oh iya mommy lupa" menepuk jidatnya lalu mengangkat kimora dan didudukkan di kursi.
Enji masih fokus kepada ji hwa yang sedang bercerita dengannya. tanpa menyadari kedatangan joohee ,kimora ,kenzo dan disusul oleh johan berserta jenny dan ibunya lalu mereka duduk dikursi mereka masing masing.
"eunji..." panggil joo hee.
Enji dan ji hwa pun langsung menoleh kala ada yang memanggil nama enji.
"ah iya ,nona?" tanya enji
" perkenalkan ini park kimora putriku dan ini kenzo my husband." ucap joohee menunjuk kimora dan kenzo
"oh iya " ucap enji tersenyum manis ke arah joo hee
"perkenalkan nama saya kim eunji" sambung enji dan hanya diangguki oleh kenzo.
"mommy mana kejutannya?" tanya kimora pada joo hee
"itu" menunjuk enji dengan jari telunjuknya.
"dia siapa mom? "tanya kimora
"dia akan menjadi bagian keluarga kita, dia calon bibi iparmu" tutur joo jee
"calon bibi ipar? Siapa yang akan menikah?" tanya kimora
" tuh " menunjuk johan dengan mulutnya.
"maksud mommy, paman angry ? " tanya kimora tidak percaya.
"iya." ucap joo hee
"bibi ipar ,kenapa bibi mau sama paman angry ? Apa karena paman angry tampan? Bibi jangan sampai ketipu dengam wajah tampannya, dia sangat pemarah dan kasar. Sedikit saja membuat salah dengannya langsung dimarahi aku saja Sampai mau ditampar olehnya hanya karena berlari lari dirumah ini." jelas kimora
"tapi menurutku pamanmu baik sekali padaku" ujar enji terpaksa ia berbohong karena ia tidak ingin kena marah atau kena tampar oleh johan.
" iya baik, karena kakakku punya banyak uang. Sepertinya kau hanya seorang gadis yang ingin menikah dengan kakakku karena kakak ku kaya raya dan dengan senang hatinya kau membuka lebar pahamu itu untuk kakakku. Bener benar jal*ng" ucap jenny dengan sinis nya memandang enji. dan enji hanya diam menunduk.
"kenapa kak johan tidak membela kak eunji? Kalau tidak ada yang membela kak eunji bisa bisa kak eunji tersudutkan oleh ucapan kak jenny aku harus membelanya" ucapnya dalam pikirannya saat ia melihat johan sama sekali tidak membela enji.
"KAK JENNY, jaga bicara kakak. kakak ipar bukan wanita seperti itu. Kakak ipar mau menikah dengan kak johan karena cinta bukan karena uang" ucap ji hwa membela enji. Enji hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"benar yang dikatakan nona Jenny , aku mau menikah dengan tuan johan karena uang. Tapi aku bukan wanita jal*ng" ucap enji dalam hatinya kala mendengarkan ucapan jenny.
"kenapa kau membelanya? Apa karena kau telah di cuci otaknya?" tanya jenny kepada adiknya.
"aku sa..." ucap ji hwa terpotong kala ibunya ikut bicara.
"sudah sudah jangan berdebat lagi hanya karena dia . Lebih baik kita makan dengan tenang" ucap ibunya datar.
"maaf bu" ucap jenny dan ji hwa secara bersamaan.
Mereka pun mulai makan , diam diam kimora memperhatikan enji yang duduk di seberangnya.
"bibi eunji, boleh tidak aku memanggil bibi dengan sebutan kakak? Soalnya wajah kakak masih imut dan masih muda beda dengan bibi jenny udah nggak imut lagi udah tua pipi bibi jenny aja udah mulai keriput soalnya sering marah sih. "ucap kimora menyindir jenny. enji hanya menganggukan kepalanya.
"kak joo hee ajarin dong anaknya, oh iya kimora juga boleh memanggilnya JAL*NG" menunjuk enji dan langsung dicubit oleh joo hee di pinggang karena Jenny duduk di samping joo hee.
"aduh , apa apaan sih kak. Main nyubit aja" kesal dengan joohee.
"kalau bicara itu di filter dulu"ucap joo hee.
"kak eunji, boleh tidak aku duduk dipangkuan kakak?"tanya kimora pada enji.
Enji pun langsung menganggukan kepalanya. Setelah mendapatkan anggukan dari enji kimora langsung turun dari kursinya dan berlari menghampiri kursi enji . Enji pun langsung mengangkat tubuh Mungil kimora dipangkuannya . Joohee yang Melihat enji bersikap baik pada putrinya langsung tersenyum. Berbeda dengan jenny langsung bangkit dari duduknya.
"kau mau kemana jenny?"tanya ibunya.
"kekamar" ucapnya datar
"makanan kamu belum habis?"sekilas melihat makanan jenny yang ada dipiringnya.
"aku udah nggak nafsu lagi buat makan." dan berlalu pergi.
"pasti nona Jenny tidak nafsu makan karena ada aku, aku merasa tidak enak" ucap enji dalam hati
"kakak ipar,kenapa melamun?" tanya ji hwa.
"tidak, aku tidak melamun." jawab enji dan menoleh kesampingnya
"kak ipar ,pipi kakak Chabby sekali tapi kok chabbynya cuma pipi kiri doang."tutur ji hwa memperhatikan pipi enji. Kimora pun langsung Mendongakkan kepala untuk melihat pipi enji.
"ya ampun bibi ji hwa, apa bibi tidak bisa membedakan pipi chabby dengan pipi yang bengkak? Pipi kakak eunji ini bengkak bukan chabby" tutur kimora.
"kakak ipar ,pipi kakak ini bengkak ya?" tanya ji hwa menunjuk pipi enji.
"iya" ucap enji sangat pelan.
"karena apa kak? Dan aku juga baru sadar kalau pipi kakak ipar agak berwarna biru dan juga dagu kaka membiru juga. Kenapa kak? Apa karena ditampar oleh kak johan? Apa sudah di obati kak?" ucap ji hwa sedikit khawatir dengan enji.
"paman angry , Kenapa paman menampar kakak cantik?" tanyanya dengan suara cemprengnya pada johan.
"nona kimora, pamanmu tidak menamparku. Ini bengkak sampai membiru karena... Alergi iya alergi." ucapnya bohong pada kimora.
memang kenyataannya pipinya membengkak karena ditampar oleh johan ditambah ayah dan ibu tirinya menamparnya juga.
"alergi apa kak?"tanya ji hwa.
"alergi..... Susu iya alergi susu kedelai."ucapnya kembali berbohong.
"kalau kak alergi susu kedelai kenapa di minum?" tanya kimora.
" ka ka karena... "memutar bola matanya untuk mencari alasan yang masuk akal.
"astaga kenapa aku tidak bisa menemukan alasannya?" teriak enji dalam hatinya.
"karena apa kak?"tanya ji hwa
"ji hwa , kimora kasian kakak iparnya selalu mendapatkan pertanyaan dari kalian."ucap kenzo mulai angkat bicara.
"sepertinya ada yang disembunyiin oleh eunji, kelihatan sekali dari gurat wajah ia sedang ketakutan tapi apa ya ?" ucap joohee dalam pikirannya kala melihat ekspresi enji gugup.
"maafkan aku ya kak" ucap ji hwa serempak dengan kimora.
Tak berapa lama kemudian acara makan siang mereka telah selesai. Joo hee langsung mengajak enji duduk di halaman rumah.
"berapa usiamu eunji?" tanya joo hee tanpa menatap wajah eunji.
"umur saya 19 tahun nona" enji mendongakkan kepalanya menatap langit yang mendung.
"kau kuliah?" lalu menoleh ke samping menatap wajah cantik enji.
"iya nona, saya kuliah di universitas Nasional seoul" masih menatap langit.
"berarti kamu sekampus dengan jenny, dia juga kuliah disana tapi dia sebentar lagi lulus" jelas joo hee.
"benarkah ? Jika nona jenny kuliah disana. Tapi saya tidak pernah melihat nona jenny dikampus saya. Mungkin karena saya mengurung diri di dalam perpustakaan" tersenyum kala mengingat dirinya dering menghabiskan waktunya di perpustakaan.
"apa kau pernah melihatku?" tanya joo hee lagi masih menatap wajah enji.
Enji pun langsung menatap wajah joohee.
"baru pertama kali ini saya melihatmu nona, tapi kenapa nona bertanya seperti itu seakan akan kita pernah bertemu?" Tanya enji
"apa kau lupa 2 hari yang lalu kita pernah bertemu di toko bunga? Kau yang merangkaikan bunga lily ? Apa kau benar benar lupa?" tanya joo hee
"oh iya saya baru ingat,nona kan pembeli yang hampir mau pergi dari toko bunga hanya karena saya tidak mendengar panggilan anda? Maafkan saya ya nona atas kejadian itu." ucapnya mengingat pembeli bunga yang hampir pergi hanya gara gara enji keasikan menata bunga.
"iya sudahku maafkan. Bisakah kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan nona? sebentar lagi kau akan menjadi kakak iparku walaupun aku lebih tua darimu. oh iya apa alasanmu mau menikah dengan kakakku johan? Lalu kenapa pipi kirimu bengkak ? Apa karena ditampar johan?" tanya joo hee seperti sedang mengintrogasi.
" oh ini...."enji berpikir keras untuk menjawab pertanyaan joo hee. Dan memegang pipinya yang bengkak.
"kak johan itu tidak mudah berteman dengan perempun apalagi ia memiliki kekasih walaupun kekasihnya masih sakit ia masih setia menunggunya? Dan sepertinya ada yang kau tutupi? Kau bisa cerita padaku mungkin aku bisa meringankan masalahmu." ujar joo hee
"itu...." belum sempat ia menyelesaikan ucapanya tangannya sudah ditarik oleh johan.
Terpaksa enji bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah kaki johan yang sangat besar. Joohee yang melihat johan sangat kasar pada enji langsung bangun dari duduknya.
"apa yang kakak lakukan dengan calon istri kakak sendiri?! Kakak sangat kasar dengannya itu bisa menyakiti diri kakak ipar?!" ucapnya sangat khawatir terhadap enji.
"DIAM KAU TAK USAH IKUT CAMPUR URUSANKU" melototkan matanya ke joo hee.
Lalu menarik tangan enji dengan kasarnya tanpa melihat enji yang kesusahan menyeimbangi langkah kakinya. Sesampainya mereka di gerbang johan langsung mendorong tubuh enji.
"apa saja yang kau katakan pada adikku" rahang johan mengeras dan kakinya menginjak tangan enji.
"tuan! Sakit tuan jangan injak tangan saya tuan. Hiks...hiks... Hiks... " air matanya mulai meleleh.
"cepat katakan!! apa saja yang kau katakan pada adikku? Kau ingin Meracuni pikirannya supaya nanti dia akan membelamu? Ha? Jawab?! Jangan menangis?!" ucap johan dan menginjakkan kakinya lebih keras lagi.
"akh..... Saya tidak mengatakan apapun tuan sungguh saya tidak berbohong" menggigit bibir bawah nya untuk mengurangi rasa sakit ditanganya.
"jika kau bicara macam macam kepada adikku ,kau akan tau apa akibatnya! Sana pergi" mengancam enji.
Dan berlalu pergi meninggalkan enji seorang diri. enji pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari area mansion johan.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Fatma Kodja
sungguh kejam perlakuan Johan, kasihan Enji di rumah ayah sma ibu dan saudara tirinya diperlakukan buruk, giliran mau menikah dapat calon suami psikopat pula, padahal belum menikah, apalagi kalau sudah menikah pasti lebih buruk lagi perlakuan Johan 🥲🥲🥲🥲🥲
2021-08-19
0
Sari Purnama
thooor keren cerita nya sampe nangis aku baca nya,semangat thooor...
2021-08-05
0