TMDCP #6

Setelah enji dipersilahkan masuk kedalam room Privat, ia sangat tertekun melihat isi ruangannya.

"waw, ruangannya besar sekali dan Interiornya juga keren banget" ucapnya pelan sambil menatap seluruh ruangan dengan Ekspresi sangat takjub.

"nona , silahkan duduk" sudah menarik kursi untuk di tempati enji.

"ah, i iya tuan." jawabnya masih takjub dengan seisi ruangannya.

Dan mulai berjalan mendekati pria itu dan bokong enji pun sudah mendarat dikursi yang sangat empuk.

"terimakasih tuan". Tersenyum manis kepada pria itu.

Tanpa disadari enji ada seorang pria tampan yang berada diseberangnya sedang memperhatikannya. Mata pria itu meneliti setiap inci wajah enji.

" seperti pinang di belah dua ,benar benar sangat mirip. tapi sepertinya, aku pernah melihat gadis ini , tapi dimana ya?" gumamnya yang masih setia memperhatikan gerak gerik enji.

Pria yang mempersilahkan enji duduk membungkukkan badannya lalu berbalik dan meninggalkan enji yang masih setia menatap dirinya. Namun langkah pria itu seketika terhenti kala mendengarkan pertanyaan enji.

"tuan mau kemana? Tuan tidak mau makan bersama saya ? Bukannya restoran ini tuan yang bookingnya lalu kenapa anda meninggalkan saya sendirian disini? Lalu kenapa anda harus membooking restoran ini jika anda meninga..."tanyanya langsung terhenti .

kala ia mendengar deheman seorang pria yang berada diseberangnya

"khemm..." deheman pria yang berada di seberang enji.

Enji pun langsung menoleh ke asal suara. Mata mereka saling terkunci 10 detik 30 detik 1 menit dan enji pun langsung memutuskan pandangannya. lalu menundukkan kepalanya.

"sudah selesai bertanyanya?" tanyanya pria yang berada diseberang enji.

"jiangwu silahkan keluar" ucapnya lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah enji.

enji yang mendengar langsung mendongakkan kepalanya dan menoleh ke pria yang bernama zhang jiangwu.

"tuan jangan pergi ,tetaplah berada diruangan ini. Jangan tinggalkan saya seorang diri disini" langsung berdiri dari duduknya.

"maaf nona saya ada urusan mendadak, nona akan makan bersama tuan park johan. Nona tidak sendirian diruangan ini masih ada tuan park johan yang menemani anda "ucap zhang jiangwu dan segera keluar dari ruangan itu.

"tap.." ucapan enji terpotong oleh pertanyaan johan.

"apa kau menyukainya?"tanya johan.

"tidak" lalu kembali duduk.

"lalu?" tanya johan lagi dan salah satu alisnya terangkat.

"lalu kenapa tuan meminta saya datang kesini? " tanya balik enji.

"ckk,kenapa kau tidak bertanya pada ayahmu?" ucap johan lalu memasukkan makanan ke mulutnya.

"jangankan bertanya , aku yang menatapnya sedetik saja dia sudah muak dengan diriku"ucap enji pelan namun terdengar jelas oleh johan.

Enji pun mulai memotong steak yang ada didepannya dan mulai memasukannya kedalam mulutnya.

Kunyahan pertama.

"enak" membulatkan matanya kala mengunyah steak.

Kunyahan kedua

"kenapa steak ini enak sekali ?"ucap enji sangat pelan namum masih didengar oleh johan.

Johan pun berhenti makan kala mendengarkan setiap ucapan enji saat ia memakan steak. Dan johan pun bangkit dari duduknya perlahan mendekati enji.

Tanpa enji sadari johan sudah berdiri di belakangnya. Perlahan tangan johan memeluk leher enji dan wajahnya ia letakkan di tengkuk enji .

sontak enji pun terkejut dan melepaskan pisau dan garpu dikedua belah tangannya. Johan menghirup dalam dalam wangi rambut enji yang menghanyutkan.

Enji bisa merasakan hembusan napas johan. Tangan enji langsung melepaskan tangan johan yang berada dilehernya saat tangan johan sudah terlepas.

Enji langsung berdiri dan mendorong tubuh johan. Johan yang menerima dorongan enji memundurkan beberapa langkahnya. Saat johan sudah mulai menjauh dari dirinya enji langsung mengambil pisau yang sempat ia gunakan untuk memotong steak.

"anda jangan macam macam ya sama saya! Saya bisa saja membunuh seseorang termasuk anda!!"ancam enji menodongkan pisau didepan wajah johan dengan tangan yang sangat gemeteran saat memegang pisau.

Dan langkah kakinya perlahan mundur. Sesekali ia menengok kebelakang. Johan yang mendengar ancaman enji hanya tersenyum miring perlahan langkahnya mulai mendekat.

"coba saja jika kau berani"ucap johan dengan tersenyum menyeringai.

"JANGAN MENDEKAT, MUNDUR! JIKA ANDA MENDEKAT SAYA BISA SAJA MENUSUKKAN PISAU INI DI PERUT ANDA" ancam enji dengan perlahan melangkah mundur dan matanya menatap sekilas ke arah pintu keluar.

"Semoga Saja pintunya tidak dikunci supaya aku bisa keluar dari sini" ucap enji dalam hatinya.

Johan pun berhenti melangkah maju, dan ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh enji. Johan tau jalan pikiran enji ,bahwa enji akan keluar dari ruangan itu.

"dasar gadis bodoh , dia pikir aku bodoh membiarkan kau pergi seenaknya .jangan mimpi bisa pergi dari sini karena pintu itu sudah dikunci dari luar" ucap johan dalam hatinya.

Enji yang melihat johan berhenti sontak langsung melepaskan pisau yang ada ditangannya dan berlari ke arah pintu. Tangan enji langsung meraih ganggang pintu dan mulai membukanya. tubuh enji sangat bergetar, sangat takut dengan johan.

"astaga kenapa susah sekali membukanya" berusaha membuka pintu itu.

"percuma kau ingin membukanya karena pintunya terkunci dari luar" ucap johan mulai melangkahkan kakinya mendekati enji sebelum ia sampai di pintu. ia sudah mengambil pisau yang dijatuhkan enji.

Dan melangkahkan kakinya mendekati enji.

"apakah kau bisa membuka pintunya?" tanya johan dengan tangan memegang pisau.

"kau mau apa?"ucapnya bergetar karena ketakutan, mulai menoleh kala mendengarkan pertanyaan johan.

" ya aku mau mengabulkan ancamanmu. Kau tadi ingin membunuhku kan? "johan sudah berada di depan enji.

Enji pun langsung memundurkan langkahnya.

"kenapa kau mundur? Apa kau takut? Jika kau takut untuk membunuhku . Bagaimana jika aku saja yang akan membunuhmu? "tanya johan perlahan mendekati enji yang sudah terpojok.

"kau tau, aku ini ahli dalam membunuh seseorang apa lagi menyiksanya. Itu adalah salah satu hobiku"jelas johan sambil memperhatikan enji.

"kau psyhco?" tanya enji yang sudah terpojok dan tidak bisa betgerak lagi.

"ya bisa dibilang begitu. Apa kau ingin coba? Tinggal kau sebutkan dimana ? Aku akan memberikan sensasi yang sangat luar biasa ditubuhmu. Apa kau mau di tangan,kaki,perut ,leher atau..." jawabnya tanpa ekspresi.

"BERHENTI... BERHENTI...!!!" ucap enji sambil menutup telinganya dan memejamkan matanya.

"berhenti ? Kenapa berhenti? Aku saja belum memulainya. Sangat disayangkan " dengan wajah yang sangat sedih.

Tak berapa lama johan langsung tertawa . Siapa pun yang mendengarkannya tawanya jiwanya langsung menciut. enji pun perlahan melepaskan tangannya dari telinganya dan membuka matanya perlahan.

Betapa terkejutnya saat ia membuka matanya melihat pisau berada di wajahnya yang hanya berjarak 5 cm .

"tu tu tuan apa yang ingin anda lakukan?" tanya enji matanya masih memperhatikan pisau di depan wajahnya.

"menurutmu?"tanya johan dengan santainya

"tuan tolong jauhkan pisau itu dari wajah saya" mohonnya.

"jika aku tidak mau gimana? Apa yang akan kau lakukan?"tanya johan.

"tuan ,maafkan saya yang sempat mengancam anda. Saya benar benar tidak bermaksud mengancam anda" ucap enji tak terasa air matanya tumpah.

Saat johan mulai menurunkan pisaunya sontak enji langsung mendorong tangan johan dan berlari mendekati pintu. Berusaha menggedor gedor pintu.

"BUKA PINTUNYA...TOLONG SIAPA PUN DI LUAR BUKAKAN PINTUNYA" teriak enji.

Johan yang kena dorongan mendadak sontak tangannya tergores pisau, merasakan ada cairan berwarna merah yang mengalir di telapak tangannya ia pun terpekik merasakan sangat pedih ditangannya.

"akkh... Sial !" pekik johan , ia langsung menoleh kearah enji yang menggedor gedor pintu.

Johan langsung berdiri dan meraih tangan enji lalu mencekramkan tangan enji sangat keras. Sampai enji kesakitan.

"akkh.. sakit tuan, tolong lepaskan tangan saya" berusaha untuk melepaskan tangan johan.

Johan pun langsung melepaskan cekramannya dari tangan enji dan tak bertahan lama tangan johan terangkat keatas dan

PLAKKKKK...

Johan telah menampar wajah mulus enji sampai enji tersungkur dikeramik yang dingin dan sampai sudut bibir berserta hidung enji mengeluarkan darah..

Bukan hanya itu saja johan pun tak segan segan menendang badan enji yang sangat keras. Lalu ia berjongkok dan meraih dagu enji, tangannya ia tekan didagu enji sampai membiru.

"bagaimana rasanya? sakit atau tidak?" tanyanya dengan salah satu alisnya terangkat.

Enji hanya diam dan air matanya sudah tumpah. Tangannya memegang tangan johan.

"kau tau ,apa alasan ayahmu menyuruhmu datang ke restoran ini?"ucap johan masih menekan dagu enji sampai biru.

Enji hanya menggelengkan kepalanya.

"baiklah jika kau tidak tau ,akan ku beri tau secara detail" jelas johan.

"ayahmu telah menggelapkan dana untuk membuat sebuah proyek dan dia tidak sanggup untuk mengembalikan dana tersebut." jelas johan mata hazelnya menatap wajah enji.

"berapa uang yang telah di korupsi oleh ayah saya, saya janji akan membayarnya sekarang juga. Saya punya uang 100 juta di ATM saya akan saya berikan. Tapi ijinkan saya keluar dari ruangan ini ?"ucap enji dengan suara yang sangat pelan namun masih bisa didengarkan oleh johan.

"kau yakin ingin membayar semua hutang ayahmu kepadaku? jika kau tak bisa membayarnya kau harus menuruti semua perkataanku tanpa penolakan" jelas johan memberilan sebuah penawaran yang pasti hanya memguntungkan dirinya sendiri.

"iya saya akan melunasi hutang ayah saya, tinggal anda sebut berapa nominalnya." ucapnya pelan.

"kau yakin ingin mendengarnya? Baiklah" melepaskan tangannya dari dagu enji yang dudah membiru.

"hutang ayah mu sebesar 2 TRILIYUN" sebutnya dengan wajah datarnya.

Enji yang mendengarnya sontak tidak percaya jika ayahnya memiliki hutang sebesar 2 triliyun.

"tuan tidak bercandakan?" tanya enji untuk memastikan bahwa pendengarannya tidak salah.

"apa untungnya aku bercanda dengan dirimu? Apa kau sanggup membayarnya sekarang juga " ujar johan tangannya mulai merapikan anak rambut enji.

"kalau sekarang saya tidak ada uangnya." ucap enji.

"jadi ku anggap kau tidak bisa membayar hutang ayahmu dan kau harus menuruti semua berkataanku. Tidak ada bantahan!"ucap johan tangannya mulai menghapus bekas air mata enji dan membersihkan darah dari wajah enji.

"tap....." belum sempat enji menyelesaikan ucapannya bibirnya langsung di bungkam oleh bibir johan.

Johan tidak menyia nyiakan waktunya ia ******* perlahan bibir enji namun lama kelamaan ciumanya semakin menggairahkan bagi johan.

Johan menggigit bibir enji sampai mengeluarkan darah segar karena enji sama sekali tidak membuka mulutnya. Sontak enji terkejut dengan kelancangan johan tanpa ijin enji untuk menciumnya.enji berusaha mendorong tubuh johan namun tenaga johan lebih kuat darinya .

Enji pun hanya bisa memukul dada bidang johan karena enji hampir kehabisan napas. Johan pun langsung menghentikan aktivitasnya kala enji memukulnya.

"hah... Hah.. Hah..."enji mulai menghitup oksigen lebih banyak lagi.

Johan pun langsung berdiri dari jongkoknya dan membuka pintu.

CEKLEK

Pintu pun terbuka lebar sebelum johan melangkahkan kakinya ia sekilas melirik enji.

"5 hari lagi kita akan menikah dan besok kau akan di jemput oleh asistenku untuk ku perkenalkan sebagai calon budak keluargaku jika kau menolak kau akan tau apa akibatnya .keluargamu akan ku bunuh dihadapanmu sendiri dan berserta orang yang dekat denganmu teman , tetangga dan berserta perusahaan ayahmu akan aku akuisisi. Camkan itu" johan pun berlalu pergi meninggalkan enji yang masih setia tersungkur di lantai yang sangat dingin.

*BERSAMBUNG....

maaf jika ada kata typo*

**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK

LIKE👍

COMENT💬

VOTE✔

TIP🌟

FAVORIT❤**

*jangan lupa dukung athor dengan cara diatas

supaya athor tambah semangat buat up part selanjutnya

bye bye bye😘😘😘*

Terpopuler

Comments

Nataa

Nataa

lanjut kak,and semangat

2021-04-08

11

Kayuni"

Kayuni"

Ditunggu feedback yaa....😉😉


Mantap😍😍😍

2021-04-07

1

lihat semua
Episodes
1 TMDCP #Pengenalan Tokoh
2 TMDCP #1
3 TMDCP #2
4 TMDCP #3
5 TMDCP #4
6 TMDCP #5
7 TMDCP #6
8 TMDCP #7
9 TMDCP #8
10 TMDPC #9
11 TMDCP #10
12 TMDCP #11
13 TMDCP #11
14 TMDCP #12
15 TMDCP #13
16 TMDCP #14
17 TMDCP #15
18 TMDCP #16
19 TMDCP #17
20 TMDCP #18
21 TMDCP #19
22 TMDCP #20
23 TMDCP #VISUAL
24 TMDCP #21
25 TMDCP #22
26 TMDCP #23
27 TMDCP #24
28 TMDCP #25
29 TMDCP #26
30 TMDCP #27
31 TMDCP # 28
32 TMDCP #29
33 TMDCP #30
34 TMDCP #31
35 TMDCP #32
36 TMDCP #33
37 TMDCP #34
38 TMDCP #35
39 TMDCP #36
40 TMDCP #37
41 TMDCP #38
42 TMDCP #39
43 TMDCP #40
44 TMDCP #41
45 TMDCP #42
46 TMDCP #43
47 TMDCP #44
48 TMDCP #45
49 TMDCP #46
50 TMDCP #47
51 TMDCP #48
52 TMDCP #49
53 TMDCP #50
54 TMDCP #51
55 TMDCP #52
56 TMDCP #53
57 TMDCP #54
58 TMDCP #55
59 TMDCP #56
60 TMDCP #57
61 TMDCP #58
62 TMDCP #59
63 TMDCP #60
64 TMDCP #61
65 TMDCP #62
66 TMDCP #63
67 TMDCP #64
68 TMDCP #65
69 TMDCP #66
70 PENGUMUMAN!!!
71 TMDCP #67
72 TMDCP #68
73 TMDCP #69
74 TMDCP #70
75 TMDCP #71
76 TMDCP #72
77 PENGUMUMAN!
78 TMDCP#73
79 TMDCP #74
80 TMDCP #75
81 TMDCP#76
82 TMDCP#77
83 TMDCP #78
84 TMFCP #79
85 TMDCP #80
86 TMDCP #81
87 TMFCP#82
88 TMDCP #83
89 TMDCP#84
90 TMDCP#85
91 TMDCP #86
92 TMDCP #87
93 TMDCP #88
94 TMDCP #89
95 TMDCP #90
96 TMDCP #91
97 TMDCP #92
98 TMDCP #93
99 TMDCP #94
100 TMDCP #95
101 TMDCP #96
102 TMDCP #97
103 TMDCP #98
Episodes

Updated 103 Episodes

1
TMDCP #Pengenalan Tokoh
2
TMDCP #1
3
TMDCP #2
4
TMDCP #3
5
TMDCP #4
6
TMDCP #5
7
TMDCP #6
8
TMDCP #7
9
TMDCP #8
10
TMDPC #9
11
TMDCP #10
12
TMDCP #11
13
TMDCP #11
14
TMDCP #12
15
TMDCP #13
16
TMDCP #14
17
TMDCP #15
18
TMDCP #16
19
TMDCP #17
20
TMDCP #18
21
TMDCP #19
22
TMDCP #20
23
TMDCP #VISUAL
24
TMDCP #21
25
TMDCP #22
26
TMDCP #23
27
TMDCP #24
28
TMDCP #25
29
TMDCP #26
30
TMDCP #27
31
TMDCP # 28
32
TMDCP #29
33
TMDCP #30
34
TMDCP #31
35
TMDCP #32
36
TMDCP #33
37
TMDCP #34
38
TMDCP #35
39
TMDCP #36
40
TMDCP #37
41
TMDCP #38
42
TMDCP #39
43
TMDCP #40
44
TMDCP #41
45
TMDCP #42
46
TMDCP #43
47
TMDCP #44
48
TMDCP #45
49
TMDCP #46
50
TMDCP #47
51
TMDCP #48
52
TMDCP #49
53
TMDCP #50
54
TMDCP #51
55
TMDCP #52
56
TMDCP #53
57
TMDCP #54
58
TMDCP #55
59
TMDCP #56
60
TMDCP #57
61
TMDCP #58
62
TMDCP #59
63
TMDCP #60
64
TMDCP #61
65
TMDCP #62
66
TMDCP #63
67
TMDCP #64
68
TMDCP #65
69
TMDCP #66
70
PENGUMUMAN!!!
71
TMDCP #67
72
TMDCP #68
73
TMDCP #69
74
TMDCP #70
75
TMDCP #71
76
TMDCP #72
77
PENGUMUMAN!
78
TMDCP#73
79
TMDCP #74
80
TMDCP #75
81
TMDCP#76
82
TMDCP#77
83
TMDCP #78
84
TMFCP #79
85
TMDCP #80
86
TMDCP #81
87
TMFCP#82
88
TMDCP #83
89
TMDCP#84
90
TMDCP#85
91
TMDCP #86
92
TMDCP #87
93
TMDCP #88
94
TMDCP #89
95
TMDCP #90
96
TMDCP #91
97
TMDCP #92
98
TMDCP #93
99
TMDCP #94
100
TMDCP #95
101
TMDCP #96
102
TMDCP #97
103
TMDCP #98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!