TMDCP #17

HAPPY READING📖

Setelah kepergian jimmy enji hanya diam melamun tanpa sadar air matanya sudah menetes silih berganti. Entah apa yang ia pikirkan saat ini, pikirannya benar benar kacau satu sisi ia memikirkan hyunjin bagaimana kekecewaan hyunjin padanya,kebencian hyunjin padanya, sampai ia tidak berani menemui hyunjin suatu saat nanti jika hyunjin kembali ia bener benar malu.

Sisi lainnya, jika ia tak menikah dengan johan entah apa yang johan lakukan pada keluarganya. Dan juga ia memikirkan masa depannya hidup selamanya bersama johan entah apa yang akan johan lakukan padanya nanti yang pasti itu akan membuatnya menderita.

Ia langsung menunduk dan memejamkan matanya sesaat tiba tiba saja ada tangan munggil memegang tangannya yang berada di atas meja.

"kakak ipar" ucapnya pelan menatap enji yang menunduk.

Enji langsung mengangkat kepalanya, matanya bertemu dengan mata ji hwa yang sedang menatapnya dengan tatapan sendu.

"kakak kenapa nangis? Apa kakak johan telah melukai kakak?" menghapus air mata enji dengan ibu jarinya.

"kakak tidak nangis, ini hanya debu masuk ke mata kakak dan kakakmu tidak melukai kakak." tersenyum tipis.

"kakak mau makan apa? Biar aku ambilin?" Bangkit dari duduknya namun tangannya langsung di pegang enji.

"tidak perlu nona, nona tidak perlu mengambilkan makanan untuk saya ,saya bisa mengambilnya sendiri." cicitnya.

" kenapa kakak ipar selalu memanggilku dengan sebutan nona? Dan apa aku tak boleh mengambilkan makanan buat kakak ipar? Apa salah?" tanyanya kembali duduk.

"saya ini cuma pelayan yang dinikahi oleh tuan johan. Jadi sudah sepantasnya saya memanggil nona dengan sebutan nona. Dan nona tau kan pelayan itu tidak punya hak untuk menyuruh atasannya mengambilkan sesuatu, itu adalah kesalahan terbesar. seorang pelayan harus tau batasannya." tuturnya enji tersenyum kecut dengan takdir yang diberikan tuhan padanya.

"tidak ada istilahnya seorang pria menikahi seorang perempuan hanya untuk dijadikan pelayan itu tidak ada kakak" balas ji hwa

"ada nona, buktinya saya" sahut enji

"terserah kakak mau anggap diri kakak pelayan atau apa yang pasti aku akan selalu mengganggap kakak ISTRI Kak johan bukan pelayan" jelas ji hwa menekankan kata ISTRI.

"kak enji aku bawain makanan kesukaan kakak" ucap jimmy membawakan dua piring pasta srmbari menatap wajah cantik kakaknya.

"Terimakasih jimmy" mengambil piring yang berisi pasta.

"sama sama kakak" tersenyum manis pada kakanya.

"jimmy ,perkenalkan dia nona park ji hwa adik tuan park johan" jelas enji sembari menu ji hwa yang duduk disamping enji.

"ah, aku benar benar tak melihatnya maaf nona. perkenalkan nama saya kim jimmy adik kak enji" jelas jimmy sembari memberi hormat.

" park ji hwa, panggil ji hwa jangan nona karena aku bukan atasanmu. Lagipula kita sudah jadi keluarga." jelas ji hwa

"baik ji hwa" sahut jimmy.

"nona kau tidak mau makan?" tanya enji.

"tidak, aku sudah makan tadi. tapi bisakah kakak memanggilku dengan namaku saja ji hwa tanpa ada kata nona. Aku merasa risih" balas ji hwa.

"tapi nona,"

"anggap ini perintah, kakak boleh memanggilku nona jika kita bersama keluarga yang lain. Tapi jika kita hanya berdua kakak harus panggil namaku ji hwa" jelas ji hwa

"baik nona ah maksud saya ji hwa" tersenyum

"kalau gitu aku kesana dulu, selamat makan" ucap ji hwa dan berlalu pergi meninggalkan kakak beradik.

"ini kak aku bawakan ponsel kakak sama dompet" menyerahkan ponsel dan dompet.

"terimakasih jimmy" mengambil ponsek dan dompetnya.

"sama sama kakak, kalau gitu kita makan ya kak" ucap jimmy

"iya" ucap enji dan mulai memasukkan pasta kedalam mulutnya.

ΔΔΔ

setelah johan meninggalkan enji sendirian diatas altar ia langsung menghampiri ibunya yang sedang duduk tak jauh dari dirinya, ia langsung duduk disamping ibunya.

"ibu, bagaimana keadaan ibu?" mengusap punggung tangan ibunya.

"seperti yang kau lihat. Ibu baik baik saja" tersenyum manis sembari mengelus kepala putranya.

"nanti setelah acara ini selesai, ibu pulanglah ke mansion biar aku nginap disini semalam bersama jal*ng itu dan sedikit memberi pelajaran padanya" jelasnya rahangnya sedikit mengeras saat ia menyebut kata jal*ng.

"iya, kalau gitu ibu pergi mengambil makan ya" bangkit dari duduknya.

"iya bu" ucapnya datar

ibunya pergi meninggalkan johan sendirian.

kepala johan berputar kesana kemari mencari sosok yang selalu menemaninya. saat matanya menangkap sosok yang ia cari johan langsung memanggilnya.

"jiangwu!" teriak johan.

jiangwu langsung menoleh ke asal suara dan langsung mendekati johan yang memanggilnya.

"iya ada apa?" tanyanya datar.

"kau cari tau siapa yang telah memberi tau si pak tua itu kalau hari ini aku menikah. Dan besok aku nggak mau tau dia sudah ada didepanku" ucapnya

"baik" jawabnya cepat.

"dan kau pulanglah nanti, besok kau jemput aku" titahnya lagi

"baik" sahutnya lagi

"sana" usir johan

"dasar pesuruh bisanya menyuruh orang saja tidak ada hari libur untukku kecuali malam tapi malam juga aku selalu dibikinnya sibuk. menyebalkan" umpat asisten jiangwu

"kau mengumpatku?" melotot kan matanya pada asisten jiangwu

"kau mendengar?" tanyanya datar

"tentu saja" jawabnya

"lalu kenapa kau bertanya lagi jika kau mendengar umpatanku" balas asisten jiangwu takkalah datar

"dasar " ucap johan langsung terpotong

"tak punya hati" potong jiangwu

Dan jiangwu langsung meninggalkan johan yang duduk menahan sedikit kesal pada dirinya.

ΔΔΔ

beberapa jam keemudian acara pernikahan enji dan johan telah selesai. Keluarga johan baru saja pulang.

Enji masih betah duduk dimeja paling pojokan ditemani oleh jimmy. Tiba tiba saja ayahnya menghampiri mereka.

"jimmy, ayo kita pulang" ucapnya datar

"ayah, sebentar lagi ya. Aku ingin menemani kakak disini" mohonnya

"jimmy, pulang lah. Ini sudah jam 6 sore, sebentar lagi akan malam." jelas enji mengelus punggung tangan adiknya.

"tapi aku mau menemani kakak disini. Aku ta..." sahutnya sembari menggenggam tangan kakaknya

"jimmy, kakak akan baik baik saja kau jangan khawatir, okey" potong enji semberi tersenyum manis pada adiknya.

"baiklah" ucapnya pasrah sembari bangkit dari duduknya.

"ayah kemana ibu sama kakak jesslyn?" tanya enji sembari bangun dari duduknya.

"mereka sudah pulang setelah selesai pengucapan janji" jawabnya datar

" kakak kalau gitu jimmy pulang ya, kakak baik baik disini, kalau ada apa kakak telpon aku" ucap jimmy khawatir.

"iya" tersenyum pada adiknya

Jimmy langsung memeluk enji erat seakan ia tak ingin berpisah dengannya. Pelukan jimmy langsung dibalas oleh enji , tangan enji mulai mengusap lembut rambut adiknya.

Saat enji ingin melepaskan pelukan jimmy, jimmy semakin mempererat pelukannya.

"tunggu sebentar lagi kak, aku masih nyaman dipelukkan kak. Nanti aku akan jarang memeluk kakak" ucapnya pelan menahan isak tangisnya.

"jimmy" ucapnya pelan matanya mulai berkaca kaca.

"kita pasti jarang ketemu kak, terus kita tidak bisa berbagi cerita bersama. Makan bersama. Nanti nggak ada yang bantuin aku ngerjakan tugas sekolah" melepaskan pelukkannya.

"jimmy, kita pasti bertemu kok. Kakak janji, akan sering menelpon dan ngirim pesan. Kau pikir kakak mau pergi kemana? Kakak masih dinegara yang sama denganmu."jelas enji tersenyum manis pada adiknya sembari menangkupkan wajah jimmy dan sesekali ibu jari enji menghapus air mata jimmy yang menetes.

"janji?" mengangkat jari kelingkingnya

"iya kakak janji. jadi jangan nangis lagi ya," tersenyum manis sembari jari kelingkingnya bertautan dengan jari kelingking jimmy.

" jimmy pulang ya kak" ucapnya lalu mengecup pipi enji

"hati hati ya" balas enji

"iya" ucap jimmy lesu.

"ayah, terimakasih untuk selama ini." ucapnya tersenyum manis lalu langsung memeluk ayahnya tanpa persetujuan ayahnya.

Dalam pelukan ayahnya enji tidak bisa lagi menahan air matanya,Ayahnya hanya diam tanpa membalas pelukkan enji. Enji langsung melepaskan pelukkannya.

Dari kejauhan johan memperhatikan gerak gerik enji. Ia tersenyum miring.

"jiangwu, bawa wanita jal*ng itu kekamar" titahnya masih menatap enji dari kejauhan.

"baik tuan" balas asisten jiangwu sembari memberikan hormat.

Jiangwu langsung melangkahkan kakinya mendekati enji.

"nona, sudah waktunya anda istirahat kekamar" ucapnya sopan

"eh , baik tuan" sahut enji dan menoleh pada asisten jiangwu.

"jimmy, kakak istirahat ya. Jaga diri baik baik. Kakak akan sering menghubungimu" tersenyum manis lalu melambaikan tangannya dan berbalik memunggungi ayahnya dan jimmy.

Setelah kepergian enji, jimmy dan ayahnya langsung meninggalkan hotel bintang lima yang menjadi tempat acara pernikahan enji dan johan.

ΔΔΔ

Disisi lain, setelah songil diusir oleh johan, ia langsung kerumah sahabatnya.

"tumben kau datang kesini?" menyesap secangkir kopi sembari matanya menatap sahabat karibnya.

"dia membenciku" ucapnya pelan sembari menundikkan wajahnya.

"maksudmu johan?" tanya kang bok su dengan alis sedikit terangkat.

"iya, dia menyalahkanku atas semua penderitaannya" jawabnya dan menatap wajah sahabatnya.

"memang kenyataanya seperti itukan, kau mengusir mereka tanpa memberi uang sepeser pun" cetusnya sembari menyandarkan punggungnya.

" apa yang harus aku lakukan?" tanyanya pada sahabatnya

"huft, apa ya? Aku juga bingung" cetuknya sembari memegang dagunya.

"biasanya kau memiliki ide berlian, kenapa sekarang kau tak memiliki ide untuk membantuku?" ucapnya datar.

"huft. Kau lupa aku ini sudah tua." memutar bola matanya

"tak bisa diharapkan" ucapnya tanpa ekspresi.

"kenapa paman tidak berbicara pada johan empat mata, berbicara berdua gitu tanpa gangguan seseorang" timbal seseorang pria dibalik pintu sembari melangkahkan kakinya mendekati dua pria tua dan langsung mendaratkan bokongnya disofa.

"kang daniel?" ucapnya

"halo paman, lama tak bertemu, paman tambah tua" cetus pria itu yang bernama kang daniel.

"dasar bocah tengil, kau menguping pembicaraan kami" ucapnya mendelik kang daniel

" aku tak sengaja dengar ayah" ucapnya santai

"tetap saja, apa kau selama tinggal di jepang bersama kakekmu kau tak memiliki sopan santun?" tanya ayahnya

"huft. Ini nih yang paling tidakku suka dari ayah suka ngomel" cetusnya menatap bola mata ayahnya.

"aku bukan ngomelmu tapi " ucap kang bok su pada anaknya terpotong kala song il ikut menimbali ucapan mereka.

"sudahlah kalian ini anak sama ayah sama saja nggak ada bedanya" potong song il

"namanya juga anak sama ayah paman sudah pasti sifatnya hampir sama tapi kalau muka aku lebih tampan dari ayah." cetusnya tersenyum miring

"kau mengejek muka ayahmu ini" menunjuk mukanya sendiri

"bukan mengejek tapi itu memang benar kenyataannya." menatap malas ayahnya

"kau akan lanjut S2 mu disini?" tanya song il

"iya, paman. Kalau boleh tau paman punya masalah apa dengan johan? Kenapa johan membenci paman?" tanyanya Antusias

"itu bukan urusanmu" ucapnya datar

daniel langsung bangkit dari duduknya.

"kau mana kemana?" tanya ayahnya

"mau jalan jalan" ucapnya datar sembari melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kerja ayahnya.

"apa kau tadi mengacaukan pernikahannya?" ucapnya langsung menatap wakah sahabatnya

"iya, sedikit. tapi sepertinya ia akan tetap melanjutkan pernikahannya" jelas song il

"aku memang tidak tau apa alasan dirimu mengusir anak anakmu dan istrimu tapi ku sarankan kau harus jelaskan alasan dirimu mengusir mereka" saran kang bok su

"ckk,mereka tidak akan percaya. mereka lebih percaya pada ibunya dibandingkan aku" cetusnya

"wajar jika mereka lebih percaya pada ibunya dibandingkan dirimu karena ibunya ada disaat mereka terpuruk. tapi ku sarankan padamu kau harus cepat cepat memberi tau alasan yang sebenarnya pada anak anakmu, aku takut ada orang ketiga yang menjadi korbannya" ucap kang bok su

" maksudmu apa? orang ketiga?" tanyanya sembari keningnya berkerut karena bingung.

"iya orang ketiga, korban dari pelampiasan anakmu. aku tau anakmu itu memiliki sifat yang arogan. cukup aku melihat matanya saja aku sudah tau ia memiliki sifat yang arogan. sama seperti paman dong jun ayahmu. ayahmu itu memiliki sifat yang sangat arogan tanpa memikirkan perasaan orang lain dan dengan teganya memisahkanmu dengan orang yang kamu cintai serta memaksamu menikahi goo hee." ucapnya kang bok su saat mengingat sifat ayahnya johan.

"iya, ayahku benar benar sangat arogan tak memiliki perasaan. mungkin nanti aku akan menemuai anak anakku untuk menjelaskan kenapa aku mengusir mereka setelah aku pulang dari shanghai" balasnya

"ke shanghai?"

"iya, aku akan ke Shanghai, ada beberapa masalah dengan proyekku disana. mungkin aku akan lama" ucapnya sembari bersitatap dengan sahabatnya.

"kau akan pergi sendirian?" tanya kang buk su

"iya" ucapnya pelan

"kalau begitu aku pulang. terimakasih atas waktunya" sambung song il tersenyum tipis pada sahabatnya sembari bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja sahabatnya.

kang buk su hanya menganggukkan kepalanya dan menatap punggung sahabatnya yang kian menjauh dan tak lama hilang dibalik pintu.

Bersambung....

Maaf jika ada kata yang typo🙏🙏🙏

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK

LIKE👍

COMENT💬

TIP🌟

VOTE✔

FAVORIT❤

JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA

BYE BYE BYE😘😘😘

Episodes
1 TMDCP #Pengenalan Tokoh
2 TMDCP #1
3 TMDCP #2
4 TMDCP #3
5 TMDCP #4
6 TMDCP #5
7 TMDCP #6
8 TMDCP #7
9 TMDCP #8
10 TMDPC #9
11 TMDCP #10
12 TMDCP #11
13 TMDCP #11
14 TMDCP #12
15 TMDCP #13
16 TMDCP #14
17 TMDCP #15
18 TMDCP #16
19 TMDCP #17
20 TMDCP #18
21 TMDCP #19
22 TMDCP #20
23 TMDCP #VISUAL
24 TMDCP #21
25 TMDCP #22
26 TMDCP #23
27 TMDCP #24
28 TMDCP #25
29 TMDCP #26
30 TMDCP #27
31 TMDCP # 28
32 TMDCP #29
33 TMDCP #30
34 TMDCP #31
35 TMDCP #32
36 TMDCP #33
37 TMDCP #34
38 TMDCP #35
39 TMDCP #36
40 TMDCP #37
41 TMDCP #38
42 TMDCP #39
43 TMDCP #40
44 TMDCP #41
45 TMDCP #42
46 TMDCP #43
47 TMDCP #44
48 TMDCP #45
49 TMDCP #46
50 TMDCP #47
51 TMDCP #48
52 TMDCP #49
53 TMDCP #50
54 TMDCP #51
55 TMDCP #52
56 TMDCP #53
57 TMDCP #54
58 TMDCP #55
59 TMDCP #56
60 TMDCP #57
61 TMDCP #58
62 TMDCP #59
63 TMDCP #60
64 TMDCP #61
65 TMDCP #62
66 TMDCP #63
67 TMDCP #64
68 TMDCP #65
69 TMDCP #66
70 PENGUMUMAN!!!
71 TMDCP #67
72 TMDCP #68
73 TMDCP #69
74 TMDCP #70
75 TMDCP #71
76 TMDCP #72
77 PENGUMUMAN!
78 TMDCP#73
79 TMDCP #74
80 TMDCP #75
81 TMDCP#76
82 TMDCP#77
83 TMDCP #78
84 TMFCP #79
85 TMDCP #80
86 TMDCP #81
87 TMFCP#82
88 TMDCP #83
89 TMDCP#84
90 TMDCP#85
91 TMDCP #86
92 TMDCP #87
93 TMDCP #88
94 TMDCP #89
95 TMDCP #90
96 TMDCP #91
97 TMDCP #92
98 TMDCP #93
99 TMDCP #94
100 TMDCP #95
101 TMDCP #96
102 TMDCP #97
103 TMDCP #98
Episodes

Updated 103 Episodes

1
TMDCP #Pengenalan Tokoh
2
TMDCP #1
3
TMDCP #2
4
TMDCP #3
5
TMDCP #4
6
TMDCP #5
7
TMDCP #6
8
TMDCP #7
9
TMDCP #8
10
TMDPC #9
11
TMDCP #10
12
TMDCP #11
13
TMDCP #11
14
TMDCP #12
15
TMDCP #13
16
TMDCP #14
17
TMDCP #15
18
TMDCP #16
19
TMDCP #17
20
TMDCP #18
21
TMDCP #19
22
TMDCP #20
23
TMDCP #VISUAL
24
TMDCP #21
25
TMDCP #22
26
TMDCP #23
27
TMDCP #24
28
TMDCP #25
29
TMDCP #26
30
TMDCP #27
31
TMDCP # 28
32
TMDCP #29
33
TMDCP #30
34
TMDCP #31
35
TMDCP #32
36
TMDCP #33
37
TMDCP #34
38
TMDCP #35
39
TMDCP #36
40
TMDCP #37
41
TMDCP #38
42
TMDCP #39
43
TMDCP #40
44
TMDCP #41
45
TMDCP #42
46
TMDCP #43
47
TMDCP #44
48
TMDCP #45
49
TMDCP #46
50
TMDCP #47
51
TMDCP #48
52
TMDCP #49
53
TMDCP #50
54
TMDCP #51
55
TMDCP #52
56
TMDCP #53
57
TMDCP #54
58
TMDCP #55
59
TMDCP #56
60
TMDCP #57
61
TMDCP #58
62
TMDCP #59
63
TMDCP #60
64
TMDCP #61
65
TMDCP #62
66
TMDCP #63
67
TMDCP #64
68
TMDCP #65
69
TMDCP #66
70
PENGUMUMAN!!!
71
TMDCP #67
72
TMDCP #68
73
TMDCP #69
74
TMDCP #70
75
TMDCP #71
76
TMDCP #72
77
PENGUMUMAN!
78
TMDCP#73
79
TMDCP #74
80
TMDCP #75
81
TMDCP#76
82
TMDCP#77
83
TMDCP #78
84
TMFCP #79
85
TMDCP #80
86
TMDCP #81
87
TMFCP#82
88
TMDCP #83
89
TMDCP#84
90
TMDCP#85
91
TMDCP #86
92
TMDCP #87
93
TMDCP #88
94
TMDCP #89
95
TMDCP #90
96
TMDCP #91
97
TMDCP #92
98
TMDCP #93
99
TMDCP #94
100
TMDCP #95
101
TMDCP #96
102
TMDCP #97
103
TMDCP #98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!