Keesokan harinya enji telah siap untuk berangkat ke alamat yang diberikan oleh ayahnya tadi malam. Ia menggunakan dress milik ibunya yang sempat ia ambil saat ibu tirinya ingin membakar baju ibunya. Karena hari ini ia tidak ada jadwal masuk kuliah jadi pagi ini ia ingin pergi ke makam ibunya.
Saat enji keluar dari kamarnya dan ingin menutup pintu kamarnya. Setelah selesai enji menutup lalu ia berbalik betapa terkejutnya enji melihat jimmy sudah berada didepannya.
"astaga jimmy, kau membuatku jantungan" mengelus dadanya.
"kakak mau kemana? Udah rapi aja. Bukannya hari ini kakak tidak ada jadwal kuliah lalu kakak mau kemana ? Apa kakak mau ke alamat yang diberikan ayah itu? Bukannya pertemuannya nanti siang ya? Atau kakak mau pergi kerja ? Dan hari ini kakak terlihat sangat cantik sekali pakai dress milik bunda lea." tanya jimmy tanpa memberi kesempatan enji untukenjawab pertanyaannya.
"kau ini sedang bertanya atau sedang mengintrogasiku?"sedikit kesal dengan adiknya karena begitu banyak bertanya.
"ya... Kedua duanya. jawab dong kak aku sedang bertanya sama kakak." jawabnya santai dan bertanya lagi.
"kakak mau ke makam ibu, kakak hari ini nggak kerja dan juga sebelum jam makan siang kakak akan ke alamat yang diberikan ayah" jawabnya enji dan berlalu meninggalkan jimmy.
Sesampainya enji di ruang tengah langkahnya terhenti kala mendengarkan ucapan ibu tirinya menghina ibunya.
"ckk , padahal pertemuannya nanti siang. Udah mau pergi aja. Dasar j4l4ng! Nggak anak nggak ibu kelakuannya sama sama mur4h4n." tanpa menatap lawan bicaranya dan matanya tertuju pada layar handphone.
"ibu boleh mencaci saya tapi jangan pernah sekali kali ibu menghina ibu saya. Dia sudah tiada didunia ini biarkan ibu saya tenang disana. Dan saya tekankan sekali lagi ibu saya bukan wanita mur4h4n tapi ia adalah wanita yang menjunjung tinggi Martabatnya." ucap enji mulai muak kepda ibu sambungnya yang selalu menghina ibunya.
"terserah" beranjak dari duduknya dan meninggalkan enji.
Enji pun melangkahkan kakinya keluar dari rumah yang selama ini menyiksanya. Eji terus berjalan sampai ia tiba di tempat pemakaman dan menuju makam ibunya.
"selamat pagi bu,lama tidak bertemu. bagaimana kabar ibu disana? Bu lihat deh, aku pakai baju ibu. dress yang sering ibu pakai kemana mana dan ibu bilang ini adalah dress kesayang ibu. Aku cocok tidak pake dress ibu ? kata jimmy aku sangat cantik pake baju ibu." memperlihatkan baju dress yang ia kenakan Dan tersenyum manis.
"ibu kenapa diam? Kenapa ibu tidak pernah menjawab pertanyaanku?"tanyanya dengan tatapan sendu senyum manisnya yang ia ciptakan hilang begitu saja.
"ya iya lah gak bisa jawab. Kau berbicara dengan makam .mana ada makam berbicara"jawab seseorang di belakang enji yang berjarak 1 meter dari makam ibu enji.
Enji langsung menoleh saat mendengar ucapan seseorang. Ia melihat seorang pria meletakkan bunga di makam seseorang yang enji tidak tau itu makam siapa. Enji pun bangkit dari makam ibunya dan sebelum pergi ia pamit kepada ibunya.
"ibu ,aku pulang dulu ya .nanti aku akan sering sering kesini dan kita bisa menghabiskan waktu bersama sama lagi tapi sekarang aku tidak bisa lama lama. Aku ada urusan bu."
lalu melangkahkan kakinya meninggalkan makam ibunya dan enji pun belum sempat melihat wajah pria yang menjawab pertanyaannya tadi. Dan enji sedikit berlari karena jam tangannya menunjukkan jarum panjangnya angka 10.
Sesampainya enji di depan restoran bintang lima jam tangannya sudah menunjukkan jam 11.30. Karena dari pemakaman ke restoran ini jaraknya cukup jauh dan enji hanya berjalan kaki guna menghemat biaya. Enji sangat tertekun dengan restoran yang sangat besar dan ditangannya sebuah kertas yang bertuliskan sebuah alamat restoran bintang lima.
"waw, depannya aja sebagus ini. apa lagi dalam restorannya. Pasti kalo jadi pelayan di sini gajinya sangat besar dan pasti makanan disini sangat enak sesuai dengan harganya. Tapi apa benar ini alamatnya? Sepertinya benar " enji pun melangkahkkan kaki nya.
Tangan enji ingin membuka pintu restoran yang terbuat dari kaca namun sebelum tangan enji menyentuh pintunya . Pintunya sudah terbuka lebar muncullah 2 pelayan laki laki yang mempersilahkan enji masuk.
"selamat siang nona kim , silahkan masuk" ucap serempak dan membungkukkan badannya.
"oh iya" tersenyum kikuk.
Enji pun mengikuti 2 pelayan laki laki . Dan berhenti di depan lift. Didalam lift sudah ada seorang pria yang menunggu. Tapi sebelum enji masuk ke dalam left ia bertanya kepada salah satu pelayan pria yang tadi Membukakan pintu.
"eh, kenapa restorannya sepi? Bukankah restoran sebesar ini sering dikunjungi oleh orang orang kaya?" tanyanya ia sangat penasaran.
"restoran ini sudah di booking nona" ucap salah satu pelayan.
"dibooking? Siapa membookingnya ?" Tanyanya lagi.
"nanti juga anda akan bertemu dengan orangnya." jawab seseorang dalam lift.
Enji sangat terkejut melihat seorang pria ada di dalam lift.
"kenapa nona melamun? ayo masuk."titah seorang pria dama lift.
Enji pun langsung melangkahkan kakinya masuk dalam lift. Pria itu pun menekan tombol angka dua puluh.
" apakah tuan yang membooking restoran ini?"tanya enji dan melirik wajah pria itu.
Tapi pria itu sama sekali tidak melirik ataupun menjawab pertanyaannya.
"apa tujuan tuan ingin bertemu saya? Kenapa kita harus bertemu di restoran ini? Kenapa tidak di cafe atau di taman gitu?" tanyanya lagi yang ditanya pun hanya diam enji pun mulai kesal karena semua pertanyaan yang ia lontarkan sama sekali tidak di jawab.
Tak berapa lama pintu lift pun terbuka lebar. Pria itu langsung melangkahkan kakinya yang lebar dan enji sangat susah Menyeimbangi langkah kaki pria itu.
"tuan pelan pelan jalannya ,saya sangat kesusahan untuk menyeimbangi kaki anda yang sangat lebar itu." enji terpaksa berlari kecil karena untuk menyeimbangi langkah kaki pria itu.
Langkah pria itu berhenti didepan pintu berwarna hitam yang sangat lebar dan tinggi. Enji pun berhenti ketika melihat pria itu Memberhentikan Langkahnya dan mengatur napas tidak beraturan karena ia sedikit berlari untuk menyeimbangi langkah pria itu. Lalu enji Mendongakkan kepalanya kala napasnya sudah beraturan.
"silahkan masuk nona" mempersilahkan enji masuk.
"oh iya" enji melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan dan diikuti oleh pria yang mengijinkannya lebih dulu masuk.
ΔΔΔ
Setelah kepergian enji dari rumah, ayahnya enji mulai bangun dari tidurnya. Ia merasakan sakit yang luar biasa ditubuhnya karena pukulan dari seorang pria. Ia tidak pernah menduga jika ia mendapatkan pukulan yang begitu banyak dari rekan bisnisnya.
FLASHBACK
Diruang bawah tanah yang sangat gelap hanya ada beberapa obor yang menyala untuk memberikan penerangan.
"HEY... LEPASKAN AKU... KENAPA KALIAN MENGIKATKU SEPERTI INI..."teriaknya seorang pria tua meronta ronta untuk di lepaskan yang tak lain dan tak bukan kim joo in ayahnya enji.
"DASAR BRENGSEK! LEPASKAN AKU ! AKU TIDAK PERNAH BERBUAT SALAH PADA KALIAN!"Bentak ayah enji kepada pria yang berbadan kekar.
"Benarkah kau tidak pernah membuat kesalahan?" tanya seorang pria yang lebih muda dari ayahnya enji yang berada di belakang pria tua.
"SIAPA KAU ? KENAPA KAU MENGIKATKU SEPERTI INI? " tanya ayah enji menoleh ke samping berusaha untuk melihat lawan bicaranya.
"kau tak mengenalku? Orang yang berkerja sama dengan perusahaanmu?" tanyanya lagi memakai setelan baju kantornya hanya berdiam di belakang pria tua tanpa mendekatinya.
"AKU TIDAK PERNAH BEKERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN MANAPUN kecuali..."suaranya mulai melemah saat ia mengingat sesuatu.
"kecuali apa? Apakah kau sudah mengingatku TUAN KIM JOO IN?" sudah berada di depan ayahnya enji dan menyilangkan tangannya didadanya.
"KAU ? Bukannya kau sedang wajib militer? Sejak kapan kau kembali?"membulatkan matanya saat ia tau siapa yang ada di depannya.
"ckk, iya memang aku sedang melaksanakan wajib militerku tapi aku telah lulus dari wajib militerku satu bulan yang lalu dan kenapa tidak ada berita tentang kepulanganku karena aku ingin memberimu kejutan. apa kau menyukai kejutanku tapi sepertinya kau tidak suka dengan ke hadiranku disini? Dan kenapa wajahmu sangat terkejut saat melihat wajahku? Apa kau telah membuat kesalahan denganku" ucapnya menaikkan salah satu alisnya dan tersenyum miring.
"oh kalau gitu saya ucapkan selamat atas kelulusan anda, tapi kenapa anda membawa saya kesini dan Mengikat saya?" ucap ayah enji.
"apa kau tak merasa membuat salah denganku?" tanya pria itu dengan wajah datarnya.
"iya aku sama sekali tidak pernah membuat salah dengan anda" jawab ayah enji.
"baiklah , tapi bagaiman dengan proyek kita ?" tanyanya lagi.
"ha hampir se lesai iya hampir selesai"jawab ayah enji dengan kegugupannya.
Mendengar jawaban dari ayah enji itu ,sontak membuat pria tampan itu terkekeh dan tertawa sangat nyaring sampai menggema di ruangan bawah tanah. ayah enji yang mendengar tawanya sudah bergidik ngeri selama ini ia tidak pernah mendengar tawa pria yang ada dihadapannya dengan tawa yang sangat mengerikan.
Namun tak lama tawanya berhenti seketika, lalu ia kembali menatap lelaki parubaya itu dengan tatapan yang sangat tajamnya karena lelaki parubaya ini telah menyalahgunakan dana yang ia berikan untuk kesenang dirinya sendiri.
"hampir selesai? Padahal kita mulai proyeknya sebelum aku wajib militer tapi KENAPA BELUM SELESAI JUGA??!!" mulai tersulut emosi dan menendang kursi yang diduduki oleh pria tua itu sampai kursi terjatuh.
BUKKK
"sepertinya aku terlalu baik pada dirimu karena telah memberikanmu waktu yang panjang untuk menyelesaikan proyek itu tetapi sepertinya kau malah memanfaatkan kerjasama kita untuk keuntungan dirimu sendiri" ucapnya dengan wajah tergurat emosi yang meluap luap.
Dialah Park Jo Han CEO pemilik perusahaan JOH Corporation terbesar. Ia juga yang sangat dihormati oleh semua orang. perusahaannya telah miliki cabang cabang di asia sampai di eropa pun Dan baru kali ini ia Dikhianati oleh rekan bisnisnya.
"JAWAB AKU KENAPA PROYEKNYA BELUM SELESAI JUGA APA DANANYA KURANG?!!"mencengkramkan kemeja ayah enji.
"Jiangwu!!!" panggil johan dan melepaskan tangannya dari kemeja lelaki parubaya.
"LEPASKAN TALINYA INI AKU INGIN MENGHABISI SEORANG PENGKHIANAT INI SAAT INI JUGA DAN KAU PAK TUA UCAPKAN SELAMAT TINGGAL PADA DUNIA INI, DAN KELUARGAMU PUN AKAN IKUT KE ALAM BAKA SANA BAIK BUKAN AKU TANPA MEMISAHKAN KAU DAN KELUARGAMU. JIANGWU AKUISISI PERUSAHAANNYA SETELAH KEMANTIANNYA DAN KELUARGANYA!!!" Titah nya
Zhang jiangwu pun sudah melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya. Setelah ikatannya terlepas pria tua itu langsung bersujud di kaki seorang pria yang tadi menendang dirinya.
"tuan tolong ampuni saya. Beri saya kesempatan sekali lagi ,Saya janji akan menyelesaikan proyeknya tapi tolong beri waktu saya 2 bulan untuk menyelesaikannya." ucapnya dengan wajah memelas dan memegang kaki johan.
"ckk, kau pikir aku akan iba padamu dan memberimu kesempatan? JANGAN MIMPI!!" langsung menendang wajah ayah enji.
Ayah enji itu pun langsung terjungkal kala mendapatkan tendangan dari jo han, tak berapa lama darah mengalir dari hidungnya. Ayah enji itu kembali bangun lagi dan kembali bersujud dikaki johan.
"ckk, ternyata kau keras kepala juga ya". Mulai jengah melihat kelakuaan pria tua itu.
"tuan tolong ampuni saya , saya akan melakukan apapun buat tuan asalkan tuan memafaakan saya" memohon sekali lagi.
"benarkah? Apapun itu?" mulai tertarik dengan ucapan lelaki parubaya.
"iya tuan apapun itu, asalkan jangan membunuh keluarga saya dan perusahaan saya jangan diakusisi" menangkupkan tangannya
"tawaran yang sangat menarik." ucapnya yang sudah duduk di kursi yang tidak jauh dari lelaki parubaya itu dan mengetukkan jarinya di meja.
"tuan ingin apa? Akan saya lakukan saat ini juga" mendongakkan wajahnya untuk bersitatap dengan johan.
"aku ingin putri pertamamu dan besok dia harus bertemu denganku di restoran bintang lima" ucapnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"maksud tuan jessalyn?" tanyanya untuk meyakinkan dengan ucapan johan.
zjang jiangwu yang mendengar dahinya langsung berkerut.
"bukankah putri pertamanya yang bernama kim eun ji kenapa pria tua ini menyebut putri pertamanya jessalyn yang jelas jelas tidak ada hubungan darah dengannya atau ini caranya untuk melindungi putrinya?" tanya zhang jiangwu dalam hatinya.
Sebelum johan mengatakan iya ,zhang jiangwu membisikkan sesuatu di Telinganya.
"aku mau putrimu yang ada di berkas itu! Dan aku akan menikahinya. Baik bukan aku mau menikahi putrimu tapi kau jangan besar kepala karena aku ingin menikahinya dan mengangkat derajatmu. Putrimu akan ku jadikan pelayan untuk keluarga park dan satu lagi kau harus bisa menyelesaikan proyek itu setelah itu hubungan kerjasama kita Berakhir! " zhang jiangwu langsung melempar berkas yang dibawa oleh dirinya tadi ke muka ayah enji.
Yang menampilkan foto gadis yang sangat cantik. Dan betapa terkejutnya dirinya melihat foto seorang gadis yang sering ia abaikan.
"tapi tuan dia bukan put...." belum ia menyelesaikan perkataannya sudah dipotong oleh johan.
"aku nggak mau tau , mau dia anak orang lain ataupun itu anakmu. Aku tetap ingin gadis itu. Dan suruh dia untuk datang ke alamat yang akan diberikan oleh asistenku jangan sampai terlambat. INGAT ITU!!!" johan pun bangkit dari duduknya dan pergi, saat ia sampai di depan pintu ia berhenti sejenak.
"jiang, BERESKAN DIA!!!" titah johan tanpa melihat kebelakang setelah mendengar jawaban asistennya ia pun melangkahkan kakinya sampai keluar dari ruang itu.
"baik tuan." jawab asisten jiangwu
"KALIAN, BERESKAN DIA DAN JANGAN SAMPAI DIA MATI!! oh iya satu lagi suruh putrimu datang ke restoran yang sering didatangi tuan park jo han untuk bertemu denganmu. kau masih ingatkan tuan kim joo in?" titahnya kepada beberapa pria berbadan sangat kekar yang berpakaian serba hitam.
"Iya" jawab ayah enji dengan suara lemahnya.
Dan zhang jiangwu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang sangat pengap setelah mendengarkan jawaban ayah enji.
Pria berbadan kekar itu langsung mendekati kim joo in dan melayangkan bogem ke wajahnya.
BUKK BUKK BUKK...
Sampai kim joo in kehilangan kesadaran dan pingsan. pria berbadan kekar itu langsung menggotong badan joo in dan memasukkannya dalam begasi mobil. Tak berapa lama mobilnya berhenti di tempat yang sangat sepi yang tidak pernah dilewati oleh mobil .mereka langsung mengeluarkan joo in dari begasi mobil dan meletakkannya di semak semak yang rimbun. Pria berbadan kekar itu langsung pergi.
Sekitar jam 6 sore joo in terbangun dari pingsannya dalam keadaan luka memar di mana mana. Lalu ia pun bangun dan berjalan untuk pulang walaupun kadang ia terjatuh kemudian bangkit lagi sampai ia masuk rumahnya dan membuka pintu yang begitu kasar sampai menimbulkan bunyi.
BRAKKK
FLASHBACK ON
Memori ingatannya mulai berhenti kala ia merasakan sakit luar biasa di sekujur tubuhnya.
"akkh... Benar benar sakitnya sangat luar biasa" pekiknya.
Perlahan sakitnya pun mulai berangsur angsur hilang. Manik matanya mulai menatap jendela yang terbuka memperlihatkan matahari semakin lama semakin meninggi.
"maafkan aku lea, aku terpaksa harus memberikan anakmu kepada rekan bisnisku. Karena aku sangat yakin iya bukanlah anak kandungku melainkan anakmu dan selingkuhanmu. Walaupun aku belum pernah melakukan tes DNA. Tapi aku sangat yakin, darahku tidak mengalir di tubuhnya. Lagi pula dia harus balas budi kepadaku karena aku mau menampungnya disini. mungkin dengan cara ini kebencianku kepadamu akan lenyap. Jika aku selalu melihatnya dirumah ini mungkin aku selalu melihat wajahmu tersenyum manis kepada selingkuhanmu itu. Kalian sangat mirip seperti anak kembar." ucapnya sambil matanya menerawang.
*BERSAMBUNG...
Maaf jika ada kata yang typo🙏*
**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE 👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE ✔
FAVORIT❤
DUKUNG ATHOR DENGAN CARA DI ATAS BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Andriyah Nurhidayati
hadew bapak koyo ngono kuwi cma ada di novel apa di dunia nyata. mampir di karyaku kak CINTA YUDHA
2021-04-13
1
Nothing
Hai kakak:)
Aku mampir sesuai permintaan dari kakak 🙏🏻 🥰
Like and rate 5 dariku sudah mendarat di novel kakak yang hebat 👍
Jangan lupa feedback ceritaku yah ☺️
Sukses selalu untuk kita semua ❤️
2021-04-06
2