Setelah enji dibawa paksa oleh jenny untuk masuk kedalam kamarnya.
Tempat yang seharusnya menjadi saksi pengucapan janji oleh kedua mempelai harus kacau gara gara kedatangan pria tua yang tak diundang.
Johan masih menatap nyalang ayahnya yang sudah tega mengusir dirinya berserta adik adiknya yang masih kecil dan ibunya yang sering menyendiri. Membuat johan sangat terpukul, ia dan kembarannya terpaksa harus berkerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
"jiangwu! urus pendeta" ucapnya masih menatap nyalang ayahnya.
Jiangwu pun langsung menghampiri johan yang masih berada di atas altar.
"baik tuan" sahutnya dan memberi hormat pada johan.
Jiangwu langsung membawa pendeta pergi dari ruangan acara pernikahan yang seharusnya masih berlangsung sekarang menjadi ruangan yang sangat mencengkam.
"kenapa kau masih diam disini! Lebihbaik kau pergi dari sini! Tidak puaskah kau tuan park songil yang terhormat yang sudah menghancurkan hidupku bersama adik adikku dan sekarang kau datang setelah 13 tahun yang lalu telah mengusirku dengan adik adiku yang masih kecil? Kenapa kau kembali hah? Kenapa kau harus kembali disaat kami mulai tenang? Kenapa kau tidak mati saja?! "ucap johan berteriak pada ayahnya.
" kau tidak perlu tau alasanku mengusirmu" ucapnya datar
"tentu saja ku tau, kau dengan teganya mengusirku dan ibu beserta adik adikku hanya karena kau masih mencintai wanita itukan. cihh menjijikan" decih johan menatap sinis ayahnya.
"ckk, kau dapat darimana alasan itu?" sahut ayanya dengan satu alis yang terangkat.
"ibuku yang bilang, ia tidak mungkin bohong." jelas johan.
"kau percaya pada ibumu?" tanyanya.
"tentu saja aku percaya padanya, aku bisa melihat kejujuran dimatanya tidak dengan kau. Menikah dengan ibuku tapi kau masih menyimpan foto wanita sialan itu. Saat aku tak sengaja memecahkan fotonya kau sangat marah besar padaku dengan teganya kau menamparku. Kau masih mencintainya" tutur johan sesekali ia mengeratkan rahangnya.
"cih, ia hanya pura pura terluka didepanmu dan adik adikmu. Ya aku akui aku masih mencintai LIM LEA JI, tapi itu dulu sebelum ibumu mengandung ji hwa.
Aku mulai membuka hatiku untuk mencintai ibumu. Dan ibumu hamil mengandung ji hwa karena apa? Karena aku melakukannya bersama ibumu bukan karena paksaan tapi aku melakukannya karena cinta yang mulai tumbuh dihatiku.
kalau masalah foto itu iya aku masih mencintainya tapi bukan sebagai seorang kekasih tapi sebagai sahabat dan kakak. Aku sudah menganggapnya sebagai adikku. Dan Kenapa aku memukulmu karena hanya tingal satu saja fotonya yang tersisa setelah kakekmu membakar semua fotonya. Dan aku yakin jika kau diposisi ku kau akan melakukan hal sama. Akan ku beri tau kenapa aku mengusir ibumu, kau dan adik adikmu karena" jelas ayahnya terpotong kala ji hwa berteriak dan langsung menoleh kearah anak bungsunya.
"ibuuuuu," teriak ji hwa membulatkan matanya.
Johan langsung menolehkan kepalanya ke arah ji hwa yang berteriak. Mata johan langsung membulat saat ia melihat ibunya tergeletak di lantai keramik dan langsung digendong oleh kenzo untuk dibawa ke dalam kamar hotel. Wajahnya yang tadinya memerah karena marah sekarang wajahnya tambah memerah ditambah rahangnya mengeras dan ia langsung menoleh ke ayahnya.
"ini semua gara gara kau! ibuku sampai pingsan. Pengawal!! usir dia sekarang juga" teriak johan menunjuk wajah ayahnya dengan jari telunjuknya.
"baik tuan " ucapnya serempak dan memberi hormat pada johan.
"mari tuan" ucap salah satu pengawal dan ingin memegang lengan ayah johan namun langsung ditangkis oleh ayah johan.
"aku bisa jalan sendiri" ucapnya ketus
Setelah memastikan ayahnya pergi meninggalkan hotel johan langsung berlari menghampiri ibunya yang pingsan.
Yang hanya tertinggal di ruangan yang menjadi tempat dua insan mengucapkan janji hanyalah ayah enji dan jimmy. mereka bingung harus melakukan apa.
"jadi, pria itu adalah mantan kekasih lea. Lalu siapa pria yang selalu pergi bersama lea itu?" pikirnya dalam hati.
"ayah" ucap jimmy
"ah iya jimmy, ada apa?" menoleh pada anaknya.
"cuma kita yang tinggal disini yah, kita harus apa?" tanyanya.
"kita pulang saja" balas ayahnya datar
"maaf tuan tunggu sebentar anda jangan pulang dulu mungkin tuan johan akan melanjutkan acara pernikahannya setelah nyonya goo hee bangun" jelas asisten jiangwu sudah betada dibelakang mereka.
"baiklah" ucap ayahnya datar.
Jimmy dan ayahnya langsung duduk menunggu acara pernikahan johan dan enji dilanjutkan.
Tak lama kemudian datanglah dua wanita cantik yang berpakaian sangat seksi, melenggangkan pinggulnya kesana kemari langkah kakinya menghampiri jimmy dan ayahnya yang sedang duduk ditemani oleh asisten jiangwu.
"loh kok sepi?" tanya jessalyn matanya meneliti setiap sudut ruangan yang sudah didekorasi sangat indah.
"ibu ,kak jessalyn kalian datang" menoleh ke arah suara
"kau tak liat aku dan ibu ada disini, berarti aku dan ibu datang." ucapnya ketus dengan tangan bersedekap diatas perut.
"ayah, kok sepi? Kemana orang orang? Apa acaranya sudah selesai ? Kalau gitu aku gak usah datang kalau acaranya udah selesai" tanya jesslyn keningnya berkerut.
"iya buang waktuku saja lebihbaik kita shopping. Lebih bermanfaat" ucap ibunya datar.
"bermanfaat apanya? Kalian hanya buang buang uang ayah" timbal jimmy
"eh ,anak ingusan nggk usah ikut campur" ucapnya ketus menatap jimmy tidak suka.
"maaf nyonya ,nona. Acaranya belum selesai, tadi ada sedikit masalah jadi acaranya harus diundur 1 jam lagi" jekas asisten jiangwu.
"apa ?! Diundur?!" pekik jesslyn dan ibunya serempak.
"iya nona, nyonya. lebih baik nona dan nyonya duduk." tersenyum sangat tipis
"hem" jawabnya ibunya dengan deheman.
Jesslyn dan ibunya pun langsung duduk untuk menunggu acaranya dimulai.
ΔΔΔ
Tak butuh waktu yang lama johan sudah berada didepan kamar ibunya, ia langsung masuk dan melihat kondisi ibunya yang baik baik saja.
Ibunya sudah sadar dari pingsannya dan sekarang ibunya sedang duduk diranjang dengan punggungnya ia sandarkan di kepala ranjang.
Jenny,kimora dan ji hwa duduk di atas ranjang. kenzo dan joohee duduk disofa yang berada didalam kamar.
Johan langsung duduk disisi ranjang dan memegang tangan ibunya yang mulai keriput.
"apa ibu baik baik saja? Apa perlu aku panggil dokter? Kenapa ibu bisa pingsan?" ucapnya sendu.
"johan, ibu baik baik saja, hanya kelelahan."tersenyum pada putra pertamanya tangannya yang keriput mengelus tangan johan.
"jika ibu sakit, aku bisa undur pernikahanku sampai ibu benar benar sehat" cicitnya menatap wajah ibunya.
"johan ,ibu sudah bilang ibu baik baik saja. Lebih baik kau lanjutkan pernikahanmu" ucap ibunya pelan.
"baiklah" menatap sendu wajah ibunya.
"apa ayahmu bilang sesuatu kepadamu?"
"dia bukan ayahku dan dia tidak bilang apa apa padaku" ucapnya datar
"syukurlah dia belum bilang apa apa" gumam ibunya.
"ibu bilang apa? Aku nggk dengar" tanyanya kala mendengar gumaman ibunya yang tidak jelas.
"ah, tidak ada lebih baik kau laksanakan pernikahanmu." ucapnya bohong.
"baik bu" tersenyum tipis.
Johan langsung bangkit dari duduknya dan langsung keluar dari kamar ibunya. Langkah kakinya mendekati pintu yang terkunci dari luar. Dan tangannya langsung memutar kunci dengan sekali putaran kunci sudah terbuka ia langsung mendorong pintunya.
Langkahnya langsung mendekati gadis yang tertidur dilantai keramik. Senyumnya langsung terbit diwajah tampannya.
"jenny jenny kau benar benar kejam. Kau sampai mengotori gaunnya, kakinya juga sampai lecet, pergelangan tangannya sedikit membiru, dagunya juga membiru dan rambutnya acak acakkan aku tebak pasti kau menarik rambutnya sangat kasar" ucap johan pelan matanya meneliti setiap inci tubuh enji.
Tangan johan langsung mengambil ponselnya disaku celananya dan menelpon asisten jiangwu.
📞"bawakan gaun pernikahan sekarang!" ucap datar johan dan langsung memutuskan panggilan telpon.
Tut tut tut
Johan langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi tak lama ia keluar dengan tangan membawa ember yang berisi dan
Byurrrr.....
Johan langsung menyiram wajah enji dengan air. sontak enji yang disiram oleh johan langsung bangun dan duduk.
"huk...khuk..huk.." batuk enji karena air masuk kedalam hidungnya.
"akhirnya calon istri tercintaku bangun juga" ucap johan tersenyum miring.
Johan langsung berjongkok dan tangannya membelai rambut enji yang basah tak lama tangannya langsung menarik rambut enji sampai wajah enji terdongak keatas menatap wajah johan.
"ampun tuan , lepaskan tangan anda tuan. Kepala saya sakit tuan" pekiknya matanya teroejam merasakan sakit yang luar biasa dibagian kepalanya
"sakit ya?" tanya johan pelan
"akh..." pekik enji tangannya memegang rambutnya yang dijambak oleh johan.
"bagaimana? Apa masih sakit?" alisnya terangkat
"sakit tuan hiks... Hiks..."pekiknya airmatanya sudah berjatuhan silih berganti
Saat johan ingin mengeratkan tangannya di rambut enji kegiatan menyiksa enji terpaksa terhenti.
"johan!!!" teriak joohee matanya membulat sempurna.
Joohee melangkahkan kakinya mendekati kakaknya yang sedang berjongkok.
"apa yang kau lakukan terhadap eunji? Belum dia menjadi istrimu kau sudah menyiksanya apalagi saat dia sudah menjadi istrimu bisa kau bunuh dia" tutur joohee sedikit meninggikan suaranya.
"aku tidak menyiksanya aku tadi hanya mengelus rambutnya. benarkan eunji sayang?" ucapnya datar
"i i iiya" jawab enji gugup
Johan pun langsung melepaskan tangannya dari rambut enji. Dan langsung berdiri.
"kau jangan bohong johan" ucap adiknya tak percaya
"apa untungnya aku bohong?" ucapnya datar dengan tangan berada didada bidangnya
"ckk, kalaupun kau jujur lalu kenapa eunji sampai basah dan ember itu kenapa ada di sini kalau bukan kau menyiramnya." menunjuk ember berada disamping kaki johan.
"huft, iya aku menyiramnya untuk membangunkannya dari tidurnya" menarik napas lalu membuangnya sanagt kasar.
"tidak bisakah kau membangunkannya dengan cara memanggil namanya atau menggoyangkan badannya?" sahutnya dengan suara masih Meninggi.
johan hanya diam menatap adiknya datar. Tak lama kemudian asisten jiangwu membawa paperbag yang berisi gaun.
"permisi tuan ,nona ini pesanan tuan" ucap asisten jiangwu
Johan langsung merebut paperbag dari tangan asisten jiangwu dan langsung melempar kewajah enji.
setelah asisten jiangwu memberikan paperbag pada johan ia segera pergi.
"tuh pakai, sebentar lagi acara akan dilanjutkan, jangan lama aku paling tidak suka menunggu lama" cicit johan
ia pun langsung keluar. Joohee langsung menutup pintu kamar dan membantu enji mengganti bajunya.
10 menit kemudian enji sudah berganti dengan gaun yang dibawakan oleh asisten jiangwu saat ini enji sedang duduk didepan cermin tangan joohee masih asik mengeringkan rambut enji yang basah menggunakan hair dryer.
Tak lama kemudian rambut enji sudah kering wajah enji pun sudah dipolesi make up oleh joohee. Rambut enji dibikin sanggul dan sedikit anak rambutnya dibiarkan menjuntai.
Saat joohee merapikan anak rambut enji ia melihat bekas luka dibagian kepala enji.
"enji, ini kenapa ada luka dibagian kepalamu sepertinya ini luka jahitan ya?" matanya masih menatap bekas luka yang hampir tak terlihat kecuali dilihat dari dekat.
"oh itu gara gara aku nolong seseorang. Jadi bagian kepalaku kena pukulan yang keras tapi untungnya nggak sampai hilang ingatan walaupun harus koma sampai 1 bulan" jelas enji.
"kau rela kena pukulan hanya untuk menolong sesorang dan itu taruhannya nyawa loh" ucap joohee tak percaya.
"iya , tapi beruntungnya aku masih hidup. Takdir masih berpihak padaku walaupun aku sering lupa karena pukulan yang sangat keras itu" balas enji tersenyum dan dapat dilihat dari pantulan cermin.
"kau tak cek kedokter karena pukulan yang keras itu sampai kau sering lupa? aku takutnya..."
"kata dokter itu kepalaku baik baik saja lagipula dokter memberikan aku obat untuk ku minum"
"gitu ya, beruntung sekali ya seseorang itu diselamatkan olehmu. Lalu dia sekarang dimana?" tanyanya lagi.
"aku tidak tau " mengangkat kedua belah bahunya.
"kau tak berniat untuk mencarinya? " tanyanya lagi
"tidak. lagi pula aku tak ingat lagi wajahnya seperti apa yang ku ingat dia seorang laki laki." sahutnya dengan wajah santainya.
"oh, kalau begitu kita ke altar. Kau sudah siapkan?" ajak joohee.
"siap atau tidak aku harus siap" jawabnya datar menatap dirinya di pantulan cermin.
Enji dan joohee mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya menuju altar yang berada di lantai 2.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di lantai 2 joohee membantu enji berjalan sampai didepan altar karena kaki enji sedikit lecet.
Sesampainya enji didepan altar johan sudah berada didepan altar menunggu dirinya.
Acara pengucapan janji akan dimulai
"apakah kedua mempelai sudah siap?" tanya pendeta menatap enji dan johan.
"aku siap" ucap johan datar.
"aku siap" ucap enji pasrah.
"baiklah akan saya mulai. silahkan kalian bergandeng tangan." ucap pendeta.
Johan dan enji pun sudah saling berpegangan tangan satu sama lain.
"park johan, apakah engkau bersedia menerima kim eunji sebagai pendamping hidupmu? Bersama dalam suka,duka,sakit dan sehat hingga maut memisahkan?" tanya pendeta menatap wajah johan.
"ya,aku bersedia" balsnya datar.
"kim eunji, apakah engkau bersedia menerima park johan sebagai pendamping hidupmu? Bersama dalam suka,duka,sakit dan sehat.hingga maut memisahkan?" kembali bertanya menatap wakah enji.
"i ya, akuu bersedia" jawabnya sedikit gugup.
"silahkan memasangkan cincin dijari pasangan anda" ucapnya pendeta.
Kimora langsung berjalan menyusuri altar dengan tangan mungilnya membawa sepasang cincin pernikahan.
Johan langsung mengambil sepasang cincin itu dari tangan kimora dan memasangkannya ditangan enji begitupun sebaliknya.
"selanjutnya ,silahkan anda mencium pasangan anda" cicit pendeta.
Johan maju satu langkah dengan tangan mulai memeluk pinggang ramping enji dan langsung mendaratkan bibirnya dibibir enji.
Tak lupa pula johan menggigit kecil bibir bawah enji sampai mengeluarkan darah dan johan langsung melepaskan bibirnya dari bibir enji.
Semua orang berteluk tangan.
Johan langsung meninggalkan enji diatas altar.
"sekarang, hari ini benar benar terjadi. Ku pikir aku menikah dengan seorang pangeran yang baik hati. Dan bermimpi menikah dengan hyunjin.tapi nyatanya itu hanyalah hayalan semataku. aku menikah dengan pria kejam dan tak bermoral. Aku harus menyakiti hati hyunjin. Maaf telah mengingkari janji kita hyunjin. Aku sangat menyayangimu"ucap batinnya.
air mata enji pun jatuh mengingat janjinya bersama hyunjin harus pupus.
Enji langsung tersadar dari lamunanya kala merasakan ada tangan mungil menghapus air matanya.
"kakak jangan nangis, kalau kakak nangis kakak terlihat tidak cantik." ucapnya tangannya masih menghapus air mata enji.
"jimmy" ucap enji.
"ayo kak kita turun, kakak pasti belum makan kan ? kita duduk dimeja sana. kakak harus makan buat energi nangis, menangis juga butuh energi kak" jelas jimmy tangannya menunjuk meja yang betada dipojokkan.
"siapa yang menangis?" tanya enji tak mengaku
"itu " tunjuk jimmy dengan bibirnya.
"ini hanya air mata yang terjatuh" ucapnya ngeles.
"sama saja kak" mulai kesal dengan kakaknya yang tidak mau mwngaku.
Jimmy pun membantu enji berjalan menuju meja yang berada dipojok. Lalu jimmy langsung meninggalkan enji sendirian intuk mengambilkan makanan buat kakaknya.
*Bersambung....
JANGAN LUPA LIKE, COMENT, DAN VOTE
Hati hati jika ada kata yang typo🙏🙏🙏*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
🤬😠🤪
up up up up
2021-04-16
0