Johan yang telah memasuki kamar pribadinya langsung menghempaskan tubuhnya dikasur yang paling empuk lalu tangan kanannya mengambil sebuah bingkai foto lalu ditatapnya foto yang menampilkan wajah ibunya yang mulai menua disamping kanan ibunya jenny bersama jo hee dan disamping kirinya ji hwa dan dirinya.
Dalam sebuah foto itu mereka tersenyum tapi tidak dengan ibunya, sejak ayah mereka mengusir mereka ibunya sering menangis setiap malam sampai johan terbangun karena mendengar suara tangisan yang begitu pilu.
johan diam diam memperhatikan ibunya yang menangis dan dia bertekat akan membalaskan apa yang ibunya rasakan dari dulu sampai sekarang.
Saat mereka dalam keterpurukan karena ekonomi sangat terbatas, dan dengan terpaksanya johan dan joo hee harus berkerja siang malam tanpa mengenal lelah hanya karena untuk mendapatkan uang. Johan selalu berpikir uang di atas segala-galanya tanpa uang hidup takkan berarti.
Walaupun mereka berkerja siang malam tapi mereka tetap melanjutkan pendidikannya karena mereka termasuk siswa yang cerdas dan mendapatkan beasiswa.
"ibu tenang saja, dulu memang takdir tidak memihak kita, tapi sekarang akan ku buat takdir memihak kita. Wanita itu sudah didepan mata ku akan ku buat wanita yang sudah menghancurkan keluarga kita akan mendapatkan perderitaan yang berkali lipat yang kita rasakan dulu." rahang johan mulai mengeras kala mengingat penderitaan yang mereka rasakan dulu.
Tok tok tok
Ingatan johan buyar kala mendengar suara ketukan pintu. Ia pun segera duduk dan meletakkan foto keluarganya di depan nakas. Lalu ia berjalan mendekat pintu dan mengubah wajahnya yang tadi tersulut emosi dengan wajah datarnya . Tangan johan langsung memutar handle pintu dan pintu terbuka.
"ada apa?" tanyanya dengan alis sedikit terangkat dan kembali menutup pintunya.
"dia sudah ada diruangan bawah tanah". jawab Zhang jiangwu
"tunggu apa lagi ,segera kita kesana.aku ingin melihat wajah kecoa itu untuk yang terakhir kalinya." berjalan lebih dulu dan keluar dari ruangannya.
"baik". Mengikuti johan dari belakang.
Sampai mereka tiba di lift mereka langsung masuk dan menekan tombol angka satu. mereka harus menunggu karena perusahaan JOH Corporation Memiliki 101 lantai. Ruangan johan sebagai CEO JOH Corporation berada dilantai 101.
" jiangwu, aku ingin kau mencari tau tentang foto wanita yang sempat ku remas fotonya. Cari tau dimana dia tinggal, dan apa hubungannya dengan kecoa itu" titah johan tanpa menatap lawan bicaranya.
" maksud tuan lim le..." belum sempat zhang jiangwu menyelesaikan bicara sudah dipotong oleh johan.
"jangan sebut NAMANYA di depanku!!!" langsung menoleh saat asisten jiangwu menyebut nama wanita itu.
"maaf tuan, tapi wanita itu sudah meninggal 15 tahun yang lalu akibat kecelakaan dan wanita itu adalah istri dari kecoa itu ". Jelas zhang jiangwu dengan mata yang meneliti wajah johan.
"apa sudah meninggal?" tanyanya tak percaya dengan jawaban asistennya.
"BELUM APA APAAN DIA SUDAH MENINGGAL LALU BAGAIMANA CARAKU UNTUK MEMBALASKAN DENDAM IBUKU". pikir Johan Dalam Hatinya.
"iya tuan, tapi ia memiliki seorang anak perempuan yang berusia 19 tahun" jelas zhang jiangwoo karena ia telah membaca semua berkasnya.
"oh ya?" tanyanya sangat Antusias dan ia pun tersenyum menyeringai.
"siapa namanya?" tanyanya kembali.
"namanya ki..." belum sempat zhang jiangwo menyelesaikannya harus terhenti kala pintu lift terbuka.
"ayo , aku ingin cepat cepat melihat wajah kecoa itu yang penuh dengan Penyesalan karena telah bermain main dibelakangku" ajak johan dengan langkah begitu cepat keluar dari lift dan menunju gudang perusahaan yang berada di ruang bawah tanah.
"baik tuan" jawab zhang jiangwo, mengekori johan.
ΔΔΔ
Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore ,sebentar lagi matahari akan terbenam. Enji yang tengah duduk di taman mini karena telah selesai berkerja menyebarkan kertas iklan di jalanan setelah pulang kuliah dari jam 4 sore.
"huft, udah jam 6 sore. Aku harus pulang." helaan napas enji dan sekilas melirik jam tangannya.
Dan enji pun meninggalkan taman dan pulang kerumah.sesampainya enji di rumah jam sudah menunjukkan jam 7 malam. Saat ia melewati meja makan jimmy memanggilnya.
"kak enji, sini makan bareng aku. Ada makanan kesukaan kak loh. Nasi goreng kimchi".menghampiri enji dan memegang tangan enji diajaknya enji ke meja makan dan enji telah duduk disamping jimmy.
"siapa yang nyuruh kamu makan di meja makan?!"ucap ibu tirinya enji dengan rahang sedikit mengeras.
"aku" jawab jimmy dengan cepat.
"jimmy,kakak makan di dapur aja ya" ucap enji dan segera berdiri namun ditahan oleh jimmy.
"kakak disini aja makan temanin aku, lagi pula ibu dan kak jessalyn bentar lagi selesai makan, jadi kakak gak usah pergi tetap stay ,okey" .titah jimmy.
"baiklah, tapi ayah mana ?"tanya enji saat melihat kursi tempat biasa ayahnya duduk.
"ckk, apa pedulinya kamu sama suami saya?, mau dia ada kek ,atau nggak ada kek Itu bukan URUSAN kamu. lagipula suami saya TIDAK PERNAH PEDULI SAMA KAMU. KARENA KAMU ANAK PEMBAWA SIAL!!!" ucap ibu tirinya enji tanpa memikirkan perasaan enji.
"Ibu!!! Kenapa ibu bicara seperti itu terhadap kakak bagaimana pun kak enji TETAP ANAK KANDUNG AYAH. Pasti seorang anak akan selalu memikirkan ayahnya walaupun dia diperlakukan sangat tidak adil" jimmy mulai kesal dengan ucapan ibunya.
"eh , bocah lu diam aja deh gak usah ikut campur urusan orang dewasa apalagi bela belain dia yang pembawa sial" ucap jessalyn sangat tidak suka kalau jimmy menbela enji.
"jimmy, ke kamar dulu ya. Kakak tidak laper , kakak udah makan tadi sebelum pulang" enji terpaksa bohong.
"kakak jangan bohong, kakak pasti belum makan kan? Dan kakak gak usah dengerin perkataan ibu dan kakak jessalyn apalagi dimasukin ke hati lebih baik hati kakak gunain buat nyimpan nama kakak hyunjin"jimmy mulai menggoda enji dan pipi enji mulai memerah.
"bu kita kekamar aja yuk, nafsu makanku udah ilang" ajak jessalyn.
"iya ,pergi sana "usir jimmy.
Jessalyn dan ibunya pun beranjak pergi tapi langkah mereka terhenti kala mendengar suara pintu rumah terbuka lebar.
BRAKKK
Dan mereka yang mendengar suara itu langsung mencari asal suaranya dan mereka betapa terkejutnya melihat sesorang yang penuh dengan lupa lebam dipipi,tangan dan kaki. Mereka hanya diam tanpa membantunya kecuali enji langsung menghampiri orang itu.
"AYAH..." mulai berlutut dan membantu ayahnya memegang tangan ayahnya namun tangannya langsung di tangkis oleh ayahnya.
"jangan SENTUH AKU". Ucap ayahnya penuh penekanan dan ayahnya di bantu oleh jessalyn dan jessi istrinya.
Ayahnya langsung dibawa ke kamar sesampainya dikamar ayahnya langsung diperiksa dokter yang tinggal di sebrang rumahnya jadi tak butuh lama untuk datang kesini.
"bagaimana dok, keadaan suami saya?"ucap jessi saat suaminya telah selesai diperiksa.
"keadannya baik baik saja tidak ada luka serius . untuk memarnya tinggal di obati dengan salep ini dan Istirahat yang cukup ."langsung memberikan salep.
"terimakasih dokter" jessi pun langsung mengobati luka memar yang ada ditubuh suaminya.
"kalo gitu saya pamit undur diri" ucapnya pada semua orang yang ada di kamar itu.
"terimakasih paman lee"ucap enji setengah membungkukkan badannya.
"sama sama" dokter lee langsung keluar dari kamar itu.
Saat dokter keluar tak lama jimmy dan jessalyn langsung duduk di dekat ayahnya. Dan enji berbalik ingin keluar dari kamar ayahnya namun di hentikan oleh ayahnya.
"tunggu, jimmy tolong ambilkan kertas dan polpen yang ada didalam laci"titah ayahnya . Jessi dan jessalyn langsung menatap ayahnya.
"baik ayah"turun dari kasur untuk mengambil kertas dan polpen yang berada di dalam laci.
"ayah mau buat apa kertas sama polpen?" tanya jessalyn.
"ini ayah"menyerahkan kertas dan polpen tangan ayahnya langsung mengambil kertas dan polpen lalu menulis sesuatu dikertas itu.
jessalyn merasa sedikit kesal ayahnya tidak menjawab pertanyaannya.
"datang lah besok ke alamat itu saat jam makan siang!" setelah selesai menulis sesuatu di kertas itu ayahnya langsung melempar kertas itu ke wajah enji dengan sigap enji langsung menangkapnya.
"baik ayah, tapi untuk apa aku dat.." pertanyaanya langsung dipotong oleh ayahnya.
"jangan banyak bertanya! Satu lagi,saat kau bertemu dengan seseorang disana cukup katakan IYA kepadanya jangan pernah sekali kali mengatakan TIDAK. Apalagi menolak ucapannya" ucap ayahnya Memperingati enji.
"baik ayah" tersenyum kearah ayahnya.
"ya sudah tunggu apa lagi, cepat KELUAR dari kamarku. Aku muak melihat wajahmu" perintah ayahnya.
DEG
seketika senyuman yang ia berikan kepada ayahnya langsung lenyap saat ayahnya mengusirnya. Dulu saat ibunya masih ada enji selalu tidur bersama ayah dan ibunya.
Namun sekarang berbeda foto pernikahan ayah dan ibunya sudah dibuang oleh jessi ibu tirinya. Semua barang yang berhubungan dengan ibunya sudah dibakar oleh ibunya dan jessalyn untung enji masih sempat mengambil Beberpa beberapa baju milik ibunya dan foto pernikahan ayah dan ibunya walaupun sudah terbakar sebagian.
"sekarang takdir tidak memihakku lagi" ucap enji dalam hati
Enji pun langsung keluar dari kamar itu setelah kepergian enji ayahnya langsung istirahat . jimmy dan jessalyn pun keluar dari kamar ayahnya membiarkan ibunya merawat ayahnya.
*BERSAMBUNG....
maaf jika ada kata yang typo*
**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JANGAN LUPA BERIKAN ATHOR DENGAN CARA DIATAS BAIAR ATHOR TAMABH SEMANAGAT UNTUK UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Kayuni"
mantap...
dapat salam dari ketentuan nasib dan dunia kita berbeda
menunggu🤗
2021-04-05
2