TMDCP #14

Setelah enji mengakhiri panggilan dari jimmy ia bergegas pergi ke night club. Saat sampai di night club ia langsung mengganti pakainnya dengan seragam waiter.

Setelah selesai mengganti bajunya ia dihampiri oleh perempuan usianya tidak jauh dari enji.

"kau baru datang?" tanya perempuan itu.

"iya kak ana. Aku baru saja datang." jawab enji tersenyum tipis pada ana.

"kenapa kemaren malam tidak datang?" tanya ana lagi.

"oh itu aku sedang sakit." ucap enji bohong.

"maaf kak ana, aku harus bohong pada kakak. karena aku tak ingin kakak khawatir padaku" ucap batin enji.

"tapi sekarang kau sehatkan?" memegang kening enji.

"iya kak" balas enji tersenyum tipis.

"kalau begitu bantu aku membersihkan ruangan. Sebentar lagi bar nya akan dibuka" jelas ana dan menggandeng tangan enji.

"baik kak" balas enji.

Mereka pun langsung membersihkan setiap ruangan.

Satu jam kemudian mereka telah selesai membersihkan ruangan.

Tak lama kemudain para pengunjung bar telah berdatangan sebagian besar pengunjungnya para lelaki.

Semakin lama pengunjungnya semakin bertambah silih berganti dan ditemani oleh para wanita penggoda.

Enji yang melihat wanita penggoda itu merasa sangat jijik.

"kenapa aku sampai kerja disini? Mata suci ini telah ternodai oleh orang orang itu yang tak tau malunya berciuman didepan umum. walaupun aku pernah ciuman dengan pria psycho itu. ciuman pertamamu telah direbut secara paksa dasar pria tak bermoral " pikir enji dalam hati saat mengingat kejadian beberapa hari yang lalu menimpanya.

"enji tolong buatkan juice oranye! Jangan lama ya" titah ana

"baik ka ana" sahut enji.

Tak butuh waktu yang lama juice oranye telah selesai enji buat. Saat enji ingin memberikannya pada para pengunjung nampan yang berisi juice oranye telah direbut oleh ana.

"kau kembali saja jangan sesekali kau melangkahkan kakimu mendekati para pria itu, itu tidak baik. Aku takut kau kenapa napa .Lebih baik kau buat lagi juice oranye nanti aku akan mengambilnya." jelas ana.

"tapi kak" cicit enji.

"ini perintah" ucap ana menekankan kata perintah.

"baiklah" ucap enji pasrah.

Ana masih memperhatikan punggung enji mulai menjauh. ia tidak ingin kejadian 2 tahun yang lalu terulang lagi.

"aku tak ingin nasib mu sama seperti adikku. Diusianya yang masih muda ia rela membantuku kerja dibar tapi ia malah dilecehkan oleh pria tidak bermoral dan akhirnya dia bunuh diri. Tapi untungnya aku bisa membalaskan kematian adikku. " ucap ana dalam hatinya saat ia mengingat kejadian 2 tahun yang lalu menimpa adiknya.

Ana pun langsung berbalik setelah memastikan enji baik baik saja. Dan memberikan gelas yang berisi juice oranye kepada pria pria yang haus belaian.

Enji langsung membuat beberapa gelas juice oranye.

"kenapa ya kak ana selalu saja melarangku memberikan juice oranye kapada pengunjung? Padahalkan itu adalah salah satu perkerjaanku" ucap enji pelan.

"itu karena aku menyanyangimu. Kau sudahku anggap seperti adikku." sahut ana sudah ada disamping enji.

"sejak kapan kakak berada disampingku?" tanya enji menatap bingung pada ana.

"sejak kau bertanya, kenapa aku selalu melarangmu memberikan juice oranye kepada pengunjung. Jika kau menganggapku sebagai kakak mu kau harus mendengarkan apa yang kukatakan jangan membantah" tutur ana menatap enji.

"baik kak" balas enji.

"ini sudah jam 10 malam lebih baik kau pulang. Dan ini upahmu" memberikan amplop yang berisi uang.

"tapi kan kak" ucap enji terpotong

"kau mau membantahku. Lagipula besok kau kuliah. Cepat sana ganti pakaianmu." potong ana

"baik ka" tersenyum tipis pada ana.

Enji pun langsung menggantikan pakainnya. Setelah selesai mengganti pakaiannya ia langsung mengambil ranselnya dan segera pulang namun langkahnya terhenti kala ia dipanggil oleh seseorang wanita yang sedang membawa nampan berisi beberpa botol wine.

"enji..." teriak wanita itu.

"ada apa kak hyuna?" berbalik menghadap perempuan yang bernama hyuna.

"tolong antarkan wine ini pada pria yang duduk dipojokkan itu, ku mohon please" ucapnya memohon.

"tapi aku mau pulang kak" jelas enji

"sebentar saja ya. Aku mau toilet dulu perutku sakit sekali" ucapnya dengan menahan sakit diperutnya.

"baik ka" balas enji

"terimakasih" tersenyum tipis.

Enji langsung mengambil nampan yang berisi 3 botol wine dari tangan hyuna. Dan langsung melangkahkan kakinya menuju pria yang sedang duduk di pojokan dengan ditemani oleh beberapa wanita penggoda.

Matanya terus melihat kebawah tanpa ia sadari ada pria tua sedang berdiri didepannya dengan tubuh membelakanginya dan

Prang...

Enji tanpa sengaja menabrak pria itu sampai nampan yang berisi botol wine ia bawa terjatuh dan pecah.

"astaga. maaf tuan ,saya benar benar tidak sengaja " ucap enji menunduk.

"kau ini jadi waiter tidak becus. Lihat sepatuku jadi basah dan kotor" menunjuk sepatunya.

"maaf tuan, biar saya bersihkan sepatu anda" berjongkok

Saat enji ingin menyentuh sepatu pantofel pria itu. Pria itu langsung mendorong enji sangat kasar sampai enji tersungkur.

"kau itu benar benar menyusahkan orang saja" menatap sekilas wajah enji

"maaf" cicit enji langsung bangkit dan setelah beberapa langkah tangannya langsung ditarik oleh seseorang.

"lepaskan aku lepaskan!" teriak enji

"kakak ayo kita pergi dari sini" ucap seseorang.

"jimmy sedang apa kau disini? " enji langsung membuka matanya setelah mendengar suara yang tak asing di tekinganya.

"nanti saja kakak bertanyanya kita harus pergi dari sini sepertinya pria itu mencari kakak" ucap jimmy dan menarik tangan enji.

"baiklah" balas enji.

setelah jimmy dan enji keluar dari bar. mereka langsung masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya.

ΔΔΔ

Setelah kepergiaan enji pria tua itu masih membersihkan sepatunya. Namun tangannya terhenti kala mengingat wajah gadis yang menabraknya sampai sepatu mahalnya basah dan kotor.

"tunggu dulu, sepertinya wajah gadis itu tidak asing bagiku. Ia mirip.... Lea iya gadis itu sangat mirip lea" ucapnya dan langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat gadis itu.

"kemana dia? Dia pergi kemana ? Ah sial dia sudah pergi" ucapnya matanya menyapu menyeluruh setiap sudut bar untuk mencari gadis itu.

Tangannya langsung merogoh ponselnya didalam saku celananya. Dan langsung menelpon sesorang.

📞" segera datang ke bar!" ucapnya dan langsung mengakhiri panggilan telpon tanpa mendengarkan lawan bicaranya.

Ia langsung menyandarkan punggungnya didinding dan pikirannya masih mengingat gadis itu.

"kenapa gadis itu sangat mirip dengan lea? Apa ia miliki hubungan darah dengan lea? Atau lea masih hidup tapi itu tidak mungkin, aku sendiri yang menyaksikkan pemakamannya? Lalu gadis itu siapa? "gumam pria itu banyak sekali pertanyaan yang ada dipikirannya.

Tak berapa lama ada seorang pria menghampirinya umurnya tak beda jauh.

"ada apa kau meleponku? Dan menyuruhku datang ke bar hanya untuk menemanimu minum? Apa kau lupa aku punya keluarga?" ucapnya ketus

"diam kau kang bok su!" ucapnya dengan suara sedikit meninggi.

" kau meneleponku dan menyuruhku datang ke bar hanya untuk diam. Kalau begitu aku pulang saja" mendengus kesal.

"tunggu, aku ingin kau mencari lea" jelasnya

"apa kau bilang mencari lea? Apa kau gila lea sudah meninggal 15 tahun yang lalu? Apa kau lupa? Mencarinya sampai ujung dunia pun sampai ke planet planet manapun kita tidak bisa menemukan lea? Kau jangan gila PARK SONG IL! hanya karena kau sangat mencintainya sampai kau terobsesi dengannya kau melakukan hal bodoh! Kau sampai dengan teganya mengusir istri dan anak anakmu?" teriaknya menatap intens sahabatnya.

"kau diam kau tidak tau kenapa aku mengusir mantan istriku dengan anak anaknya. Aku tadi tidak sengaja melihat gadis sangat mirip dengan lea" ucap song il datar.

"mungkin matamu sudah rabun. Tak mungkin ada gadis sangat mirip dengan lea." sahut buk so

"aku mau kau mencari gadis itu" titah song il

"baiklah aku akan mencarinya." balas bok su pasrah

"Dasar pria tua sukanya menyuruh orang saja" gerutu kang bok su

"kang bok su kau mengumpatku" menatap nyalang kang bok su

"tidak tentu saja tidak. Di mana kau melihat gadis yang mirip dengan lea?" tanya kang bok su

"disitu, ia tak sengaja menabrakku dan mengotori sepatu mahalku" menunjuk pecahan botol wine yang belum dibersihkan.

"kau pasti memakinyakan?" tanya kang bok su menatap sahabatnya intens.

"sedikit" ucapnya datar.

"kebiasaan dirimu" memutar bola matanya

"sudah sana cari dia?" titah song il

"padahal aku seharusnya dirumah menemani anakku karena di sudah pulang dari jepang seminggu yang lalu" jelas kang bok su.

"kang daniel sudah pulang?"tanyanya tanpa melihat wajah sahabatnya.

"tentu saja, sekarang ia akan melanjutkan S2 nya di sini." tuturnya

"maaf sudah mengganggu waktu mu" ucap song il pelan.

"ayo kita keruang cctv" mulai melangkahkan kakinya

"untuk apa?" tanya song il bingung.

"ya untuk melihat gadis yang mirip dengan lea lewat cctv" cicit kang bok su.

"tunggu apa lagi" ucapnya bersemangat.

Sesampainya mereka diruang cctv mereka meminta petugas penjaga cctv untuk memberi ijin.

"permisi pak "ucap kang bok su.

"ada yang bisa saya bantu tuan" ucap penjaga.

"apakah saya boleh melihat rekaman cctv yang ada di depan kamar vvip hari ini karena saya mencari seseorang?" jelas kang bok su

"maaf tuan bukannya saya tidak mengijinkan tapi cctv yang berada didepan kamar vvip sedang diperbaiki. 2 hari yang lalu cctv nya benar benar rusak dan besok baru diperbaiki" balas penjaga.

"saya mau lihat rekaman cctv yang lain?" tanya kang bok su.

"maaf pak cctv yang lainnya juga sedang diganti dengan yang baru." jawab petugas penjaga cctv.

"apa ? Kenapa bar sebesar ini cctvnya bisa rusak semua?"sahut song il memegang kerah penjaga cctv.

"maaf tuan saya tidak tau" ucap penjaga pelan.

"song il ,lepaskan tanganmu. Kau selalu saja menggunakan kekerasan" titah kang bok su.

"oh maaf. Terus kita harus apa?" tangannya langsung melepaskan kerah penjaga cctv dan bertanya pada sahabatnya.

"kita tanya sama waiter disini. Itu saja kau tidak bisa berpikir." ucapnya mulai jengah dengan sahabatnya.

Kang bok su melihat perempuan yang membawa nampan kosong. ia langsung menghampirinya dan bertanya.

"permisi nona, bolehkah saya bertanya?" tanyanya kang bok su dengan sopan.

"boleh tuan ,tanya apa ya tuan?" sahut perempuan itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ana.

"song il, sini kau masih punya foto lea" panggilnya pada sahabatnya.

"tentu saja punya"cicit song il.

song il langsung mengambil ponselnya dan mencari foto lea di ponselnya. kang bok su langsung mengambil ponsel song il.

"apakah nona pernah liat gadis yang sangat mirip dengan foto ini?" tanya kang bok su pada Ana dan memberikan ponsel song il pada Ana.

"kenapa perempuan ini mirip sekali dengan enji? walaupun perempuan ini dipotret lewat samping tapi tetap saja aku bisa mengenalnya. ini adalah enji. kenapa pria tua ini mencari enji. sepertinya mereka orang jahat" pikir ana dalam hatinya

"maaf tuan saya tidak pernah melihat gadis ini berada dibar ini." ucap Ana bohong.

"apakah anda tidak bohobg nona?" timbal song il berada disamping kang bok su.

"saya tidak bohong tuan. Permisi" ucapnya tersenyum tipis tangannya langsung memberikan ponsel yang sempat ia pegang dan langsung pergi.

"sepertinya kau salah liat" ucap kang bok su

"iya, mungkin aku salah liat" membenarkan ucapan sahabatnya.

Mereka pun berlalu pergi meninggalkan night club.

Ana yang masih berada tak jauh dari pria pria tua itu masih memperhatikan pria pria tua itu setelah pria pria tua itu pergi ana langsung menelpon enji.

📞"halo kak, ada apa?" tanya enji

📞"mulai besok kau jangan kerja lagi karena disini tidak aman. Tadi ada 2 pria tua sedang mencarimu,sepertinya mereka orang jahat" jelas Ana.

📞"baik kak aku akan berhenti kerja sementara waktu" ucap enji sedikit murung.

📞 "nanti jika keadaannya sudah baik aku akan menghubungimu" sahut Ana.

📞iya kak terima kasih" ucap enji datar.

📞"sama sama" balas Ana.

Tut tut tut

Panggilan itu pun terputus enji langsung memasukkan ponselnya kedalam ransel..

"siapa nelpon kak?" tanya jimmy masih fokus menyetir.

"ini kakak ana" sekilas melihat jimmy.

"terus kak ana bilang apa kak?" melirik kakaknya.

"dia menyuruhku berhenti berkerja" jawabnya sangat pelan.

"iya lebih baik kakak berhenti berkerja. Ini demi kebaikan kakak" tutur jimmy dengan tangan mengelus tangan enji.

"iya" tersenyum tipis pada jimmy.

Tak lama kemudian mobil Jimmy sudah memasuki halaman rumah. mereka langsung keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju kamar masing masing untuk beristirahat.

ΔΔΔ

Di tempat lain johan baru saja pulang dari rumah sakit. Ia langsung melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar pribadainya yang berada dilantai tiga.

Namun ia tidak jadi masuk kekamarnya. Ia melanjutkan langkah kakinya menuju ruang kerjanya. Ia langsung masuk dan duduk disofa ternyata asisten jiangwu sudah ada di ruang kerjanya.

"hah... Lelah sekali" menyandarkan kepalanya di sofa.

"lebih lelahan siapa aku atau kau." sedikit kesal pada johan

"ya lelah aku lah" jawabnya dengan santai.

"ckk, kau hanya menemani soo hee dirumah sakit sedangkan aku dari pagi buta sudah duduk di temani tumpukan berkas, siangnya aku harus menghadiri 5 kali meeting di luar dan malamnya seharusnya sudah waktuku tidur kau menelponku untuk menyuruhku mencari tau tentang calon istrimu itu dan kau beri waktuku cuma 30 menit benar benar kau menyiksakan" mendengus kesal

"itu setara dengan gajihmu. Mana berkasnya?" ucapnya santai seperti tidak terjadi apa apa.

"tuh didepanmu" menunjuk berkas dengan matanya.

Johan langsung mengambil berkas tentang infomasi pribadi enji. dan sedikit membacanya.

"jadi dia berkerja di night club. Ckk, benar benar ******." ucap johan masih menatap berkas itu.

"dia bukan berkerja sebagai ****** tapi dia berkerja sebagai waiter" jelas asisten jiangwu

"tetap sama saja berkerja night club itu berarti murahan aku mau besok aku menikah." titah johan dengan santainya.

"apa? kau jangan bercanda" sontak matanya langsung membulat dan mulutnya sedikit terbuka.

"urus semuanya dan jemput dia sekeluarga." perintah johan pada asistennya yang masih terkejut.

Johan langsung membuang berkas yang sempat ia baca sedikit ketempat sampah. Dan meninggalkan asisten jiangwu sendirian diruang kerjanya.

"dasar menyebalkan semudah itukah dirinya membuang berkas itu aku susah payah mencari informasi nona eunji. Tapi ia hanya sedikit membacanya langsung membuangnya. Benar benar tidak punya perasaan" ucapnya kesal pada bosnya sekaligus jadi sahabatnya.

Asisten jiangwu pun langsung keluar dari ruang kerja johan. Ia langsung keluar dari mansion dan mengendarai mobilnya keluar dari area mansion johan menuju apartementnya.

Bersambung....

Maaf jika ada kata yang typo 🙏🙏🙏

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK

LIKE👍

COMENT💬

TIP🌟

VOTE✔

FAVORIT❤

JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA

BYE BYE BYE😘😘😘

Episodes
1 TMDCP #Pengenalan Tokoh
2 TMDCP #1
3 TMDCP #2
4 TMDCP #3
5 TMDCP #4
6 TMDCP #5
7 TMDCP #6
8 TMDCP #7
9 TMDCP #8
10 TMDPC #9
11 TMDCP #10
12 TMDCP #11
13 TMDCP #11
14 TMDCP #12
15 TMDCP #13
16 TMDCP #14
17 TMDCP #15
18 TMDCP #16
19 TMDCP #17
20 TMDCP #18
21 TMDCP #19
22 TMDCP #20
23 TMDCP #VISUAL
24 TMDCP #21
25 TMDCP #22
26 TMDCP #23
27 TMDCP #24
28 TMDCP #25
29 TMDCP #26
30 TMDCP #27
31 TMDCP # 28
32 TMDCP #29
33 TMDCP #30
34 TMDCP #31
35 TMDCP #32
36 TMDCP #33
37 TMDCP #34
38 TMDCP #35
39 TMDCP #36
40 TMDCP #37
41 TMDCP #38
42 TMDCP #39
43 TMDCP #40
44 TMDCP #41
45 TMDCP #42
46 TMDCP #43
47 TMDCP #44
48 TMDCP #45
49 TMDCP #46
50 TMDCP #47
51 TMDCP #48
52 TMDCP #49
53 TMDCP #50
54 TMDCP #51
55 TMDCP #52
56 TMDCP #53
57 TMDCP #54
58 TMDCP #55
59 TMDCP #56
60 TMDCP #57
61 TMDCP #58
62 TMDCP #59
63 TMDCP #60
64 TMDCP #61
65 TMDCP #62
66 TMDCP #63
67 TMDCP #64
68 TMDCP #65
69 TMDCP #66
70 PENGUMUMAN!!!
71 TMDCP #67
72 TMDCP #68
73 TMDCP #69
74 TMDCP #70
75 TMDCP #71
76 TMDCP #72
77 PENGUMUMAN!
78 TMDCP#73
79 TMDCP #74
80 TMDCP #75
81 TMDCP#76
82 TMDCP#77
83 TMDCP #78
84 TMFCP #79
85 TMDCP #80
86 TMDCP #81
87 TMFCP#82
88 TMDCP #83
89 TMDCP#84
90 TMDCP#85
91 TMDCP #86
92 TMDCP #87
93 TMDCP #88
94 TMDCP #89
95 TMDCP #90
96 TMDCP #91
97 TMDCP #92
98 TMDCP #93
99 TMDCP #94
100 TMDCP #95
101 TMDCP #96
102 TMDCP #97
103 TMDCP #98
Episodes

Updated 103 Episodes

1
TMDCP #Pengenalan Tokoh
2
TMDCP #1
3
TMDCP #2
4
TMDCP #3
5
TMDCP #4
6
TMDCP #5
7
TMDCP #6
8
TMDCP #7
9
TMDCP #8
10
TMDPC #9
11
TMDCP #10
12
TMDCP #11
13
TMDCP #11
14
TMDCP #12
15
TMDCP #13
16
TMDCP #14
17
TMDCP #15
18
TMDCP #16
19
TMDCP #17
20
TMDCP #18
21
TMDCP #19
22
TMDCP #20
23
TMDCP #VISUAL
24
TMDCP #21
25
TMDCP #22
26
TMDCP #23
27
TMDCP #24
28
TMDCP #25
29
TMDCP #26
30
TMDCP #27
31
TMDCP # 28
32
TMDCP #29
33
TMDCP #30
34
TMDCP #31
35
TMDCP #32
36
TMDCP #33
37
TMDCP #34
38
TMDCP #35
39
TMDCP #36
40
TMDCP #37
41
TMDCP #38
42
TMDCP #39
43
TMDCP #40
44
TMDCP #41
45
TMDCP #42
46
TMDCP #43
47
TMDCP #44
48
TMDCP #45
49
TMDCP #46
50
TMDCP #47
51
TMDCP #48
52
TMDCP #49
53
TMDCP #50
54
TMDCP #51
55
TMDCP #52
56
TMDCP #53
57
TMDCP #54
58
TMDCP #55
59
TMDCP #56
60
TMDCP #57
61
TMDCP #58
62
TMDCP #59
63
TMDCP #60
64
TMDCP #61
65
TMDCP #62
66
TMDCP #63
67
TMDCP #64
68
TMDCP #65
69
TMDCP #66
70
PENGUMUMAN!!!
71
TMDCP #67
72
TMDCP #68
73
TMDCP #69
74
TMDCP #70
75
TMDCP #71
76
TMDCP #72
77
PENGUMUMAN!
78
TMDCP#73
79
TMDCP #74
80
TMDCP #75
81
TMDCP#76
82
TMDCP#77
83
TMDCP #78
84
TMFCP #79
85
TMDCP #80
86
TMDCP #81
87
TMFCP#82
88
TMDCP #83
89
TMDCP#84
90
TMDCP#85
91
TMDCP #86
92
TMDCP #87
93
TMDCP #88
94
TMDCP #89
95
TMDCP #90
96
TMDCP #91
97
TMDCP #92
98
TMDCP #93
99
TMDCP #94
100
TMDCP #95
101
TMDCP #96
102
TMDCP #97
103
TMDCP #98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!