TMDCP #11

Ingtannya enji buyar kala mendengar suara petir yang menggelegar Dan langsung memeluk pusara ibunya.

"bunda.., aku takut bunda, aku takut" teriak enji dengan mata ia pejamkan.

Tak berapa lama hujun turun begitu deras membasahi permukaan tanah yang tadi tandus sekarang ada genangan airnya.

Hampir 3 jam enji masih berada di pusara ibunya ia masih memeluk pusara ibunya tanpa memikirkan kondisi tubuhnya yang kedinginan.

Ia masih betah menangis dan merutuki takdir hidupnya yang menurutnya tidak adil. Air matanya tidak bisa dilihat karena bercampur dengan air hujan ,suara tangisannya pun terdengar samar samar.

Tak berapa lama ada seorang laki laki yang memayunginya . Enji pun langsung berhenti menangis kala ia tidak merasakan air hujan membasahi tubuhnya.

"apakah hujan sudah berhenti? Tapi kenapa disana hujan sedangkan diriku tidak dibasahi oleh hujan?" monolog enji tanpa memyadari disampingnya berdiri seorang laki laki mungil. Lalu ia menatap keatas.

"payung? Apakah itu benar benar payung ? Ah, tidak mungkin ada payung disini. sepertinya aku salah liat karena di sini tidak ada pencahayaan." sambungnya.

namun saat ia menoleh ke samping ia melihat ada sepatu both dan mengikuti panjangnya sepatu both ke celana yang ditutupi oleh jas hujan dan silau. Sontak enji langsung menutup matanya dengan tangannya karena ada cahaya yang sangat terang.

"kak enji" panggil seorang laki laki yang memegang payung.

Enji pun merasa sangat tidak asing dengan suara itu sontak ia langsung melepaskan tangannya yang menutupi matanya dan Mendongakkan kepalanya ia sangat terkejut yang memanggilnya adalah adiknya kim jimmy.

"jimmy?! Sedang apa kau disini?! "tanya enji sedikit nyaring karena harinya hujan deras otomatis jika ia bicara pelan pasti tidak kedengaran.

"yang seharusnya nanya itu aku, kakak sedang apa disini? Malam malam gini ?hujan lagi kak ? apa kakak tidak kedinginan?" ucapnya dengan wajah datarnya.

"ya, aku mau ketemu bunda." balasnya

"ketemu bunda lea tanpa memikirkan kondisi kakak, kalau kakak sakit bagaimana? Aku sangat khwatir kak , kakak tidak pulang kerumah. Aku sangat takut kalau kakak kenapa napa dijalan." dengan suara sangat khawatir.

"kau ini bawel sekali" jawabnya bangkit dari duduknya dan berdiri disamping jimmy.

"apa kakak bilang aku bawel? Ini bukan bawel kak, ini cemas khawatir sama kakak. Bagaimana pertemuan kakak dengan keluarga pria itu?" tanya jimmy.

"iya rumahnya besar sekali" menoleh ke Sembarang arah.

"aku nanya bukan masalah rumahnya tapi aku nanya bagimana mereka bersikap pada kakak? Kakak mencoba mengalihkan pembicaraan kita ya? Apa mereka kasar pada kakak sampai sampai kakak tidak mau pulang dan malah ke makam bibi?"

"Jangan bohong padaku kak ,aku kenal sama kakak, bukan cuma setahun atau dua tahun tapi sepuluh tahun lebih. Aku tau sifat kakak. Jika kakak punya masalah atau sedih kakak selalu pergi kemakam bibi." tutur jimmy

"mereka baik padaku. Sangat baik padaku. Yang baik itu cuma nona joo hee, nona ji hwa dan nona kimora kalau yang lainnya sebaliknya." sambung enji dalam hatinya ia tidak berani mengatakannya kepada jimmy.

"jika mereka baik pada kakak , kenapa kakak ke makam bunda lea dan nggak pulang pulang kerumah?" tanyanya lagi.

"aku sedang merindukan bundaku." menatap pusara ibunya.

"kalau kakak rindu bunda, kakak bisa datang kesini besok lagi dan..." timbal jimmy namun terpotong dengan ucapan enji.

"dan pulang. kakak cape, juga kedinginan" tukas enji

"ku pikir kakak tidak Kedinginan" balas jimmy.

"ayo" ucap enji menarik tangan jimmy.

mereka pun melangkahkan kakinya meninggalkan area pemakaman.

"kita naik apa pulang? Daerah sinikan jarang sekali dilewati oleh mobil apa lagi bus" tanya enji karena mereka sudah keluar dari area pemakaman.

"tuh kita naik mobil baru" nunjuk mobil yang tidak jauh dari mereka.

"kau mengemudinya sendiri?" tanya enji dengan ekspredi sedikit terkejut.

"iya, kenapa?" tanyanya balik.

"kau tanya kenapa? Kau masih kecil dan juga kau tidak memiliki SIM." tutur enji.

"iya iya aku tau, abisnya kakak tidak pulang kerumah terpaksa deh aku mengemudi mobilnya sendiri. lagi pula hujan lagi nggak mungkin kan aku naik sepeda nyari kakak. ayo, kak masuk, disini sangat dingin" membukakan pintu mobil buat enji.

Enji pun langsung masuk. Mobil jimmy pun meninggalkan area pemakaman. Di sepanjang jalan enji selalu menggosokkan telapak tangannya Jimmy yang melihat langsung mengambil jaketnya di jok belakang dan memberikannya kepada enji.

"ini kak, pakai jaket aku. Pasti kakak kedinginankan?" mberikan jaketnya.

Enji langsung mengambil jaket jimmy dan langsung memasangnya ditubuhnya.

"terimakasih" balas enji.

"sama sama" dengan mata menatap kedepan.

Sekali kali jimmy menoleh kesamping , ia melihat enji hanya diam dengan mata menatap jalanan.

"apa yang sedang kakak pikirkan? Sepertinya keluarga pria itu bersikap tidak baik pada kakak ."gumamnya

" jika kakak tidak kuat. Kita bisa pergi dari negara ini." ucap jimmy saat melihat air mata enji menetes.

"sudah tanggung. Kakak sudah melewatinya setengah. Masa harus mundur." ucapnya tanpa menatap wajah jimmy.

"lebih baik mundur dari pada melangkah terus tapi menderita. Nanti aku akan bicara pada ayah untuk membatalkan pernikahan kakak." jelas jimmy

"tidak perlu itu akan percuma. Kakak akan menerimanya apapun yang terjadi kedepannya kau tidak usah khawatir sama kakak , kakak pasti akan baik baik saja" menatap wajah tampan adiknya yang sedang fokus menyetir.

"tapi aku tidak tega melihat kakak menderita" menoleh sebentar kesamping diman enji duduk.

"kau percaya tidak kata orang, hidup itu selalu di temani oleh kebahagiaan dan penderitaan. Jika penderitaan itu sudah ia lewati maka yang tersisa hanyalah kebahagiaan dan kakak percaya itu." sahut enji dan memposisikan duduknya menghadap jimmy.

"tapi sampai kapan kak?" sekilas melirik wajah cantik enji.

"sampai waktunya tiba" pikirannya menerawang.

"kakak juga tidak tau sampai kapan penderitaan yang kakak hadapi akan berakhir" balas enji dalam hatinya.

"jika kakak tidak kuat aku bisa membawa kakak pergi" jelas jimmy tangannya sedang asik memutar setir karena ada belokkan. sesekali ia melirik enji.

"lebih baik kau fokus kedepan, jangan melirik kakak terus . Yang ada bukannya kita sampai rumah malah kita kerumah sakit" menyandarkan kepalanya.

"iya kak" ucap jimmy.

30 menit kemudian mereka telah sampai dirumah. Saat di ruang tengah langkabh meteka terhenti.

"enak ya, dijemut oleh jimmy pakai mobil baru. Berasa seperti tuan putri" ucap jessalyn sinis memandang enji.

"ingat pulang juga ya kamu . Saya pikir kamu nggak mau pulang karena udah dapat calon suami kaya raya." timbal ibu tirinya.

"tentu saja kak enji ingat pulang. Ini kan RUMAHNYA." Balas jimmy menekankan kata Rumahnya.

"ayo kak, gak usah didengarin apa yang ibu dan kak jessalyn katakan. Gak ada manfaatnya dengerin ucapan mereka" menarik tangan enji.

Saat mereka mulai melangkahkan kakinya menuju kamar enji. Langkah mereka terhenti kala ayahnya memanggil enji.

"enji?" panggil ayahnya berjalan beberapa langkah untuk mendekati enji.

Enji langsung berbalik kala ayahnya memanggil namanya untuk pertama kalinya setelah kematian ibunya.

"iya yah. ada apa?" ucap enji tersenyum manis dengan mata berbinar binar menatap wajah ayahnya yang mulai keriput.

"2 hari lagi kau akan menikah dengan tuan park johan. Jadi jangan pernah berpikir untuk kabur dan kau tau kan apa akibatnya"ucapnya datar.

"apa? 2 hari lagi, bukannya 4 hari lagi ya yah." balas enji sedikit terkejut.

"tadi asisten jiangwu menelpon dan memberitahukan pernikahanmu di percepat. jadi jangan pernah berniat untuk kabur."ucap ayahnya tanpa ekspresi.

"iya yah, aku takkan kabur. Tapi, bolehkah aku memeluk ayah untuk pertama kalinya setelah kematian ibu?" tanyanya dengan wajah menunduk dan tersenyum kecutnya ia tau pasti permintaanya hanya diabaikan oleh ayahnya.

"hem" balas ayahnya dengan deheman.

Enji sontak langsung mengangkat wajahnya dan sedikit berlari dan langsung memeluk ayahnya 1 menit 2 menit 3 menit enji menangis didada ayahnya dan menumpahkan rasa rindunya kepada ayahnya walaupun pelukkannya belum dibalas olehnya .

Perlahan lahan tangan ayahnya mulai bergerak dan mengusap rambut hitam enji yang basah.

"*kau benar benar putri kecil lea . maafkan aku lea karena selalu menyakiti putrimu karena aku belum yakin jika dia putriku walaupun kita pernah melakukannya hanya sekali dan aku orang yang pertama yang melakukannya tapi aku belum yakin jika kim eunji ini adalah putriku karena aku selalu melihatmu pergi berdua dengan seorang pria dan aku sangat yakin jika pria itu adalah kekasih gelapmu dan pria itu juga adalah ayah kandung enji."

"andai saja kau masih hidup lea, putrimu sangat mirip denganmu dia sangat cantik sama persis seperti dirimu. Aku seperti melihatmu hidup kembali. kau tenang saja aku sudah menganggapnya seperti putriku sendiri walaupun aku belum bisa memberikan di kasih sayang yang sama dengan jessalyn dan jimmy. tapi dia selalu mengingatkanku denganmu. Nanti aku akan mencoba tes DNA dan jika nanti hasilnya negatif aku akan tetap menganggapnya seperti anakku sendiri" ucap ayahnya dalam hatinya*.

"terima kasih ayah, sudah mengabulkan permintaan terakhirku. Rasanya seperti mimpi aku kembali memeluk ayah lagi. rasanya juga masih sama saat ayah memeluku waktu kecil nyaman,menenangkan. Jaga diri baik baik ayah, setelah kepergiaanku aku pasti akan sangat sulit melihat wajah tampanmu. Cinta pertamaku." ucapnya sangat pelan namun masih bisa didengar oleh ayahnya saja.

Lalu enji melepaskan pelukkannya dan menatap wajah ayahnya ia tersenyum sangat manis pada ayahnya. ayahnya yang melihat putrinya tersenyum padanya ia tersenyum sangat tipis enji saja tidak bisa melihat senyum ayahnya.

Jessalyn yang melihat enji tersenyum manis pada ayah tirinya langsung melangkahkan kakinya dan langsung mendorong enji sampai enji terjatuh.

"jangan dekat dekat dengan AYAHKU!!! "teriak jessalyn.

jimmy sangat terkejut melihat jessalyn mendorong enji. sontak ia langsung berlari untuk membantu enji berdiri.

"KAKAK APA APAAN SIH MENDORONG KAK ENJI, APA SALAHNYA COBA KAK ENJI DEKAT DENGAN AYAH. KAK ENJI KAN ANAK KANDUNG AYAH. SALAHNYA DIMANA KAK? LAGI PULA KAK SERING DIPELUK OLEH AYAH SEDANGKAN KAK ENJI SEBALIKNYA!!" teriak jimmy dan membantu enji berdiri.

Ayahnya hanya diam dan pergi meninggalkan ruang tengah. Setelah kepergian ayahnya, jimmy langsung membawa enji ke kamarnya karena tidak ingin melihat enji selalu dicaci oleh jessalyn dan ibunya.

"kakak mau mandi ? Biar aku nyiapin air hangat untuk kakak mandi? Dan berendam di bathup. Kakak mandinya di kamar aku aja ya supaya kakak bisa berendam air hangat di bathup." usul jimmy.

"gak usah jim, kakak mandi di kamar mandi para maid juga gak apa apa" Memegang tangan jimmy dan tetsenyum tipis.

"tapikan kak, di kamar mandi para maid nggak ada bathup, kakak kan harus berendam tadi kakak hujan hujanan." tutur jimmy

"jimmy, kak udah biasa hujan hujanan panas panasan saat salju tu..." ucapnya terpotong.

"tangan kakak kenapa nih kok sampai merah gini?" potong jimmy sedikit khawatir kala ia melihat tangan enji merah.

"oh ini. tadi tangan kakak terjepit dirumah calon suami kakak" bohong enji dan langsung memalingkan wajahnya ke Sembarang arah.

"kok bisa sampai terjepit kak?" tanyanya masih memperhatikan tangan enji.

"tadi kak nggak hati hati nutup pintunya." jelas enji memutar bola matanya, mencari alasan yang masuk akal.

"apa benar tangan kakak terjepit?, ku rasa sepertinya kakak berbohong" ucap jimmy dalam benak pikirannya.

" apa perlu aku obati tangan kakak ini?" menatap wajah kakaknya.

"tidak usah, tadi juga udah diobati oleh calon suami kakak. ya udah kakak mau mandi dulu," jelas enji kembali berbohong.

"kakak mau ku buatin hot chocolate?" tanya jimmy menawarkan minuman kesukaan enji.

"gak perlu jim, kakak bisa sendiri buatnya kalau udah selesai mandi. Lebih baik kamu tidur ini udah malam besokkan kamu akan berangkat sekolah nanti bangunnya kesiangan loh." sahut enji

"ya udah kak aku ke kamar dulu. Selamat malam" ucap jimmy tersenyum tipis pada enji.

"malam" balas enji.

Setelah jimmy pergi dari kamar enji, ia langsung membersihan diri dikamar mandi para maid. 10 menit ia telah selesai dengan ritual mandinya. Dan memakai piyama tidurnya ia pun mendekati tempat tidurnya dan berbaring di kasur mininya. Di tangannya sudah ada foto ibunya.

"ibu , 2 hari lagi aku akan menikah Dengan seseorang yang tidak ku kenal. padahal aku selalu berharap jika akuenikah nanti ibu ada di samping aku menyaksikan aku menikah."ucapnya mengelus foto ibunya.

Tak lama kemudian mata mulai redup dan tertidur sambil memegang foto ibunya ditangannya.

Bersambung....

Maaf jika ada kata yang typo🙏🙏🙏

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK

LIKE👍

COMENT💬

TIP🌟

VOTE✔

FAVORIT❤

JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA

BYE BYE BYE😘😘😘

Episodes
1 TMDCP #Pengenalan Tokoh
2 TMDCP #1
3 TMDCP #2
4 TMDCP #3
5 TMDCP #4
6 TMDCP #5
7 TMDCP #6
8 TMDCP #7
9 TMDCP #8
10 TMDPC #9
11 TMDCP #10
12 TMDCP #11
13 TMDCP #11
14 TMDCP #12
15 TMDCP #13
16 TMDCP #14
17 TMDCP #15
18 TMDCP #16
19 TMDCP #17
20 TMDCP #18
21 TMDCP #19
22 TMDCP #20
23 TMDCP #VISUAL
24 TMDCP #21
25 TMDCP #22
26 TMDCP #23
27 TMDCP #24
28 TMDCP #25
29 TMDCP #26
30 TMDCP #27
31 TMDCP # 28
32 TMDCP #29
33 TMDCP #30
34 TMDCP #31
35 TMDCP #32
36 TMDCP #33
37 TMDCP #34
38 TMDCP #35
39 TMDCP #36
40 TMDCP #37
41 TMDCP #38
42 TMDCP #39
43 TMDCP #40
44 TMDCP #41
45 TMDCP #42
46 TMDCP #43
47 TMDCP #44
48 TMDCP #45
49 TMDCP #46
50 TMDCP #47
51 TMDCP #48
52 TMDCP #49
53 TMDCP #50
54 TMDCP #51
55 TMDCP #52
56 TMDCP #53
57 TMDCP #54
58 TMDCP #55
59 TMDCP #56
60 TMDCP #57
61 TMDCP #58
62 TMDCP #59
63 TMDCP #60
64 TMDCP #61
65 TMDCP #62
66 TMDCP #63
67 TMDCP #64
68 TMDCP #65
69 TMDCP #66
70 PENGUMUMAN!!!
71 TMDCP #67
72 TMDCP #68
73 TMDCP #69
74 TMDCP #70
75 TMDCP #71
76 TMDCP #72
77 PENGUMUMAN!
78 TMDCP#73
79 TMDCP #74
80 TMDCP #75
81 TMDCP#76
82 TMDCP#77
83 TMDCP #78
84 TMFCP #79
85 TMDCP #80
86 TMDCP #81
87 TMFCP#82
88 TMDCP #83
89 TMDCP#84
90 TMDCP#85
91 TMDCP #86
92 TMDCP #87
93 TMDCP #88
94 TMDCP #89
95 TMDCP #90
96 TMDCP #91
97 TMDCP #92
98 TMDCP #93
99 TMDCP #94
100 TMDCP #95
101 TMDCP #96
102 TMDCP #97
103 TMDCP #98
Episodes

Updated 103 Episodes

1
TMDCP #Pengenalan Tokoh
2
TMDCP #1
3
TMDCP #2
4
TMDCP #3
5
TMDCP #4
6
TMDCP #5
7
TMDCP #6
8
TMDCP #7
9
TMDCP #8
10
TMDPC #9
11
TMDCP #10
12
TMDCP #11
13
TMDCP #11
14
TMDCP #12
15
TMDCP #13
16
TMDCP #14
17
TMDCP #15
18
TMDCP #16
19
TMDCP #17
20
TMDCP #18
21
TMDCP #19
22
TMDCP #20
23
TMDCP #VISUAL
24
TMDCP #21
25
TMDCP #22
26
TMDCP #23
27
TMDCP #24
28
TMDCP #25
29
TMDCP #26
30
TMDCP #27
31
TMDCP # 28
32
TMDCP #29
33
TMDCP #30
34
TMDCP #31
35
TMDCP #32
36
TMDCP #33
37
TMDCP #34
38
TMDCP #35
39
TMDCP #36
40
TMDCP #37
41
TMDCP #38
42
TMDCP #39
43
TMDCP #40
44
TMDCP #41
45
TMDCP #42
46
TMDCP #43
47
TMDCP #44
48
TMDCP #45
49
TMDCP #46
50
TMDCP #47
51
TMDCP #48
52
TMDCP #49
53
TMDCP #50
54
TMDCP #51
55
TMDCP #52
56
TMDCP #53
57
TMDCP #54
58
TMDCP #55
59
TMDCP #56
60
TMDCP #57
61
TMDCP #58
62
TMDCP #59
63
TMDCP #60
64
TMDCP #61
65
TMDCP #62
66
TMDCP #63
67
TMDCP #64
68
TMDCP #65
69
TMDCP #66
70
PENGUMUMAN!!!
71
TMDCP #67
72
TMDCP #68
73
TMDCP #69
74
TMDCP #70
75
TMDCP #71
76
TMDCP #72
77
PENGUMUMAN!
78
TMDCP#73
79
TMDCP #74
80
TMDCP #75
81
TMDCP#76
82
TMDCP#77
83
TMDCP #78
84
TMFCP #79
85
TMDCP #80
86
TMDCP #81
87
TMFCP#82
88
TMDCP #83
89
TMDCP#84
90
TMDCP#85
91
TMDCP #86
92
TMDCP #87
93
TMDCP #88
94
TMDCP #89
95
TMDCP #90
96
TMDCP #91
97
TMDCP #92
98
TMDCP #93
99
TMDCP #94
100
TMDCP #95
101
TMDCP #96
102
TMDCP #97
103
TMDCP #98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!