Setelah johan meninggalkan enji digerbang, ia langsung masuk ke dalam rumah. Saat johan melewati ruang tengah. Langkahnya terhenti kala joohee menghalangi jalannya.
"kenapa kakak sangat kasar kepada eunji ? Diakan calon istri kakak. Bagaimana nanti dia kabur saat hari pernikahan kakak ? Kakak akan menyesal." menatap mata hazel johan.
"sudahku bilang JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN PRIBADIKU!!! oh iya aku belum Memberitahumu kalau aku menikahinya bukan ingin kujadikan dia ISTRI melainkan B-U-D-A-K BUDAK. Aku akan menyiksanya memberikan dia sebuah penderitaan sepanjang hidupnya tidak ada segurat kebahagiaan di wajahnya lagi dan dia sendiri nantinya yang akan memintaku untuk membunuhnya dan apa kau bilang, aku akan menyesal? Dalam kamus besarku tidak ada kata MENYESAL. dan yang akan menyesal itu adalah dia bukan aku" tutur johan penuh emosi kala mengingat wajah enji.
"jika kakak menikahinya hanya untuk menyiksanya lebih baik kakak batalkan saja. Aku tidak bisa berpikir lagi kak arah jalan pikiran kakak? aku kembaranmu kita hidup dirahim ibu sama sama, tapi kenapa sifat kita sangat bertolak belakang . Aku seperti tidak mengenali kakak lagi ? Mana kak johan yang dulu kak johan yang Penyayang, penyabar, lemah lembut. Kakak benar benar berubah sekarang. Dan Apa alasan kakak untuk menyiksanya? dan asal kakak tau dia juga sudah menderita" ucap joo hee matanya berkaca kaca.
"kau tau kenapa aku menikahinya ? KARENA DIA ADALAH ANAK DARI WANITA YANG SUDAH MENGHANCURKAN KELUARGA KITA. Keluarga yang dulu sangat harmonis SEKARANG HANCUR BERANTAKAN KARENA IBUNYA. Johan yang dulu SUDAH MATI. Dan aku tidak peduli mau dia sudah menderita lebih dulu atau belum aku akan TETAP MENGHANCURKAN HIDUPNYA , MENGHANCURKAN IMPIANNYA, DAN MENYIKSANYA SAMPAI AKU PUAS." ucap johan dengan senyum seringainya.
"hanya karena dia anak wanita yang sudah menghancurkan keluarga kita? KAKAK MAU BALAS DENDAM. Hidup yang didasari balas dendam tidak akan pernah tenang kak. Lagi pula yang salah itu ibunya bukan anaknya, anaknya tidak tau apa apa kak" ucap joo hee. dan menekankan kata kakak mau balas dendam.
"MAU DIA ANAKNYA ATAU KEPONAKANNYA TETAP SAJA DIA MEMILIKI DARAH YANG SAMA DENGAN WANITA ITU! RASA SAKIT ITU HARUS DIBALAS DENGAN RASA SAKIT JUGA DAN LEBIH BERKALI LIPAT IA RASAKAN." teriak johan tepat di wajah joo hee.
"ternyata saudara kembarku adalah IBLISSSS..." teriak enji didepan wajah johan
Dan johan pun langsung melayangkan tamparannya dipipi joo hee yang putih kini pipinya berwarna memerah.
"PERGI DARI HADAPANKU! sebelum aku bertindak yang KASAR LAGI!" mengangkat tangannya di udara.
"kakak... Jangan.... " ucap ji hwa berlari ke arah joo hee dan langsung memeluk joo hee.
"kakak jangan tampar kakak joo hee lagi. Hiks... Hiks.. Hiks..." ji hwa menangis sambil memeluk joohee.
"kalau kau tidak ingin aku menampar kakakmu ini BAWA DIA PERGI DARI HADAPANKU SEBELUM AKU GELAP MATA" ucap johan.
"ayo, kakak kita pergi. Sebelum kakak johan kasar lagi" ajak ji hwa
"DASAR BEDEBAH,IBLIS, MONSTER,"maki joo hee.
"ayo kak, jangan buat kak johan kembali marah lagi" ucap ji hwa.
mereka pun meninggalkan johan sendirian di ruang tengah. Setelah kepergian ji hwa dan joo hee.
"Aaaaaaaaaaaakh...." teriak johan menggema keseluruh penjuru ruangan dengan tangan menjambak rambutnya sendiri.
"AWAS KAU, BELUM KAU MASUK KEDALAM KELUARGAKU SUDAH MEMBUATKU DAN ADIKKU BERSETERU. KAU AKAN MENDAPATKAN BALASANNYA. TUNGGU SAJA TANGGAL MAINNYA." ucap johan dan langsung melangkahkan kakinya menaiki tangga.
Tanpa diketahui johan , ada gadis cantik berada tepat dibelakangnya namun ia bersembunyi di guci yang sangat besar dan sudah mendengarkan perkataan johan dan joo hee dari awal sampai akhir. Gadis itu tersenyum Menyeringai.
"jadi itu alasan kakak menikahi perempuan jal*ng itu, karena dia anak dari wanita yang sudah menghancurkan keluarga kita. Kalau begitu aku akan mendukungmu kak dan membantumu untuk menghancurkan dia." ucapnya dan tersenyum menyeringai siapa lagi selain jenny yang memiliki sifat yang hampir sama dengan johan.
ΔΔΔ
Ji hwa membawa joo hee ke dalam kamarnya dan mengobati pipi joo hee yang ditampar oleh johan.
"ji hwa, apa kau mendengarkan percakapanku dengan kak johan?" tanya joo hee kala ji hwa telah selesai mengobati pipinya.
"iya , kakak aku mendengarnya dari awal." ucapnya datar
"lalu kau akan membencinya?" tanya joo hee yang melihat wajah adiknya yang datar.
"awalnya sih iya ,aku sangat terkejut jika kak eunji anak wanita yang sudah menghancurkan hidup kita tapi yang salah itu ibunya bukan kak eunji, kak eunji tidak tau apa apa. Lagipula saat aku menatap mata kak eunji sepertinya matanya menyimpan kesedihan yang teramat menyakitkan buatnya. Kak eunji terluka tapi dia hanya memendamnya." tutur ji hwa merasa kasihan dengan eunji.
"kau benar dia sedang terluka. Kau tau hari ini bukan pertemuan pertamaku dengannya , ini adalah pertemuan keduaku dengannya. Pertama kali aku melihatnya ia berkerja di toko bunga dekat kampus jenny, dan aku merasa kasihan padanya ia susah payah berkerja tapi uangnya langsung diambil oleh seorang perempuan. Aku tidak tau perempuan itu siapanya tapi sepertinya perempuan itu memiliki hubungan dengannya." jelas joo hee matanya mulai berair.
"lalu apa yang harus kita lakukan kak?" tanyanya.
"kakak juga tidak tau" mengelengkan kepalanya dan mengangkat kedua bahunya.
"tapi sepertinya kak, ibu akan mendukung apa yang akan dilakukan kak johan terhadap eunji dan kak jenny juga sepertinya tidak menyukai kak eunji."ucap ji hwa.
"iya kau benar. dan kak johan tidak bisa melupakan masa lalunya. Dendamnya terlalu besar." membenarkan ucapan adiknya.
"kita cuma bisa berdoa semoga kak eunji selalu di berikan kesabaran dalam menghadapi kak johan " saling memuluk satu sama lain.
ΔΔΔ
Setelah enji keluar dari area rumah johan ia tidak langsung pulang kerumah saat ini pikirannya sangat kacau tanpa ia sadari langkah kakinya membawanya ke area pemakaman. Dan saat tiba di pusara ibunya kakinya seperti sudah tidak berpijak lagi di tanah tak lama ia pun terduduk di samping pusara ibunya. Air matanya mulai menetas tanpa diminta bibirnya bergetar hebat.
"bunda, apa kesalahanku dimasa lalu sampai aku harus menerima takdir ini? Takdir yang membuatku hancur berkeping keping, tidak cukupkah tuhan menyiksaku. Ku pikir setelah bertemu hyunjin hidupku akan berubah tapi nyatanya sebaliknya dan asal bunfa tau aku harus menikah dengan orang yang tidak ku kenal. Aku selalu bermimpi akan menikah dengan seorang pangeran yang baik hati sama seperti bunfa tapi itu hanya dongeng takdir berkata lain aku akan menikah dengan manusia yang memiliki jiwa psycho ia memang tampan tapi ketampanannya tidak mencermin kepribadian yang baik ia monster bunda tidak memiliki hati nurani aku juga tidak tau kenapa ia sangat membenci diriku? Apa semasa hidup bunda pernah membuat salah kepada seseorang? dan seeorang itu tidak terima dengan perlakuan bunda kepadanya sampai ia memiliki dendam dan yang harus menerimanya adalah aku. Aku korbannya . Aku harus menyakiti diriku dan Mengikari janji yang ku buat bersama hyunjin saat kami sudah sukses kami akan menikah. Hyunjin pasti sangat membenci diriku bunda. Hiks... Hiks... Hiks..." ucapnya pelan dengan air mata mengalir terus dan pikirannya mengingat janjinya dengan hyunjin.
FLASHBACK
"yeeeeay.... Aku menang aku menang aku menang hyunjin kalah...." ucapnya kegirangan sambil loncat loncat di udara.
"baiklah kau memang menang kali ini"ucap hyunjin ngos ngosan
"hey, hyunjin bukan kali ini saja aku menang sudah berkali kali aku menang lari. Kau lemah sekali katanya mau jadi idol kpop masa lari aja selalu kalah denganku" ucap enji sambil Berkacak Pinggang.
"bukannya aku selalu kalah tapi aku mengalah untukmu" ucapnya
"selalu saja itu alasannya ,klasik,kuno" Cemberut
"apa kau mau aku selalu menang terus, supaya kau kalah dan Mentraktirku ?" ucap hyunjin dan duduk dikursi yang berada ditaman.
"tidak bisa begitu masa cewe yang Mentraktir cowo" menyusul hyunjin dan duduk disampingnya.
"makanya dari itu aku selalu ngalah supaya aku bisa melihat senyum yang manismu" mengacak rambut enji
"kau menggodaku?" tanya enji.
"bukan menggoda tapi memuji" merapikan rambut enji
"kau ini selalu saja mengelak" ucap enji.
"ya sudah kau mau apa?" tanyanya
"seperti biasa,susu coklat ,cake rasa coklat, coklat ,lolipop, dan madu" tersenyum manis
"kau ini selalu saja makan yang manis. Apa kau tak takut jika gigimu berlubang?" tanyanya pada gadis cantik yang duduk di sampingnya.
"itu takkan terjadi karena aku selalu gosok gigi" elak enji
"baiklah tapi jangan sering sering makan yang manis ya. sebentar, tunggu disini ya jangan kemana mana aku mau membelinya" bangkit dari duduknya.
"jangan lama hyunjin" teriak enji.
" tenang saja " ucapnya yang sudah berjalan meninggalkan enji sendirian ditaman.
10 menit kemudian hyunjin Kembali membawa 2 kantong kresek yang besar.
"hyunjin, kau beli apa apa saja di Swalayan sampai 2 kantong kresek penuh?" tanya enji
"ini untukmu semuanya" memberikan 2 kantong kresek.
"apa? Semuanya untukku" menunjuk dirinya
"iya" tersenyum lalu duduk disamping enji.
"terimakasih banyak hyunjin hari ini kau benar benar baik padaku" tersenyum manis
"jadi hari biasanya aku tidak baik?" sedikit cemberut
"bukan begitu, setiap hari kau selalu baik hanya saja hari ini kau terlihat lebih bahagia" jelas enji.
Hyunjin langsung mengambil kertas dalam kantong jaketnya lalu ia memberikannya kepada enji.
"ini apa" menerima kertas yang diberikan hyunjin
"buka saja " tersenyum.
Enji langsung membuka kertas yang Dilapisi oleh amplop dan setelah semuanya ia buka mata enji langsung membaca isi kertas itu dan matanya membulat dan langsung menoleh kearah hyunjin yang sedang tersenyum manis kepadanya.
"ini seriusan ? Kau lulus audisi?" tanyanya pada hyunjin mencari kebohohongan dimata hyunjin tapi mata hyunjin malah sebaliknya. Hyunjin langsung menganggukan kepalanya.
" selamat hyunjin aku turut bahagia sebentar lagi kau akan mengapai cita citamu."tersenyum manis pada hyunjin. Namun senyum hyunjin mulai lenyap.
"hyunjin? kenapa sedih ? kamu nggak bahagia lulus audisi? Inikan cita citamu dari kecil. Kenapa sedih seharusnya kamu bahagia?" tanya enji kalaelihat wajah srdih hyunjin.
"kau mengijinkan aku untuk menjadi idol kpop?" tanyanya.
"tentu saja kenapa tidak, ini kan cita cita mu . Ini kesempatan hanya datang sekali bukan dua kali jadi jangan disia siain" jawab enji dengan semangatnya.
"iya" tersenyum
"jadi kapan kau akan Nyanyi di atas panggung?"tanya enji lagi dengan mata menatap kelulusan audisi hyunjin.
"waktunya masih panjang" ucapnya datar
"maksudnya?" menoleh kesamping
"sebelum aku debut menjadi idol kpop aku harus di trainee dulu" menatap manik mata enji.
"berapa hari kamu ditrainee?" tanyanya lagi
"bukan berhari hari tapi bertahun tahun" tuturnya tanpa ekspresi.
"apa bertahun tahun?" sontak terkejut atas ucapan hyunjin.
"iya , paling lama bisa sampai 7 tahun" tutur hyunjin masih menatap wajah enji.
"jadi ,ini maksud kamu beliin aku makanan yang banyak? Kamu akan pergi meninggalkan aku seorang diri?" langsung berdiri dari duduknya.
"aku beliin makanan yang banyak itu karena aku bahagia bisa lulus audisi jadi apa salahnya aku berbagi kebahagiaan denganmu. Dan jangan pernah berpikir kalau kau ini sendirian kau masih ada aku. Aku pergi tidak jauh, aku masih ada di negara ini. Hanya jarak dan waktu yang memisahkan kita. Nanti juga kita akan bertemu. Berjanjilah padaku untuk tetap hidup dan setia menungguku. Aku janji setelah aku menjadi idol kpop dan kau sudah sukses kita akan menjadi teman sehidup semati. Kita akan menikah berjanjilah padaku kau mencintaiku kan?" jelas hyunjin mengangkat tangannya dan empat jarinya ia genggam tersisa jari Kelingking.
"iya aku mencintaimu dan aku janji akan selalu menunggumu dan kita akan menikah" menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking hyunjin.
Hyunjin pun langsung melepaskan jari kelingkingnya dari jari Kelingking enji dan langsung memeluk tubuh munggil enji. enji langsung menerima pelukan hyunjin dan membalas pelukan hyunjin.
"jadi kapan kau ditrainee?"tanya enji masih memeluk hyunjin
"Besok" melepaskan pelukkannya
"kau sudah beres beres? apa perlu aku membantumu?" tanya enji menatap mata hyunjin.
"nanti sehabis pulang" ucapnya
"ini sudah jam 6 sore, kita pulang yuk" melihat jam tanggannya.
"ayo" ucap hyunjin mengambil 2 kantong kresek.
Mereka pun langsung meninggalkan taman yang sering mereka habiskan waktu bersama sama. sesampainya enji dan hyunjin di depan pagar rumah enji.
"terimakasih hyunjin sudah mau mengantarku sampai depan pagar" mulai menitikkan airmatanya.
"loh kok nangis" menghapus airmata enji dengan ibu jarinya.
"aku menangis karena harus berpisah denganmu" tutur enji dengan wajah teramat sedih.
"ini tidak lama kok, cuma sebentar. bersabarlah." ucapnya untuk Meyakinkan enji
"iya" tersenyum manis pada hyunjin
"kalau gitu aku pulang, sampai ketemu dititik terbaik menurut takdir" mengecup kening enji dan melangkahkan kakinya meninggalkan enji.
sekitar 20 langkah hyunjin meninggalkan enji. enji berteriak
" Lee Hyunjin oppa....semangat....FIGHTING....." mengangkat tangannya diudara.
hyunjin yang mendengar enji memanggilnya langsung berbalik
"kau juga nona kim eun ji... FIGHTING...."tersenyum kepada enji walaupun enji tidak melihat senyumnya karena harinya sudah malam. dan langsung berbalik Membelakangi enji tak lama kemudian ia langsung berlari.
Lama kelamaan tubuh hyunjin mulai menjauh dan hilang dari pandangan enji.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Dewi Dewi Dewi
dri awl bc da di buat nangis 😭😭😭
2021-11-24
0
Sari Purnama
thooor aku nangis lagi baca cerita nya keren abis 👍👍👍
2021-08-05
0