'hal apa yang lebih menyenangkan dari hari ini saat aku berjalan-jalan dengan pria kaku yang berjalan di sebelah ku, iya mas Tara, hehehe kenapa ku sebut itu? Ya karena mas Tara benar-benar kaku, berjalan mengikuti ku yang terus berlari ke sana ke mari. Bahkan saat aku kesandung? Upppsss dia juga kesandung, batu yang sama lagi hahaha. Mas Tara... Mas Tara...' Kinar terkekeh dalam hatinya.
Mereka kini sudah berganti lokasi, terlihat sedikit lelah tergambar dari wajah Leonard yang sedari tadi mengikuti langkah Kinar yang sudah seperti kera liar, mencrok sana mencrok sini. Masuk ke tenda satu, ke yang lain.
'gadis ini ngapain sih? Mau beli apa dia sebenarnya?'
Pikir Leon Masih terus mengikuti Kinara.
Sementara itu Ivan yang masih mengikuti Leon mulai mengetikkan sesuatu di ponselnya, lalu mengirimnya pada Leon.
Dengan malas Leonard membukanya.
📲 (Tuan muda, lebih baik anda sudahi jalan-jalan ini Tuan, saya rasa anda sudah kelelahan.) Tulis Ivan.
Leon pun mendesah. Lalu menoleh ke seluruh arah mencari sosok Ivan. Dan tertangkap lah seorang pria dari pandangan Leon, pria itu berbunyi di balik pohon yang bahkan tubuhnya lebih besar dari pohon itu.
'dasar Ivan!' Ia mengetik sesuatu membalas pesan chat dari sekertaris nya.
📱 (Kau masih di sini? Aku kan sudah bilang jangan kawal aku, aku tidak nyaman.) Kirim.
📲 Ting.... (Tapi Tuan, saya tidak tenang jika tidak mengawal Anda, saya sudah perintahkan ajudan saya untuk tidak mengawal Anda kok, tapi saya mohon, ijinkan saya menemani acara jalan-jalan anda ini ya.) Balas Ivan.
📱 Ketik... Ketik... Ketik... (Ya sudah, jaga jarak mu, jangan sampai Kinar tahu.) Balas Leon lagi.
Terlihat dari jauh Ivan merasa senang sembari mengangkat ibu jarinya di depan dada. Leon pun hanya geleng-geleng kepala.
"Mas...mas... Sini deh,"
"Ck." Sudah mulai lelah dia saudara hahaha. Leon melangkah malas mendekati Kinara.
"Mas, lihat deh, ada mesin capit di sana. Aku mau main mas."
"Haaaaahhh." Menghela nafas.
"Mas jenuh ya? Mas pasti merasa jalan-jalan ini membosankan deh." Ucap Kinara murung.
'Bukan membosankan Kinar, tapi aku lelah'
Berusaha tersenyum, sungguh sangat berusaha pria itu, selama ini dia tidak pernah melangkahkan kakinya selama saat ini.
"tidak kok Kinar, ayo kita main." Jawabnya, yang sudah pasti membuat Kinar kembali tersenyum lebar. Tidak tahu kenapa, tubuhnya seolah mengalahkan isi hatinya, lelahnya juga malah menghilang saat melihat senyum ceria dari bibir manis Kinara.
Dia berjalan dengan tangannya yang dia masukkan ke kedua sakunya. Lalu berdiri di sebelah Kinara, melihat gadis itu tengah memasukan koin yang baru saja dia beli.
Dan mesin pun bekerja.
Terlihat fokus keduanya terarah pada alat capitnya.
"Kiri sedikit." Titah Leon. Kinara menggesernya.
"Terlalu ke kiri itu." Ucapnya semakin fokus. Terlihat Kinara menggerakkan lagi ke kanan.
"Aaarrrrhhh terlalu ke kanan Kinar."
"Issssshhh mas itu berisik ya." runtuk Kinara.
"Kok berisik sih. Kamu yang tidak pintar itu." Ucap Leon.
Kinara menoleh "Loh, kok jadi bilang Kinar tidak pinter sih!" Seru Kinar, terdengar kesal.
"I...itu waktunya terus berjalan." Ucap Leon menggerakkan matanya menunjuk ke arah mesin capit.
Kinar mendengus cepat.
"Jika ingin mengejek ku, lebih baik diam saja." rutuk Kinara. Dan baru saja dia ingin memegang alat untuk mengarahkan alat capitnya angka waktunya sudah ke angka nol.
"Yaaaaaahhh." Merasa kecewa.
"Apa ku bilang, waktunya habis kan." Terkekeh.
"Semua gara-gara mas Tara tahu."
"Kok saya sih? Kan kamu yang?"
Kinara melotot. Membuat Leon terdiam.
"Iya deh, wanita selalu benar. Aku yang salah." Jawab mas Tara mengalah. sementara Kinara tersenyum.
"Bagus...bagus..." Menepuk-nepuk bahu Leon sembari terkekeh.
Di sisi lain Ivan membulatkan bola matanya. "Sial, berani sekali dia menepuk-nepuk bahu Tuan muda." Meremas dasinya sendiri merasa kesal.
"Sudah cepat jalankan lagi mesinnya." Titah mas Tara.
"Okay." Merenggangkan tubuhnya lebih dulu. Lalu menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
jika dalam drama mungkin akan bunyi kreteekkk ...kreteeeekk. hehehe tapi aku tidak ingin berlebihan.
Leon mendesah sinis, merasa aneh melihat gadis di hadapannya itu.
'konyolnya dia ini...' Batin Leon
"Lihat ini ya... Aku itu hebat." Kinara memasukan koinnya lagi.
'coba ku lihat sehebat apa? Sombongnya.' Leon mengejek dalam hati.
Mesin pun mulai bekerja.
"Ka…?"
"Diem!" Potong Kinara. Tatapannya masih terarah pada mesin capitnya itu.
'Ckckck... Okay Nona... Okay! aku akan diam saja.'
Leon fokus mengamati alat capit tersebut.
Kinara mengintip sejenak dari sisi samping bilik. "Okay" taaappp ia menekan tombolnya. Alat capit itu pun turun.
"Kena...kena...kenaaaa." gumamnya. Mata Leon pun terarah pada Kinar melihat ekspresinya yang lucu itu.
Dan alat pencapit itu pun kembali naik namun tak mengangkat satu pun boneka yang ada di sana.
"Pfffffttt..." Leon menutup mulutnya menahan tawa. Sedangkan Kinar menoleh sinis.
"Mas Tara menertawakan ku ya?"
mamalingkan wajahnya "Pede sekali. Tidak tuh."
'apanya yang tidak? Jelas dia menertawakan ku, dasar!'
Batin Kinar sembari memasukan koinnya lagi.
"Liat, nanti aku pasti dapatkan bonekanya." Ucap Kinara yakin.
Leon mengangkat tangannya yang sedikit terkepal, sebatas dada. "Berjuanglah." Tersenyum mengejek.
"Iiiisssshhh." Kinara kembali fokus pada alat mesin capit tersebut. Lalu kembali mengarahkan ke bagian bonekanya.
"Kyaaaaaa pas. Saatnya tekan." Taaaaaaapp. Alat capit pun turun dan berhasil mengangkat satu boneka.
"Woooaaaaaahhh... berhasil." Seru Kinara saat alat capit itu semakin naik dan berjalan kearah lubangnya. Leon melebarkan bola matanya, mungkin berfikir, wahhh terangkat?
Namun sayangnya tinggal sejengkal lagi boneka itu malah terjatuh... "Tidaaaaaaaakkk!" Teriak Kinara.
Leon pun ikut tercengang saat boneka itu jatuh, lalu menoleh ke arah Kinara melihat ekspresinya.
"Kekekekekekek." Terkekeh namun masih berusaha menahannya.
Kinara menoleh cepat. Plaaaaaaakkk. Kinara memukul bahu Mas Tara sebal. Jelas saja hal itu membuat Ivan geram, ingin rasanya dia menghampiri mereka berdua lalu menangkap wanita itu dan memberikannya hukuman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Marhaban ya Nur17
sabar bang ivan
2024-01-05
2
Mutiah Siti Musthofa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak
2023-02-04
0
☆MAL☆
ok
2023-01-12
0