Suamiku Ternyata Seorang Presdir

pria asing

Malam itu...

Saat hujan yang lumayan deras menerpa kota tersebut. Dimana Kinara tertahan tidak bisa pulang kerumahnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

Ia berdiri di depan kedai nya yang sudah hampir tertutup seluruhnya. Hanya tersisa pintu masuk saja, ia menghela nafas. Melihat hujan yang terus jatuh dengan derasnya.

hujan seperti ini mungkin akan awet pikirnya namun tidak mungkin juga dia jika harus menginap di warungnya.

Warung miliknya sangat sempit, tidak ada alas tidur pula. Memang Kinar biasa pulang malam karena warung kopinya buka setiap jam sebelas siang hingga pukul sepuluh malam.

Di warung itu dia tidak hanya menjual kopi saja. Namun menjual mie instan yang sudah matang juga.

Memang warungnya itu seperti sebuah tempat nongkrong asik para pekerja proyek yang tidak jauh dari sana.

Walau begitu Kinara tetap menjaga kehormatannya seperti jika ada pria-pria nakal yang menggoda ia tetap akan melawan mereka. Karena Kinara bukan termaksud gadis yang lemah yang mudah di goda.

Duaaaarr... Suara ban meletus membuat Kinara terkejut karena mobil itu sedikit Oleng mengarah ke arahnya ckiiiiiiiiiiiiiiiiittttt. Dan berhenti dengan sempurna.

Kinara tertegun terus mengamati sebuah mobil jenis Avanza berhenti di depan kedainya.

Braaaaakkk, seorang pria keluar dengan membanting pintu lalu berjalan mendekati ban belakang mobil yang ia gunakan.

Di tengah hujan pria itu terlihat kesal, sedangkan Kinara masih diam saja mengamati pria yang sudah mulai basah kuyup itu.

"Sial... Dasar Ivan." Umpatnya sembari menendang-nendang ban mobilnya.

Pria itu menoleh kebelakang. Karena merasa ada seseorang yang tengah memayunginya.

"Maaf, apa anda perlu bantuan?" tanya Kinara ramah. Pria itu tertegun sejenak mengamati wanita yang terlihat sederhana namun sangat cantik.

"Mas." Panggil Kinara karena menyadari pria itu melamun.

"Ahhhh, iya. Ini mobil saya ban meletus." ucap pria tersebut setelah lamunannya terpecah.

Kinara tersenyum, dan dari senyuman Kinara seolah membuat Pria itu kembali tersihir untuk kembali mematung.

"Apa anda bawa ban serep?" tanya Kinara.

"I... iya, ada di bagasi belakang," jawabnya. Tergagap.

"Ada alat-alatnya juga kan seperti dongkrak dan kuncinya?"

Pria itu mengangguk masih terus melihat kearah gadis di hadapannya.

"Emmm sebelum itu, apa anda keberatan jika saya bantu?" tanya Kinara.

"Memangnya Anda bisa?" tanya pria di hadapannya.

"Saya pernah kerja di salah satu PT. Otomotif, jadi lumayan bisa sih kalo cuma ganti ban saja," jawabnya.

Pria itu tersenyum. Ia lantas berjalan ke belakang guna membuka pintu belakang mobilnya. Mengeluarkan ban tersebut. Lalu meraih beberapa perkakas yang di perlukan.

"Boleh minta tolong pegangi payungnya?" Pinta Kinar. Pria itu mengangguk dan payung itu pun sudah berpindah tangan.

Kinara berjongkok ia lebih dulu menaruh dongkrak dan mengatur ketinggiannya. Setelah itu baru lah ia melepaskan ban mobil milik pria tersebut. Dan menggantinya dengan yang baru.

Terlihat cekatan sekali gadis itu hingga ban itu sudah terpasang sempurna. Pria itu pun tersenyum senang.

Tidak di sangka gadis sehalus itu bisa mengganti ban mobil. Bahkan dia saja tidak bisa.

Kinar beranjak ia menepuk-nepuk telapak tangannya. "Sudah selesai mas." Tersenyum.

"Terimakasih banyak ya." jawab pria itu membalas senyumnya.

"Sama-sama. Emmm mau mampir ngopi sebentar? Saya gratisin deh." Kinara menawarkan karena sepertinya pria itu sedikit menggigil.

"Boleh."

Setelah membereskan ban yang tidak dipakai dan perkakasnya mereka pun berjalan masuk menuju warung Kinara.

Kinara pun menanyakan kopi apa yang ia mau. Dan pria itu menjawab dengan apa saja, Kinara pun membuatkan kopi yang menurutnya paling banyak di nikmati. Lalu menyuguhkannya pada Pria tersebut.

"Terimakasih." ucap Pria itu.

"Sama-sama." jawabnya.

Pria tersebut menyeruput kopinya, matanya sedikit melebar. Sepertinya dia menikmati kopi buatan Kinar. Terlihat pria itu kembali menyeruputnya lalu meletakkan lagi gelas cangkir tersebut di atas meja.

"Terimakasih mbak?"

"Kinara." jawab Kinar.

"Kinara ya, nama yang cantik."

Kinara tersipu. Karena pria yang ada di hadapannya juga sangat tampan, terlebih-lebih dia memuji namanya.

"Emm, aku ingin ke toilet. Ada kan di sini?"

"Ada sih mas, tapi sepertinya tidak sebersih toilet Anda,"

"Ehhh, kok berfikiran seperti itu?"

"soalnya anda seperti bukan orang dari kalangan seperti saya." jawab Kinar.

Pria itu terkekeh. "Saya itu buka orang kaya kok. Pekerjaan saya cuma supir taksi online," jawabnya terdengar asal. Namun Kinara percaya. Mereka beranjak.

Kinara menunjukkan bilik toiletnya pria itu pun langsung masuk ke dalamnya.

"Haaaaahhh, masa iya dia cuma supir taksi online. Sepertinya tidak mungkin sih." gumam Kinara. Ia menata beberapa barangnya karena hujan di luar sudah mulai reda. Tinggal menunggu pria itu keluar dan pulang maka dia juga akan pulang.

Rumah Kinara tidak jauh dari lokasi warungnya. Cukup masuk sedikit ke dalam gang dia sudah sampai. Tidak perlu lagi menggunakan kendaraan.

Paaaaattssss lampunya padam. Kinar menoleh ke segala arah. "Gawat mati lampu." Gumam Kinar.

Cklaaaaaaakkk terdengar suara pintu toilet yang terbuka.

"Mbak—" panggil pria tersebut.

"Saya di sini Mas." jawab Kinar.

Pria tersebut melangkahkan kakinya sembari meraba-raba jalan karena gelap. Ia pun menabrak beberapa kursi plastik membuat Kinara terkesiap.

"Pelan-pelan mas." ucap Kinar.

"Gelap sekali mbak. Saya punya masalah rabun senja soalnya. Jadi saya benar-benar tidak bisa melihat apapun saat ini." Pria itu terus melangkah hingga menabrak tubuh Kinara.

Kinara yang tidak bisa menahan tubuh berat sang pria pun terjatuh. Hingga posisi pria itu sedikit menimpah tubuhnya.

"Ma...maaf mbak... Sungguh maafkan saya." Tuturnya. Baru saja dia hendak berdiri. Beberapa orang datang sembari membawa senter di tangannya menyoroti mereka.

"Woy!!! Kalian sedang apa? Mesum ya?" Seru seorang bapak-bapak.

Kinara mendorong dada bidang pria di atasnya untuk menjauh dari tubuhnya.

Dia lantas berdiri dan menggeleng cepat.

🍂

🍂

🍂

hai... ini novel ku yang ke sekian, yang masih buruk juga sih penulisannya. maaf ya kalau bikin kalian kurang enjoy bacanya.

aku mau kasih Visual untuk kalian, ini versi aku... kalian boleh cocok atau nggak itu hak kalian, yang pasti ini cuma versi halu author saja 😁😁 semoga suka.

Leonard Dewantara... (presiden direktur, Dewantara group.)

Kinara Larasati (seorang gadis penjual kopi biasa)

udah segitu dulu deh... visual yang lain menyusul hehehe. terimakasih teman-teman sudah berkenan untuk membaca novel ku. 🤗🤗

Terpopuler

Trubus Cahyono

author trllu baik,mendeskripsikan penjual kopi bak artis korea

2021-07-28

90

Lastri Naila

Aq suka sekali karyamu
sweet dan g molor2

2021-05-30

47

Dee Wulandari

aku mah apa boro-boro ganti ban,, pasang rantai sepeda lepas aja gak bisa😭

2021-03-07

230

Winda D'rexan

awal yg menarik...
aku mampir kk author😊😊
salam kenal😊😊

2021-04-02

118

sandranovia95

visual nya yg Indonesia ada ga Tor.. kek nya aneh gitu wajah Korea buka warung kopi 😁😁😁😁😁

2021-08-11

10

Dwitiarina Kristiti

ga sreg ma visualnya

2021-08-22

8

♪~´ε`lalalala⁽⁽ଘ( ˊᵕˋ )ଓ⁾⁾

yg gambar cewek nya bukannya pemain Doom at your service

2021-07-29

7

💕💕Ayy nha Farubby💕💕

akuhh mampir kaka🙏

2021-06-04

7

Banat Ahmad Banat

aq klo baca novel bukan ngebayangin visualx orang korea atau luar malah aq tetap ngebayangin orang indo so karna mas2 dan mba2😁

2021-08-28

6

Lik. anza

Kan tadi katanya gak bisa pulang gara gara hujan, eeh ada orang butuh bantuan datang bantuin pake payung. Kok gak pulang aja pake payung kan jalan kaki, dan lagi katanya rumah nya deket.

2021-07-15

5

Helen Apriyanti

nah lho.. d sngka kumpul kebo hihii

2021-07-14

5

Dirah Guak Kui

aduh ketangkap basah dah ama warga yg sdg ngeronda😅😅😅😅😅

2021-07-14

5

Puput

like favorite rate

2021-04-06

5

Nenk Fatmah Nenk Fatmah

awal yg menarik tpi sayang kurang srek visualnya

2021-08-22

4

🦃⃝⃡☠ᵏᵋᶜᶟVina𝕸y💞❦ˢQ̫͜͡ᵘⁱᵈ༂🌱

Awal cerita yg menarik ka ,cusssslah gaskeun baca eps selanjutnya 😃😃😃

2021-07-27

4

Episodes
1 pria asing
2 mendadak menikah
3 hari yang baru
4 sang presiden Direktur Leonard
5 saudara laki-laki songong
6 Tuan baik hati
7 ngopi bersama di teras
8 plakor dadakan
9 sarapan pagi bersama
10 kegundahan hati mas Tara
11 masalah di kantor
12 mengagumi bos Dewantara
13 bukan kriteria mas Tara
14 jalan-jalan part 1
15 jalan-jalan part 2
16 jalan-jalan part 3
17 siapa gadis itu?
18 kau bukan milik ku
19 yang terjadi sebenarnya
20 Gara-gara tidur di sebelah mas Tara
21 pinjam uang
22 getaran di hati
23 cinta dalam hati
24 hari yang cerah
25 Viona
26 perbincangan Kinar Dan Viona.
27 Suami ku bukanlah Leonard.
28 rahasia yang masih aman.
29 cinta yang sempat tertuda
30 mentari di langit yang mendung
31 mencari komik.
32 cinta semanis Durian.
33 lamunan Cinta
34 izin tidak pulang.
35 sertifikat yang di jual
36 kabar dari Ivan
37 kedatangan Tuan Bhaskara.
38 surat untuk istri ku
39 mas Ezra si pelanggan kopi
40 aku bukan janda bodong.
41 permainan di belakang mereka.
42 bertemu wanita aneh.
43 teman baru.
44 perbincangan antar dua laki-laki
45 rasa yang sama
46 dering cinta
47 mengunjungi kantor Dewantara
48 gadis baik hati
49 membuang permata yang kotor.
50 Fitnah yang kembali datang
51 puncak kekejaman mereka.
52 hukuman untuk para Durjana
53 hal yang tidak di inginkan
54 mengetahui jati diri sang suami
55 si bar-bar yang bertemu Mr. cold
56 kembali ke masa lalu
57 sambungan kisah di masa lalu (Ivan dan Dayu)
58 setelah lamunan panjang Dayu.
59 hukuman untuk sang Dalang
60 keputusan ayah Viona.
61 kehidupan baru Kinara
62 kedatangan Kinara ke rumah utama
63 datangnya Tuan Bhaskara
64 tamu tak di undang
65 kekhawatiran.
66 membuat Panna cotta
67 hasilnya
68 tugas lanjutan dari sang ayah mertua
69 cincin yang di wariskan
70 pria yang bersama Dayu
71 makan siang bersama Kak Dayu
72 sebuah janji
73 musuh dalam selimut di masa lalu
74 hari bahagia
75 gara-gara Insomnia.
76 (bukan) memancing keributan 1.
77 (bukan) Memancing keributan 2
78 gara-gara kuda
79 gara-gara kuda 2
80 akhir dari sebuah penantian panjang.
81 keanehan.
82 jangan pernah tinggalkan aku
83 akhir dari kisah cinta Kinar dan Mas Tara.
84 (bonus Ending) kau yang pernah hilang.
85 terimakasih
86 hanya promosi Novel baru
Episodes

Updated 86 Episodes

1
pria asing
2
mendadak menikah
3
hari yang baru
4
sang presiden Direktur Leonard
5
saudara laki-laki songong
6
Tuan baik hati
7
ngopi bersama di teras
8
plakor dadakan
9
sarapan pagi bersama
10
kegundahan hati mas Tara
11
masalah di kantor
12
mengagumi bos Dewantara
13
bukan kriteria mas Tara
14
jalan-jalan part 1
15
jalan-jalan part 2
16
jalan-jalan part 3
17
siapa gadis itu?
18
kau bukan milik ku
19
yang terjadi sebenarnya
20
Gara-gara tidur di sebelah mas Tara
21
pinjam uang
22
getaran di hati
23
cinta dalam hati
24
hari yang cerah
25
Viona
26
perbincangan Kinar Dan Viona.
27
Suami ku bukanlah Leonard.
28
rahasia yang masih aman.
29
cinta yang sempat tertuda
30
mentari di langit yang mendung
31
mencari komik.
32
cinta semanis Durian.
33
lamunan Cinta
34
izin tidak pulang.
35
sertifikat yang di jual
36
kabar dari Ivan
37
kedatangan Tuan Bhaskara.
38
surat untuk istri ku
39
mas Ezra si pelanggan kopi
40
aku bukan janda bodong.
41
permainan di belakang mereka.
42
bertemu wanita aneh.
43
teman baru.
44
perbincangan antar dua laki-laki
45
rasa yang sama
46
dering cinta
47
mengunjungi kantor Dewantara
48
gadis baik hati
49
membuang permata yang kotor.
50
Fitnah yang kembali datang
51
puncak kekejaman mereka.
52
hukuman untuk para Durjana
53
hal yang tidak di inginkan
54
mengetahui jati diri sang suami
55
si bar-bar yang bertemu Mr. cold
56
kembali ke masa lalu
57
sambungan kisah di masa lalu (Ivan dan Dayu)
58
setelah lamunan panjang Dayu.
59
hukuman untuk sang Dalang
60
keputusan ayah Viona.
61
kehidupan baru Kinara
62
kedatangan Kinara ke rumah utama
63
datangnya Tuan Bhaskara
64
tamu tak di undang
65
kekhawatiran.
66
membuat Panna cotta
67
hasilnya
68
tugas lanjutan dari sang ayah mertua
69
cincin yang di wariskan
70
pria yang bersama Dayu
71
makan siang bersama Kak Dayu
72
sebuah janji
73
musuh dalam selimut di masa lalu
74
hari bahagia
75
gara-gara Insomnia.
76
(bukan) memancing keributan 1.
77
(bukan) Memancing keributan 2
78
gara-gara kuda
79
gara-gara kuda 2
80
akhir dari sebuah penantian panjang.
81
keanehan.
82
jangan pernah tinggalkan aku
83
akhir dari kisah cinta Kinar dan Mas Tara.
84
(bonus Ending) kau yang pernah hilang.
85
terimakasih
86
hanya promosi Novel baru
Semua komik full color dan gratis!
Gratis Download Aplikasi dan Nikmati Akses Sepenuhnya