Positif Thinking Ajalah

Di mobil Juno tidak berbicara, dia diam saja mendengarkan Bulan yang terus bercerita tentang Inneke. Sampai akhirnya dia kemudian menggebrak stir mobil saat lampu merah.

“Bisa gak sih kamu gak ngomongin orang lain”

“Pusing aku mendengarnya”

“Aku kan sudah bilang kalau aku gak suka kamu terlalu dekat sama anak itu”

“Tugas kamu di kantor kan sebagai auditor bukan sebagai pengasuh anak… “ suara Juno yang keras mengagetkan Bulan yang langsung terdiam.

“Kamu mungkin tidak sadar kalau sikap kamu tuh terlalu terlibat dengan atasan kamu. Orang lain mungkin hanya akan membicarakan di belakang”

“Nama baik kamu yang nanti akan jadi taruhan” sambung Juno dengan kesal.

“Tapi kan gak ngapa-ngapain… cuma nemenin anak yang ditinggal orangtuanya bekerja, lagi pula anaknya juga tidak mengganggu” Bulan merasa disudutkan, selama ini ia lebih banyak diam.

“Bisa gak kamu dengar omongan saya sekali-sekali” mobil sudah sampai di kost an Bulan, Juno menarik nafas kesal. Sepanjang perjalanan yang ia dengar hanyalah cerita tentang Inneke dan anaknya saja.

“Bisa… soalnya baru sekali ini Kak Juno ngomong, jadi bukan berkali-kali” Bulan kembali menempas dengan nada kesal. Sekalinya berbicara malah menyudutkannya sehingga merasa tidak nyaman.

“Kamu fokus pada pekerjaan, jangan ikut campur mengurusi anak orang yang tidak diurus oleh orangtuanya”

“Aku kan gak minta ngurusin anak itu, dia datang sendiri, kaya tadi… Pak Kevin datang ke ruangan aku dan nitipin anaknya.. Masa aku tolak.. Kasian dong anaknya” jawab Bulan kesal, tapi kan memang benar bukan dia yang ngejar-ngejar.

“Apa susahnya kamu tolak sih… bilang kamu ada urusan atau masih ada pekerjaan… begitu saja repot… Biasakan bilang tidak sama orang, jangan selalu menurut” Juno kembali membentak ia merasa kesal karena Bulan seperti tidak mengerti ucapannya.

“Tadi aku memang sudah selesai pekerjaan dan memang tidak ada acara apapun. Kak Juno juga gak bilang mau jemput… kenapa aku harus berbohong” Bulan tidak mengerti maksud pemikiran Juno.

“Aku sudah pernah merasakan posisi anak yang harus dititipkan oleh orangtua sama orang lain, rasanya tuh gak enak. Lebih tidak enak lagi lagi orang yang akan dititipkan tidak mau …. Tau gak rasanya kak…. Seperti tidak berharga” Bulan membuka seat belt dan kemudian mengambil tas dan dokumen di bangku belakang.

“Lain kali kalau Kak Juno mau menjemput bilang dulu, jadi aku bersiap. Jangan merasa berkewajiban untuk menjemput aku …. Aku bisa pulang sendiri” Bulan keluar tanpa memberikan salam seperti biasa.

Terdengar teriakan Juno di dalam mobil seperti memaki dan kesal dengan pertengkarannya. Bulan sudah tidak peduli, ia merasa tidak salah menemani Elma. Kalau saja tadi tidak ada Elma dihadapannya saat ia diminta menemani mungkin saja ia bisa menolak. Tapi ia tidak mungkin menolak saat anak itu ada di hadapannya. Pengalaman masa lalu terlalu membekas di dirinya, dititip pada  tetangga saat Bapak harus pulang malam karena ada kegiatan pelatihan hingga malam.

Ia masih ingat perasaan seperti anak yang terbuang, sambil menemani Benny yang masih kecil, diam di rumah orang yang tampak seperti tidak ikhlas karena dititipi mereka berdua. Terkadang ia suka dimarahi karena tidak mengajak main anak tetangga itu, padahal Bulan ingat kalau anak Bude Dewi yang nakal mengganggu Benny terus sehingga menangis. Tapi tetap saja yang dimarahi dia karena dianggap tidak berterima kasih.

Sejak itu Bulan menolak untuk dititip di tetangga saat Bapak harus pulang terlambat, ia memilih tinggal di rumah. Menyalakan lampu sendiri dan mengunci pintu saat Bapak tidak ada. Ia ingat saat itu ia kelas 3 SD dan sudah berani untuk mengurus diri sendiri dan Benny. Tanpa terasa air matanya menitik saat ia berjalan ke kamar kost an, mengenang masa lalu itu selalu terasa sedihnya saat ini.

Ucapan Juno memang ada benarnya, tapi baginya lebih penting adalah perasaan anak yang jangan sampai terluka seperti ia dulu.

Begitu masuk kamar, ia mematikan hp. Betul juga untuk apa ia membawa dokumen pekerjaan, sekarang sudah hampir jam 9 dan masih belum sempat makan malam. Untung saja masih ada roti gandum yang bisa mengganjal perutnya yang terasa lapar. Ternyata memiliki hubungan dengan lawan jenis itu lebih menguras energi, pikir Bulan.

Mandi dan tidur adalah obat yang mujarab saat kepala dipenuhi oleh beban pikiran, dokumen laporan keuangan yang ia bawa sebetulnya bukan pekerjaan kantor tapi kerjaan sampingan yang ia ambil sekarang. Walaupun gajinya dari Kantor sekarang lebih dari cukup tapi Bulan punya banyak rencana kedepan.

Ia ingin dalam waktu dekat bisa berangkat umroh dengan Bapak dan Benny. Mereka tidak pernah pergi keluar negeri untuk liburan. Paling jauh berlibur saat Bapak ada acara di sekolah yang bisa mengajak keluarga. Seperti halnya acara sekolah penuh dengan ibu bapak guru yang sibuk dengan anak dan keluarganya. Acara ke Pantai Pangandaran atau ke Jogjakarta adalah liburan yang paling jauh yang mereka pernah ikuti.

Tapi itu cukup menyenangkan karena Bulan bisa merasakan kerempongan ibu-ibu yang sibuk mengatur ini itu selama perjalanan. Bapak biasanya terima beres saja karena biasanya ada para ibu guru telah mengatur urusan Bapak yang dianggap tidak ada istri sehingga harus dibantu.

Permasalahan dengan Juno tidak pernah terselesaikan dengan tuntas. Saat di pagi hari tidak ada pesan apapun dari tunangannya. Saat ia akan mengirimkan pesan Bulan menjadi ragu, pagi hari jangan dimulai dengan diskusi yang berat. Lebih baik ia meminimalisir dengan membuat kebaikan saja. Ok… mari kita buat pasta untuk kekasih hati. Setelah sholat subuh sambil bersiap ke kantor ia membuat pasta yang bahan-bahannya selalu siap di lemari. Makanan yang paling mudah dibikin hanya tinggal menggabung-gabungkan saja dan kemudian di bakar pada oven di dapur kost an.

Sesampainya di kantor, pandangannya tersita oleh memo di mejanya.

“Rembulan… Ada yang harus dibicarakan terkait tawaran kerja di divisi Konsultasi Bisnis. Kita diskusi setelah makan siang….” Sign David”

Bulan mengerutkan kening, jarang-jarang Pak David menulis nama lengkap dalam memonya, terkesan sangat formal. Dalam memo disebutkan tawaran kerja di divisi Konsultasi Bisnis maksudnya apa, apakah ia akan dipindahkan ke divisi itu, apakah karena ia sering berinteraksi dengan Pak Kevin. Sejenak Bulan termenung ada benarnya juga kalau begitu apa yang diucapkan Juno, dekat dengan anaknya mengakibatkan ia dipindahkan ke Divisi Konsultasi Bisnis, padahal ia tidak memiliki pengalamanan managerial tentang bisnis.

Hari terasa berjalan lambat kalau ditunggu, Pak David memiliki agenda rapat semenjak pagi, sampai jam sepuluh Bulan masih melihat ruangannya kosong. Akhirnya ia memutuskan untuk berserah diri, jangan mengkhawatirkan hal yang belum terjadi pikirnya, semuanya akan baik-baik saja.

Jam 10 mengirimkan pesan pada Juno, kalau ia akan mengirim makanan untuk makan siang. Tapi sampai jam makan siang, pesannya tidak juga dibalas, akhirnya ia kembali mengirimkan pesan kalau tidak jadi dikirim lewat kurir online tapi dititip ke Afi supaya bisa dimakan oleh Juno saat pulang kerja nanti. Tampaknya dia masih merasa kesal karena pertengkaran kemarin, ya sudahlah pikir Bulan.

Dikemasnya pasta yang sudah siap santap itu, ia janjian bertemu dengan Afi di cafetaria, yang duluan datang yang pesan makanan supaya tidak menunggu lama. Ternyata anak itu sudah menunggunya sambil bermain hape.

“Udah pesan makanan belum?” tanya Bulan sambil duduk di seberangnya. Duduk di pinggir jendela selalu menyenangkan melihat aktivitas orang di luar.

“Udah.. nasi timbel komplit” jawab Afi sambil terus melihat ke Hp, ternyata kelakuan kakak dan adik sama saja pikir Bulan.

Ia menatap keluar sambil memikirkan apa yang akan dibicarakan oleh Pak David nanti, sampai kemudian tiba-tiba suara periang itu datang menyapanya.

“Bintang…...Cieee bakalan sering ketemu kite” Manusia penukar saliva itu duduk di depannya. Afi langsung menggeser ke pinggir dengan tatapan kesal.

“Apa sih Lu .. main duduk aja gak pake permisi… bukan muhrim tau” Afi langsung menyalak dengan galaknya, mukanya seperti anjing Cihuahua… kecil tapi ganas.

“Alaaah si adek… kaya akhwat aja ngomongnya” Anjar menatap Afi dengan kesal.

“Kenapa lagi Njir, aku lagi gak keselek” jawab Bulan dengan malas.

“Tadi aku udah dapat bocoran katanya situ bakalan gabung sama kite-kite” Anjar tersenyum dengan manis dan jail. Bulan mengerutkan kening maksudnya apa,

“Maksud kamu?” pertanyaan terpotong dengan datangnya pesanan makan siang.

“Yah pokoknya welcome sih dari aku… Karang gigi selalu menunggu Bintang Laut” ucapan Anjar yang tidak jelas membuat Bulan semakin menggelengkan kepala.

“Ini bekal makanannya gak dimakan? Sayang dong… buat aku aja yaaah, mumpung lagi berhemat nih” Anjar langsung menyambar pasta yang tergeletak di meja.

“Ehhhh…. Itu buat …” belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, Anjar sudah membuka kemasan pasta yang dibuatnya untuk Juno dan mencolek pasta dengan tangannya…

“Ehh…. ari kamu…” Bulan terhenyak, rencananya mengirim pasta untuk Juno gagal sudah.

“Enaaak giniih, buat aku yah…. Jangan khawatir kalau kamu sering buatin aku makanan enak gini ntar aku bantuin kalau udah kerja bareng” begitu melihat anggukan Bulan, Anjar langsung melesat pergi dengan membawa pasta buatannya. Tidak mungkin ia memberikan pasta yang telah dicolek pada Juno.

Afi mendengus kesal selera makannya terganggu karena laki-laki yang sok akrab itu.

“Akrab banget kamu sama dia sampai bikinin pasta segala” Bulan langsung merengut.

“Jangan suudzon kamu, itu pasta buat Kak Juno, nih aku udah kirim pesan mau dikirim ke kantornya, tapi kakak kamu gak jawab aja. Ya udah aku mau titip ke kamu asalnya tadi” Bulan memperlihatkan pesan yang dikirimnya untuk Juno pada Afi.

“Memang rizkinya si Anjar aja kali jadi dimakan sama dia” sambung Bulan.

“Ehh udah kenalan lu sama dia, beneran lu ada main yah sama si kunyuk itu” Afi kembali meradang. Bulan menarik nafas, gak kakaknya gak adiknya benar-benar menguji kesabaran dia.

“Ada main apa maksudnya? Kalau aku tau namanya memang jadi indikator aku selingkuh?” Bulan jadi kesal mendengar tuduhan Afi.

“Trus tadi dia bilang soal kerja bareng apa? Perasaan lu gak pernah cerita ada kerjaan bareng sama anak Konsultan Bisnis” rupanya Afi merasa terlewat informasi.

“Yah mana gw tau Fi… tadi pagi aku dapat memo dari Pak David soal lowongan di Divisi Konsultan Bisnis… baru mau diobrolin siang ini setelah makan siang” Bulan menatap Afi dengan tatapan kesal, sahabatnya yang selalu mendukung dan menghiburnya malah ikutan nyap-nyap seperti kakaknya tadi malam. Selera makannya hilang sudah.

“Aku duluan yah… mau sholat aja biar tenang pikiran pas nanti ketemu Pak David” Bulan meninggalkan Afi yang tampak kaget melihat reaksinya, jarang-jarang Bulan meninggalkan makanan yang belum habis.

“Eh… lu kok gitu, ini makan siangnya…” Afi langsung panik melihat Bulan yang beranjak pergi.

“Kamu abisin aja… biasanya juga suka ngembat makanan aku” jawab Bulan sambil lalu.

“Yahh beda kalau gini sih… jadi kaya  makanan sisa, gak selera buat ngembatnya juga” jawab Afi. Ia merutuki bibirnya yang suka seenaknya dalam bicara.

Terpopuler

Comments

aish

aish

kan lagi ga sholat Bul.. lupa lagi yaa🤦🏻‍♀️😂

2024-10-27

1

Sukliang

Sukliang

sabar ada batasnya

2024-01-26

0

Telik sandi Megantara

Telik sandi Megantara

sebaik²jya adakala kesal

2023-12-21

0

lihat semua
Episodes
1 Elma
2 Juno Numero Uno
3 Best Friend Afianti
4 Bapak
5 Kuliah Tujuh Menit
6 Different Kingdom
7 Miss Perpek Inneke
8 Butuh Bahu untuk Bersandar
9 Barisan Para Mantan
10 Nasi Goreng Special
11 Panggilan Kesayangan
12 Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13 Phubbing
14 Kupanggil Kau Bintang
15 Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16 Mantera Sihir
17 Quality Time with Elma
18 Takdir Memang Aneh
19 Positif Thinking Ajalah
20 Dilamar #pekerjaan
21 New Office...
22 Team Work
23 Pretty Woman
24 Reuni SMA
25 Mimpi Buruk yang Kembali
26 Do Love Exist?
27 PENGUMUMAN
28 TMT bukan TTM
29 Adik Ketemu Gede
30 Dicari! Wali Nikah
31 Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32 Konsekuensi Memiliki Anak
33 Umi dan Abi in Action
34 Bukan Untukku
35 Mama Nisa
36 Hati yang Luka
37 Ketika Juno menjadi Juned
38 Jangan Khawatir Ada Benny
39 Lilitan Benang Perjanjian
40 Terpesona Akuuuu... Terpesona
41 Gampang Merinding Disko
42 Penculikan Barang Pegangan
43 Mulai dari 0
44 Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45 Ibu Ustadzah Bulan
46 Bulan dan Bintang
47 Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48 Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49 Fix You
50 Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51 Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52 Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53 The Pain that Changes Her
54 Ada yang Gugup
55 Resep Rahasia Lupakan Mantan
56 Anatomi Tubuh Laki-laki
57 Seberapa Pantas
58 Ini Gimana Le....
59 Another Man in Her Life
60 PENGUMUMAN
61 Afianti Day
62 Akad Nikah
63 Racun Sudah Mulai Bekerja
64 Cinta Satu Malam
65 Tak Semanis Kopi Dangdut
66 OTW Taaruf
67 Kost-an Rasa Homestay
68 Memegang Pundakmu Sekarang
69 Tentang Rasa
70 Menuju Takdir
71 Nik...Nik...
72 Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73 Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74 Saya Calon Suami Rembulan
75 Everything's Gonna Be Okay
76 Kebaya Ibu
77 Pemanasan itu Penting
78 Ijab Qabul
79 Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80 Malam Pertama
81 Abang Ketemu Gede
82 Kupanggil Dia....
83 Menunggu Hari Pembalasan
84 Nikah udah Kawin Belum
85 Nasehat Bapak
86 Anjay Suranjay
87 Biang Kerok
88 Semua Orang Pernah Terluka
89 Pamrih
90 Memories
91 Suami Rentenir
92 Aji Mumpung
93 Akibat Bunga Pinjaman
94 Merentang AsHa
95 Moon Honey
96 Perang Dunia
97 Anak Kost-an
98 Vitamin
99 Buka-Bukaan
100 Once Upon A Time
101 Long Distance-Long Distance an
102 Maaf! Kita Beda Dimensi
103 Timer Marah
104 Vitamin B-ikini
105 Collaboration Buddies
106 The Ultimate Challenges
107 Pusaka Leluhur
108 Heart to Heart
109 Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110 Istri Calon CEO
111 Love YourSelf
112 Cerita di Balik Layar
113 Curhat Dong A....
114 Vitamin K-win
115 TMT: Teman Mendukung Teman
116 Rejeki Anak Sholeh
117 Hana... Dul... Set
118 I Love You to The Moon and Back
119 Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120 Gencatan Senjata
121 Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122 As Soon as Possible
123 Bang Toyib Pulang
124 Bumper
125 Beauty and Brain
126 Sabar = Lebar
127 Tak Gendong Kemana Mana
128 Dinner Meeting
129 Baku Hantam
130 Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131 Sahabat di Tikungan
132 Farewell Party
133 TanMantan
134 Pulangkan saja
135 Hp-nya Butuh Di Charger
136 Dua Sisi Cerita
137 Aji Mumpung
138 Unfinished Business
139 Engkau Masih Seperti yang Dulu
140 What if I Never Get Over You
141 Pengumuman Penting
142 Farewell Party rasa Pengajian
143 Adakah Kesempatan Kedua?
144 Vye Vye
145 Special Person
146 Maskot Perusahaan
147 Something is Wrong
148 When I Try to Trust You
149 Ampun Bang Jago
150 Focus Ghibah Discussion
151 Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152 Pengumuman Give Away
153 Donny Atid Sanjaya
154 Lu Gw End...
155 Ada yang kenal sama Reza?
156 Jamet Kubasi
157 Siaga Satu
158 Duet Mauts
159 Duo Absurd
160 Perempuan Tak Pernah Salah
161 Pria Idaman
162 Lanjut Begadang
163 Smack Down only for Syalala Time
164 Hidup adalah Perjuangan
165 Melawan Ketidakadilan
166 Angkat dan Hempaskan
167 Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168 Dibayar Kontan
169 Hambar
170 Pushes the Right Botton
171 Syukur dan Sabar
172 Amarah
173 Behind the Scene
174 Pasca Badai
175 Hamil?
176 Mama Nisa
177 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178 Aku Tanpamu...
179 Risalah Hati
180 Jangan Berhenti Tumbuh
181 Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182 Tak Tutuk ...
183 Little Little Sih I Can
184 Biarkan Dia Gila Sendiri
185 I Will Follow You Down
186 Nasib Telur Asin
187 Menepis Ego
188 Si Pembohong Ulung
189 Aki-Aki Nurustunjung
190 Bukan Puasa Ramadhan
191 Loveable vs Hateable
192 Rembulan Bersinar Lagi
193 Rembulan Rasional
194 Adu Rayuan
195 Happier
196 Take Away
197 Jalan ke Surga
198 Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201 Ya atau Tidak
202 Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203 Tawaran dari Khanu
204 Likeable but Rare
205 Tak Lagi Sama
206 Kena Diskualifikasi
207 Seperti DejaVu
208 Penyesalan
209 Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210 Sang Batu Loncatan
211 Home Sweet Home
212 Ruang Bucin
213 Keputusan Terbaik
214 CEO Betawi
215 Sinetron Azab
216 Boleh Asal...
217 Tak Tergantikan
218 Udah Gak Kuat
219 H-1
220 Sah
221 Crazy Rich
222 Fly Me to The Moon
223 Pengumuman
224 Bonus Chapter 1
225 Bonus Chapter 2
226 Bonus Chapter 3
227 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 227 Episodes

1
Elma
2
Juno Numero Uno
3
Best Friend Afianti
4
Bapak
5
Kuliah Tujuh Menit
6
Different Kingdom
7
Miss Perpek Inneke
8
Butuh Bahu untuk Bersandar
9
Barisan Para Mantan
10
Nasi Goreng Special
11
Panggilan Kesayangan
12
Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13
Phubbing
14
Kupanggil Kau Bintang
15
Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16
Mantera Sihir
17
Quality Time with Elma
18
Takdir Memang Aneh
19
Positif Thinking Ajalah
20
Dilamar #pekerjaan
21
New Office...
22
Team Work
23
Pretty Woman
24
Reuni SMA
25
Mimpi Buruk yang Kembali
26
Do Love Exist?
27
PENGUMUMAN
28
TMT bukan TTM
29
Adik Ketemu Gede
30
Dicari! Wali Nikah
31
Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32
Konsekuensi Memiliki Anak
33
Umi dan Abi in Action
34
Bukan Untukku
35
Mama Nisa
36
Hati yang Luka
37
Ketika Juno menjadi Juned
38
Jangan Khawatir Ada Benny
39
Lilitan Benang Perjanjian
40
Terpesona Akuuuu... Terpesona
41
Gampang Merinding Disko
42
Penculikan Barang Pegangan
43
Mulai dari 0
44
Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45
Ibu Ustadzah Bulan
46
Bulan dan Bintang
47
Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48
Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49
Fix You
50
Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51
Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52
Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53
The Pain that Changes Her
54
Ada yang Gugup
55
Resep Rahasia Lupakan Mantan
56
Anatomi Tubuh Laki-laki
57
Seberapa Pantas
58
Ini Gimana Le....
59
Another Man in Her Life
60
PENGUMUMAN
61
Afianti Day
62
Akad Nikah
63
Racun Sudah Mulai Bekerja
64
Cinta Satu Malam
65
Tak Semanis Kopi Dangdut
66
OTW Taaruf
67
Kost-an Rasa Homestay
68
Memegang Pundakmu Sekarang
69
Tentang Rasa
70
Menuju Takdir
71
Nik...Nik...
72
Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73
Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74
Saya Calon Suami Rembulan
75
Everything's Gonna Be Okay
76
Kebaya Ibu
77
Pemanasan itu Penting
78
Ijab Qabul
79
Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80
Malam Pertama
81
Abang Ketemu Gede
82
Kupanggil Dia....
83
Menunggu Hari Pembalasan
84
Nikah udah Kawin Belum
85
Nasehat Bapak
86
Anjay Suranjay
87
Biang Kerok
88
Semua Orang Pernah Terluka
89
Pamrih
90
Memories
91
Suami Rentenir
92
Aji Mumpung
93
Akibat Bunga Pinjaman
94
Merentang AsHa
95
Moon Honey
96
Perang Dunia
97
Anak Kost-an
98
Vitamin
99
Buka-Bukaan
100
Once Upon A Time
101
Long Distance-Long Distance an
102
Maaf! Kita Beda Dimensi
103
Timer Marah
104
Vitamin B-ikini
105
Collaboration Buddies
106
The Ultimate Challenges
107
Pusaka Leluhur
108
Heart to Heart
109
Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110
Istri Calon CEO
111
Love YourSelf
112
Cerita di Balik Layar
113
Curhat Dong A....
114
Vitamin K-win
115
TMT: Teman Mendukung Teman
116
Rejeki Anak Sholeh
117
Hana... Dul... Set
118
I Love You to The Moon and Back
119
Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120
Gencatan Senjata
121
Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122
As Soon as Possible
123
Bang Toyib Pulang
124
Bumper
125
Beauty and Brain
126
Sabar = Lebar
127
Tak Gendong Kemana Mana
128
Dinner Meeting
129
Baku Hantam
130
Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131
Sahabat di Tikungan
132
Farewell Party
133
TanMantan
134
Pulangkan saja
135
Hp-nya Butuh Di Charger
136
Dua Sisi Cerita
137
Aji Mumpung
138
Unfinished Business
139
Engkau Masih Seperti yang Dulu
140
What if I Never Get Over You
141
Pengumuman Penting
142
Farewell Party rasa Pengajian
143
Adakah Kesempatan Kedua?
144
Vye Vye
145
Special Person
146
Maskot Perusahaan
147
Something is Wrong
148
When I Try to Trust You
149
Ampun Bang Jago
150
Focus Ghibah Discussion
151
Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152
Pengumuman Give Away
153
Donny Atid Sanjaya
154
Lu Gw End...
155
Ada yang kenal sama Reza?
156
Jamet Kubasi
157
Siaga Satu
158
Duet Mauts
159
Duo Absurd
160
Perempuan Tak Pernah Salah
161
Pria Idaman
162
Lanjut Begadang
163
Smack Down only for Syalala Time
164
Hidup adalah Perjuangan
165
Melawan Ketidakadilan
166
Angkat dan Hempaskan
167
Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168
Dibayar Kontan
169
Hambar
170
Pushes the Right Botton
171
Syukur dan Sabar
172
Amarah
173
Behind the Scene
174
Pasca Badai
175
Hamil?
176
Mama Nisa
177
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178
Aku Tanpamu...
179
Risalah Hati
180
Jangan Berhenti Tumbuh
181
Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182
Tak Tutuk ...
183
Little Little Sih I Can
184
Biarkan Dia Gila Sendiri
185
I Will Follow You Down
186
Nasib Telur Asin
187
Menepis Ego
188
Si Pembohong Ulung
189
Aki-Aki Nurustunjung
190
Bukan Puasa Ramadhan
191
Loveable vs Hateable
192
Rembulan Bersinar Lagi
193
Rembulan Rasional
194
Adu Rayuan
195
Happier
196
Take Away
197
Jalan ke Surga
198
Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201
Ya atau Tidak
202
Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203
Tawaran dari Khanu
204
Likeable but Rare
205
Tak Lagi Sama
206
Kena Diskualifikasi
207
Seperti DejaVu
208
Penyesalan
209
Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210
Sang Batu Loncatan
211
Home Sweet Home
212
Ruang Bucin
213
Keputusan Terbaik
214
CEO Betawi
215
Sinetron Azab
216
Boleh Asal...
217
Tak Tergantikan
218
Udah Gak Kuat
219
H-1
220
Sah
221
Crazy Rich
222
Fly Me to The Moon
223
Pengumuman
224
Bonus Chapter 1
225
Bonus Chapter 2
226
Bonus Chapter 3
227
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!