Best Friend Afianti

Saat mobil melaju setelah meninggalkan Bulan di depan kost an. Afi langsung mendelik pada kakaknya.

“Bisa gak sih bersikap manis sama Bulan?” ucapnya dengan nada kesal, Juno hanya melirik tapi tidak merespon apapun.

“Kalau waktu masih gak ada hubungan apapun aku gak masalah Kak Juno bersikap dingin sama dia, tapi sekarang kan beda statusnya. Kakak sudah jadi tunangannya dia, paling tidak tunjukkan sikap lebih dari hanya sekedar kakaknya teman” Afi masih berbicara dengan berapi-api.

“Kalau memang tidak suka menjalin hubungan spesial sama Bulan kenapa Kakak menyetujui keinginan Mama buat bertunangan sama Bulan”

“Mama kan gak maksa, cuma meminta supaya Kakak mempertimbangkan untuk mulai membuka hati sama perempuan, umur sudah 28 lebih tapi gak ada tanda-tanda punya pacar. Kita sempet mikir kalau Kakak itu bengkok!” Afi mendengus kesal, Juno langsung mengerutkan dahi mendengar kata bengkok.

“Kok kamu yang protes dan banyak omong. Bulan aja gak komplain apa-apa sama aku” akhirnya Juno menjawab setelah mendengar sebutan dirinya bengkok.

“Gak bisa mengukur normalitas laki-laki dari kehadiran perempuan, itu terlalu naif” kembali Juno menjawab dengan kesal.

“Yah paling tidak tunjukkan dong kehangatan sama pasangan jangan cuma pandang-padangan doang, pegang kek tangannya kali-kali. Ajak ngobrol dengan penuh perhatian, ini aku perhatikan kebanyakan si Bulan aja yang banyak nanya sama Kakak. Jawaban kakak juga cuma huh heh huh heh mulu”

“Kakak tau gak… Bulan itu.. gak niat menarik perhatian lawan jenis aja, suka banyak yang ngajak jalan atau ngobrol. Kebayang kalau dia niatin dandan atau tampil fashionable beuuuh udah deh.. Kakak bakalan kelimpungan sendiri”

“Aku gak ngerti lagi sama pikiran si Bulan … ngeliat apa sih dari Kakak… suka jajanin kagak, perhatian kagak..Pulang dari Bali sebulan beliin barang apa kek.. Daster, tas atau apalah sebagai bentuk perhatian. Atau ngajak ngobrol deh yang paling sederhana sepanjang perjalanan tadi ngapaian aja sayang selama Abang tingal sebulan? Kamu kangen gak sama aku? Percakapan yang lebay-lebay dikit lah … itu juga kagak… padahal aku udah duduk di belakang biar jadi kambing congek” gerutu Afi

“Aku bilang sih tunggu aja Kak … nanti akan tiba masa semuanya bakalan berbalik” Afi mengakhiri ceramahnya dengan memunggungi Kakaknya. Juno menarik nafas

“Kalau tau menjemput kalian berdua cuma berakhir diceramahi seperti ini.. Nyesel gw” tutup Juno.

“Aku juga nyesel pulang bareng Kakak kalau  melihat sikap Kakak tadi sama Bulan” Afi masih tidak mau kalah sambil membelakangi dia masih terus mengomel.

Saat tadi Bulan turun, Juno memang tidak berkomentar apa-apa. Hanya menjawab salam dan bilang “Ya…” entah dalam konteks apa jawabannya.

Akhirnya Juno menarik nafas, kalau berbicara sama perempuan mereka tidak akan pernah mau mengalah kalau sudah sampai pada taraf kesal. Keinginannya hanya ingin didengar bukan di debat, soal benar atau salah itu relatif. Kalaupun salah akan mereka akui diakhir, tapi pada saat berbicara mereka akan merasa dirinya paling benar pikir Juno.

“Ya nanti Kakak akan ajak dia keluar kalau kamu maunya begitu” akhirnya untuk mengakhiri polemik berkepanjangan harus dibuat garis finish.

“Bukan karena maunya aku… tapi karena memang Kakak yang mau mengajak dia pergi” ternyata masih salah juga… Juno tersenyum kecut.

“Iya nanti Kakak akan mengajak dia pergi” dan akhirnya perdebatan berakhir saat mereka sampai ke rumah.

Begitu masuk ke rumah,keduanya sudah ditunggu oleh perempuan yang selalu setia menanti anaknya pulang.

“Alhamdulillah Kakak bisa jemput Ade.. Mama tadi khawatir soalnya gak ada jawab pesan dari kalian” Mama langsung berdiri dari sofa dan melihat kedua anaknya datang.

“Aku nyetir Ma jadi gak lihat handphone… tuh anak cerewet ngomong mlulu bukannya ngasih tau Mama kita pulang bareng” Juno menunjuk Afi yang begitu datang salim dan masuk kamar. Rupanya emosinya masih belum reda.

“Kenapa dia?” dahi Mama berkerut melihat sikap Afi yang tampak sengit kepada kakaknya.

“Lagi PMS kali” jawab Juno asal, meneguk air putih dan langsung pamit masuk kamar.

Mama hanya melongo melihat keduanya, dari tadi selepas isya ia mengharapkan bisa bertemu dengan anak-anaknya selepas pulang bekerja, eh malah pada masuk kamar keduanya. Pasti ada masalah selama di perjalanan, tumben-tumbenan Afi tidak ceria seperti biasanya pada Kakaknya, apalagi kalau pulang dari luar kota pasti ribut meminta oleh-oleh.

Akhirnya rasa penasaran Mama mendorongnya masuk ke kamar Afi.

“Kenapa kamu pulang-pulang emosi jiwa begitu sama Kakak?” Mama menghampiri Afi yang tampak tidur telungkup di tempat tidur.

“Ade kesel sama Kakak… sikapnya itu loh gak adil banget sama Bulan. Kalau memang dia gak suka sama Bulan kenapa dia mau disuruh tunangan sama Bulan.. Itu kaya PHP tau gak Maaa” ucap Afi sambil duduk dan cemberut.

“Mama lagi kenapa malah nyuruh Kakak tunangan segala, mereka kan baru pendekatan, Kakak juga baru beberapa kali pergi sama Bulan itu juga perginya bareng-bareng sama kita sekali, pergi berduan sekali” Afi terus merembet, rasa kesalnya muncul lagi.

“Memangnya kenapa sikap Kakak sama Wulan tadi?” Mama selalu memanggil Bulan dengan panggilan sayangnya Wulan dari semenjak dulu mereka kuliah.

“Masa baru ketemu setelah sebulan bertunangan, Kakak sama sekali gak ada antusiasme buat ngajak ngobrol kek, nanya kek, sepanjang jalan diem aja. Malahan Bulan yang nanya ini itu sama Kakak sambil dijawabnya cuma hmmm… ya…. Owh…. hmmmm.. Aku kan gemes.. Kasian sama Bulan, padahal dia udah semangat banget mau ketemuan sama Kakak sampai make up an lagi pas pulang, padahal biasanya udah dekil aja kita berdua kalau mo pulang” Afi akhirnya merepet menceritakan kejadian tadi kepada Mama.

“Kakak kamu capek de, dia baru datang tadi siang langsung ngantor trus pulangnya jemput kalian. Yah kamu musti mengerti kalau Kakak juga butuh waktu untuk menyesuaikan dengan status barunya sekarang”

“Buat Mama sih Kakak sudah mau menuruti keinginan Mama untuk mencoba menjalin hubungan dengan lawan jenis sudah alhamdulillah banget. Sudah waktunya Kakak kamu move on dan melupakan masa lalunya” ucap Mama lemah, Afi langsung melotot dia tidak tahu kalau Kakaknya pernah memiliki masa lalu dengan perempuan manapun.

“Hah…. Kakak emang pernah punya pacar? Aku kok gak tahu? Emang Mama pernah ketemu? Kaya gimana orangnya? Mama kok gak bilang-bilang sihh” Afi langsung memberondong Mama dengan banyak pertanyaan. Mama tersenyum mendengar keingintahuan Afi

“Yah Mama belum pernah bertemu, tapi Mama tahu kalau Kakakmu dulu pernah punya pacar lama loh, dia gak pernah cerita tapi Mama tahu dari sikapnya dia”

“Pas putusnya juga Mama tahu, melihat Kakakmu sedih dan terlihat tidak punya semangat hidup tapi dia tidak mau cerita apapun sama Mama, kamu tahu sendiri kan karakter Kakak kamu itu tertutup apalagi sejak perceraian dulu dengan Papamu”

Afi langsung cemberut mendengarnya, sampai sekarang membicarakan perceraian Mama dan Papa menjadi topik yang dihindari dan dianggap tidak ada dalam kehidupan mereka.

“Aku ngerasa semua kesedihan dan kekacauan hidup yang kita alami selalu bermuara pada Papa” ucapnya dengan ketus. Mama tersenyum, ia lupa kalau Afi paling tidak suka membicarakan topik ini, bagi Mama itu seperti menjadi jalan hidup yang harus ia lewati.

“Jangan begitu, walau bagaimana pun Papa itu adalah orangtua kalian, tidak ada bekas anak atau bekas orangtua, kalau bekas suami atau istri itu ada. Memang jodohnya Mama hanya sampai disitu de.. Lagipula sampai sekarang Papa kamu tetap membiayai hidup kalian dengan baik” Mama mengusap kepala Afi.

“Kalau perlu sekarang tolak kiriman bulanan dari Papa, bilangin kita sudah mandiri dan sudah bisa menghidupi Mama. Pakai saja uang Papa untuk membiayai anak haramnya itu” ucap Afi dengan berapi-api. Semua kejenakaan dan sikap riangnya musnah kalau berbicara soal Papanya.

“Hahahahha rugi dong De… nanti perempuan itu yang kesenangan. Biarin saja Papa kamu kirimin uang setiap bulan, kita simpan dan kita pakai untuk bersenang-senang. Dont worry Mama bukan lagi perempuan yang teraniaya” Mama berusaha menghibur Afi dengan memperlihatkan sikap yang santai.

“Mama musti bahagia, nanti Mama akan bertemu dengan orang yang bisa membuat Mama bahagia” Afi memeluk Mama dengan erat.

“Mama bahagia melihat kalian sudah sukses dan bekerja sesuai dengan bidang yang kalian suka. Ngeliat kalian pulang kerja kaya tadi bersama-sama membuat Mama bahagia. Tapi kalian jangan langsung masuk ke kamar dong. Mama kan udah seharian nungguin kalian pulang, eh kalian pas pulang malah langsung masuk kamar… Mama diasinin deh” Mama pura-pura cemberut dan terlihat sedih.

“Ya maaf Maa… gara-gara Kak Juno aku jadi lupa ngajak Mama ngobrol. Ayo kita ngobrol sambil makan. Mama masak apa hari ini?” Afi langsung bangkit dari tempat tidur dan menuntut Mama ke ruang makan.

“Kakaaaaa…. Kita makan duluuu…. Mama kangen sama Kakaaaaa” Afi langsung berteriak di depan kamar Juno.

“Deee jangan teriak-teriak, kaya anak SMP aja..” Mama langsung menjewer telinga Afi, yang dijewer cuma meringis.

Ini adalah saat yang paling ditunggu mereka setiap hari, saling menguatkan diantara mereka bertiga di saat kehadiran Papa tidak lagi memiliki arti karena kesalahan fatal yang dibuatnya.

Terpopuler

Comments

monika leo samantha

monika leo samantha

Mamanya si anak yg kmu aauuu td d kantin itu loh fi

2024-10-12

0

HiCii

HiCii

sabar mbing.. eh Fi..

2024-06-06

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

𝙮 𝙠𝙡 𝙖𝙠 𝙟𝙙 𝙗𝙪𝙡𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙣𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙡𝙖𝙢𝙗𝙞𝙣𝙜 𝙘𝙤𝙣𝙜 𝙝𝙚 𝙢𝙮 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜 𝙧𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙖𝙟𝙡𝙝. 𝙢𝙪𝙣𝙙𝙪𝙧 𝙖𝙡𝙤𝙣?.

2024-05-01

0

lihat semua
Episodes
1 Elma
2 Juno Numero Uno
3 Best Friend Afianti
4 Bapak
5 Kuliah Tujuh Menit
6 Different Kingdom
7 Miss Perpek Inneke
8 Butuh Bahu untuk Bersandar
9 Barisan Para Mantan
10 Nasi Goreng Special
11 Panggilan Kesayangan
12 Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13 Phubbing
14 Kupanggil Kau Bintang
15 Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16 Mantera Sihir
17 Quality Time with Elma
18 Takdir Memang Aneh
19 Positif Thinking Ajalah
20 Dilamar #pekerjaan
21 New Office...
22 Team Work
23 Pretty Woman
24 Reuni SMA
25 Mimpi Buruk yang Kembali
26 Do Love Exist?
27 PENGUMUMAN
28 TMT bukan TTM
29 Adik Ketemu Gede
30 Dicari! Wali Nikah
31 Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32 Konsekuensi Memiliki Anak
33 Umi dan Abi in Action
34 Bukan Untukku
35 Mama Nisa
36 Hati yang Luka
37 Ketika Juno menjadi Juned
38 Jangan Khawatir Ada Benny
39 Lilitan Benang Perjanjian
40 Terpesona Akuuuu... Terpesona
41 Gampang Merinding Disko
42 Penculikan Barang Pegangan
43 Mulai dari 0
44 Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45 Ibu Ustadzah Bulan
46 Bulan dan Bintang
47 Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48 Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49 Fix You
50 Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51 Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52 Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53 The Pain that Changes Her
54 Ada yang Gugup
55 Resep Rahasia Lupakan Mantan
56 Anatomi Tubuh Laki-laki
57 Seberapa Pantas
58 Ini Gimana Le....
59 Another Man in Her Life
60 PENGUMUMAN
61 Afianti Day
62 Akad Nikah
63 Racun Sudah Mulai Bekerja
64 Cinta Satu Malam
65 Tak Semanis Kopi Dangdut
66 OTW Taaruf
67 Kost-an Rasa Homestay
68 Memegang Pundakmu Sekarang
69 Tentang Rasa
70 Menuju Takdir
71 Nik...Nik...
72 Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73 Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74 Saya Calon Suami Rembulan
75 Everything's Gonna Be Okay
76 Kebaya Ibu
77 Pemanasan itu Penting
78 Ijab Qabul
79 Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80 Malam Pertama
81 Abang Ketemu Gede
82 Kupanggil Dia....
83 Menunggu Hari Pembalasan
84 Nikah udah Kawin Belum
85 Nasehat Bapak
86 Anjay Suranjay
87 Biang Kerok
88 Semua Orang Pernah Terluka
89 Pamrih
90 Memories
91 Suami Rentenir
92 Aji Mumpung
93 Akibat Bunga Pinjaman
94 Merentang AsHa
95 Moon Honey
96 Perang Dunia
97 Anak Kost-an
98 Vitamin
99 Buka-Bukaan
100 Once Upon A Time
101 Long Distance-Long Distance an
102 Maaf! Kita Beda Dimensi
103 Timer Marah
104 Vitamin B-ikini
105 Collaboration Buddies
106 The Ultimate Challenges
107 Pusaka Leluhur
108 Heart to Heart
109 Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110 Istri Calon CEO
111 Love YourSelf
112 Cerita di Balik Layar
113 Curhat Dong A....
114 Vitamin K-win
115 TMT: Teman Mendukung Teman
116 Rejeki Anak Sholeh
117 Hana... Dul... Set
118 I Love You to The Moon and Back
119 Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120 Gencatan Senjata
121 Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122 As Soon as Possible
123 Bang Toyib Pulang
124 Bumper
125 Beauty and Brain
126 Sabar = Lebar
127 Tak Gendong Kemana Mana
128 Dinner Meeting
129 Baku Hantam
130 Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131 Sahabat di Tikungan
132 Farewell Party
133 TanMantan
134 Pulangkan saja
135 Hp-nya Butuh Di Charger
136 Dua Sisi Cerita
137 Aji Mumpung
138 Unfinished Business
139 Engkau Masih Seperti yang Dulu
140 What if I Never Get Over You
141 Pengumuman Penting
142 Farewell Party rasa Pengajian
143 Adakah Kesempatan Kedua?
144 Vye Vye
145 Special Person
146 Maskot Perusahaan
147 Something is Wrong
148 When I Try to Trust You
149 Ampun Bang Jago
150 Focus Ghibah Discussion
151 Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152 Pengumuman Give Away
153 Donny Atid Sanjaya
154 Lu Gw End...
155 Ada yang kenal sama Reza?
156 Jamet Kubasi
157 Siaga Satu
158 Duet Mauts
159 Duo Absurd
160 Perempuan Tak Pernah Salah
161 Pria Idaman
162 Lanjut Begadang
163 Smack Down only for Syalala Time
164 Hidup adalah Perjuangan
165 Melawan Ketidakadilan
166 Angkat dan Hempaskan
167 Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168 Dibayar Kontan
169 Hambar
170 Pushes the Right Botton
171 Syukur dan Sabar
172 Amarah
173 Behind the Scene
174 Pasca Badai
175 Hamil?
176 Mama Nisa
177 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178 Aku Tanpamu...
179 Risalah Hati
180 Jangan Berhenti Tumbuh
181 Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182 Tak Tutuk ...
183 Little Little Sih I Can
184 Biarkan Dia Gila Sendiri
185 I Will Follow You Down
186 Nasib Telur Asin
187 Menepis Ego
188 Si Pembohong Ulung
189 Aki-Aki Nurustunjung
190 Bukan Puasa Ramadhan
191 Loveable vs Hateable
192 Rembulan Bersinar Lagi
193 Rembulan Rasional
194 Adu Rayuan
195 Happier
196 Take Away
197 Jalan ke Surga
198 Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201 Ya atau Tidak
202 Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203 Tawaran dari Khanu
204 Likeable but Rare
205 Tak Lagi Sama
206 Kena Diskualifikasi
207 Seperti DejaVu
208 Penyesalan
209 Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210 Sang Batu Loncatan
211 Home Sweet Home
212 Ruang Bucin
213 Keputusan Terbaik
214 CEO Betawi
215 Sinetron Azab
216 Boleh Asal...
217 Tak Tergantikan
218 Udah Gak Kuat
219 H-1
220 Sah
221 Crazy Rich
222 Fly Me to The Moon
223 Pengumuman
224 Bonus Chapter 1
225 Bonus Chapter 2
226 Bonus Chapter 3
227 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 227 Episodes

1
Elma
2
Juno Numero Uno
3
Best Friend Afianti
4
Bapak
5
Kuliah Tujuh Menit
6
Different Kingdom
7
Miss Perpek Inneke
8
Butuh Bahu untuk Bersandar
9
Barisan Para Mantan
10
Nasi Goreng Special
11
Panggilan Kesayangan
12
Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13
Phubbing
14
Kupanggil Kau Bintang
15
Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16
Mantera Sihir
17
Quality Time with Elma
18
Takdir Memang Aneh
19
Positif Thinking Ajalah
20
Dilamar #pekerjaan
21
New Office...
22
Team Work
23
Pretty Woman
24
Reuni SMA
25
Mimpi Buruk yang Kembali
26
Do Love Exist?
27
PENGUMUMAN
28
TMT bukan TTM
29
Adik Ketemu Gede
30
Dicari! Wali Nikah
31
Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32
Konsekuensi Memiliki Anak
33
Umi dan Abi in Action
34
Bukan Untukku
35
Mama Nisa
36
Hati yang Luka
37
Ketika Juno menjadi Juned
38
Jangan Khawatir Ada Benny
39
Lilitan Benang Perjanjian
40
Terpesona Akuuuu... Terpesona
41
Gampang Merinding Disko
42
Penculikan Barang Pegangan
43
Mulai dari 0
44
Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45
Ibu Ustadzah Bulan
46
Bulan dan Bintang
47
Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48
Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49
Fix You
50
Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51
Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52
Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53
The Pain that Changes Her
54
Ada yang Gugup
55
Resep Rahasia Lupakan Mantan
56
Anatomi Tubuh Laki-laki
57
Seberapa Pantas
58
Ini Gimana Le....
59
Another Man in Her Life
60
PENGUMUMAN
61
Afianti Day
62
Akad Nikah
63
Racun Sudah Mulai Bekerja
64
Cinta Satu Malam
65
Tak Semanis Kopi Dangdut
66
OTW Taaruf
67
Kost-an Rasa Homestay
68
Memegang Pundakmu Sekarang
69
Tentang Rasa
70
Menuju Takdir
71
Nik...Nik...
72
Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73
Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74
Saya Calon Suami Rembulan
75
Everything's Gonna Be Okay
76
Kebaya Ibu
77
Pemanasan itu Penting
78
Ijab Qabul
79
Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80
Malam Pertama
81
Abang Ketemu Gede
82
Kupanggil Dia....
83
Menunggu Hari Pembalasan
84
Nikah udah Kawin Belum
85
Nasehat Bapak
86
Anjay Suranjay
87
Biang Kerok
88
Semua Orang Pernah Terluka
89
Pamrih
90
Memories
91
Suami Rentenir
92
Aji Mumpung
93
Akibat Bunga Pinjaman
94
Merentang AsHa
95
Moon Honey
96
Perang Dunia
97
Anak Kost-an
98
Vitamin
99
Buka-Bukaan
100
Once Upon A Time
101
Long Distance-Long Distance an
102
Maaf! Kita Beda Dimensi
103
Timer Marah
104
Vitamin B-ikini
105
Collaboration Buddies
106
The Ultimate Challenges
107
Pusaka Leluhur
108
Heart to Heart
109
Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110
Istri Calon CEO
111
Love YourSelf
112
Cerita di Balik Layar
113
Curhat Dong A....
114
Vitamin K-win
115
TMT: Teman Mendukung Teman
116
Rejeki Anak Sholeh
117
Hana... Dul... Set
118
I Love You to The Moon and Back
119
Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120
Gencatan Senjata
121
Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122
As Soon as Possible
123
Bang Toyib Pulang
124
Bumper
125
Beauty and Brain
126
Sabar = Lebar
127
Tak Gendong Kemana Mana
128
Dinner Meeting
129
Baku Hantam
130
Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131
Sahabat di Tikungan
132
Farewell Party
133
TanMantan
134
Pulangkan saja
135
Hp-nya Butuh Di Charger
136
Dua Sisi Cerita
137
Aji Mumpung
138
Unfinished Business
139
Engkau Masih Seperti yang Dulu
140
What if I Never Get Over You
141
Pengumuman Penting
142
Farewell Party rasa Pengajian
143
Adakah Kesempatan Kedua?
144
Vye Vye
145
Special Person
146
Maskot Perusahaan
147
Something is Wrong
148
When I Try to Trust You
149
Ampun Bang Jago
150
Focus Ghibah Discussion
151
Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152
Pengumuman Give Away
153
Donny Atid Sanjaya
154
Lu Gw End...
155
Ada yang kenal sama Reza?
156
Jamet Kubasi
157
Siaga Satu
158
Duet Mauts
159
Duo Absurd
160
Perempuan Tak Pernah Salah
161
Pria Idaman
162
Lanjut Begadang
163
Smack Down only for Syalala Time
164
Hidup adalah Perjuangan
165
Melawan Ketidakadilan
166
Angkat dan Hempaskan
167
Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168
Dibayar Kontan
169
Hambar
170
Pushes the Right Botton
171
Syukur dan Sabar
172
Amarah
173
Behind the Scene
174
Pasca Badai
175
Hamil?
176
Mama Nisa
177
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178
Aku Tanpamu...
179
Risalah Hati
180
Jangan Berhenti Tumbuh
181
Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182
Tak Tutuk ...
183
Little Little Sih I Can
184
Biarkan Dia Gila Sendiri
185
I Will Follow You Down
186
Nasib Telur Asin
187
Menepis Ego
188
Si Pembohong Ulung
189
Aki-Aki Nurustunjung
190
Bukan Puasa Ramadhan
191
Loveable vs Hateable
192
Rembulan Bersinar Lagi
193
Rembulan Rasional
194
Adu Rayuan
195
Happier
196
Take Away
197
Jalan ke Surga
198
Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201
Ya atau Tidak
202
Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203
Tawaran dari Khanu
204
Likeable but Rare
205
Tak Lagi Sama
206
Kena Diskualifikasi
207
Seperti DejaVu
208
Penyesalan
209
Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210
Sang Batu Loncatan
211
Home Sweet Home
212
Ruang Bucin
213
Keputusan Terbaik
214
CEO Betawi
215
Sinetron Azab
216
Boleh Asal...
217
Tak Tergantikan
218
Udah Gak Kuat
219
H-1
220
Sah
221
Crazy Rich
222
Fly Me to The Moon
223
Pengumuman
224
Bonus Chapter 1
225
Bonus Chapter 2
226
Bonus Chapter 3
227
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!