Kuliah Tujuh Menit

Di Cafetaria Bulan memilih tempat duduk yang tidak terlalu ramai, makan siang sendiri terkadang lebih menyenangkan daripada duduk bersama dengan orang yang tidak terlalu ia kenal. Butuh effort untuk berbicara basa basi, menjaga manner dan penyesuain waktu makan dengan orang lain. Makan adalah saat privacy, kesempatan untuk merasakan nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta. Ia bisa mengenali seseorang dari cara mereka makan karena akan mencerminkan kepribadian orang itu. Kita bisa mengenal karakter seseorang dari cara ia makan.

Bulan adalah seorang yang slow eater dia akan menikmati proses makan dengan tenang, menikmati quality time dengan makanan yang ia nikmati. Katanya seorang slow eater memiliki pribadi yang stabil, tenang dan percaya diri.  Hal ini terbalik dengan Afi yang cenderung cepat dalam makan, biasanya Bulan baru habis setengah Afi sudah menyelesaikan makannya dan bersiap untuk memberikan bantuan bagi Bulan untuk menghabiskan makanannya. Afi sebagai pemakan cepat memang memiliki karakter yang tidak sabaran dan suka bekerja.

Hari ini ia memilih menu makanan yang simple nasi dan opor ayam. Menu sederhana yang biasanya ada saat lebaran. Ahhhh...Lebaran… tiba-tiba Bulan merasa matanya terasa berat. Saat orang lain biasanya merasakan kebahagian yang saat apabila lebaran, maka hari itu selalu menjadi saat yang sedih untuk mereka bertiga. Ketidakhadiran Ibu tentu saja yang menjadi penyebabnya, tidak ada orang yang membuatkan menu istimewa di hari istimewa.

Bapak selalu membuat menu lengkap lebaran, Opor Ayam, Sambal Goreng Kentang, Daging Semur, Ketupat dan Sayur Santan, tapi entahlah rasanya seperti ada yang hilang. Enak tapi terasa seperti ada yang hilang entah bumbu apa. Bumbu Ibu kata Bapak, bahkan Mak Ilah pun tidak bisa menggantikan rasa bumbu itu.

Saat Bulan mengaduk-aduk kuah Opor Ayam yang ada di depannya dengan tatapan hampa, suara anak perempuan mengalihkan perhatiannya.

“Kakak sendiri?” Bulan memandang di depannya anak perempuan yang dikuncir dengan memakai pita kain berwarna merah.. Cantik.. Masih kecil tapi terlihat sangat elegan dan berkelas. Elma.

“Ehhh anak cantik kita bertemu lagi. Ya kakak lagi makan… Elma sudah makan?” Bulan tersenyum tangannya terulur hendak mengusap pipi Elma yang terlihat halus dan bersih.

“Eitss… No.. tangan Kakak sedang makan jangan memegang benda lain nanti masuk bakteri ke dalam mulut” Elma melangkah mundur. Bulan tertawa mendengarnya, ia mengacungkan sendok yang ia pakai.

“Don't worry Kakak pakai sendok makannya jadi tidak akan memasukan bakteri ke mulut atau mengotori muka Elma” ia tahu sebetulnya Elma tidak suka dipegang oleh tangan yang kotor.

“Aku boleh duduk disini? Ini meja untuk empat orang tapi hanya diduduki oleh satu orang” Elma terlihat mengamati meja yang diduduki Bulan.

“Tentu saja boleh, ambil piringnya, temani Kakak makan disini” Bulan merapikan meja sehingga Elma bisa duduk di seberangnya.

“Aku disuruh Daddy mencari kursi untuk makan. Daddy lagi memesan makanan kesukaan aku” anak cantik itu melambaikan tangannya.

“Daddy right here… “ ia melambai-lambaikan tangan. Mata Bulan langsung membulat. Whaaat… artinya mereka nanti akan duduk bertiga… ya ampunnn.

Tak lama laki-laki yang selalu datang dengan anak perempuan itu menghampiri dengan membawa nampan.

“Ow.. bertemu lagi. Apakah tidak mengganggu? Sulit mencari meja kosong saat jam makan siang” meminta izin tapi tidak mengindahkan apakah orang yang sudah lebih dahulu duduk mengijinkan atau tidak. Ia langsung memposisikan duduk di sebelah Elma, menyiapkan makanan anaknya dan dirinya. Bulan hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan.

“Silahkan Pak.. saya hanya sendiri, mejanya masih kosong” ucapnya pelan.

Elma makan spaghetti, ia kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan alat makannya sendiri. Sendok dan garpu yang cantik dalam kemasan yang imut-imut, sangat cocok dengan karakternya yang elegan. Ia langsung menakupkan tangannya di dada dan berdoa.

“Tuhan terima kasih atas berkah yang diberikan kepada kami dan juga berkat makanan dan minuman yang Engkau sediakan kepada kami. Amin” ucapnya sambil mengusap muka. Bulan tersenyum, orang tua anak ini mendidik anak dengan baik  untuk berdoa sebelum makan, rupanya keluarga Nasrani pikir Bulan. Belum satu detik pikiran itu terlintas dalam otaknya sang ayah berkata.

“Kamu tidak perlu berdoa seperti di sekolah, itu doa yang diajarkan untuk teman-teman kamu yang Nasrani. Kamu baca saja Bismillah” ucapnya dingin. Mata Bulan kembali membulat, rupanya mereka beragama Islam tapi anaknya sekolah di sekolah non muslim. Ia tersenyum, muka Elma nampak ditekuk mendengar teguran ayahnya.

“Hmm Elma berdoanya sudah bagus. Kakak saja suka lupa berdoa kalau sudah lapar. Elma tahu doa sebelum makan kalau orang muslim?” tanya Bulan sambil merapikan tempat makan Elma.

“Hmm aku lupa. Bismillahirohmanirrohim?” matanya membulat meminta persetujuan.

“Hmmm bisa… semua kegiatan kalau dimulai dengan Bismillah akan menjadi amal kebaikan. Makanan menjadi kebaikan dalam tubuh, kalau mulai belajar juga kita bagusnya baca bismillah juga supaya ilmunya bermanfaat” Bulan mengangguk-anggukan kepalanya memberikan persetujuan. Elma terlihat lega, ia tampaknya anak yang perfeksionis, agak sulit menerima kalau disebut salah.

“Tapi kalau mau lengkapnya ada doa sebelum makan. Doanya seperti ini Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar.. Artinya itu hampir sama dengan doa yang tadi dibaca Elma yaitu Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan jagalah kami dari siksa api neraka” jelas Bulan dengan panjang lebar.

Mata Elma membulat dahinya kemudian berkerut.

“Hmm yang depannya sama berterima kasih atas makanan tapi kenapa belakangnya minta dilindungi dari siksa api neraka… aku pikir kejauhan dari makan sampai ke neraka” ia mulai menyendok makanan yang di depannya. Laki-laki yang duduk di sebelahnya tampak menahan senyum mendengar sanggahan anaknya. Ia tampak menyibukkan diri melihat handphone yang tak lepas dipegangnya sedari tadi.

“Itulah hebatnya doa yang kita baca, kita tidak hanya berdoa untuk saat ini saja tapi juga meminta agar semua yang kita lakukan sekarang ini menjadi bekal kita saat meninggal supaya dilindungi jangan sampai masuk neraka” jelas Bulan lengkap, dalam pikirannya acara makan siang jadi berubah menjadi program belajar kultum.

“Memangnya bisa kita makanan kita malah bikin kita masuk neraka. Elma kan cuma makan spaghetti gak ngapa-ngapain masa kalau gak baca doa jadi masuk neraka” ia langsung cemberut merasa tidak menyukai ide pikiran Bulan yang menyangkut pautkan acara makan hingga masuk ke neraka.

“Sudah jangan banyak bicara.. Tantenya juga harus makan” rupanya laki-laki itu merasa tidak enak sudah mengganggu acara makan Bulan karena anaknya banyak bertanya dan kemudian mendebat pemikiran Bulan.

“Gak apa-apa Pak… bagus lagi Elma anaknya kritis, malah harus diberikan jawaban kalau tidak nanti malah jadi salah pemahamannya” Bulan mengangguk meminta ijin untuk terus bercerita sambil makan.

“Kalau Elma makan spaghetti sambil membaca doa sebelum makan dan bismillah maka setan yang selalu mengikuti manusia tidak bisa ikut merasakan spaghetti yang dimakan Elma. Spageti nya hanya dimakan oleh Elma dan nanti Elma akan punya energi dan kekuatan untuk belajar dan membantu Daddy dan Mommy nya Elma… Nah karena setannya tidak bisa ikut makan dia jadi lemes jadi gak bisa gangguin Elma belajar. Elma jadi gak ngantuk dan semangat belajarnya dan jadi makin pinter. Allah itu menyukai orang-orang yang pintar dan suka belajar jadi nanti akan tinggal di surga karena pintar dan rajin belajar” jelas Bulan sambil memotong-motong spageti agar mudah disendoki oleh Elma.

Anak perempuan itu tampak mengerutkan dahinya, bibirnya tampak mengerut saking seriusnya ia berpikir. Lucu sekali pikir Bulan.

“Ayo makannya dihabiskan kan tadi sudah berdoa” ucap Bulan. Elma memandang Bulan dengan serius.

“Aku belum baca doa sebelum makan seperti Kakak tadi, tolong bantu bacakan lagi nanti aku ulangi” pintanya dengan tatapan memohon. Yess pikir Bulan, sukses memberikan tausiah selama lima menit.

“Ok.. Allahumma….baarik lanaa…. fiimaa…... razaqtana…... wa qinaa…..'adzabannar…... Bismillahirrahmanirrahim” ucap Bulan yang langsung diikuti Elma dengan perlahan.

“Nanti dihapalin yah” Bulan tersenyum menyemangati. Elma mengangguk dengan tegas dan memandang ayahnya.

“Daddy sudah hafal doa sebelum makan? Nanti kalau mau makan harus baca doa dulu supaya tidak masuk neraka” ia langsung menerapkan ilmu yang baru didapatnya kepada ayahnya yang langsung tergagap mendengar ucapan putrinya.

“Hmmm yaa yaa nanti Daddy bacakan kalau makan malam. Sama Mommy dibantu berdoanya” ia langsung mengalihkan perhatian putrinya.

“Mommy pulangnya malam-malam jam sembilan. Aku sudah mau tidur. Aku makan jam tujuh malam. Masa aku menunggu Mommy untuk membaca doa” ia langsung mengerutkan lagi dahinya tidak terima kalau harus makan malam larut demi untuk dituntun doa.

“Ya...yaa.. Nanti Daddy yang bantu membacakan doa… sekarang habiskan makannya Daddy harus ada rapat sebentar lagi” Ia dengan cepat menyuapi Elma dengan suapan besar, anak kecil itu langsung menutup mulutnya.

“Aku bisa mati tercekik kalau makan terlalu banyak… Daddy pergi rapat, aku ikut dengan Kakak Srigala nanti Daddy jemput aku setelah selesai rapat” Bulan langsung kaget, anak ini kecil-kecil sudah bisa mengatur orang dewasa, dan yang kedua yang membuatnya kaget adalah dengan nyamannya dia memilih untuk bersama Bulan daripada dengan Daddy nya. Padahal ia tidak mengenal dengan baik namanya saja tidak tahu.

“Ok… nanti Daddy jemput setelah rapat. Maaf apakah tidak merepotkan kalau Elma ikut dengan kamu? Siapa namanya dan di divisi apa?” Mata Bulan semakin membulat, ini anak dan bapak sama saja, percaya pada orang asing yang tidak dikenal dengan baik. Gimana kalau dia orang jahat yang suka menculik anak.

“Saya Rembulan Pak di bagian Pajak” Bulan memperlihatkan name tag tempat ia bekerja. Laki-laki itu mengangguk dan menyodorkan tangannya. “Ok artinya kamu anak buahnya David yah… perkenalkan saya Kevin Senior Manager di Consultant Division. Tidak apa-apa kalau Elma saya titip dulu di kamu, kasian soalnya kalau saya tinggal sendiri di ruangan. Rapatnya di Thamrin jadi agak lama” Bulan berada dalam posisi tidak bisa menolak, tidak mungkin dia membiarkan seorang anak sendirian di gedung perkantoran.

“Kalau Bapak percaya, akan saya jaga Elma” akhirnya Bulan tersenyum diplomatis, mau bagaimana lagi.

“Ok nanti saya bilang sama David kalau kamu harus jagain Elma, jadi kalau ada tagihan pekerjaan siang ini. Saya akan pastikan kamu aman” ucapnya sambil langsung membereskan perlengkapan makanannya. Elma tampak tidak peduli dengan transaksi penitipan anak yang terjadi, ia seperti sudah terbiasa menjadi anak titipan.

Bulan memandang laki-laki yang pergi dengan tergesa, ia masih bingung tiba-tiba ketiban tanggung jawab untuk menjadi babby sitter. Hmmm… mau diapain lagi ini anak, selama bertahun-tahun mengurus Bebey ia sudah terbiasa menghadapi anak kecil.

“Jangan khawatir nanti Daddy pasti menjemput aku… aku gak akan mengganggu kerja Tante Rembulan” tampaknya gadis kecil ini mengerti kegelisahan Bulan.

“Namanya aneh Rembulan… pantesan disebut mirip serigala sama Tante Au… kalau Tante Au namanya siapa?” Elma tampak tidak peduli dengan kepergian Daddy nya.

“Hmmm Afi… Tante Afi..kenapa aneh bukankah Rembulan itu nama yang bagus” Bulan menghabiskan makan siang. Ia sedang tidak solat jadi bisa lebih santai menghabiskan waktu istirahatnya.

“Aku belum pernah dengar nama seperti itu.. Apa artinya?” ia cepat-cepat menghabiskan spaghetti di piringnya.

“Elma apa arti namanya” Bulan langsung membalas, jangan mau diatur oleh anak ini, bahaya. Karakternya kuat bisa-bisa dia ngelunjak pikir Bulan.

“Tidak tahu, Daddy bilang kalau Kakek yang memberi nama Elma, jadi Kakak tanyakan saja sama Kakek” jawabnya santai

“Apa artinya Rembulan?” keukeuh masih ingin tau kenapa diberi nama Bulan.

“Hmmm sama seperti Elma, Bapaknya Kakak punya Bibi namanya Poernama… dia dibesarkan oleh Bibinya karena orang tuanya pergi bertransmigrasi. Bibinya sangat sayang pada Bapak, selalu dibuatkan makanan yang enak dan jago masak. Bapak berjanji nanti kalau punya anak perempuan akan diberikan nama seperti Bibinya itu Purnama” jelas Bulan

“Tapi kenapa namanya jadi Rembulan bukan Purnama kalau begitu seperti nama Bibinya” Elma kembali mengerutkan dahi, anak ini bisa-bisa harus memakai anti aging lebih awal pikir Bulan, sering sekali mengerutkan dahi.

“Karena yang sering mengalami Purnama itu adalah Bulan maka diberi nama Rembulan. Untung saja tidak diberi nama Sabit...hehehehhe” Bulan tertawa sendiri, kalau ada Afi pasti anak itu akan memberikan humor recehnya.

“Hmm… aku mengerti, mungkin tidak diberi nama Purnama karena muka Kakak tidak bulat” jawab Elma pendek. Bulan langsung tertawa, anak ini benar-benar pintar.

Terpopuler

Comments

💜Ilalang Senja💜

💜Ilalang Senja💜

Elma🌹🌷💟🩶🤍❤️🩷💙♥️💟

2025-03-15

1

aish

aish

cerdas👍 🤩

2024-10-25

2

aish

aish

alamaaakk.. disuruh nanya kakek 😂😂😂

2024-10-25

2

lihat semua
Episodes
1 Elma
2 Juno Numero Uno
3 Best Friend Afianti
4 Bapak
5 Kuliah Tujuh Menit
6 Different Kingdom
7 Miss Perpek Inneke
8 Butuh Bahu untuk Bersandar
9 Barisan Para Mantan
10 Nasi Goreng Special
11 Panggilan Kesayangan
12 Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13 Phubbing
14 Kupanggil Kau Bintang
15 Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16 Mantera Sihir
17 Quality Time with Elma
18 Takdir Memang Aneh
19 Positif Thinking Ajalah
20 Dilamar #pekerjaan
21 New Office...
22 Team Work
23 Pretty Woman
24 Reuni SMA
25 Mimpi Buruk yang Kembali
26 Do Love Exist?
27 PENGUMUMAN
28 TMT bukan TTM
29 Adik Ketemu Gede
30 Dicari! Wali Nikah
31 Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32 Konsekuensi Memiliki Anak
33 Umi dan Abi in Action
34 Bukan Untukku
35 Mama Nisa
36 Hati yang Luka
37 Ketika Juno menjadi Juned
38 Jangan Khawatir Ada Benny
39 Lilitan Benang Perjanjian
40 Terpesona Akuuuu... Terpesona
41 Gampang Merinding Disko
42 Penculikan Barang Pegangan
43 Mulai dari 0
44 Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45 Ibu Ustadzah Bulan
46 Bulan dan Bintang
47 Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48 Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49 Fix You
50 Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51 Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52 Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53 The Pain that Changes Her
54 Ada yang Gugup
55 Resep Rahasia Lupakan Mantan
56 Anatomi Tubuh Laki-laki
57 Seberapa Pantas
58 Ini Gimana Le....
59 Another Man in Her Life
60 PENGUMUMAN
61 Afianti Day
62 Akad Nikah
63 Racun Sudah Mulai Bekerja
64 Cinta Satu Malam
65 Tak Semanis Kopi Dangdut
66 OTW Taaruf
67 Kost-an Rasa Homestay
68 Memegang Pundakmu Sekarang
69 Tentang Rasa
70 Menuju Takdir
71 Nik...Nik...
72 Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73 Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74 Saya Calon Suami Rembulan
75 Everything's Gonna Be Okay
76 Kebaya Ibu
77 Pemanasan itu Penting
78 Ijab Qabul
79 Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80 Malam Pertama
81 Abang Ketemu Gede
82 Kupanggil Dia....
83 Menunggu Hari Pembalasan
84 Nikah udah Kawin Belum
85 Nasehat Bapak
86 Anjay Suranjay
87 Biang Kerok
88 Semua Orang Pernah Terluka
89 Pamrih
90 Memories
91 Suami Rentenir
92 Aji Mumpung
93 Akibat Bunga Pinjaman
94 Merentang AsHa
95 Moon Honey
96 Perang Dunia
97 Anak Kost-an
98 Vitamin
99 Buka-Bukaan
100 Once Upon A Time
101 Long Distance-Long Distance an
102 Maaf! Kita Beda Dimensi
103 Timer Marah
104 Vitamin B-ikini
105 Collaboration Buddies
106 The Ultimate Challenges
107 Pusaka Leluhur
108 Heart to Heart
109 Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110 Istri Calon CEO
111 Love YourSelf
112 Cerita di Balik Layar
113 Curhat Dong A....
114 Vitamin K-win
115 TMT: Teman Mendukung Teman
116 Rejeki Anak Sholeh
117 Hana... Dul... Set
118 I Love You to The Moon and Back
119 Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120 Gencatan Senjata
121 Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122 As Soon as Possible
123 Bang Toyib Pulang
124 Bumper
125 Beauty and Brain
126 Sabar = Lebar
127 Tak Gendong Kemana Mana
128 Dinner Meeting
129 Baku Hantam
130 Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131 Sahabat di Tikungan
132 Farewell Party
133 TanMantan
134 Pulangkan saja
135 Hp-nya Butuh Di Charger
136 Dua Sisi Cerita
137 Aji Mumpung
138 Unfinished Business
139 Engkau Masih Seperti yang Dulu
140 What if I Never Get Over You
141 Pengumuman Penting
142 Farewell Party rasa Pengajian
143 Adakah Kesempatan Kedua?
144 Vye Vye
145 Special Person
146 Maskot Perusahaan
147 Something is Wrong
148 When I Try to Trust You
149 Ampun Bang Jago
150 Focus Ghibah Discussion
151 Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152 Pengumuman Give Away
153 Donny Atid Sanjaya
154 Lu Gw End...
155 Ada yang kenal sama Reza?
156 Jamet Kubasi
157 Siaga Satu
158 Duet Mauts
159 Duo Absurd
160 Perempuan Tak Pernah Salah
161 Pria Idaman
162 Lanjut Begadang
163 Smack Down only for Syalala Time
164 Hidup adalah Perjuangan
165 Melawan Ketidakadilan
166 Angkat dan Hempaskan
167 Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168 Dibayar Kontan
169 Hambar
170 Pushes the Right Botton
171 Syukur dan Sabar
172 Amarah
173 Behind the Scene
174 Pasca Badai
175 Hamil?
176 Mama Nisa
177 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178 Aku Tanpamu...
179 Risalah Hati
180 Jangan Berhenti Tumbuh
181 Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182 Tak Tutuk ...
183 Little Little Sih I Can
184 Biarkan Dia Gila Sendiri
185 I Will Follow You Down
186 Nasib Telur Asin
187 Menepis Ego
188 Si Pembohong Ulung
189 Aki-Aki Nurustunjung
190 Bukan Puasa Ramadhan
191 Loveable vs Hateable
192 Rembulan Bersinar Lagi
193 Rembulan Rasional
194 Adu Rayuan
195 Happier
196 Take Away
197 Jalan ke Surga
198 Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201 Ya atau Tidak
202 Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203 Tawaran dari Khanu
204 Likeable but Rare
205 Tak Lagi Sama
206 Kena Diskualifikasi
207 Seperti DejaVu
208 Penyesalan
209 Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210 Sang Batu Loncatan
211 Home Sweet Home
212 Ruang Bucin
213 Keputusan Terbaik
214 CEO Betawi
215 Sinetron Azab
216 Boleh Asal...
217 Tak Tergantikan
218 Udah Gak Kuat
219 H-1
220 Sah
221 Crazy Rich
222 Fly Me to The Moon
223 Pengumuman
224 Bonus Chapter 1
225 Bonus Chapter 2
226 Bonus Chapter 3
227 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 227 Episodes

1
Elma
2
Juno Numero Uno
3
Best Friend Afianti
4
Bapak
5
Kuliah Tujuh Menit
6
Different Kingdom
7
Miss Perpek Inneke
8
Butuh Bahu untuk Bersandar
9
Barisan Para Mantan
10
Nasi Goreng Special
11
Panggilan Kesayangan
12
Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13
Phubbing
14
Kupanggil Kau Bintang
15
Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16
Mantera Sihir
17
Quality Time with Elma
18
Takdir Memang Aneh
19
Positif Thinking Ajalah
20
Dilamar #pekerjaan
21
New Office...
22
Team Work
23
Pretty Woman
24
Reuni SMA
25
Mimpi Buruk yang Kembali
26
Do Love Exist?
27
PENGUMUMAN
28
TMT bukan TTM
29
Adik Ketemu Gede
30
Dicari! Wali Nikah
31
Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32
Konsekuensi Memiliki Anak
33
Umi dan Abi in Action
34
Bukan Untukku
35
Mama Nisa
36
Hati yang Luka
37
Ketika Juno menjadi Juned
38
Jangan Khawatir Ada Benny
39
Lilitan Benang Perjanjian
40
Terpesona Akuuuu... Terpesona
41
Gampang Merinding Disko
42
Penculikan Barang Pegangan
43
Mulai dari 0
44
Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45
Ibu Ustadzah Bulan
46
Bulan dan Bintang
47
Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48
Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49
Fix You
50
Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51
Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52
Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53
The Pain that Changes Her
54
Ada yang Gugup
55
Resep Rahasia Lupakan Mantan
56
Anatomi Tubuh Laki-laki
57
Seberapa Pantas
58
Ini Gimana Le....
59
Another Man in Her Life
60
PENGUMUMAN
61
Afianti Day
62
Akad Nikah
63
Racun Sudah Mulai Bekerja
64
Cinta Satu Malam
65
Tak Semanis Kopi Dangdut
66
OTW Taaruf
67
Kost-an Rasa Homestay
68
Memegang Pundakmu Sekarang
69
Tentang Rasa
70
Menuju Takdir
71
Nik...Nik...
72
Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73
Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74
Saya Calon Suami Rembulan
75
Everything's Gonna Be Okay
76
Kebaya Ibu
77
Pemanasan itu Penting
78
Ijab Qabul
79
Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80
Malam Pertama
81
Abang Ketemu Gede
82
Kupanggil Dia....
83
Menunggu Hari Pembalasan
84
Nikah udah Kawin Belum
85
Nasehat Bapak
86
Anjay Suranjay
87
Biang Kerok
88
Semua Orang Pernah Terluka
89
Pamrih
90
Memories
91
Suami Rentenir
92
Aji Mumpung
93
Akibat Bunga Pinjaman
94
Merentang AsHa
95
Moon Honey
96
Perang Dunia
97
Anak Kost-an
98
Vitamin
99
Buka-Bukaan
100
Once Upon A Time
101
Long Distance-Long Distance an
102
Maaf! Kita Beda Dimensi
103
Timer Marah
104
Vitamin B-ikini
105
Collaboration Buddies
106
The Ultimate Challenges
107
Pusaka Leluhur
108
Heart to Heart
109
Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110
Istri Calon CEO
111
Love YourSelf
112
Cerita di Balik Layar
113
Curhat Dong A....
114
Vitamin K-win
115
TMT: Teman Mendukung Teman
116
Rejeki Anak Sholeh
117
Hana... Dul... Set
118
I Love You to The Moon and Back
119
Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120
Gencatan Senjata
121
Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122
As Soon as Possible
123
Bang Toyib Pulang
124
Bumper
125
Beauty and Brain
126
Sabar = Lebar
127
Tak Gendong Kemana Mana
128
Dinner Meeting
129
Baku Hantam
130
Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131
Sahabat di Tikungan
132
Farewell Party
133
TanMantan
134
Pulangkan saja
135
Hp-nya Butuh Di Charger
136
Dua Sisi Cerita
137
Aji Mumpung
138
Unfinished Business
139
Engkau Masih Seperti yang Dulu
140
What if I Never Get Over You
141
Pengumuman Penting
142
Farewell Party rasa Pengajian
143
Adakah Kesempatan Kedua?
144
Vye Vye
145
Special Person
146
Maskot Perusahaan
147
Something is Wrong
148
When I Try to Trust You
149
Ampun Bang Jago
150
Focus Ghibah Discussion
151
Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152
Pengumuman Give Away
153
Donny Atid Sanjaya
154
Lu Gw End...
155
Ada yang kenal sama Reza?
156
Jamet Kubasi
157
Siaga Satu
158
Duet Mauts
159
Duo Absurd
160
Perempuan Tak Pernah Salah
161
Pria Idaman
162
Lanjut Begadang
163
Smack Down only for Syalala Time
164
Hidup adalah Perjuangan
165
Melawan Ketidakadilan
166
Angkat dan Hempaskan
167
Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168
Dibayar Kontan
169
Hambar
170
Pushes the Right Botton
171
Syukur dan Sabar
172
Amarah
173
Behind the Scene
174
Pasca Badai
175
Hamil?
176
Mama Nisa
177
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178
Aku Tanpamu...
179
Risalah Hati
180
Jangan Berhenti Tumbuh
181
Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182
Tak Tutuk ...
183
Little Little Sih I Can
184
Biarkan Dia Gila Sendiri
185
I Will Follow You Down
186
Nasib Telur Asin
187
Menepis Ego
188
Si Pembohong Ulung
189
Aki-Aki Nurustunjung
190
Bukan Puasa Ramadhan
191
Loveable vs Hateable
192
Rembulan Bersinar Lagi
193
Rembulan Rasional
194
Adu Rayuan
195
Happier
196
Take Away
197
Jalan ke Surga
198
Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201
Ya atau Tidak
202
Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203
Tawaran dari Khanu
204
Likeable but Rare
205
Tak Lagi Sama
206
Kena Diskualifikasi
207
Seperti DejaVu
208
Penyesalan
209
Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210
Sang Batu Loncatan
211
Home Sweet Home
212
Ruang Bucin
213
Keputusan Terbaik
214
CEO Betawi
215
Sinetron Azab
216
Boleh Asal...
217
Tak Tergantikan
218
Udah Gak Kuat
219
H-1
220
Sah
221
Crazy Rich
222
Fly Me to The Moon
223
Pengumuman
224
Bonus Chapter 1
225
Bonus Chapter 2
226
Bonus Chapter 3
227
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!