Kupanggil Kau Bintang

Selama diperjalanan setelah hampir lima belas menit semenjak Bulan meninggalkan Restoran, ditambah dengan waktu panggil ojek online selama lima menit jadi total dua puluh menit kalau dihitung, baru masuklah pesan dari Juno.

“Kamu dimana?” Bulan tersenyum membacanya, setelah ia membayar ojek dan masuk ke kamar kost an. Ia kemudian membalas pesan itu.

“Sudah sampai di kost an. Terima kasih makan malamnya” dilemparkannya Hp dan kemudian ia beranjak membersihkan diri, walaupun kos ini agak lebih mahal dari yang lain. Tapi fasilitas kamar mandi dengan air panas menjadi kebutuhan yang paling mendasar baginya saat ini. Setelah mandi dan sholat perasaannya menjadi lebih stabil. Diraihnya hp dan mulai membaca pesan.

“Maksudnya kamu apa? Tiba-tiba pergi begitu saja, kekanak-kanakan” hmmm pliz deh pikir Bulan. Malas rasanya berargumentasi setelah perlakuannya tadi. Kalau dipikir-pikir ini adalah pertikaian mereka yang pertama.

“Maaf aku pulang duluan, beberapa kali ngomong tp kayanya Kak Juno gak nyimak sibuk main hape. Aku mau tidur. Cape” begitu pesan dikirimkan Bulan langsung mematikan handphone, saat ini ia tidak membutuhkan drama sebelum tidur, otaknya membutuhkan istirahat. Semoga besok lebih baik.

Pagi harinya sambil mengumpulkan kesadaran, Bulan melihat pesan yang masuk, tidak ada balasan lagi dari Juno. Hari ini ia tidak solat, saat mandi tadi malam ternyata datang bulan, pantas saja ia lebih mudah emosi dan badannya terasa lemas rupanya PMS.

Di kantor semua pekerjaan dilabas dengan kecepatan penuh, pagi-pagi sarapan dengan menu full protein. Bubur ayam pakai telor rebus plus ati ampela trus minta ekstra ayam suwir. Ia ingin menghapus semua energi negatif dengan makanan yang memberikan tenaga. Tidak lupa ia menambahkan sambal satu sendok dan bubuk merica. Sedaaaappp….

Jam 11 Bulan sudah merasakan kalau dia butuh tambahan gula, craving for sugar and caffeine. Ini mungkin gegara ia sudah melabas laporan pajak selama satu tahun dalam waktu 3 jam. Ternyata memang dibutuhkan energi lebih, dibukanya laci meja kerja tempat ia menyimpan harta karun untuk kondisi darurat gula. Ada coffee cream latte dari malaysia dan biskuit cokelat kemasan kecil-kecil yang ia suka, tidak terlalu manis tapi aroma membuat jiwa seperti melayang-layang. Hanya saja butuh air panas jadi ia mesti ke pantry.

Di pantry hanya ia sendiri, syukurlah pikir Bulan terkadang berbasa basi dengan orang yang tidak akrab itu menghabiskan energi juga. Ia melihat kopi kemasan yang jumlahnya lumayan banyak untuk ukuran satu kali minum,  mendingan diseduh semua atau cukup setengahnya, sebentar lagi makan siang sayang sebetulnya kalau diseduh semua nanti makannya akan tidak terlalu bernafsu. Terdengar suara pintu terbuka dan orang masuk tapi Bulan tidak terlalu peduli, ia tengah menuangkan air panas ke cangkir. Ok cukup setengahnya saja kopi dari kemasannya, sisanya bisa ia minum nanti.

“Ehhhh ada Bintang Laut…. Bikin apa niiih… waah kopi pas banget aku juga mau” Bulan langsung terhenyak, takdir apa yang menjadikan ia selalu bertemu dengan manusia penukar saliva.

“Kopi apa tuh kok harumnya banget” ia sudah berdiri disebelahnya dan tangannya langsung menyerobot mengambil cangkir kopi di meja. Bulan tidak mau tinggal diam, masih ada kekuatan untuk mempertahankan haknya.

“Eittss… enaknya aja main embat… bikin sendiri” sebelah tangannya memegang cangkir dengan kuat. Muka yang tampak menyedihkan di sebelahnya itu langsung terlihat lunglai.

“Yaaah… aku cuma minta dikit aja, gak kuat minum kopi banyak-banyak tapi aku ngantuk banget” ia kemudian berusaha menarik kopi ditangan Bulan dengan setengah memaksa. Sebelah tangan Bulan yang masih memegang ceret air panas membuatnya tidak bisa mempertahankan cangkir kopinya, akhirnya dengan setengah terpaksa ia melepaskan cangkir kopi. Masih ada sisa kopi setengahnya lagi yang masih bisa ia buat.

“Huft… ya udah sana minum… aku masih ada setengahnya lagi” Bulan akhirnya menyerah, moodnya sedang tidak ingin bertikai. Diambilnya cangkir perusahaan di lemari pantry, kemudian menyeduh kopi yang tersisa. Anggap lah sebagai balas budi karena kemarin dia menyelamatkannya dari tersedak.

Dia tampak menikmati kopi sambil mengamati Bulan membuat kopi.

“Lebih pas lagi kalau ada biskuit coklat..” ucapnya sambil menatap kopi.

“Banyak maunya tapi gak ngemodal…” balas Bulan sambil membereskan meja dan kemudian mengambil kopi miliknya yang ada di meja. Diambilnya cookies cokelat yang tadi ia simpan di saku blazer, awalnya akan ia makan di pantry sambil minum kopi, tapi karena ada gangguan manusia saliva jadi tidak sempat ia makan.

“Nih… hutang budi air mineral kemarin lunas yaah..” ia menyimpan kue coklat di depannya kemudian beranjak meninggalkan pantry.

“Bintang… makasih kopi dan kuenya” ujar laki-laki itu saat Bulan mendekati pintu pantry.

“Bulan… namaku Rembulan bukan Bintang” ucap Bulan menoleh, pikir-pikir mereka memang belum berkenalan.

“Owhhh serius… kok bisa dekatan gitu yah namanya benda langit… Aku Anjar… eh tapi aku lebih suka manggil kamu Bintang” ucapnya lagi.

“Owh Anjar…. Tapi aku lebih suka manggil kamu Anjirr” sambil menutup pintu Bulan tertawa puas… hahahaha cocok pisan dipanggil Anjir manusia menyebalkan, main ngembat kopi. Ehhh cangkir kopi ntar gak dibalikin lagi. Bulan kembali ke ruang pantry.

“Cangkir kopi balikin yah… simpan dipojok lemari kanan sana” ucapnya sambil membuka pintu, laki-laki itu masih menyesap kopi buatannya sambil senyam senyum sendiri. Apaan lagi kaya kesambet.

“Jangan kelamaan di pantry sendiri sambil senyam senyum kesambet ntar loe” sambung Bulan sambil kembali menutupkan pintu.

“Iyaa...kesambet sama kamu” terdengar teriakan dari dalam pantry. Bulan menggelengkan kepala sambil tersenyum “wong edan” ucapnya dalam hati.

Bulan bergegas menyelesaikan berkas pemeriksaan ulang dokumen pajak yang harus ia rekap dan laporkan pada manager siang ini. Biasanya sebentar lagi Afi akan mengirimkan pesan untuk mengajaknya makan siang. Kalau mereka sedang tidak ada dinas luar pasti makan siang bersama.

“Gemb… makan siangnya agak telat dikit yahh.. Aku lagi beresin dokumen bentar lagi nih…” gak kudu nunggu lama, Afi ternyata langsung nyambung koneksi batinnya.

“Ok… aku juga baru minum kopi and diganjel biskuit… sok beresin aja aku juga masih kerja” Bulan kembali menekuni dokumennya sampai jam 1.30 akhirnya semua selesai.

“Fi beres belum? Aku udah laper nih” Bulan mengirimkan pesan pada Afi, perutnya sudah terasa kosong melompong harus segera diisi.

“Ok… kamu duluan aku nyusul, tolong pesankan Soto Daging pake santan jadi gak nungguin lagi” anak itu kalau udah kerja pasti fokus susah dialihkan.

Akhirnya Bulan melangkah terlebih dulu ke cafetaria… hampir kosong hanya tinggal beberapa orang karyawan yang tampaknya sama-sama terlambat untuk makan siang.

Bulan memesan menu yang sama dengan Afi ia kemudian duduk di sisi gedung yang menghadap ke jalan. Kesibukan kota Jakarta tidak pernah surut walaupun di siang hari yang panas sekalipun. Itulah sebabnya Bulan tidak pernah mau memaksakan diri makan siang di luar walaupun terkadang bosan dengan menu di cafetaria. Terlalu menghabiskan waktu dan energi kalau makan di luar itu.

“Makan sendirian? Biasanya sama teman kamu” Manusia saliva ehh Anjar ehhh Anjir kembali menghampiri. Dengan gaya santai tangan dimasukan ke saku celana, berdiri disebelah meja yang diduduki Bulan.

“Hmm lagi nungguin… sudah makannya?” Bulan melihat sekilas dan kembali menatap handphone. Ia tidak terlalu terbiasa berinteraksi dengan orang asing.

“Yang kemarin ngejemput itu pacar atau suami?” tanyanya lagi… Bulan mengerutkan dahi maksudnya siapa? Ia berpikir owh.. Mungkin maksudnya Juno yang menjemput sore kemarin.

“Tunangan” jawabnya singkat sambil mengacungkan jari kirinya, ada cincin yang disematkan Tante Nisa saat tunangan dulu.

“Owh….” ia kemudian beranjak pergi tanpa menjelaskan maksudnya apa. Bulan menggelengkan kepalanya… dasar manusia aneh.

“Dia masih deketin kamu? Pedekate kayanya dia… udah dibilangin kalau kamu udah tunangan” rupanya Afi melihat interaksi mereka berdua. Bulan mengangguk malas sambil mengacungkan kembali tangan kirinya. Calon adik ipar yang siaga telah mengendus calon musuh bayangan.

“Udehhh gw liatin udah tunangan, tadi dia nanya yang jemput kemarin siapa? Aku bilangan tunangan…. PUAS” jawab Bulan dengan malas. Ia mulai menyantap soto yang datang bersamaan dengan Afi.

“Eh gimana kemarin kencannya asyik ga? Aku malem keburu tidur jadi gak sempat tanya sama Kak Juno, tapi tadi pagi dia mukanya gak asyik jadi males nanya pas sarapan” rupanya Afi belum tahu tragedi tadi malam.

“Aku ninggalin Kak Juno tadi malam di restoran…” jawab Bulan pendek.

“Uhhuuuukkk… WHAT..” Afi langsung tersedak… 1-1 ....Kemarin Bulan yang tersedak oleh Afi sekarang giliran Afi yang tersedak...

Terpopuler

Comments

💜Ilalang Senja💜

💜Ilalang Senja💜

😁🤣😁🤣😁🤣

2025-03-15

0

aish

aish

njiirrr... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-02-26

1

valent

valent

bagus bulaan , gaje bener jd laki

2024-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 Elma
2 Juno Numero Uno
3 Best Friend Afianti
4 Bapak
5 Kuliah Tujuh Menit
6 Different Kingdom
7 Miss Perpek Inneke
8 Butuh Bahu untuk Bersandar
9 Barisan Para Mantan
10 Nasi Goreng Special
11 Panggilan Kesayangan
12 Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13 Phubbing
14 Kupanggil Kau Bintang
15 Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16 Mantera Sihir
17 Quality Time with Elma
18 Takdir Memang Aneh
19 Positif Thinking Ajalah
20 Dilamar #pekerjaan
21 New Office...
22 Team Work
23 Pretty Woman
24 Reuni SMA
25 Mimpi Buruk yang Kembali
26 Do Love Exist?
27 PENGUMUMAN
28 TMT bukan TTM
29 Adik Ketemu Gede
30 Dicari! Wali Nikah
31 Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32 Konsekuensi Memiliki Anak
33 Umi dan Abi in Action
34 Bukan Untukku
35 Mama Nisa
36 Hati yang Luka
37 Ketika Juno menjadi Juned
38 Jangan Khawatir Ada Benny
39 Lilitan Benang Perjanjian
40 Terpesona Akuuuu... Terpesona
41 Gampang Merinding Disko
42 Penculikan Barang Pegangan
43 Mulai dari 0
44 Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45 Ibu Ustadzah Bulan
46 Bulan dan Bintang
47 Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48 Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49 Fix You
50 Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51 Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52 Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53 The Pain that Changes Her
54 Ada yang Gugup
55 Resep Rahasia Lupakan Mantan
56 Anatomi Tubuh Laki-laki
57 Seberapa Pantas
58 Ini Gimana Le....
59 Another Man in Her Life
60 PENGUMUMAN
61 Afianti Day
62 Akad Nikah
63 Racun Sudah Mulai Bekerja
64 Cinta Satu Malam
65 Tak Semanis Kopi Dangdut
66 OTW Taaruf
67 Kost-an Rasa Homestay
68 Memegang Pundakmu Sekarang
69 Tentang Rasa
70 Menuju Takdir
71 Nik...Nik...
72 Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73 Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74 Saya Calon Suami Rembulan
75 Everything's Gonna Be Okay
76 Kebaya Ibu
77 Pemanasan itu Penting
78 Ijab Qabul
79 Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80 Malam Pertama
81 Abang Ketemu Gede
82 Kupanggil Dia....
83 Menunggu Hari Pembalasan
84 Nikah udah Kawin Belum
85 Nasehat Bapak
86 Anjay Suranjay
87 Biang Kerok
88 Semua Orang Pernah Terluka
89 Pamrih
90 Memories
91 Suami Rentenir
92 Aji Mumpung
93 Akibat Bunga Pinjaman
94 Merentang AsHa
95 Moon Honey
96 Perang Dunia
97 Anak Kost-an
98 Vitamin
99 Buka-Bukaan
100 Once Upon A Time
101 Long Distance-Long Distance an
102 Maaf! Kita Beda Dimensi
103 Timer Marah
104 Vitamin B-ikini
105 Collaboration Buddies
106 The Ultimate Challenges
107 Pusaka Leluhur
108 Heart to Heart
109 Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110 Istri Calon CEO
111 Love YourSelf
112 Cerita di Balik Layar
113 Curhat Dong A....
114 Vitamin K-win
115 TMT: Teman Mendukung Teman
116 Rejeki Anak Sholeh
117 Hana... Dul... Set
118 I Love You to The Moon and Back
119 Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120 Gencatan Senjata
121 Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122 As Soon as Possible
123 Bang Toyib Pulang
124 Bumper
125 Beauty and Brain
126 Sabar = Lebar
127 Tak Gendong Kemana Mana
128 Dinner Meeting
129 Baku Hantam
130 Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131 Sahabat di Tikungan
132 Farewell Party
133 TanMantan
134 Pulangkan saja
135 Hp-nya Butuh Di Charger
136 Dua Sisi Cerita
137 Aji Mumpung
138 Unfinished Business
139 Engkau Masih Seperti yang Dulu
140 What if I Never Get Over You
141 Pengumuman Penting
142 Farewell Party rasa Pengajian
143 Adakah Kesempatan Kedua?
144 Vye Vye
145 Special Person
146 Maskot Perusahaan
147 Something is Wrong
148 When I Try to Trust You
149 Ampun Bang Jago
150 Focus Ghibah Discussion
151 Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152 Pengumuman Give Away
153 Donny Atid Sanjaya
154 Lu Gw End...
155 Ada yang kenal sama Reza?
156 Jamet Kubasi
157 Siaga Satu
158 Duet Mauts
159 Duo Absurd
160 Perempuan Tak Pernah Salah
161 Pria Idaman
162 Lanjut Begadang
163 Smack Down only for Syalala Time
164 Hidup adalah Perjuangan
165 Melawan Ketidakadilan
166 Angkat dan Hempaskan
167 Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168 Dibayar Kontan
169 Hambar
170 Pushes the Right Botton
171 Syukur dan Sabar
172 Amarah
173 Behind the Scene
174 Pasca Badai
175 Hamil?
176 Mama Nisa
177 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178 Aku Tanpamu...
179 Risalah Hati
180 Jangan Berhenti Tumbuh
181 Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182 Tak Tutuk ...
183 Little Little Sih I Can
184 Biarkan Dia Gila Sendiri
185 I Will Follow You Down
186 Nasib Telur Asin
187 Menepis Ego
188 Si Pembohong Ulung
189 Aki-Aki Nurustunjung
190 Bukan Puasa Ramadhan
191 Loveable vs Hateable
192 Rembulan Bersinar Lagi
193 Rembulan Rasional
194 Adu Rayuan
195 Happier
196 Take Away
197 Jalan ke Surga
198 Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201 Ya atau Tidak
202 Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203 Tawaran dari Khanu
204 Likeable but Rare
205 Tak Lagi Sama
206 Kena Diskualifikasi
207 Seperti DejaVu
208 Penyesalan
209 Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210 Sang Batu Loncatan
211 Home Sweet Home
212 Ruang Bucin
213 Keputusan Terbaik
214 CEO Betawi
215 Sinetron Azab
216 Boleh Asal...
217 Tak Tergantikan
218 Udah Gak Kuat
219 H-1
220 Sah
221 Crazy Rich
222 Fly Me to The Moon
223 Pengumuman
224 Bonus Chapter 1
225 Bonus Chapter 2
226 Bonus Chapter 3
227 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 227 Episodes

1
Elma
2
Juno Numero Uno
3
Best Friend Afianti
4
Bapak
5
Kuliah Tujuh Menit
6
Different Kingdom
7
Miss Perpek Inneke
8
Butuh Bahu untuk Bersandar
9
Barisan Para Mantan
10
Nasi Goreng Special
11
Panggilan Kesayangan
12
Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13
Phubbing
14
Kupanggil Kau Bintang
15
Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16
Mantera Sihir
17
Quality Time with Elma
18
Takdir Memang Aneh
19
Positif Thinking Ajalah
20
Dilamar #pekerjaan
21
New Office...
22
Team Work
23
Pretty Woman
24
Reuni SMA
25
Mimpi Buruk yang Kembali
26
Do Love Exist?
27
PENGUMUMAN
28
TMT bukan TTM
29
Adik Ketemu Gede
30
Dicari! Wali Nikah
31
Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32
Konsekuensi Memiliki Anak
33
Umi dan Abi in Action
34
Bukan Untukku
35
Mama Nisa
36
Hati yang Luka
37
Ketika Juno menjadi Juned
38
Jangan Khawatir Ada Benny
39
Lilitan Benang Perjanjian
40
Terpesona Akuuuu... Terpesona
41
Gampang Merinding Disko
42
Penculikan Barang Pegangan
43
Mulai dari 0
44
Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45
Ibu Ustadzah Bulan
46
Bulan dan Bintang
47
Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48
Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49
Fix You
50
Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51
Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52
Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53
The Pain that Changes Her
54
Ada yang Gugup
55
Resep Rahasia Lupakan Mantan
56
Anatomi Tubuh Laki-laki
57
Seberapa Pantas
58
Ini Gimana Le....
59
Another Man in Her Life
60
PENGUMUMAN
61
Afianti Day
62
Akad Nikah
63
Racun Sudah Mulai Bekerja
64
Cinta Satu Malam
65
Tak Semanis Kopi Dangdut
66
OTW Taaruf
67
Kost-an Rasa Homestay
68
Memegang Pundakmu Sekarang
69
Tentang Rasa
70
Menuju Takdir
71
Nik...Nik...
72
Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73
Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74
Saya Calon Suami Rembulan
75
Everything's Gonna Be Okay
76
Kebaya Ibu
77
Pemanasan itu Penting
78
Ijab Qabul
79
Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80
Malam Pertama
81
Abang Ketemu Gede
82
Kupanggil Dia....
83
Menunggu Hari Pembalasan
84
Nikah udah Kawin Belum
85
Nasehat Bapak
86
Anjay Suranjay
87
Biang Kerok
88
Semua Orang Pernah Terluka
89
Pamrih
90
Memories
91
Suami Rentenir
92
Aji Mumpung
93
Akibat Bunga Pinjaman
94
Merentang AsHa
95
Moon Honey
96
Perang Dunia
97
Anak Kost-an
98
Vitamin
99
Buka-Bukaan
100
Once Upon A Time
101
Long Distance-Long Distance an
102
Maaf! Kita Beda Dimensi
103
Timer Marah
104
Vitamin B-ikini
105
Collaboration Buddies
106
The Ultimate Challenges
107
Pusaka Leluhur
108
Heart to Heart
109
Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110
Istri Calon CEO
111
Love YourSelf
112
Cerita di Balik Layar
113
Curhat Dong A....
114
Vitamin K-win
115
TMT: Teman Mendukung Teman
116
Rejeki Anak Sholeh
117
Hana... Dul... Set
118
I Love You to The Moon and Back
119
Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120
Gencatan Senjata
121
Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122
As Soon as Possible
123
Bang Toyib Pulang
124
Bumper
125
Beauty and Brain
126
Sabar = Lebar
127
Tak Gendong Kemana Mana
128
Dinner Meeting
129
Baku Hantam
130
Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131
Sahabat di Tikungan
132
Farewell Party
133
TanMantan
134
Pulangkan saja
135
Hp-nya Butuh Di Charger
136
Dua Sisi Cerita
137
Aji Mumpung
138
Unfinished Business
139
Engkau Masih Seperti yang Dulu
140
What if I Never Get Over You
141
Pengumuman Penting
142
Farewell Party rasa Pengajian
143
Adakah Kesempatan Kedua?
144
Vye Vye
145
Special Person
146
Maskot Perusahaan
147
Something is Wrong
148
When I Try to Trust You
149
Ampun Bang Jago
150
Focus Ghibah Discussion
151
Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152
Pengumuman Give Away
153
Donny Atid Sanjaya
154
Lu Gw End...
155
Ada yang kenal sama Reza?
156
Jamet Kubasi
157
Siaga Satu
158
Duet Mauts
159
Duo Absurd
160
Perempuan Tak Pernah Salah
161
Pria Idaman
162
Lanjut Begadang
163
Smack Down only for Syalala Time
164
Hidup adalah Perjuangan
165
Melawan Ketidakadilan
166
Angkat dan Hempaskan
167
Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168
Dibayar Kontan
169
Hambar
170
Pushes the Right Botton
171
Syukur dan Sabar
172
Amarah
173
Behind the Scene
174
Pasca Badai
175
Hamil?
176
Mama Nisa
177
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178
Aku Tanpamu...
179
Risalah Hati
180
Jangan Berhenti Tumbuh
181
Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182
Tak Tutuk ...
183
Little Little Sih I Can
184
Biarkan Dia Gila Sendiri
185
I Will Follow You Down
186
Nasib Telur Asin
187
Menepis Ego
188
Si Pembohong Ulung
189
Aki-Aki Nurustunjung
190
Bukan Puasa Ramadhan
191
Loveable vs Hateable
192
Rembulan Bersinar Lagi
193
Rembulan Rasional
194
Adu Rayuan
195
Happier
196
Take Away
197
Jalan ke Surga
198
Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201
Ya atau Tidak
202
Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203
Tawaran dari Khanu
204
Likeable but Rare
205
Tak Lagi Sama
206
Kena Diskualifikasi
207
Seperti DejaVu
208
Penyesalan
209
Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210
Sang Batu Loncatan
211
Home Sweet Home
212
Ruang Bucin
213
Keputusan Terbaik
214
CEO Betawi
215
Sinetron Azab
216
Boleh Asal...
217
Tak Tergantikan
218
Udah Gak Kuat
219
H-1
220
Sah
221
Crazy Rich
222
Fly Me to The Moon
223
Pengumuman
224
Bonus Chapter 1
225
Bonus Chapter 2
226
Bonus Chapter 3
227
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!