Phubbing

Rembulan POV

“Gembuuuul…. Kakak nanyain kamu malem ini ngelembur gak?”

Pesan dari Afi sore itu masuk ke HP setelah aku sholat ashar. Hmm ada apa ini tiba-tiba saja menanyakan soal lembur atau tidak.

“Kenapa?” aku lagi males keluar energi lagi, gara-gara keselek tadi siang dan pertukaran air liur 'tidak langsung' membuat badanku lemas seperti terkontaminasi virus. Mudah-mudahan saja laki-laki tadi gak punya penyakit tidak berkata. Entah karena sugesti badan rasanya seperti meriang begini.

“Lahhh katanya tadi kamu pengen ketemuan?” pasti anak ini komplain sama kakaknya. Ah… ngapain juga sih si Afi pake cerita segala aku pengen ketemu dia.

“Aku mau pulang langsung kayanya, pengen tidur kemarin malam tidurnya cuman 4 jam.” malas rasanya bertemu hanya karena permintaan orang lain, kalau Kak Juno mau ketemu sama aku mestinya atas keinginan dia sendiri.

“Aku udah bilang lagi, kamu mau ketemu dia sekarang, mumpung aku dijemput sama si Nico, kamu dijemput sama Kaka… udah yaa fix...Bye” eh apaan lagi bikin janji gak pake kesepakatan dulu. Padahal aku udah titipin Batagor sama Baso Tahu sama Afi supaya bisa dimakan oleh semuanya.

Aku tidak membalas pesan dari Afi, kalau sekiranya benar Kak Juno akan menjemput seharusnya dia yang mengirim pesan langsung padaku bukan pada Afi. Ya sudahlah terserah dia, pengen tau beneran keinginan sendiri atau karena disuruh sama Afi.

Sampai jam menunjukkan 5.30 tidak ada pesan yang masuk dari Kak Juno. Artinya dia masih belum datang untuk menjemput. Akhirnya aku membereskan meja dan mengambil wudhu. Lebih baik sholat magrib lebih dulu supaya nanti sampai ke rumah, aku tinggal istirahat, hari ini terasa lebih melelahkan.

Aku menunggu sampai jam 6 lebih seperempat di mushola, tapi belum ada juga pesan dari Kak Juno. Akhirnya aku putuskan untuk mengirimkan pesan terlebih dahulu, bukan ingin dijemput tapi aku sudah ingin pulang, keringat terasa lengket sudah ingin segera dibilas dengan air dan berganti dengan daster. Daripada nanti merasa bersalah karena bersimpangan jalan lebih baik dipastikan saja.

“Kak… maaf tadi kata Afi Kakak mau jemput ke kantor? Aku mau pulang sekarang sudah lebih 30 menit menunggu. Kalau kakak masih sibuk aku pulang sendiri aja, gak apa-apa kok” akhirnya aku kirim pesan saja daripada capek menunggu.

Sepuluh menit kemudian baru ada balasan. :(

“Maaf aku kelupaan, barusan beresin design gambar. Tunggu aku, 20 menit lagi sampai, kita makan di luar yah” ohhh my god nungguin lagi 20 menit, ini mata kaya udah rapat kaya ada lemnya. Di luar hujan lagi, udah pengen nangis.

Akhirnya kuputuskan untuk keluar menunggu di depan lobby, ada beberapa orang yang juga berdiri menunggu hujan reda atau menunggu jemputan datang. Aku putuskan untuk menunggu di sisi kiri sambil duduk menyender ke tiang penyangga. Saat butuh bahu untuk bersandar, tiang gedung terasa sangat kokoh cukup untuk berbagi beban kepala.

Terdengar obrolan laki-laki dan perempuan di samping yang masih penuh dengan energi, hmmm masih ada sisa tenaga mereka padahal sudah jam pulang kantor… arghhhh ini apaaa… asap rokok… menyebalkan sudah hujan malah menghisap rokok lagi .. akhirnya aku melirik ke arah suara itu, huuuh…. Si penukar saliva ternyata yang merokok dengan anak-anak bagian office.. Pantesan penuh gairah ngobrolnya… anak-anak cewek office terkenal dengan baju fit body dan rok di atas lutut. Gak ada tuntutan selain ngurusin administrasi membuat mereka lebih bebas berekspresi dengan dandanan maksimal yang mengundang pandangan penuh hasrat.

Untunglah mobil online menjemput suara-suara berisik itu, rupanya mereka menunggu jemputan sambil saling menggoda.. Ewww… mudah-mudahan air mineral tadi tidak mengandung penyakit menular. Membayangkannya saja membuat otakku jadi tambah pusing.

“Gimana sudah mulai terasa gak badannya meriang” suara itu terdengar dekat, kubuka mata ternyata si penukar saliva. Males banget nanggepinnya, aku kembali menutupkan mata, daripada emosi yang gak perlu lebih baik diam aja… ka bau bau sungut kalau kata si Bapak.

“Hmmm kayaknya udah mulai menginfeksi… kamu udah keliatan lemas… sorry aku pikir gak masalah kalau kamu terinfeksi daripada kamu mati karena kehabisan nafas” aku langsung membuka mata… ini beneran emang. Aku langsung melotot melihatnya, kurang ajar kalau beneran dia punya penyakit. Seumur hidupku aku tidak pernah minum air bekas laki-laki lain kecuali bekas Bapak atau Benny.

“Hahahahahha langsung sadar….. Ahahahahha” mahluk penukar saliva itu terlihat sangat puas melihat mukaku yang kaget. Kurang ajar … pasti berbohong.

“Ahahaha jangan khawatir aku gak punya penyakit ABC tapi itu air mengandung HIW…” aku langsung melotot apaan itu… temannya HIV … My God … takdir buruk apa yang sudah mendekati aku.

“HIW…. High Infused Water…. Hahahahha itu air rendaman apple ..hahahhahaha” dia masih saja tertawa. Mahluk kaya gini mesti dikasih pelajaran kalau gak bakalan terus mengganggu kehidupan... Tapi kalau kita marah malah bikin dia merasa menang, jadi musti cool.

“Owhh… infused water… makasih airnya… walaupun terasa bau tapi bisa menyelamatkan.. Lain kali kalau bikin infused water pakai apple yang masih segar… ehhh atau apelnya sih segar tapi yang pertama minum  gak pernah gosok gigi jadi agak busuk airnya… coba cek karang gigi…. Kali aja udah bisa disumbangin jadi karang laut” dari kejauhan kulihat mobil Kak Juno…

“Whahahahahha…. Cerdas… Kamu tahu gak kalau karang gigi aku itu paling disukai sama Bintangnya  Laut kaya kamu...hahahhahahah” najiiissss… ini orang udah dihina masih bisa-bisa nya ngegombal.

Pasti Playboy cap Gajah Duduk yang punya kemampuan kaya dia, aku langsung menggelengkan kepala dan meninggalkannya. Dia masih tertawa dan senyam senyum saat aku tinggalkan dan berjalan ke arah mobil Kak Juno, sudah 30 menit menunggu laki-laki yang asin ini, sampai harus terjebak sama laki-laki penukar saliva.

“Maaf menunggu lama, hujan jadi agak macet” cuma itu ucapan Kak Juno saat aku masuk ke dalam mobilnya, aku cuma mengangguk tanpa menjawab apapun. Semangat yang masih tersisa sudah menguap saat laki-laki penukar saliva itu menggangguku. Saat mobil melewatinya, dengan pedenya dia melambaikan tangan dengan penuh kehangatan seakan-akan teman akrab…. Ewwww….

“Siapa dia? Teman satu divisi? Keliatannya akrab sampai tertawa-tawa” Hmmm tumben kepo, biasanya jarang menanyakan teman sekantor.

“Ga…” kalau disebut gak kenal pasti terdengar aneh, masa gak kenal terlihat akrab tertawa-tawa. Lebih tepatnya dia yang tertawa karena aku yang menjadi bahan tertawaan.

“Euhh.. beda divisi… tapi masih satu kantor” jawabku malas.

“Oh….” ok jawaban sudah cukup memuaskan dia.

“Kita makan dulu sebelum pulang” itu adalah kalimat pernyataan bukan pertanyaan, terus terang aku sudah tidak ingin mengunyah apapun. Hanya ingin memenuhi kebutuhan bulu mata untuk saling melepas kerinduan antara satu dengan yang lainnya.

Kak Juno masuk ke jalan yang kecil di Jakarta Selatan, aku mengenali jalan ini ada Restoran yang terkenal karena makanan tradisional Indonesia. Kalau rapat dengan klien beberapa kali memilih restoran ini karena tidak terlalu crowded.

Ia turun tanpa menungguku dan berjalan mendahului, melirik sebentar dan menghidupkan alarm mobil. Aku sudah tahu dari Afi kalau kakaknya bukan tipe yang romantis membukakan pintu untuk perempuan dan menggandengnya.

Ia langsung duduk dan memilih tempat agak di pinggir, memilih menu dan kemudian menunggu.

“Bapak sehat?” akhirnya dia membuka komunikasi setelah kami berdiam beberapa saat.

“Alhamdulillah, salam dari Bapak buat Kak Juno dan Mama” ucapku. Ia hanya mengangguk.

“Kak Juno lagi banyak project yah, keliatannya sibuk banget?” tanyaku berbasa basi setelah terdiam beberapa lama. Dia terlihat menahan senyum.

“Kenapa tidak memanggil dengan panggilan Akang lagi?” tanyanya dengan tersenyum seperti sinis. Hmmm tadi katanya tidak suka.

“Tadi kata Kakak terdengar seperti kampungan, aku gak mau kalau Kak Juno gak nyaman” jawabku, dia kembali tersenyum.

“Kalau kamu suka kenapa tidak mencoba bertahan, jangan gampang menyerah hanya karena orang bilang itu tidak pantas atau jelek. Nilai setiap orang kan beda-beda” jelasnya. Jadi maunya apa atuh… suka atau tidak, kalau gak masalah kenapa tadi bilang gak suka… aneh pikirku. Akhirnya aku diam, mencoba mencerna, ternyata berbicara sebagai pasangan lebih sulit daripada hanya sekedar kakaknya teman.

Makanan yang datang memecahkan keheningan. Akhirnya kami berdua makan tanpa berbicara lagi. Sedari tadi aku memang sudah tidak ingin berbicara, toh dia sibuk dengan handphonenya. Sambil berbicarapun tangannya tidak terlepas dari hape dan pandangannya selalu melihat ke benda multi tasking itu.

Phubbing.. Itu adalah aktivitas yang dilakukannya sekarang, sambil makan dia terus berselancar dengan hapenya. Makan yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu lima belas menit, sekarang sudah hampir tiga puluh menit ia masih belum menyelesaikan makannya. Biasanya dengan Afi aku yang selalu paling terakhir menghabiskan makanan tapi ternyata dengan kakaknya aku bisa menghabiskan makanan terlebih dahulu.

Mataku semakin tidak kompromi, rasa kantuk menyerang amat sangat tapi Kak Juno tidak ada tanda-tanda untuk menyelesaikan makannya, ia masih asyik dengan handphonenya. Terkadang tersenyum dan terkadang serius.

“Kak masih lama makannya, aku udah cape” dia tampaknya tidak terlalu memperhatikan ucapanku.

“Kak… kalau masih lama, aku pulang duluan yah… udah pengen tidur banget” kataku

“Hmmm hehehe iya-iya” jawabnya sambil tersenyum melihat handphonenya, menyebalkan sekali.

“Kakak semakin sini semakin terlihat menyebalkan tidak menyenangkan untuk diajak bicara” ucapku...aku ingin tahu apakah dia sadar ucapanku

“Ya… ok sebentar lagi aku habisin makanku” jawabnya sambil menyuap nasi dalam jumlah besar ke mulutnya. Dia rupanya tidak mencerna kata-kata yang barusan tapi malah ucapanku yang sebelumnya yang masuk ke otaknya.

“.. lebih baik berbicara dengan penukar saliva, masih melihat aku manusia” ucapku

“Gimana?” tiba-tiba dia tersenyum melihatku.. Sebagian informasi masuk tapi tidak dicerna juga.

“Aku mau ke toilet trus langsung pulang duluan aja… kakak habiskan makannya” ucapku sambil merapihkan bekas makanku.

“Ya… “ jawabnya sambil menyuapkan sup. Dia memesan dua menu malam ini, rupanya tadi siang dia tidak makan, sampai dirapel seperti ini.

Phubbing menjadi salah satu kendala dalam hubungan manusia saat ini, aku tidak pernah menyangka akan mengalaminya sekarang. Dia lebih suka berinteraksi dengan handphone daripada memandang aku dan mendengar ucapanku… Ya sudah makan saja dengan handphonemu. Setelah dari toilet aku keluar dari restaurant dan memesan mobil online.

Waktu terasa terlalu berharga untuk dihabiskan dengan manusia phubbing.

Terpopuler

Comments

💜Ilalang Senja💜

💜Ilalang Senja💜

👍👍👍👍

2025-03-15

0

ninik mujiati

ninik mujiati

sangat menarik

2025-01-25

0

EndRu

EndRu

wes wes minta dicangkul itu kakak afi

2024-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 Elma
2 Juno Numero Uno
3 Best Friend Afianti
4 Bapak
5 Kuliah Tujuh Menit
6 Different Kingdom
7 Miss Perpek Inneke
8 Butuh Bahu untuk Bersandar
9 Barisan Para Mantan
10 Nasi Goreng Special
11 Panggilan Kesayangan
12 Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13 Phubbing
14 Kupanggil Kau Bintang
15 Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16 Mantera Sihir
17 Quality Time with Elma
18 Takdir Memang Aneh
19 Positif Thinking Ajalah
20 Dilamar #pekerjaan
21 New Office...
22 Team Work
23 Pretty Woman
24 Reuni SMA
25 Mimpi Buruk yang Kembali
26 Do Love Exist?
27 PENGUMUMAN
28 TMT bukan TTM
29 Adik Ketemu Gede
30 Dicari! Wali Nikah
31 Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32 Konsekuensi Memiliki Anak
33 Umi dan Abi in Action
34 Bukan Untukku
35 Mama Nisa
36 Hati yang Luka
37 Ketika Juno menjadi Juned
38 Jangan Khawatir Ada Benny
39 Lilitan Benang Perjanjian
40 Terpesona Akuuuu... Terpesona
41 Gampang Merinding Disko
42 Penculikan Barang Pegangan
43 Mulai dari 0
44 Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45 Ibu Ustadzah Bulan
46 Bulan dan Bintang
47 Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48 Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49 Fix You
50 Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51 Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52 Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53 The Pain that Changes Her
54 Ada yang Gugup
55 Resep Rahasia Lupakan Mantan
56 Anatomi Tubuh Laki-laki
57 Seberapa Pantas
58 Ini Gimana Le....
59 Another Man in Her Life
60 PENGUMUMAN
61 Afianti Day
62 Akad Nikah
63 Racun Sudah Mulai Bekerja
64 Cinta Satu Malam
65 Tak Semanis Kopi Dangdut
66 OTW Taaruf
67 Kost-an Rasa Homestay
68 Memegang Pundakmu Sekarang
69 Tentang Rasa
70 Menuju Takdir
71 Nik...Nik...
72 Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73 Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74 Saya Calon Suami Rembulan
75 Everything's Gonna Be Okay
76 Kebaya Ibu
77 Pemanasan itu Penting
78 Ijab Qabul
79 Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80 Malam Pertama
81 Abang Ketemu Gede
82 Kupanggil Dia....
83 Menunggu Hari Pembalasan
84 Nikah udah Kawin Belum
85 Nasehat Bapak
86 Anjay Suranjay
87 Biang Kerok
88 Semua Orang Pernah Terluka
89 Pamrih
90 Memories
91 Suami Rentenir
92 Aji Mumpung
93 Akibat Bunga Pinjaman
94 Merentang AsHa
95 Moon Honey
96 Perang Dunia
97 Anak Kost-an
98 Vitamin
99 Buka-Bukaan
100 Once Upon A Time
101 Long Distance-Long Distance an
102 Maaf! Kita Beda Dimensi
103 Timer Marah
104 Vitamin B-ikini
105 Collaboration Buddies
106 The Ultimate Challenges
107 Pusaka Leluhur
108 Heart to Heart
109 Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110 Istri Calon CEO
111 Love YourSelf
112 Cerita di Balik Layar
113 Curhat Dong A....
114 Vitamin K-win
115 TMT: Teman Mendukung Teman
116 Rejeki Anak Sholeh
117 Hana... Dul... Set
118 I Love You to The Moon and Back
119 Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120 Gencatan Senjata
121 Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122 As Soon as Possible
123 Bang Toyib Pulang
124 Bumper
125 Beauty and Brain
126 Sabar = Lebar
127 Tak Gendong Kemana Mana
128 Dinner Meeting
129 Baku Hantam
130 Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131 Sahabat di Tikungan
132 Farewell Party
133 TanMantan
134 Pulangkan saja
135 Hp-nya Butuh Di Charger
136 Dua Sisi Cerita
137 Aji Mumpung
138 Unfinished Business
139 Engkau Masih Seperti yang Dulu
140 What if I Never Get Over You
141 Pengumuman Penting
142 Farewell Party rasa Pengajian
143 Adakah Kesempatan Kedua?
144 Vye Vye
145 Special Person
146 Maskot Perusahaan
147 Something is Wrong
148 When I Try to Trust You
149 Ampun Bang Jago
150 Focus Ghibah Discussion
151 Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152 Pengumuman Give Away
153 Donny Atid Sanjaya
154 Lu Gw End...
155 Ada yang kenal sama Reza?
156 Jamet Kubasi
157 Siaga Satu
158 Duet Mauts
159 Duo Absurd
160 Perempuan Tak Pernah Salah
161 Pria Idaman
162 Lanjut Begadang
163 Smack Down only for Syalala Time
164 Hidup adalah Perjuangan
165 Melawan Ketidakadilan
166 Angkat dan Hempaskan
167 Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168 Dibayar Kontan
169 Hambar
170 Pushes the Right Botton
171 Syukur dan Sabar
172 Amarah
173 Behind the Scene
174 Pasca Badai
175 Hamil?
176 Mama Nisa
177 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178 Aku Tanpamu...
179 Risalah Hati
180 Jangan Berhenti Tumbuh
181 Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182 Tak Tutuk ...
183 Little Little Sih I Can
184 Biarkan Dia Gila Sendiri
185 I Will Follow You Down
186 Nasib Telur Asin
187 Menepis Ego
188 Si Pembohong Ulung
189 Aki-Aki Nurustunjung
190 Bukan Puasa Ramadhan
191 Loveable vs Hateable
192 Rembulan Bersinar Lagi
193 Rembulan Rasional
194 Adu Rayuan
195 Happier
196 Take Away
197 Jalan ke Surga
198 Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201 Ya atau Tidak
202 Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203 Tawaran dari Khanu
204 Likeable but Rare
205 Tak Lagi Sama
206 Kena Diskualifikasi
207 Seperti DejaVu
208 Penyesalan
209 Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210 Sang Batu Loncatan
211 Home Sweet Home
212 Ruang Bucin
213 Keputusan Terbaik
214 CEO Betawi
215 Sinetron Azab
216 Boleh Asal...
217 Tak Tergantikan
218 Udah Gak Kuat
219 H-1
220 Sah
221 Crazy Rich
222 Fly Me to The Moon
223 Pengumuman
224 Bonus Chapter 1
225 Bonus Chapter 2
226 Bonus Chapter 3
227 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 227 Episodes

1
Elma
2
Juno Numero Uno
3
Best Friend Afianti
4
Bapak
5
Kuliah Tujuh Menit
6
Different Kingdom
7
Miss Perpek Inneke
8
Butuh Bahu untuk Bersandar
9
Barisan Para Mantan
10
Nasi Goreng Special
11
Panggilan Kesayangan
12
Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13
Phubbing
14
Kupanggil Kau Bintang
15
Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16
Mantera Sihir
17
Quality Time with Elma
18
Takdir Memang Aneh
19
Positif Thinking Ajalah
20
Dilamar #pekerjaan
21
New Office...
22
Team Work
23
Pretty Woman
24
Reuni SMA
25
Mimpi Buruk yang Kembali
26
Do Love Exist?
27
PENGUMUMAN
28
TMT bukan TTM
29
Adik Ketemu Gede
30
Dicari! Wali Nikah
31
Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32
Konsekuensi Memiliki Anak
33
Umi dan Abi in Action
34
Bukan Untukku
35
Mama Nisa
36
Hati yang Luka
37
Ketika Juno menjadi Juned
38
Jangan Khawatir Ada Benny
39
Lilitan Benang Perjanjian
40
Terpesona Akuuuu... Terpesona
41
Gampang Merinding Disko
42
Penculikan Barang Pegangan
43
Mulai dari 0
44
Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45
Ibu Ustadzah Bulan
46
Bulan dan Bintang
47
Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48
Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49
Fix You
50
Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51
Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52
Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53
The Pain that Changes Her
54
Ada yang Gugup
55
Resep Rahasia Lupakan Mantan
56
Anatomi Tubuh Laki-laki
57
Seberapa Pantas
58
Ini Gimana Le....
59
Another Man in Her Life
60
PENGUMUMAN
61
Afianti Day
62
Akad Nikah
63
Racun Sudah Mulai Bekerja
64
Cinta Satu Malam
65
Tak Semanis Kopi Dangdut
66
OTW Taaruf
67
Kost-an Rasa Homestay
68
Memegang Pundakmu Sekarang
69
Tentang Rasa
70
Menuju Takdir
71
Nik...Nik...
72
Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73
Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74
Saya Calon Suami Rembulan
75
Everything's Gonna Be Okay
76
Kebaya Ibu
77
Pemanasan itu Penting
78
Ijab Qabul
79
Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80
Malam Pertama
81
Abang Ketemu Gede
82
Kupanggil Dia....
83
Menunggu Hari Pembalasan
84
Nikah udah Kawin Belum
85
Nasehat Bapak
86
Anjay Suranjay
87
Biang Kerok
88
Semua Orang Pernah Terluka
89
Pamrih
90
Memories
91
Suami Rentenir
92
Aji Mumpung
93
Akibat Bunga Pinjaman
94
Merentang AsHa
95
Moon Honey
96
Perang Dunia
97
Anak Kost-an
98
Vitamin
99
Buka-Bukaan
100
Once Upon A Time
101
Long Distance-Long Distance an
102
Maaf! Kita Beda Dimensi
103
Timer Marah
104
Vitamin B-ikini
105
Collaboration Buddies
106
The Ultimate Challenges
107
Pusaka Leluhur
108
Heart to Heart
109
Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110
Istri Calon CEO
111
Love YourSelf
112
Cerita di Balik Layar
113
Curhat Dong A....
114
Vitamin K-win
115
TMT: Teman Mendukung Teman
116
Rejeki Anak Sholeh
117
Hana... Dul... Set
118
I Love You to The Moon and Back
119
Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120
Gencatan Senjata
121
Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122
As Soon as Possible
123
Bang Toyib Pulang
124
Bumper
125
Beauty and Brain
126
Sabar = Lebar
127
Tak Gendong Kemana Mana
128
Dinner Meeting
129
Baku Hantam
130
Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131
Sahabat di Tikungan
132
Farewell Party
133
TanMantan
134
Pulangkan saja
135
Hp-nya Butuh Di Charger
136
Dua Sisi Cerita
137
Aji Mumpung
138
Unfinished Business
139
Engkau Masih Seperti yang Dulu
140
What if I Never Get Over You
141
Pengumuman Penting
142
Farewell Party rasa Pengajian
143
Adakah Kesempatan Kedua?
144
Vye Vye
145
Special Person
146
Maskot Perusahaan
147
Something is Wrong
148
When I Try to Trust You
149
Ampun Bang Jago
150
Focus Ghibah Discussion
151
Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152
Pengumuman Give Away
153
Donny Atid Sanjaya
154
Lu Gw End...
155
Ada yang kenal sama Reza?
156
Jamet Kubasi
157
Siaga Satu
158
Duet Mauts
159
Duo Absurd
160
Perempuan Tak Pernah Salah
161
Pria Idaman
162
Lanjut Begadang
163
Smack Down only for Syalala Time
164
Hidup adalah Perjuangan
165
Melawan Ketidakadilan
166
Angkat dan Hempaskan
167
Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168
Dibayar Kontan
169
Hambar
170
Pushes the Right Botton
171
Syukur dan Sabar
172
Amarah
173
Behind the Scene
174
Pasca Badai
175
Hamil?
176
Mama Nisa
177
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178
Aku Tanpamu...
179
Risalah Hati
180
Jangan Berhenti Tumbuh
181
Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182
Tak Tutuk ...
183
Little Little Sih I Can
184
Biarkan Dia Gila Sendiri
185
I Will Follow You Down
186
Nasib Telur Asin
187
Menepis Ego
188
Si Pembohong Ulung
189
Aki-Aki Nurustunjung
190
Bukan Puasa Ramadhan
191
Loveable vs Hateable
192
Rembulan Bersinar Lagi
193
Rembulan Rasional
194
Adu Rayuan
195
Happier
196
Take Away
197
Jalan ke Surga
198
Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201
Ya atau Tidak
202
Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203
Tawaran dari Khanu
204
Likeable but Rare
205
Tak Lagi Sama
206
Kena Diskualifikasi
207
Seperti DejaVu
208
Penyesalan
209
Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210
Sang Batu Loncatan
211
Home Sweet Home
212
Ruang Bucin
213
Keputusan Terbaik
214
CEO Betawi
215
Sinetron Azab
216
Boleh Asal...
217
Tak Tergantikan
218
Udah Gak Kuat
219
H-1
220
Sah
221
Crazy Rich
222
Fly Me to The Moon
223
Pengumuman
224
Bonus Chapter 1
225
Bonus Chapter 2
226
Bonus Chapter 3
227
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!