Bapak

Hari ini Bulan terpaksa makan siang sendiri di kantor, Afi sedang dinas luar melakukan audit di Tangerang. Awalnya ia akan membawa bekal makan siang supaya tidak usah pergi ke kafetaria sendirian tapi karena tadi keasyikan bicara dengan Bapak akhirnya dia terpaksa harus makan siang sendirian. Ada banyak teman di divisi pajak sebetulnya, tapi mereka suka memilih makan di mall dekat kantor dan itu berarti menambah waktu jam makan siang untuk perjalanan sekitar 30 menit pulang pergi. Ditambah dengan cuaca Jakarta yang selalu panas di siang hari membuatnya enggan meninggalkan gedung.

Tadi pagi Bapak menelepon, memintanya untuk pulang minggu ini. Sudah dua minggu ia tidak pulang ke Bandung, dua minggu yang lalu karena ada lembur harus membuat laporan sehingga ia harus masuk di hari Sabtu. Sedangkan minggu kemarin Bulan merasa lelah ingin menikmati waktu libur tanpa harus mengejar-ngejar kereta ke Bandung. Sebetulnya minggu ini ia ingin mengajak Juno untuk pergi keluar jalan-jalan saat weekend tapi mengingat Bapak yang terdengar kangen dan ingin bertemu Bulan memutuskan untuk pulang saja ke Bandung.

“Neng anak Bapak yang cantik minggu ini pulang yaaahh… nanti Bapak buatkan ayam bakar bumbu Rica” pasti Bapak selalu membujuk dengan makanan kesukaan kalau ingin anaknya pulang.

“Ganti atuh Pak menu andalannya jangan Ayam Bakar Bumbu Rica, ntar Teteh bosen trus gak mau pulang gimana?” Bulan menggoda Bapak yang terdengar penuh pengharapan dalam suaranya.

“Kamu yang Bapak bikin jadi Rica-Rica” suara Bapak terdengar keras dan kesal. Bulan langsung tertawa, Bapak biarpun sangat memanjakannya tapi mudah kesal seperti perempuan.

“Tapi nanti musti bikinin Ayam Bumbu Ricanya agak banyakan biar bisa Bulan bekal ke Jakarta kalau pulang” selagi diharapkan pulang harus aji mumpung, lumayan kan ada bekal makanan siap saji di freezer.

“Iya Bapak bikinkan asal kamu belikan Bapak Cinnamon Rolls yang original satu box isi enam sama blueberry mix dengan nutella 1 box isi dua belas” beuhhh ternyata punya Bapak otak liciknya lebih hebat dari anaknya.

“Waaah itu sih gak balik modal …. Lebih mahal cinnamon rolls daripada ayam rica” Bulan langsung protes, pasti Bapak mau bikin persediaan kue untuk minum kopinya setiap sore.

“Kamu tuh gaji auditor tiga kali lebih gede daripada gaji Bapak tapi itungan pisan. Kamu tau kan Teh keberkahan dari anak itu kalau bisa menyenangkan orang tuanya, kapan lagi kamu bisa nyenengin Bapak kalau gak sekarang. Engke mah kamu keburu nikah laaah… boro-boro inget sama Bapak” kembali Bapak memasang mode berkah anak adalah dengan berbakti pada orangtua. Padahal gak disuruh pun Bulan pasti membawakan makanan kesukaan Bapak.

“Halaaah Bapak mah pasti aja ngungkit-ngungkit gaji teteh lebih gede daripada Bapak. Bukannya Bapak seneng kalau gaji teteh lebih gede daripada Bapak jadi Bapak gak usah mikirin biaya pernikahan Teteh kalau nanti nikah…. Bapak bisa nabung buat biaya pernikahan sendiri….hihihihi” Bulan paling suka mengganggu Bapak dengan masalah pernikahan, sesuatu yang paling malas Bapak bicarakan.

“Hussh… jangan ngomong gitu ari kamu, tanggung jawab Bapak itu sampaikeun ka  nikahin kamu, jangan khawatir soal biaya mah, dari sejak kamu lahir Bapak udah nabung seratus ribu setiap bulan jadi sudah ngumpul sekarang”

“Kalau biaya nikahan Bapak udah nabung sejak kapan?” Bulan tahu kalau Bapak sengaja mengalihkan pembicaraan soal menikah lagi.

“Cik ari kamu jadi anak suka belegug ka kolot teh, emang Teteh mau punya ibu tiri? Masih mending ibu tirinya jiga Ashanti geulis bageur solehah… kumaha mun ibu tirina goreng, bau jeung asin” Bapak masih kalem saja menjawabnya.

“Ckckckck ternyata Bapak selerana jiga Anang suka sama Ashanti hahahhahah umurnya kemudaan atuh Ashanti mah… Bapak cocokna sama Mpok Ati hihihihi...” Bulan masih senang saja menggoda Bapak, niatnya membuat bekal makanan untuk dibawa ke kantor terlupakan karena asyik mengobrol dengan Bapak.

“Udah ahhh… sok ngobrolkeun hal nu teu puguh pagi-pagi teu produktif… kamu gera bersiap-siap ka kantor. Bapak ge hari ini mau ada rapat sama Dinas Pendidikan jadi gak ke sekolah dulu” semenjak Bapak diangkat jadi Kepala Sekolah kesibukannya jadi bertambah. Bulan senang karena Bapak jadi bisa terus aktif bekerja dan tidak merasa kesepian di rumah karena ia sudah tidak lagi tinggal di Bandung.

Adiknya Bebey sekarang sudah kelas tiga SMA, persiapan ujian membuat kesibukannya hampir sama seperti orang yang bekerja. Kalau ditanyakan pada Bapak aktivitas adiknya itu pastilah akan keluar laporan curhat Bapak tentang Benny alias Bebey.

Dimulai dari susah bangun subuh, jarang bantu Bapak beres-beres, kalau disuruh suka lama, sampai pada sering banyak ada telepon dari anak perempuan ke rumah menanyakan Benny. Curhatan Bapak seperti ibu-ibu yang membutuhkan tempat untuk menuangkan kegundahan dan kekesalan seharian di rumah. Kalau sudah seperti itu Bulan hanya bisa memijit-mijit daun telinga supaya tidak terlalu panas karena mendengarkan suara Bapak.

Ibu meninggal saat melahirkan Benny, semenjak saat itu Bulan yang berbeda tujuh tahun dengan adiknya seperti menjadi ibu pengganti untuk Benny terutama karena Bapak tidak pernah mau menikah lagi. Jarang-jarang ada lelaki seperti Bapak memang, aneh bahkan, bukanlah laki-laki itu makhluk yang sangat tergantung pada lawan jenis, dan mereka sangat sulit untuk mengendalikan hawa nafsunya.

Dulu Bulan tidak terlalu memikirkan hal tersebut, malah ia merasa senang karena perhatian Bapak tercurah untuk mereka berdua dan tidak pernah terbagi. Bapak selalu ada bersama mereka, tidak pernah ada seorang perempuan pun datang ke rumah dan di perkenalkan Bapak sebagai calon ibu. Sebetulnya dulu pernah ada perempuan yang berani datang ke rumah dan bersikap seperti teman dekat Bapak. Bulan ingat kalau Bapak tampak seperti sungkan untuk mengusir perempuan itu pergi. Ia masih kelas dua SMP saat itu, saat perempuan yang bersikap sok akrab dan sok dekat itu datang ke rumah dan berlaku seperti nyonya rumah.

Astri, itu nama perempuanya. Bulan selalu ingat nama itu karena hampir sama seperti nama Ibu. Dia mengaku sebagai sepupu dari ibu dan menginap beberapa hari di rumah karena menurut pengakuannya ia ada pekerjaan sehingga harus menginap di Bandung. Bulan tidak menaruh curiga tapi ia hanya merasa tidak nyaman karena perempuan itu seperti mendominasi Bapak. Saat sore hari Bapak pulang, ia tampak bergegas membuatkan Bapak minum, satu aktivitas yang biasanya menjadi tanggung jawab Bulan, saat itulah Bulan merasa mulai merasa aneh tapi tidak banyak bicara dengan Bapak.

Entah apa yang dikerjakan perempuan itu selama di Bandung, tapi biasanya ia akan pergi hampir bersamaan saat ia, Bebey, dan Bapak berangkat ke sekolah. Tapi saat Bulan pulang dari sekolah ia selalu sudah ada di rumah. Perempuan itu akan menyiapkan makan, biasanya sudah ada Mak Ilah yang membantu membersihkan dan menyiapkan makan siang  tapi perempuan itu kemudian mengambil alih dan terlihat sibuk menyiapkan makanan untuk mereka. Bulan merasa heran mengapa tiba-tiba ada perempuan yang begitu baik, apakah dia menyukai Bapak. Itu pikirannya yang mulai bisa membedakan sikap antar lawan jenis.

Kebingungannya langsung terjawab saat malam hari. Bulan ingat malam itu ia dan Bebey sudah tidur, Bebey sudah terbiasa tidur dengannya, walaupun terpisah tempat tidur tapi adiknya sudah terbiasa mengikuti pola tidur Bulan yang sudah tidur sejak jam sembilan malam. Ia mendengar Bapak berteriak dan terdengar marah sampai akhirnya ia bermaksud keluar kamar tapi kemudian mengurungkan niatnya, Bebey tampak tidak terganggu dengan suara teriakan Bapak ia hanya bergerak sedikit dan terus saja tidur. Akhirnya Bulan mengintip dari celah pintu yang terbuka, ia memang tidak suka menutup pintu kamar, takut kalau ada hujan besar bisa langsung lari ke kamar Bapak.

Ia melihat Bapak marah dan berkata-kata dengan keras kepada perempuan yang bernama Asri yang duduk bersimpuh di depan kamar Bapak.

“Saya tidak akan pernah bisa menggantikan Lastri dengan siapapun. Tidak dengan saudaranya atau perempuan manapun yang mengaku sebagai teman atau saudaranya sekalipun”

“Jangan pernah kamu berpikir kalau laki-laki bisa dibujuk dengan tubuh perempuan dengan mudahnya hanya karena sudah lama menduda. KAMU SALAH!”

“Besok pagi saya minta kamu keluar dari rumah ini, kalau masih ada pekerjaan dan harus menginap di Bandung, saya akan bayarkan penginapan di luar sana tapi tidak di rumah ini”

Bapak kemudian masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras, Bulan ingat saat dia mengintip dari celah pintu, perempuan yang bernama Astri ini menangis sambil memegang bajunya yang bagian atas. Entah apa yang terjadi di malam itu tapi Bulan yakin kalau perempuan itu sudah membuat Bapak marah dan membuatnya langsung pergi keesokan harinya. Semenjak saat itu Bulan tidak pernah melihat perempuan datang ke rumah walaupun itu hanya seorang teman Bapak.

Lastri, bagi Bapak adalah perempuan terakhir yang akan menjadi pendamping hidupnya. Ibu dari Rembulan dan Benny yang harus menghembuskan nafas terakhirnya karena komplikasi pendarahan saat melahirkan Benny. Ibu memang memiliki penyakit bawaan darah tinggi sehingga setiap kehamilan selalu memiliki resiko yang tinggi karena akan memicu preeclampsia. Bulan ingat Bapak bercerita saat hamil Bulan setiap hari Bapak selalu mengecek tekanan darah ibu jangan sampai terlalu tinggi karena berbahaya untuk ibu dan Bulan yang masih di dalam kandungan. Itu sebabnya Bapak merasa kalau memiliki satu anak saja, sudah cukup karena khawatir dengan kondisi ibu.

Tapi kemudian saat Bulan berusia hampir tujuh tahun dan masuk SD, ibu ingin memiliki lagi seorang anak dan memaksa Bapak supaya mengijinkan ibu untuk melepas KB IUD nya. Ibu ingin memiliki anak laki-laki agar Bapak punya teman untuk pergi berangkat sholat Jumat bersama. Ibu selalu bilang suka merasa sedih kalau sholat Ied ia kasian melihat Bapak pergi ke lapangan sendiri tanpa ada yang menemani sedangkan Ibu ditemani oleh Bulan, karena bujuk rayu Ibulah akhirnya Bapak luluh dan mengijinkan Ibu untuk hamil anak kedua.

Kehamilan Benny ternyata lebih merepotkan daripada kehamilan Bulan, usia Ibu yang sudah 35 tahun menjadikan ibu mudah lemas dan lelah. Bapak yang sudah mulai disibukan dengan kegiatan di sekolah terlihat kerepotan mengurus ibu dan juga harus banyak tugas dari sekolah, sehingga perhatian Bapak tidak seperti saat Ibu hamil yang pertama, tapi Ibu memang tidak pernah cengeng ia selalu bilang baik-baik saja dan sehat kalau Bapak menelepon atau bertanya kondisi kesehatan. Padahal Bulan melihat kalau Ibu terlihat pucat dan sering mengeluh pusing sakit kepala.

Bulan mulai banyak harus mengurus diri sendiri semenjak ibu hamil, tapi itu tidak menjadi masalah karena selalu ada Mak Ilah yang membantunya semenjak ke sekolah dan menjemput juga. Sore hari ia akan menunggu Bapak pulang untuk sekedar naik motor keliling kompleks sebelum kemudian Bapak masuk ke rumah dan beristirahat.

Sampai pada suatu sore Bulan ingat kalau Ibu mengeluh kepalanya pusing dan sulit untuk bangun, ia kemudian minum obat dan meminta Bulan untuk menelpon Bapak. Saat Bapak datang kondisi Ibu tampak seperti sedang tidur  sampai akhirnya Bapak membangunkan dengan paksa tapi Ibu masih saja seperti sedang tidur.

Bapak kemudian terlihat panik dan menangis sambil berteriak teriak, meminta Bulan untuk memanggil tetangga agar menolong Bapak untuk membawa Ibu ke rumah sakit. Kejadian itu masih terekam dalam ingatan Bulan. Melihat Bapak dengan mata yang merah penuh dengan air mata membopong ibu masuk ke mobil, ia ditinggal dirumah dengan Mak Ilah, sampai kemudian ada Tante Susi yang tinggal di rumah depan mengajaknya ikut ke rumah sakit menyusul Bapak.

Ibu ternyata terkena serangan stroke, karena membahayakan janin akhirnya dilakukan operasi caesar agar ibu bisa menjalani pengobatan. Tapi karena ibu minum obat pengencer darah sebelumnya, setelah operasi ibu mengalami pendarahan hebat sehingga nyawa ibu tidak tertolong. Golongan darah ibu AB Rhesus negatif termasuk langka, sehingga menyulitkan saat mencari donor darah. Hari itu menjadi hari yang paling menyedihkan untuk Bulan, melihat Bapak yang menangis seperti seperti anak-anak dan Ibu yang kemudian tidak pernah ia lihat kembali bangun dari tidurnya.

Semua kejadian seperti mimpi yang tidak pernah berakhir, usapan di kepala dari orang-orang, suara tangisan dari tetangga dan keluarga terdengar seperti dengungan yang tidak jelas dan bermakna bagi Bulan. Melihat ibu yang terbaring di ruang tengah rumah, suara orang yang mengaji menjadi potongan-potongan gambar yang silih berganti tanpa makna. Ia tidak merasakan kesedihan yang amat sangat. Ia hanya merasa bingung kenapa Ibu tidak bangun dan memeluknya seperti biasa. Ia mendengar kalau Ibu meninggal, tapi kata itu seperti kata yang tidak bermakna, Ibu masih terlihat ada tidak hilang kenapa disebut meninggal. Ibu hanya tidur.

Bulan memilih duduk disamping ibu yang terbaring dan ditutup oleh kain batik. Berulang kali ia berusaha membuka tutup kain di kepala ibu, kasihan pikirnya Ibu jadi tidak bisa bernafas, tapi berulang kali pula orang-orang melarangnya membuka tutup kain itu.

“Jangan dibuka bageur… sing sabar yaaah… ya Allah Lastriii” hanya itu suara-suara perempuan yang terdengar. Ibu tidak memiliki saudara, sehingga yang berkumpul bersama di rumah hanya tetangga yang terdengar isak tangisnya. Suara Mak Ilah yang terdengar menangis dengan keras membuatnya merasa terganggu.

Ia baru bisa tidur saat Bapak menggendongnya dan memeluk sambil duduk di samping Ibu yang sedang tidur ditutup kain. Bapak juga terus saja menangis sambil menciumi kepalanya, malam itu Bulan tidak ingat jam berapa ia tidur, hanya saja ia berharap agar besok hari Ibu bisa bangun dan mengajaknya untuk mandi agar ia bisa pergi ke sekolah seperti biasa.

Terpopuler

Comments

💜Ilalang Senja💜

💜Ilalang Senja💜

walau baca ulang...masih tetap mewek...😭😭😭😭😭 syeeedddiiiihhh....

2025-03-15

1

Namira Puja Najya

Namira Puja Najya

kenapa pas plot yg ini mengandung bawang, pdhl udah ke sekian kali nya baca ttp aja ini air matanya jatuh

2024-09-25

2

Een Saeni

Een Saeni

aku baca ke dua kali

2024-05-27

2

lihat semua
Episodes
1 Elma
2 Juno Numero Uno
3 Best Friend Afianti
4 Bapak
5 Kuliah Tujuh Menit
6 Different Kingdom
7 Miss Perpek Inneke
8 Butuh Bahu untuk Bersandar
9 Barisan Para Mantan
10 Nasi Goreng Special
11 Panggilan Kesayangan
12 Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13 Phubbing
14 Kupanggil Kau Bintang
15 Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16 Mantera Sihir
17 Quality Time with Elma
18 Takdir Memang Aneh
19 Positif Thinking Ajalah
20 Dilamar #pekerjaan
21 New Office...
22 Team Work
23 Pretty Woman
24 Reuni SMA
25 Mimpi Buruk yang Kembali
26 Do Love Exist?
27 PENGUMUMAN
28 TMT bukan TTM
29 Adik Ketemu Gede
30 Dicari! Wali Nikah
31 Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32 Konsekuensi Memiliki Anak
33 Umi dan Abi in Action
34 Bukan Untukku
35 Mama Nisa
36 Hati yang Luka
37 Ketika Juno menjadi Juned
38 Jangan Khawatir Ada Benny
39 Lilitan Benang Perjanjian
40 Terpesona Akuuuu... Terpesona
41 Gampang Merinding Disko
42 Penculikan Barang Pegangan
43 Mulai dari 0
44 Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45 Ibu Ustadzah Bulan
46 Bulan dan Bintang
47 Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48 Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49 Fix You
50 Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51 Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52 Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53 The Pain that Changes Her
54 Ada yang Gugup
55 Resep Rahasia Lupakan Mantan
56 Anatomi Tubuh Laki-laki
57 Seberapa Pantas
58 Ini Gimana Le....
59 Another Man in Her Life
60 PENGUMUMAN
61 Afianti Day
62 Akad Nikah
63 Racun Sudah Mulai Bekerja
64 Cinta Satu Malam
65 Tak Semanis Kopi Dangdut
66 OTW Taaruf
67 Kost-an Rasa Homestay
68 Memegang Pundakmu Sekarang
69 Tentang Rasa
70 Menuju Takdir
71 Nik...Nik...
72 Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73 Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74 Saya Calon Suami Rembulan
75 Everything's Gonna Be Okay
76 Kebaya Ibu
77 Pemanasan itu Penting
78 Ijab Qabul
79 Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80 Malam Pertama
81 Abang Ketemu Gede
82 Kupanggil Dia....
83 Menunggu Hari Pembalasan
84 Nikah udah Kawin Belum
85 Nasehat Bapak
86 Anjay Suranjay
87 Biang Kerok
88 Semua Orang Pernah Terluka
89 Pamrih
90 Memories
91 Suami Rentenir
92 Aji Mumpung
93 Akibat Bunga Pinjaman
94 Merentang AsHa
95 Moon Honey
96 Perang Dunia
97 Anak Kost-an
98 Vitamin
99 Buka-Bukaan
100 Once Upon A Time
101 Long Distance-Long Distance an
102 Maaf! Kita Beda Dimensi
103 Timer Marah
104 Vitamin B-ikini
105 Collaboration Buddies
106 The Ultimate Challenges
107 Pusaka Leluhur
108 Heart to Heart
109 Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110 Istri Calon CEO
111 Love YourSelf
112 Cerita di Balik Layar
113 Curhat Dong A....
114 Vitamin K-win
115 TMT: Teman Mendukung Teman
116 Rejeki Anak Sholeh
117 Hana... Dul... Set
118 I Love You to The Moon and Back
119 Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120 Gencatan Senjata
121 Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122 As Soon as Possible
123 Bang Toyib Pulang
124 Bumper
125 Beauty and Brain
126 Sabar = Lebar
127 Tak Gendong Kemana Mana
128 Dinner Meeting
129 Baku Hantam
130 Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131 Sahabat di Tikungan
132 Farewell Party
133 TanMantan
134 Pulangkan saja
135 Hp-nya Butuh Di Charger
136 Dua Sisi Cerita
137 Aji Mumpung
138 Unfinished Business
139 Engkau Masih Seperti yang Dulu
140 What if I Never Get Over You
141 Pengumuman Penting
142 Farewell Party rasa Pengajian
143 Adakah Kesempatan Kedua?
144 Vye Vye
145 Special Person
146 Maskot Perusahaan
147 Something is Wrong
148 When I Try to Trust You
149 Ampun Bang Jago
150 Focus Ghibah Discussion
151 Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152 Pengumuman Give Away
153 Donny Atid Sanjaya
154 Lu Gw End...
155 Ada yang kenal sama Reza?
156 Jamet Kubasi
157 Siaga Satu
158 Duet Mauts
159 Duo Absurd
160 Perempuan Tak Pernah Salah
161 Pria Idaman
162 Lanjut Begadang
163 Smack Down only for Syalala Time
164 Hidup adalah Perjuangan
165 Melawan Ketidakadilan
166 Angkat dan Hempaskan
167 Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168 Dibayar Kontan
169 Hambar
170 Pushes the Right Botton
171 Syukur dan Sabar
172 Amarah
173 Behind the Scene
174 Pasca Badai
175 Hamil?
176 Mama Nisa
177 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178 Aku Tanpamu...
179 Risalah Hati
180 Jangan Berhenti Tumbuh
181 Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182 Tak Tutuk ...
183 Little Little Sih I Can
184 Biarkan Dia Gila Sendiri
185 I Will Follow You Down
186 Nasib Telur Asin
187 Menepis Ego
188 Si Pembohong Ulung
189 Aki-Aki Nurustunjung
190 Bukan Puasa Ramadhan
191 Loveable vs Hateable
192 Rembulan Bersinar Lagi
193 Rembulan Rasional
194 Adu Rayuan
195 Happier
196 Take Away
197 Jalan ke Surga
198 Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201 Ya atau Tidak
202 Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203 Tawaran dari Khanu
204 Likeable but Rare
205 Tak Lagi Sama
206 Kena Diskualifikasi
207 Seperti DejaVu
208 Penyesalan
209 Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210 Sang Batu Loncatan
211 Home Sweet Home
212 Ruang Bucin
213 Keputusan Terbaik
214 CEO Betawi
215 Sinetron Azab
216 Boleh Asal...
217 Tak Tergantikan
218 Udah Gak Kuat
219 H-1
220 Sah
221 Crazy Rich
222 Fly Me to The Moon
223 Pengumuman
224 Bonus Chapter 1
225 Bonus Chapter 2
226 Bonus Chapter 3
227 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 227 Episodes

1
Elma
2
Juno Numero Uno
3
Best Friend Afianti
4
Bapak
5
Kuliah Tujuh Menit
6
Different Kingdom
7
Miss Perpek Inneke
8
Butuh Bahu untuk Bersandar
9
Barisan Para Mantan
10
Nasi Goreng Special
11
Panggilan Kesayangan
12
Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13
Phubbing
14
Kupanggil Kau Bintang
15
Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16
Mantera Sihir
17
Quality Time with Elma
18
Takdir Memang Aneh
19
Positif Thinking Ajalah
20
Dilamar #pekerjaan
21
New Office...
22
Team Work
23
Pretty Woman
24
Reuni SMA
25
Mimpi Buruk yang Kembali
26
Do Love Exist?
27
PENGUMUMAN
28
TMT bukan TTM
29
Adik Ketemu Gede
30
Dicari! Wali Nikah
31
Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32
Konsekuensi Memiliki Anak
33
Umi dan Abi in Action
34
Bukan Untukku
35
Mama Nisa
36
Hati yang Luka
37
Ketika Juno menjadi Juned
38
Jangan Khawatir Ada Benny
39
Lilitan Benang Perjanjian
40
Terpesona Akuuuu... Terpesona
41
Gampang Merinding Disko
42
Penculikan Barang Pegangan
43
Mulai dari 0
44
Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45
Ibu Ustadzah Bulan
46
Bulan dan Bintang
47
Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48
Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49
Fix You
50
Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51
Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52
Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53
The Pain that Changes Her
54
Ada yang Gugup
55
Resep Rahasia Lupakan Mantan
56
Anatomi Tubuh Laki-laki
57
Seberapa Pantas
58
Ini Gimana Le....
59
Another Man in Her Life
60
PENGUMUMAN
61
Afianti Day
62
Akad Nikah
63
Racun Sudah Mulai Bekerja
64
Cinta Satu Malam
65
Tak Semanis Kopi Dangdut
66
OTW Taaruf
67
Kost-an Rasa Homestay
68
Memegang Pundakmu Sekarang
69
Tentang Rasa
70
Menuju Takdir
71
Nik...Nik...
72
Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73
Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74
Saya Calon Suami Rembulan
75
Everything's Gonna Be Okay
76
Kebaya Ibu
77
Pemanasan itu Penting
78
Ijab Qabul
79
Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80
Malam Pertama
81
Abang Ketemu Gede
82
Kupanggil Dia....
83
Menunggu Hari Pembalasan
84
Nikah udah Kawin Belum
85
Nasehat Bapak
86
Anjay Suranjay
87
Biang Kerok
88
Semua Orang Pernah Terluka
89
Pamrih
90
Memories
91
Suami Rentenir
92
Aji Mumpung
93
Akibat Bunga Pinjaman
94
Merentang AsHa
95
Moon Honey
96
Perang Dunia
97
Anak Kost-an
98
Vitamin
99
Buka-Bukaan
100
Once Upon A Time
101
Long Distance-Long Distance an
102
Maaf! Kita Beda Dimensi
103
Timer Marah
104
Vitamin B-ikini
105
Collaboration Buddies
106
The Ultimate Challenges
107
Pusaka Leluhur
108
Heart to Heart
109
Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110
Istri Calon CEO
111
Love YourSelf
112
Cerita di Balik Layar
113
Curhat Dong A....
114
Vitamin K-win
115
TMT: Teman Mendukung Teman
116
Rejeki Anak Sholeh
117
Hana... Dul... Set
118
I Love You to The Moon and Back
119
Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120
Gencatan Senjata
121
Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122
As Soon as Possible
123
Bang Toyib Pulang
124
Bumper
125
Beauty and Brain
126
Sabar = Lebar
127
Tak Gendong Kemana Mana
128
Dinner Meeting
129
Baku Hantam
130
Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131
Sahabat di Tikungan
132
Farewell Party
133
TanMantan
134
Pulangkan saja
135
Hp-nya Butuh Di Charger
136
Dua Sisi Cerita
137
Aji Mumpung
138
Unfinished Business
139
Engkau Masih Seperti yang Dulu
140
What if I Never Get Over You
141
Pengumuman Penting
142
Farewell Party rasa Pengajian
143
Adakah Kesempatan Kedua?
144
Vye Vye
145
Special Person
146
Maskot Perusahaan
147
Something is Wrong
148
When I Try to Trust You
149
Ampun Bang Jago
150
Focus Ghibah Discussion
151
Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152
Pengumuman Give Away
153
Donny Atid Sanjaya
154
Lu Gw End...
155
Ada yang kenal sama Reza?
156
Jamet Kubasi
157
Siaga Satu
158
Duet Mauts
159
Duo Absurd
160
Perempuan Tak Pernah Salah
161
Pria Idaman
162
Lanjut Begadang
163
Smack Down only for Syalala Time
164
Hidup adalah Perjuangan
165
Melawan Ketidakadilan
166
Angkat dan Hempaskan
167
Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168
Dibayar Kontan
169
Hambar
170
Pushes the Right Botton
171
Syukur dan Sabar
172
Amarah
173
Behind the Scene
174
Pasca Badai
175
Hamil?
176
Mama Nisa
177
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178
Aku Tanpamu...
179
Risalah Hati
180
Jangan Berhenti Tumbuh
181
Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182
Tak Tutuk ...
183
Little Little Sih I Can
184
Biarkan Dia Gila Sendiri
185
I Will Follow You Down
186
Nasib Telur Asin
187
Menepis Ego
188
Si Pembohong Ulung
189
Aki-Aki Nurustunjung
190
Bukan Puasa Ramadhan
191
Loveable vs Hateable
192
Rembulan Bersinar Lagi
193
Rembulan Rasional
194
Adu Rayuan
195
Happier
196
Take Away
197
Jalan ke Surga
198
Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201
Ya atau Tidak
202
Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203
Tawaran dari Khanu
204
Likeable but Rare
205
Tak Lagi Sama
206
Kena Diskualifikasi
207
Seperti DejaVu
208
Penyesalan
209
Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210
Sang Batu Loncatan
211
Home Sweet Home
212
Ruang Bucin
213
Keputusan Terbaik
214
CEO Betawi
215
Sinetron Azab
216
Boleh Asal...
217
Tak Tergantikan
218
Udah Gak Kuat
219
H-1
220
Sah
221
Crazy Rich
222
Fly Me to The Moon
223
Pengumuman
224
Bonus Chapter 1
225
Bonus Chapter 2
226
Bonus Chapter 3
227
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!