Godaan dari Syaiton yang Terkutuk

Juno POV

Sejak dua hari kemarin Bulan pulang ke Bandung, kenapa ia tidak pernah mengirimkan pesan. “Hmmm...Anehh…”

Biasanya minimal satu kali dalam sehari dia mengirimkan pesan, sekedar menanyakan apa kabar atau menanyakan ini itu yang sebetulnya tidak penting. Sekarang sudah hampir tiga hari dia sama sekali tidak mengabari apapun, tumben.

Sampai sekarang aku masih memikirkan perasaanku pada dia, terkadang merasa menyesal mengapa menyerah mengikuti keinginan Mama untuk mencari pasangan hidup. Seharusnya aku tidak menyeret dia dalam lingkaran setan permasalah pribadiku, hanya menambah masalah dan pikiran saja pada akhirnya.

Awalnya aku pikir dengan menyetujui keinginan Mama untuk melamar Bulan, akan menyelesaikan masalah soal keinginan Mama akan kekhawatiran pasangan hidup. Tapi ternyata selesai satu masalah malah menimbulkan masalah yang lain.

Mama memang sekarang sudah tidak lagi menjodoh-jodohkan aku dengan anak temannya,  mengomel soal aku yang tidak pernah mau membawa teman wanita, atau mendengar keluh kesahnya soal ingin melihatku punya pasangan. Sekarang Mama terlihat tenang dan bahagia setelah aku bertunangan dengan Bulan.

Tapi masalah lain yang muncul adalah Bulan yang membutuhkan perhatian dan kerap mengirimkan pesan, yah wajar sebetulnya kalau sekarang dia menuntut perhatian. Posisinya sudah berubah dari asalnya fang girl menjadi tunangan. Aku masih ingat dulu saat dia dan Afi masih kuliah, terlihat malu-malu dan gugup kalau melihatku. Cenderung kelihatan bodoh malah, melirik diam-diam dan kelihatan malu-malu. Jauh berbeda dengan … shitss kenapa jadi memikirkan perempuan itu.

Hufftt… apa aku yang harus mengirimkan pesan lebih dulu?, mungkin dia sudah mulai merasakan kalau aku seperti tidak peduli. Afi selalu menyumpahi kalau nanti aku akan menyesal memperlakukan Bulan seperti itu. Ok.. bisa mengerti kalau dia membela sahabatnya. Tapi butuh waktu untuk bisa menerima dan memandang dia sebagai calon pasangan hidup. Sulit untuk mengembangkan imaginasi dan memandang dia sebagai perempuan bukan sebagai adik.

Ting---Ting

Hahahaha… ternyata dia juga memikirkan aku. Hampir saja aku mengirimkan pesan duluan padanya.

“Kang Juno… Maaf aku baru kasih kabar. Kemarin selama di Bandung sibuk nemenin Bapak sama Ade. Hmmm ada sedikit oleh-oleh kemarin beli Batagor sama Baso Tahu, kalau ada waktu bisa ketemu?”

Kang Juno… hahaha sejak kapan aku berubah panggilan menjadi akang. Rupanya dia ingin merubah panggilan supaya berbeda dari Afi. Hahahaha menarik….

“Sejak kapan aku jadi Akang?” hahahaha pengen tau reaksi anak itu kalau di introgasi kaya gini pasti panik. Lumayan ada hiburan, habis rapat desain rumah empat jam bikin kepala pusing. Mainin anak kecil bisa jadi bikin otak encer lagi.

 “Ehh… emang gak boleh? Hmm pengen aja manggil akang.. Boleh yah?” hahaha gak percaya diri dia.

“Aku gak suka… kedengeran kampungan… keliatan orang daerahnya” hahahaha…. Lama dia gak jawab.

“Iya deh.. Aku balik lagi manggilnya Kakak” hahahah… kan anak itu cemen, gak bisa bersikeras kalau punya keinginan… bener-bener beda sama dia.

Hufft… susah, kenapa selalu membandingkan semua perempuan dengan dia. Aku harus benar-benar menghapus semua memori tentang dia. Bisa-bisa jadi perjaka tua kalau memikirkan dia terus.

Author POV

Bulan memandang handphone nya dengan lemas dan tidak bersemangat. Dia sudah mengumpulkan semua keberanian untuk mencoba memanggil Juno dengan panggilan yang berbeda, tapi baru saja melakukan percobaan pertama langsung mental. Juno tidak suka dipanggil Akang, padahal kan dia selama hampir 5 tahun tinggal di Bandung kenapa tidak suka dipanggil dengan nama panggilan itu, trus nanti dia akan menikah dengan orang Bandung apa salahnya dipanggil dengan panggilan Akang, pikir Bulan

“Kenapa loe… kaya baru kehilangan duit saham” Afi duduk di sampingnya sambil membawa semangkuk bakso yang tampak panas mengepul.

“Kamu kok bisa cepet dapat baksonya… punya aku mana?” Bulan langsung mengedarkan pandangan ke stand baso, ia juga memesan menu makan siang yang sama dengan Afi.

“Datangin langsung, trus tungguin. Pas ada yang udah jadi bumbuin sendiri gak usah nunggu antrian... langsung embat….wgwgwggwgwgw” tertawa Afi seperti terdengar seperti suara mesin fotocopy yang suka macet di lantai dua.

“Sekalian kek bawain juga buat aku…” Bulan cemberut, karena ia juga sudah sangat lapar.

“Ogah… kalau ngambil dua mangkuk ntar disabet sama si Bapaknya, salah sendiri gak ngikutin gw tadi” Afi meniup-niup baso yang masih panas dan tampak semakin gurih dengan hanya dipandang saja.

“Aku kan pengen ngasih kabar kakakmu kalau aku bawain dia Batagor sama Baso Tahu… tapi kayanya dia gak pengen deh” Bulan menunduk, Afi tersenyum kecut.

“Gengsi aja dia …. Kalau ngaku suka makanan yang kamu kirim, dia bakalan merasa harga dirinya runtuh. Buktinya kalau aku bawain schotel yang kamu bikin, yang ngabisin selalu dia” Afi ingat saat dia membawa schotel buatan Bulan ke rumah, saat pagi-pagi ia cek di meja makan, tinggal tersisa ¼ loyang. Ternyata ada mahluk nocturnal yang diam-diam menikmati makanan  buatan temannya itu.

“Mana coba aku liat jawaban dia” Afi langsung mengambil hp di tangan Bulan, diantara mereka berdua memang sudah seperti tidak ada rahasia.

“Whats…. Hahahhahah Kang Juno… geli aku dengernya...hhahahhahahahahha” Afi tertawa terbahak-bahak membaca pesan dari Bulan kepada kakaknya. Bulan langsung merengut, dia menyangka kalau Afi akan membela seperti biasa bukan mentertawakannya.

“Apaan sihhh malah ngetawain, aku kan pengen keliatan beda… gak manggil dia sama kaya kamu… ntar dia susah ngebedain aku sebagai temen adiknya atau tunangannya… kamu tuh gimana sih bukannya ngedukung…” Bulan merengut kesal

“Hahaha… maap cuma aneh aja… ya udah panggil aja Beb atau Sayang kalau pengen keliatan beda dari aku… kan lebih mesra gituuuu” Afi cengar cengir membayangkan Bulan mengucapkan kata itu pada kakaknya, pasti mustahil.

“Diiihh itu lebih rehe… apaan bebeb … sayang… kaya perempuan penggoda. Aku gak suka” Bulan semakin merengut, untung saja Bakso pesanannya datang kalau tidak dijamin mereka malah akan meributkan hal itu sepanjang makan siang.

“Aku suka manggil Niko .. sayanggg…. Babyyy… dia bakalan langsung klejer-klejer gitu… apalagi kalau manggil gitunya di telinga dia…. Trus bisik-bisik… shayaaaanggg…. Aku mauuuu…..” Afi dengan tidak malunya membisikkan pada telinga Bulan yang langsung melotot dan tersedak…. “Uhuuuuuukkkk…. Najisss manehhhh ...uhuuuuuk….uhuuuukkk”

Afi tertawa-tawa puas melihat Bulan yang tersedak mendengar panggilan mesra di telinganya. Mana air minum belum sempat beli, air bakso yang dituangi sambal oleh Bulan membuat tenggorokannya terasa terbakar.

“Aeer…. Airr…… uhuuuuuk…..” Bulan terlihat berusaha mengendalikan dirinya. Tapi air bakso yang pedas telah salah masuk ke tenggorokannya. Terasa panas dan terbakar.

Afi yang melihat Bulan seperti sulit bernafas jadi kaget sendiri, keisengannya membuat Bulan terlihat merah dan susah menghentikan batuknya.

“Niiih minum…” tiba-tiba di depan muka Bulan ada botol air mineral yang teracung dan sudah habis setengah, Bulan melihat laki-laki di depannya, ia tidak kenal tapi tahu kalau masih satu kantor. Masa dia minum air dari bekas orang sih, ia menggelengkan kepalanya.

“Uhuuuuk….uhuuuk…. Arghh… “

“Minummmm mau mati karena gak bisa nafas kamu… tenang aja aku gak punya penyakit ABC dan menular lain” ia kembali mengacungkan botol air mineralnya. Bulan segera mengambilnya , ditegaknya air mineral itu.

“Pelan-pelan…. Minum dikit-dikit….” kembali dia memberikan instruksi, akhirnya Bulan menuruti perintahnya. Akhirnya batuknya reda dan ia bisa kembali bernafas normal.

“Kamu sadar gak…. Kamu sama aku tuh udah ciuman gak langsung…. Hahahahha” dia melangkah pergi sambil tertawa-tawa bahagia.

“Ewww…. Najis deh…. Siapa sih dia… pede banget” Bulan cemberut, bayangan berciuman tidak langsung lewat botol mineral merusak imaginasinya.

“Anak Konsultan Bisnis… anak baru …. Newbie… tapi banyak yang suka… hati-hati loe…. Ntar kepincut lagi…” Afi tampak tidak peduli.

“Kamuuu sih… suka iseng jadi aja aku keselek..” Bulan menatap lagi kearah laki-laki itu, dia tampak asyik berbicara dengan staf perempuan yang lain. Ganteng emang gayanya cool… ah peduli amat…

“Jangan diliatin terus… ntar loe lama-lama suka lagi… apalagi udah merasakan air liurnya.. Slurppsss….” Afi menirukan gaya amatiran seorang perempuan penggoda.

“Astagfirullah…. “ Bulan langsung menyumpal mulut Afi dengan bakso. Sudahlah jangan dipikirkan, untung tadi ditolong dikasih air minum. Bulan melanjutkan makan siangnya dengan tenang, harus segera dimakan kalau tidak bisa-bisa perempuan mesum disebelahnya akan menyikat jatah makan siangnya.

Diliriknya lagi laki-laki tadi, ehhhh dia ngeliat lagi… ewww… pake lambai-lambai segala.. Najis… Ya Allah lindungilah hambaMu ini… dari godaan syaiton yang terkutuk.

Terpopuler

Comments

'Nchie

'Nchie

baca lagi tetep aja ketawa2 ..kangen.. teh cantik kapan bikin karya baru lagi🤩

2024-12-12

0

💜Ilalang Senja💜

💜Ilalang Senja💜

😍🤩😍🤩😍🤩😍🤩😍🤩

2025-03-15

0

juhay

juhay

seru lucu bikin ngakak bacanya 😅😂🤣

2024-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 Elma
2 Juno Numero Uno
3 Best Friend Afianti
4 Bapak
5 Kuliah Tujuh Menit
6 Different Kingdom
7 Miss Perpek Inneke
8 Butuh Bahu untuk Bersandar
9 Barisan Para Mantan
10 Nasi Goreng Special
11 Panggilan Kesayangan
12 Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13 Phubbing
14 Kupanggil Kau Bintang
15 Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16 Mantera Sihir
17 Quality Time with Elma
18 Takdir Memang Aneh
19 Positif Thinking Ajalah
20 Dilamar #pekerjaan
21 New Office...
22 Team Work
23 Pretty Woman
24 Reuni SMA
25 Mimpi Buruk yang Kembali
26 Do Love Exist?
27 PENGUMUMAN
28 TMT bukan TTM
29 Adik Ketemu Gede
30 Dicari! Wali Nikah
31 Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32 Konsekuensi Memiliki Anak
33 Umi dan Abi in Action
34 Bukan Untukku
35 Mama Nisa
36 Hati yang Luka
37 Ketika Juno menjadi Juned
38 Jangan Khawatir Ada Benny
39 Lilitan Benang Perjanjian
40 Terpesona Akuuuu... Terpesona
41 Gampang Merinding Disko
42 Penculikan Barang Pegangan
43 Mulai dari 0
44 Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45 Ibu Ustadzah Bulan
46 Bulan dan Bintang
47 Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48 Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49 Fix You
50 Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51 Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52 Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53 The Pain that Changes Her
54 Ada yang Gugup
55 Resep Rahasia Lupakan Mantan
56 Anatomi Tubuh Laki-laki
57 Seberapa Pantas
58 Ini Gimana Le....
59 Another Man in Her Life
60 PENGUMUMAN
61 Afianti Day
62 Akad Nikah
63 Racun Sudah Mulai Bekerja
64 Cinta Satu Malam
65 Tak Semanis Kopi Dangdut
66 OTW Taaruf
67 Kost-an Rasa Homestay
68 Memegang Pundakmu Sekarang
69 Tentang Rasa
70 Menuju Takdir
71 Nik...Nik...
72 Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73 Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74 Saya Calon Suami Rembulan
75 Everything's Gonna Be Okay
76 Kebaya Ibu
77 Pemanasan itu Penting
78 Ijab Qabul
79 Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80 Malam Pertama
81 Abang Ketemu Gede
82 Kupanggil Dia....
83 Menunggu Hari Pembalasan
84 Nikah udah Kawin Belum
85 Nasehat Bapak
86 Anjay Suranjay
87 Biang Kerok
88 Semua Orang Pernah Terluka
89 Pamrih
90 Memories
91 Suami Rentenir
92 Aji Mumpung
93 Akibat Bunga Pinjaman
94 Merentang AsHa
95 Moon Honey
96 Perang Dunia
97 Anak Kost-an
98 Vitamin
99 Buka-Bukaan
100 Once Upon A Time
101 Long Distance-Long Distance an
102 Maaf! Kita Beda Dimensi
103 Timer Marah
104 Vitamin B-ikini
105 Collaboration Buddies
106 The Ultimate Challenges
107 Pusaka Leluhur
108 Heart to Heart
109 Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110 Istri Calon CEO
111 Love YourSelf
112 Cerita di Balik Layar
113 Curhat Dong A....
114 Vitamin K-win
115 TMT: Teman Mendukung Teman
116 Rejeki Anak Sholeh
117 Hana... Dul... Set
118 I Love You to The Moon and Back
119 Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120 Gencatan Senjata
121 Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122 As Soon as Possible
123 Bang Toyib Pulang
124 Bumper
125 Beauty and Brain
126 Sabar = Lebar
127 Tak Gendong Kemana Mana
128 Dinner Meeting
129 Baku Hantam
130 Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131 Sahabat di Tikungan
132 Farewell Party
133 TanMantan
134 Pulangkan saja
135 Hp-nya Butuh Di Charger
136 Dua Sisi Cerita
137 Aji Mumpung
138 Unfinished Business
139 Engkau Masih Seperti yang Dulu
140 What if I Never Get Over You
141 Pengumuman Penting
142 Farewell Party rasa Pengajian
143 Adakah Kesempatan Kedua?
144 Vye Vye
145 Special Person
146 Maskot Perusahaan
147 Something is Wrong
148 When I Try to Trust You
149 Ampun Bang Jago
150 Focus Ghibah Discussion
151 Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152 Pengumuman Give Away
153 Donny Atid Sanjaya
154 Lu Gw End...
155 Ada yang kenal sama Reza?
156 Jamet Kubasi
157 Siaga Satu
158 Duet Mauts
159 Duo Absurd
160 Perempuan Tak Pernah Salah
161 Pria Idaman
162 Lanjut Begadang
163 Smack Down only for Syalala Time
164 Hidup adalah Perjuangan
165 Melawan Ketidakadilan
166 Angkat dan Hempaskan
167 Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168 Dibayar Kontan
169 Hambar
170 Pushes the Right Botton
171 Syukur dan Sabar
172 Amarah
173 Behind the Scene
174 Pasca Badai
175 Hamil?
176 Mama Nisa
177 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178 Aku Tanpamu...
179 Risalah Hati
180 Jangan Berhenti Tumbuh
181 Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182 Tak Tutuk ...
183 Little Little Sih I Can
184 Biarkan Dia Gila Sendiri
185 I Will Follow You Down
186 Nasib Telur Asin
187 Menepis Ego
188 Si Pembohong Ulung
189 Aki-Aki Nurustunjung
190 Bukan Puasa Ramadhan
191 Loveable vs Hateable
192 Rembulan Bersinar Lagi
193 Rembulan Rasional
194 Adu Rayuan
195 Happier
196 Take Away
197 Jalan ke Surga
198 Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201 Ya atau Tidak
202 Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203 Tawaran dari Khanu
204 Likeable but Rare
205 Tak Lagi Sama
206 Kena Diskualifikasi
207 Seperti DejaVu
208 Penyesalan
209 Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210 Sang Batu Loncatan
211 Home Sweet Home
212 Ruang Bucin
213 Keputusan Terbaik
214 CEO Betawi
215 Sinetron Azab
216 Boleh Asal...
217 Tak Tergantikan
218 Udah Gak Kuat
219 H-1
220 Sah
221 Crazy Rich
222 Fly Me to The Moon
223 Pengumuman
224 Bonus Chapter 1
225 Bonus Chapter 2
226 Bonus Chapter 3
227 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 227 Episodes

1
Elma
2
Juno Numero Uno
3
Best Friend Afianti
4
Bapak
5
Kuliah Tujuh Menit
6
Different Kingdom
7
Miss Perpek Inneke
8
Butuh Bahu untuk Bersandar
9
Barisan Para Mantan
10
Nasi Goreng Special
11
Panggilan Kesayangan
12
Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13
Phubbing
14
Kupanggil Kau Bintang
15
Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16
Mantera Sihir
17
Quality Time with Elma
18
Takdir Memang Aneh
19
Positif Thinking Ajalah
20
Dilamar #pekerjaan
21
New Office...
22
Team Work
23
Pretty Woman
24
Reuni SMA
25
Mimpi Buruk yang Kembali
26
Do Love Exist?
27
PENGUMUMAN
28
TMT bukan TTM
29
Adik Ketemu Gede
30
Dicari! Wali Nikah
31
Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32
Konsekuensi Memiliki Anak
33
Umi dan Abi in Action
34
Bukan Untukku
35
Mama Nisa
36
Hati yang Luka
37
Ketika Juno menjadi Juned
38
Jangan Khawatir Ada Benny
39
Lilitan Benang Perjanjian
40
Terpesona Akuuuu... Terpesona
41
Gampang Merinding Disko
42
Penculikan Barang Pegangan
43
Mulai dari 0
44
Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45
Ibu Ustadzah Bulan
46
Bulan dan Bintang
47
Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48
Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49
Fix You
50
Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51
Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52
Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53
The Pain that Changes Her
54
Ada yang Gugup
55
Resep Rahasia Lupakan Mantan
56
Anatomi Tubuh Laki-laki
57
Seberapa Pantas
58
Ini Gimana Le....
59
Another Man in Her Life
60
PENGUMUMAN
61
Afianti Day
62
Akad Nikah
63
Racun Sudah Mulai Bekerja
64
Cinta Satu Malam
65
Tak Semanis Kopi Dangdut
66
OTW Taaruf
67
Kost-an Rasa Homestay
68
Memegang Pundakmu Sekarang
69
Tentang Rasa
70
Menuju Takdir
71
Nik...Nik...
72
Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73
Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74
Saya Calon Suami Rembulan
75
Everything's Gonna Be Okay
76
Kebaya Ibu
77
Pemanasan itu Penting
78
Ijab Qabul
79
Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80
Malam Pertama
81
Abang Ketemu Gede
82
Kupanggil Dia....
83
Menunggu Hari Pembalasan
84
Nikah udah Kawin Belum
85
Nasehat Bapak
86
Anjay Suranjay
87
Biang Kerok
88
Semua Orang Pernah Terluka
89
Pamrih
90
Memories
91
Suami Rentenir
92
Aji Mumpung
93
Akibat Bunga Pinjaman
94
Merentang AsHa
95
Moon Honey
96
Perang Dunia
97
Anak Kost-an
98
Vitamin
99
Buka-Bukaan
100
Once Upon A Time
101
Long Distance-Long Distance an
102
Maaf! Kita Beda Dimensi
103
Timer Marah
104
Vitamin B-ikini
105
Collaboration Buddies
106
The Ultimate Challenges
107
Pusaka Leluhur
108
Heart to Heart
109
Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110
Istri Calon CEO
111
Love YourSelf
112
Cerita di Balik Layar
113
Curhat Dong A....
114
Vitamin K-win
115
TMT: Teman Mendukung Teman
116
Rejeki Anak Sholeh
117
Hana... Dul... Set
118
I Love You to The Moon and Back
119
Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120
Gencatan Senjata
121
Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122
As Soon as Possible
123
Bang Toyib Pulang
124
Bumper
125
Beauty and Brain
126
Sabar = Lebar
127
Tak Gendong Kemana Mana
128
Dinner Meeting
129
Baku Hantam
130
Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131
Sahabat di Tikungan
132
Farewell Party
133
TanMantan
134
Pulangkan saja
135
Hp-nya Butuh Di Charger
136
Dua Sisi Cerita
137
Aji Mumpung
138
Unfinished Business
139
Engkau Masih Seperti yang Dulu
140
What if I Never Get Over You
141
Pengumuman Penting
142
Farewell Party rasa Pengajian
143
Adakah Kesempatan Kedua?
144
Vye Vye
145
Special Person
146
Maskot Perusahaan
147
Something is Wrong
148
When I Try to Trust You
149
Ampun Bang Jago
150
Focus Ghibah Discussion
151
Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152
Pengumuman Give Away
153
Donny Atid Sanjaya
154
Lu Gw End...
155
Ada yang kenal sama Reza?
156
Jamet Kubasi
157
Siaga Satu
158
Duet Mauts
159
Duo Absurd
160
Perempuan Tak Pernah Salah
161
Pria Idaman
162
Lanjut Begadang
163
Smack Down only for Syalala Time
164
Hidup adalah Perjuangan
165
Melawan Ketidakadilan
166
Angkat dan Hempaskan
167
Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168
Dibayar Kontan
169
Hambar
170
Pushes the Right Botton
171
Syukur dan Sabar
172
Amarah
173
Behind the Scene
174
Pasca Badai
175
Hamil?
176
Mama Nisa
177
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178
Aku Tanpamu...
179
Risalah Hati
180
Jangan Berhenti Tumbuh
181
Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182
Tak Tutuk ...
183
Little Little Sih I Can
184
Biarkan Dia Gila Sendiri
185
I Will Follow You Down
186
Nasib Telur Asin
187
Menepis Ego
188
Si Pembohong Ulung
189
Aki-Aki Nurustunjung
190
Bukan Puasa Ramadhan
191
Loveable vs Hateable
192
Rembulan Bersinar Lagi
193
Rembulan Rasional
194
Adu Rayuan
195
Happier
196
Take Away
197
Jalan ke Surga
198
Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201
Ya atau Tidak
202
Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203
Tawaran dari Khanu
204
Likeable but Rare
205
Tak Lagi Sama
206
Kena Diskualifikasi
207
Seperti DejaVu
208
Penyesalan
209
Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210
Sang Batu Loncatan
211
Home Sweet Home
212
Ruang Bucin
213
Keputusan Terbaik
214
CEO Betawi
215
Sinetron Azab
216
Boleh Asal...
217
Tak Tergantikan
218
Udah Gak Kuat
219
H-1
220
Sah
221
Crazy Rich
222
Fly Me to The Moon
223
Pengumuman
224
Bonus Chapter 1
225
Bonus Chapter 2
226
Bonus Chapter 3
227
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!