Juno Numero Uno

Di dalam lift mereka harus menjaga perilaku, ada banyak senior auditor di dalamnya. Salah bersikap bisa menjadi bahan pergunjingan dan diberi nota peringatan soal kelayakan sebagai seorang senior associate.

“Fuiiiih keluar dari lift aku bisa langsung nafas….hehhehe… apakah perlu jaim untuk menjadi seorang senior” keluh Afi. Bulan tersenyum melihat sikap Afi yang seperti tertekan dalam lingkungan kerja yang kompetitif.

Afi adalah salah seorang temannya yang pintar dan punya analisa yang kuat dalam melakukan proses auditing. Ia bisa dengan cepat melihat letak kesalahan dalam laporan atau adanya ketidaksesuaian dalam laporan keuangan. Otaknya itu seperti berpindah dalam waktu cepat dari model error ke mode jenius keuangan. Hanya saja dia selalu jenius kalau berhadapan dengan angka dan kertas, tapi kalau sudah berhadapan dengan manusia yang muncul selalu mode error.

“Santuy aja Mba Afi walaupun kamu berlaku yang inappropriate bakalan dimaafkan secara kamu anak emas di divisi audit keuangan” Mereka memang berbeda divisi, Bulan di bagian Pajak sedangkan Afi di bagian Keuangan. Prinsip hidup Afi adalah selalu temukan titik kecil kesalahan maka disana akan menjadi titik pangkal malapetaka, yang berujung pada Temuan Ketidaksesuaian.

“Ehh Fi.. kamu memang tahu laki-laki yang bawa anak perempuan tadi?” Bulan penasaran juga kenapa sampai ada Senior Manager yang bawa anak ke kantor, laki-laki lagi. Afi melirik malas, antrian yang wudhu di mushola cukup panjang, seharusnya tadi mereka sholat dulu baru makan supaya tidak ngantri wudhu. Gara-gara Bulan gak sarapan jadi merasa mau pingsan makanya mereka cepat-cepat makan ke kafetaria.

“Tahu… pernah barengan satu mobil ke kantor klien yang di Tangerang. Aku numpang sama si Bos mereka barengan pakai mobil dia” jawabnya malas-malas.

“Ehhh kamu tahu gak dia itu suaminya Kak Inneke senior di atas kita 3 tahunlah. Masih sempat ngospek pas hari akhir, yang mirip artis itu loh.. Kembangnya Fakultas Ekonomi…. Dia yang jadi Putri Kampus tahun itu… masa sih gak ingat” otak ghibahnya langsung berputar.

“Hmmm… yang dapat julukan Miss Perpek?” tanya Bulan sambil mengingat-ngingat.

“Iya-iya bener… cantik, pintar, kaya… semuanya ada di dia” Afi mengangguk-angguk dengan serius.

“Wuih itu suaminya…. Hmmm yah emang lumayan ganteng juga, sebanding lah tapi kirain bakalan dapat yang Wow gimana gitu.. Secara dulu kan dia paling keliatan blink-blink diantara mahasiswa ekonomi” Bulan mencoba mengingat-ingat laki-laki yang tadi menyapanya di kafetaria.

“Pantesan anaknya pinter dan cantik yah… wong emaknya cantik dan pinter. Untung gw pinter insya allah anak gw bakalan pinter juga” Bulan mengusap-usap perutnya sambil tersenyum.

“Ciiih kaya yang udah pernah gituan aja pake diusap-usap segala perutnya… aku gak yakin kamu pernah ciuman sama Kak Juno.. boro-boro sampe menyimpan benih” Afi tersenyum mengejek. Bulan langsung melotot bukan soal simpen menyimpan benih yang jadi masalah tapi suaranya Afi  itu loh keras dan di mushola. Ngomongin masalah dosa di mushola itu rasanya seperti nyontek di depan muka guru.

“Ehhehehehe… suara-suara dikondisikan… maneh ini di mushola. Ngomong jangan kenceng-kenceng apa lagi ngomongin dosa” Bulan langsung menutup muka Afi dengan mukena. Hadeuh memang punya teman pintar itu antara anugrah dan bencana nyampur jadi satu.

Setelah sholat mereka langsung kembali ke divisi masing-masing, walaupun satu kantor mereka jarang makan bersama dengan teman sedivisinya. Alasannya ngobrol sama satu divisi cukup saat kerja saja, tapi kalau lagi istirahat atau pulang kerja Bulan dan Afi memilih untuk selalu makan bersama kecuali memang ada dinas luar sehingga mereka tidak bisa bersama-sama.

“Nanti pulang barengan… Kak Juno katanya mau jemput” tulis Afi dalam pesan

“Udah pulang? Alhamdulillah aku kira masih di Bali” Bulan menulis sambil tersenyum. Sudah hampir sebulan ia tidak melihat kekasihnya, hmmm tunangan sebetulnya dari semenjak terakhir mereka bertemu kemarin. Ia dan Juno sudah bertunangan.

“Seet deh.. Emang Kaka gak bilang kalau dia pulang minggu ini? Kalian gimana sih pacarannya aneh banget… udah tunangan tuh mestinya banyak ngobrol dong…. Communication is the most important thing in relationships” sambungnya lagi dalam pesan.

“Udah kerja-kerja-kerja… jangan sampai makan gaji buta karena kebanyakan main pesan” Bulan menutup percakapan dan mematikan hp nya. Afi kalau sudah kurang kerjaan, cenderung destruktif mengganggu konsentrasi kerja orang lain dengan mengirimkan banyak pesan dan berita yang membuatnya menjadi penasaran.

Ting… bunyi email internal masuk ke notifikasi laptopnya. Bulan langsung membuka aplikasi email, dan ia kembali menarik nafas panjang. Afi yang mengirim email, digesernya pad laptop untuk membuka email.

“Tapi bener kan kamu belum pernah ciuman sama Kak Juno… Cieee perawan Ting-Ting… Rugi loh gak ngerasain godaan setan”

Ya Allah Afi… musti di introgasi ini anak, jangan-jangan udah main belakang sama si Nicko.. Hadeuuh. Bahaya emang kalau anak ini sering ditinggal, suka segala ingin tahu, apalagi Nicko itu seumuran mereka kaya teman tapi pacaran.

Bulan pernah tanya pada Afi kenapa suka sama Nicko yang keliatan culun dan tidak terlihat serius. Alasan Afi saat itu lebih menyenangkan pacaran sama yang seumuran karena punya kesenangan yang sama dan bisa main bareng. Gak banyak misscom katanya, dan ternyata memang benar. Kalau Bulan main ke rumah Afi saat wiken kalau tidak pulang ke Bandung, Nicko dan Afi sibuk main PS berdua mereka betul-betul seperti anak kos yang tinggal bersama.

Bulan menghabiskan sisa waktu kerja hari itu dengan penuh semangat, hari ini ia akan bertemu dengan Juno, hampir sebulan setelah pertunangan mereka ia tidak pernah bertemu dengannya hanya melalui pesan-pesan yang memupus semua kerinduan pada kakak dari sahabatnya itu.

“Sudah beres mpok.. Udah jam 7 nih.. Lu kerja? apa lagi rodi?” pesan yang dikirim Afi menyadarkan Bulan kalau hari ini ia akan pulang bersama sahabatnya. Bertemu dengan Juno membuatnya jadi panik gak jelas, menyesal tadi tidak memakai pakaian yang terbaiknya, sekarang dia hanya memakai celana panjang dan blazer casual kesukaannya. Memakai celana panjang ia pilih karena memudahkan bergerak sehingga bisa keluar masuk Busway dengan cepat.

“Bentar dikit lagi, kasih waktu tambahan 10 menit” Bulan segera menutup file pekerjaannya, hampir setengah dari karyawan dari divisinya sudah pulang. Sebagian lagi memilih kerja lembur sambil menunggu kemacetan di selatan Jakarta terurai.

Ia segera merapikan penampilannya, memberikan touch up tanpa membuat terkesan menor. Ia tidak ingin menjadi bahan ejekan Afi kalau terlihat memakai makeup lebih dari biasanya. Anak itu tahu betul kalau kelemahannya ada di Kakaknya. Bulan selalu kehilangan kata-kata dan tidak bisa bersikap normal kalau di dekat Juno.

“Hadeuuuuh lama banget sih.. Kamu pake parfum segentong juga Kak Juno gak bakalan sadar, alis kamu itemin pake areng juga dia gak akan sadar percuma…” Afi tampak cemberut saat menunggu Bulan di lobby gedung perkantoran mereka.

“Maaf… perasaan gak nyampe tiga puluh menit, aku kan musti nyimpen dulu berkas dengan baik dan benar supaya besok tinggal dilaporkan” kilah Bulan.

“Kak Juno mana?” Bulan mengedarkan pandangannya mencari tunangannya. Tadi ia sudah mengirim pesan tapi hanya jawaban pendek yang ia dapatkan. “Ya nanti ketemu aku jemput sekalian”. Bulan sudah biasa dengan jawaban-jawaban Juno yang pendek, baginya itu tidak jadi masalah yang penting langsung menjawab.

“Tuhh nunggu di mobil, mau tiduran katanya sambil ngerjain laporan” Afi menunjuk mobil Juno di ujung parkiran. Mereka berdua langsung bergegas menuju mobil bisa terlihat muka serius laki-laki yang pendiam itu. Mukanya terlihat dingin tanpa ekspresi, terkena pantulan cahaya dari laptop membuatnya semakin menarik.

“Dari dulu buat aku, kakak kamu tuh adalah lelaki paling ganteng sedunia.. Juno Numero Uno” bisik Bulan pada Afi, ia merasakan tangannya langsung dingin seperti akan menghadapi ujian.

“Halaaah… masalahnya buat dia, kamu numero uno gak?” jawab Afi dengan kesal. Ia tidak menyukai sikap Juno pada sahabatnya, terlalu dingin dan tidak menunjukkan perilaku sebagai sepasang kekasih. Afi tidak mempertanyakan soal perasaan Bulan, semenjak kuliah, pertama kali Bulan melihat kakaknya, hal yang selalu ditanyakannya saat datang ke rumah adalah kakak kamu ada gak?, kakak kamu lagi apa?, kakak kamu sekarang punya pacar gak?. Pikiran Bulan tidak pernah terlepas dari Juno kakaknya.

Bulan tidak pernah tertarik pada laki-laki lain, padahal ada banyak kakak kelas yang menyukainya. Seperti namanya Rembulan, temannya itu mudah menarik perhatian lawan jenis. Bulan bukan tipe perempuan yang langsung terlihat cantik, tapi ia adalah perempuan yang kalau kita berpapasan kita akan kembali berpaling dan melihat kepadanya. Seperti ada magnet yang membuat kita senang menatapnya, benar-benar seperti menatap rembulan.

“Kak Juno… sehat?” Bulan berdiri di pintu samping mobil menyapa Juno yang seperti tidak menyadari kehadiran mereka.

“Hmmm sudah datang… malam juga kalian pulang. Ayo masuk kita pulang” hanya itu jawaban Juno, Afi menghela nafas tidak ada sapaan mesra padahal sudah hampir sebulan tidak bertemu.

“Aku duduk di belakang aja, nanti kan aku turun duluan” Bulan langsung membuka pintu belakang mobil. Afi langsung melotot.

“Mana ada seperti itu, kamu tuh suka aneh-aneh aja. Kamu tuh calon kakak ipar aku, duduklah berdampingan gak usah nervous begitu. Lagian kan kalian gak bakalan beradegan di dalam mobil kalau ada aku” calon adik ipar yang menyebalkan itu langsung menyeret Bulan untuk duduk di depan. Antara malu dan kesal Bulan akhirnya duduk di samping Juno, ia langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Juno yang tidak paham tampak tidak memperhatikan tangan Bulan yang terulur di depannya.

“Kak… heh… tuh calon istri mau salim… gak ngarti banget” gerutu Afi sambil mendorong pundak Juno dari belakang.

“Ohhh…” Juno langsung menyambut tangan Bulan yang kemudian meletakan tangan Juno ke dahinya.

“Halah… latihan jadi istri solehah ini ceritanya… kebanyakan nonton sinetron kamu Lan.. mestinya liat sinetron Azab.. pas buat kalian” Bulan cemberut mendengar komentar Afi, ia sulit untuk melakukan kekerasan kepada Afi kalau di depan Juno harus menjaga sikap sebagai calon kakak ipar.

“Ngapain nonton sinetron Azab.. judulnya kan aneh-aneh” jawab Bulan, Juno tampak tidak memperdulikan komentar Afi sibuk menyetir keluar dari area parkir gedung.

“Ada judulnya yang terkenal pas buat kalian” Afi langsung tersenyum.

“Apa?” Bulan jadi penasaran walaupun tahu pasti jawabannya asal.

“Tunangan Zalim: Akhirnya Ditinggal Pas Lagi Sayang-sayangnya” Afi langsung tertawa terkekeh-kekeh sendiri mendengar lawakannya. Hari ini dia berhasil membuat dua lelucon yang bisa dinikmatinya sendiri.

Bulan tersenyum menahan tawa, khawatir Juno tersinggung mendengar ucapan Afi, tapi kekhawatirannya tidak beralasan karena muka Juno tampak seperti tidak mendengar percakapan apapun diantara mereka.

Untuk Bulan rasanya tidak akan mungkin ia meninggalkan Juno, saat ini mimpinya sejak 7 tahun yang lalu telah menjadi kenyataan. Ia akan menjadi istri Juno laki-laki yang telah mengisi hatinya selama ini. `

Terpopuler

Comments

Wilman hadi

Wilman hadi

iya dari awal thn brp ya lupa yg nunggu up ceritanya trus 2023 sekarang baca lg dah kangen

2024-12-26

0

Neng Rillah

Neng Rillah

baca lgi msh update,skrg baca lgi kangen bulan

2025-03-05

0

Herlin Susilowati

Herlin Susilowati

👍👍👍👍👍👍

2025-02-26

0

lihat semua
Episodes
1 Elma
2 Juno Numero Uno
3 Best Friend Afianti
4 Bapak
5 Kuliah Tujuh Menit
6 Different Kingdom
7 Miss Perpek Inneke
8 Butuh Bahu untuk Bersandar
9 Barisan Para Mantan
10 Nasi Goreng Special
11 Panggilan Kesayangan
12 Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13 Phubbing
14 Kupanggil Kau Bintang
15 Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16 Mantera Sihir
17 Quality Time with Elma
18 Takdir Memang Aneh
19 Positif Thinking Ajalah
20 Dilamar #pekerjaan
21 New Office...
22 Team Work
23 Pretty Woman
24 Reuni SMA
25 Mimpi Buruk yang Kembali
26 Do Love Exist?
27 PENGUMUMAN
28 TMT bukan TTM
29 Adik Ketemu Gede
30 Dicari! Wali Nikah
31 Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32 Konsekuensi Memiliki Anak
33 Umi dan Abi in Action
34 Bukan Untukku
35 Mama Nisa
36 Hati yang Luka
37 Ketika Juno menjadi Juned
38 Jangan Khawatir Ada Benny
39 Lilitan Benang Perjanjian
40 Terpesona Akuuuu... Terpesona
41 Gampang Merinding Disko
42 Penculikan Barang Pegangan
43 Mulai dari 0
44 Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45 Ibu Ustadzah Bulan
46 Bulan dan Bintang
47 Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48 Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49 Fix You
50 Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51 Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52 Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53 The Pain that Changes Her
54 Ada yang Gugup
55 Resep Rahasia Lupakan Mantan
56 Anatomi Tubuh Laki-laki
57 Seberapa Pantas
58 Ini Gimana Le....
59 Another Man in Her Life
60 PENGUMUMAN
61 Afianti Day
62 Akad Nikah
63 Racun Sudah Mulai Bekerja
64 Cinta Satu Malam
65 Tak Semanis Kopi Dangdut
66 OTW Taaruf
67 Kost-an Rasa Homestay
68 Memegang Pundakmu Sekarang
69 Tentang Rasa
70 Menuju Takdir
71 Nik...Nik...
72 Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73 Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74 Saya Calon Suami Rembulan
75 Everything's Gonna Be Okay
76 Kebaya Ibu
77 Pemanasan itu Penting
78 Ijab Qabul
79 Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80 Malam Pertama
81 Abang Ketemu Gede
82 Kupanggil Dia....
83 Menunggu Hari Pembalasan
84 Nikah udah Kawin Belum
85 Nasehat Bapak
86 Anjay Suranjay
87 Biang Kerok
88 Semua Orang Pernah Terluka
89 Pamrih
90 Memories
91 Suami Rentenir
92 Aji Mumpung
93 Akibat Bunga Pinjaman
94 Merentang AsHa
95 Moon Honey
96 Perang Dunia
97 Anak Kost-an
98 Vitamin
99 Buka-Bukaan
100 Once Upon A Time
101 Long Distance-Long Distance an
102 Maaf! Kita Beda Dimensi
103 Timer Marah
104 Vitamin B-ikini
105 Collaboration Buddies
106 The Ultimate Challenges
107 Pusaka Leluhur
108 Heart to Heart
109 Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110 Istri Calon CEO
111 Love YourSelf
112 Cerita di Balik Layar
113 Curhat Dong A....
114 Vitamin K-win
115 TMT: Teman Mendukung Teman
116 Rejeki Anak Sholeh
117 Hana... Dul... Set
118 I Love You to The Moon and Back
119 Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120 Gencatan Senjata
121 Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122 As Soon as Possible
123 Bang Toyib Pulang
124 Bumper
125 Beauty and Brain
126 Sabar = Lebar
127 Tak Gendong Kemana Mana
128 Dinner Meeting
129 Baku Hantam
130 Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131 Sahabat di Tikungan
132 Farewell Party
133 TanMantan
134 Pulangkan saja
135 Hp-nya Butuh Di Charger
136 Dua Sisi Cerita
137 Aji Mumpung
138 Unfinished Business
139 Engkau Masih Seperti yang Dulu
140 What if I Never Get Over You
141 Pengumuman Penting
142 Farewell Party rasa Pengajian
143 Adakah Kesempatan Kedua?
144 Vye Vye
145 Special Person
146 Maskot Perusahaan
147 Something is Wrong
148 When I Try to Trust You
149 Ampun Bang Jago
150 Focus Ghibah Discussion
151 Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152 Pengumuman Give Away
153 Donny Atid Sanjaya
154 Lu Gw End...
155 Ada yang kenal sama Reza?
156 Jamet Kubasi
157 Siaga Satu
158 Duet Mauts
159 Duo Absurd
160 Perempuan Tak Pernah Salah
161 Pria Idaman
162 Lanjut Begadang
163 Smack Down only for Syalala Time
164 Hidup adalah Perjuangan
165 Melawan Ketidakadilan
166 Angkat dan Hempaskan
167 Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168 Dibayar Kontan
169 Hambar
170 Pushes the Right Botton
171 Syukur dan Sabar
172 Amarah
173 Behind the Scene
174 Pasca Badai
175 Hamil?
176 Mama Nisa
177 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178 Aku Tanpamu...
179 Risalah Hati
180 Jangan Berhenti Tumbuh
181 Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182 Tak Tutuk ...
183 Little Little Sih I Can
184 Biarkan Dia Gila Sendiri
185 I Will Follow You Down
186 Nasib Telur Asin
187 Menepis Ego
188 Si Pembohong Ulung
189 Aki-Aki Nurustunjung
190 Bukan Puasa Ramadhan
191 Loveable vs Hateable
192 Rembulan Bersinar Lagi
193 Rembulan Rasional
194 Adu Rayuan
195 Happier
196 Take Away
197 Jalan ke Surga
198 Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200 Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201 Ya atau Tidak
202 Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203 Tawaran dari Khanu
204 Likeable but Rare
205 Tak Lagi Sama
206 Kena Diskualifikasi
207 Seperti DejaVu
208 Penyesalan
209 Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210 Sang Batu Loncatan
211 Home Sweet Home
212 Ruang Bucin
213 Keputusan Terbaik
214 CEO Betawi
215 Sinetron Azab
216 Boleh Asal...
217 Tak Tergantikan
218 Udah Gak Kuat
219 H-1
220 Sah
221 Crazy Rich
222 Fly Me to The Moon
223 Pengumuman
224 Bonus Chapter 1
225 Bonus Chapter 2
226 Bonus Chapter 3
227 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 227 Episodes

1
Elma
2
Juno Numero Uno
3
Best Friend Afianti
4
Bapak
5
Kuliah Tujuh Menit
6
Different Kingdom
7
Miss Perpek Inneke
8
Butuh Bahu untuk Bersandar
9
Barisan Para Mantan
10
Nasi Goreng Special
11
Panggilan Kesayangan
12
Godaan dari Syaiton yang Terkutuk
13
Phubbing
14
Kupanggil Kau Bintang
15
Bukan Cinta Bila Tak Sepenuh Hati
16
Mantera Sihir
17
Quality Time with Elma
18
Takdir Memang Aneh
19
Positif Thinking Ajalah
20
Dilamar #pekerjaan
21
New Office...
22
Team Work
23
Pretty Woman
24
Reuni SMA
25
Mimpi Buruk yang Kembali
26
Do Love Exist?
27
PENGUMUMAN
28
TMT bukan TTM
29
Adik Ketemu Gede
30
Dicari! Wali Nikah
31
Pilih Aku untuk Kali ini Saja
32
Konsekuensi Memiliki Anak
33
Umi dan Abi in Action
34
Bukan Untukku
35
Mama Nisa
36
Hati yang Luka
37
Ketika Juno menjadi Juned
38
Jangan Khawatir Ada Benny
39
Lilitan Benang Perjanjian
40
Terpesona Akuuuu... Terpesona
41
Gampang Merinding Disko
42
Penculikan Barang Pegangan
43
Mulai dari 0
44
Kisah Mbak Ayam dan Mas Kerbau
45
Ibu Ustadzah Bulan
46
Bulan dan Bintang
47
Mulai Kerasa Ada Manis Manisnya
48
Cita-Cita Mau Jadi Astronot
49
Fix You
50
Bulldozer Pencinta Nasi Goreng
51
Kisrah Kisruh Hari Pertunangan
52
Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
53
The Pain that Changes Her
54
Ada yang Gugup
55
Resep Rahasia Lupakan Mantan
56
Anatomi Tubuh Laki-laki
57
Seberapa Pantas
58
Ini Gimana Le....
59
Another Man in Her Life
60
PENGUMUMAN
61
Afianti Day
62
Akad Nikah
63
Racun Sudah Mulai Bekerja
64
Cinta Satu Malam
65
Tak Semanis Kopi Dangdut
66
OTW Taaruf
67
Kost-an Rasa Homestay
68
Memegang Pundakmu Sekarang
69
Tentang Rasa
70
Menuju Takdir
71
Nik...Nik...
72
Penyesalan yang Selalu Datang Diakhir
73
Lebih Cepat Akankah Lebih Baik
74
Saya Calon Suami Rembulan
75
Everything's Gonna Be Okay
76
Kebaya Ibu
77
Pemanasan itu Penting
78
Ijab Qabul
79
Manusia Hanya Bisa Berusaha tapi Tuhan yang Menentukan
80
Malam Pertama
81
Abang Ketemu Gede
82
Kupanggil Dia....
83
Menunggu Hari Pembalasan
84
Nikah udah Kawin Belum
85
Nasehat Bapak
86
Anjay Suranjay
87
Biang Kerok
88
Semua Orang Pernah Terluka
89
Pamrih
90
Memories
91
Suami Rentenir
92
Aji Mumpung
93
Akibat Bunga Pinjaman
94
Merentang AsHa
95
Moon Honey
96
Perang Dunia
97
Anak Kost-an
98
Vitamin
99
Buka-Bukaan
100
Once Upon A Time
101
Long Distance-Long Distance an
102
Maaf! Kita Beda Dimensi
103
Timer Marah
104
Vitamin B-ikini
105
Collaboration Buddies
106
The Ultimate Challenges
107
Pusaka Leluhur
108
Heart to Heart
109
Ora Kesusu atau Ora Et Labora
110
Istri Calon CEO
111
Love YourSelf
112
Cerita di Balik Layar
113
Curhat Dong A....
114
Vitamin K-win
115
TMT: Teman Mendukung Teman
116
Rejeki Anak Sholeh
117
Hana... Dul... Set
118
I Love You to The Moon and Back
119
Ngemil-ikin Kamu Seutuhnya
120
Gencatan Senjata
121
Aku Senang Kalau Kamu Bahagia
122
As Soon as Possible
123
Bang Toyib Pulang
124
Bumper
125
Beauty and Brain
126
Sabar = Lebar
127
Tak Gendong Kemana Mana
128
Dinner Meeting
129
Baku Hantam
130
Kamu Dimana, Dengan Siapa dan Sedang berbuat Apa
131
Sahabat di Tikungan
132
Farewell Party
133
TanMantan
134
Pulangkan saja
135
Hp-nya Butuh Di Charger
136
Dua Sisi Cerita
137
Aji Mumpung
138
Unfinished Business
139
Engkau Masih Seperti yang Dulu
140
What if I Never Get Over You
141
Pengumuman Penting
142
Farewell Party rasa Pengajian
143
Adakah Kesempatan Kedua?
144
Vye Vye
145
Special Person
146
Maskot Perusahaan
147
Something is Wrong
148
When I Try to Trust You
149
Ampun Bang Jago
150
Focus Ghibah Discussion
151
Pipipipip.... Menantu Idaman Mau Lewat
152
Pengumuman Give Away
153
Donny Atid Sanjaya
154
Lu Gw End...
155
Ada yang kenal sama Reza?
156
Jamet Kubasi
157
Siaga Satu
158
Duet Mauts
159
Duo Absurd
160
Perempuan Tak Pernah Salah
161
Pria Idaman
162
Lanjut Begadang
163
Smack Down only for Syalala Time
164
Hidup adalah Perjuangan
165
Melawan Ketidakadilan
166
Angkat dan Hempaskan
167
Saat Tembaga Tellurium bertemu Barium Silikon
168
Dibayar Kontan
169
Hambar
170
Pushes the Right Botton
171
Syukur dan Sabar
172
Amarah
173
Behind the Scene
174
Pasca Badai
175
Hamil?
176
Mama Nisa
177
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
178
Aku Tanpamu...
179
Risalah Hati
180
Jangan Berhenti Tumbuh
181
Jauh di Mata namun Dekat di Hati
182
Tak Tutuk ...
183
Little Little Sih I Can
184
Biarkan Dia Gila Sendiri
185
I Will Follow You Down
186
Nasib Telur Asin
187
Menepis Ego
188
Si Pembohong Ulung
189
Aki-Aki Nurustunjung
190
Bukan Puasa Ramadhan
191
Loveable vs Hateable
192
Rembulan Bersinar Lagi
193
Rembulan Rasional
194
Adu Rayuan
195
Happier
196
Take Away
197
Jalan ke Surga
198
Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan dan Ojo Aleman
199
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (1)
200
Berlindung dari Godaan Syaiton yang Bertebaran (2)
201
Ya atau Tidak
202
Gelombang Cinta yang Menantang Gelombang Tsunami
203
Tawaran dari Khanu
204
Likeable but Rare
205
Tak Lagi Sama
206
Kena Diskualifikasi
207
Seperti DejaVu
208
Penyesalan
209
Tak Sanggup Hidup Tanpamu
210
Sang Batu Loncatan
211
Home Sweet Home
212
Ruang Bucin
213
Keputusan Terbaik
214
CEO Betawi
215
Sinetron Azab
216
Boleh Asal...
217
Tak Tergantikan
218
Udah Gak Kuat
219
H-1
220
Sah
221
Crazy Rich
222
Fly Me to The Moon
223
Pengumuman
224
Bonus Chapter 1
225
Bonus Chapter 2
226
Bonus Chapter 3
227
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!