Tidak ada kesempatan

Namun saat Aska sudah sampai di luar kafe, tiba-tiba Nara mengejarnya, mata Aska terbelalak dengan tindakan yang di lakukan Nara terhadapnya.

Nara tiba-tiba saja menangkup wajah Aska dengan kedua telapak tangannya. Dengan sedikit berjinjit dia mencium bibir Aska. Aska langsung mendorong tubuh Nara hingga jatuh terjerembab ke lantai, dia ingin segera mengejar Carla yang berlari meninggalkan mobil, Aska yakin kalau Carla telah salah paham padanya. Gadis itu pasti mengira kalau dirinyalah yang mulai memberikan ciuman untuk Nara.

"Carla!" panggil Aska seraya berlari mengejar gadis cantik tersebut. "Carla, tunggu!"

"Ternyata memang tidak ada kesempatan bagiku," -- batin Nara saat melihat Aska mengejar Carla yang berlari.

Nara memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Dia merasa menjadi orang bodoh yang tiba-tiba saja berani memberikan ciuman pertamanya pada Aska.

"Nara dari mana kamu?" tanya Yenita saat melihat putrinya pulang.

Nara tidak menjawab, dia langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci kamarnya dari dalam.

"Nara, kamu kenapa sayang?" tanya Yenita sambil mengetuk pintu kamar putrinya.

Suara tangisan Nara semakin membuat Yenita khawatir.

"Nara sayang, buka pintunya! Kamu kenapa, Nak?" tanya Yenita yang semakin bingung saat mendengar tangis Nara semakin keras.

"Nara, buka pintunya Sayang!" seru Yenita sekali lagi.

'Ceklek'

Pintu di buka, Nara langsung memeluk mamanya, tangisnya kembali pecah.

"Kenapa Nara?" tanya Yenita.

"Jika Mama tahu, aku menangis karena di tolak oleh Aska, mama pasti akan marah dan mengataiku bodoh," ujar Nara dalam hati.

"Tidak apa-apa, Ma." jawab Nara.

Sebenarnya Yenita tahu kalau putrinya pasti menangis karena Aska, karena hanya laki-laki itu yang bisa membuat putrinya menangis. Tapi dia memilih untuk diam dan pura-pura tidak tahu dan membiarkan putrinya tetap menangis dalam dekapannya.

*****

Sementara itu, di tempat lain. Aska terus mengejar Carla yang berlari dan akhirnya dia berhasil menahan lengan Carla.

"Carla, dengarkan aku. Tadi itu tidak seperti yang kamu lihat!" Aska berusaha untuk memberikan pengertian kepada Carla.

"Memang apa yang tidak seperti yang aku lihat?! Dua orang berciuman di depan kafe dan di lihat banyak orang, memang apa yang bisa aku pikirkan tentang itu?!" suara Carla sedikit meninggi menahan emosi yang berkecambuh di dalam dada. Hatinya merasakan sakit menyaksikan adegan di depan kafe tadi.

"Carla, tadi itu Nara tiba-tiba saja menciumku. Aku tidak tahu kalau dia akan berbuat senekat itu barusan," Aska berusaha memberi pengertian kepada Carla.

Carla masih diam, dia memalingkan wajahnya dari Aska. Memang dia tidak melihat dari awal kejadian yang sebenarnya terjadi.

"Carla, bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu bahkan saat kamu masih kecil."

Carla menatap mata Aska guna mencari kebohongan di dalam mata itu, tapi dia tidak menemukannya.

"Percayalah, aku tidak mungkin menyakiti hati wanita yang selama ini aku kejar. Aku mencintaimu Carla, menyakitimu sama saja menyakiti diriku sendiri," tutur Aska dengan suara lembutnya. "Percayalah padaku!"

Aska menarik Carla dalam dekapannya dan kali ini Carla tidak memberontak, dia membiarkan Aska memeluknya.

"As, benarkah kamu tidak memiliki perasaan apapun pada Nara?" tanya Carla.

"Aku ini manusia kalau aku tidak memiliki perasaan apapun kepada Nara, itu bohong."

Carla mendongak menatap wajah Aska, meminta penjelasan maksud ucapan Aska barusan.

Terpopuler

Comments

Ririe Handay

Ririe Handay

rasa apa itu

2022-03-30

0

𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍾⃝ͩ ᷞᴛͧʀᷡɪͣ𝗚ˢ⍣⃟ₛ

𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍾⃝ͩ ᷞᴛͧʀᷡɪͣ𝗚ˢ⍣⃟ₛ

lanjutkan Thor mantap 👍👍👍

2022-02-08

0

Vivi Vivinurdiansih

Vivi Vivinurdiansih

Apakah nara serendah itu kh?

2021-12-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!