Hari itu Carla langsung datang ke RA Grup, dia langsung menemui satpam sesuai arahan dari Aska saat di rumah tadi.
"Maaf, Pak. Bisa saya bertemu dengan kepala personalia perusahaan ini?" tanya Carla pada salah seorang security yang berada di pos keamanan.
"Apa Anda Nona Carla?" tanya security tersebut.
Carla mengangguk.
"Ibu Rina sudah menunggu Anda di ruangannya. Mari saya antar!"
Meski bingung Carla mengikuti langkah security itu. Mereka masuk ke gedung RA Grup dan langsung menuju ke ruangan Ibu Rina, wanita yang di tugaskan untuk merekrut semua karyawan di RA Grup.
Tok tok!
Pak security mengetuk pintu ruangan bertuliskan Ibu Rina.
"Masuk."
Terdengar suara perempuan dari dalam ruangan yang mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Silahkan Non, Anda masuk! Saya kembali ke pos," ujar Sang security mempersilahkan. Sang security itupun meninggalkan Carla.
"Terimakasih ya Pak," ucap Carla.
Carla menarik napas kemudian menghembuskannya, dia melakukan itu beberpa kali guna mengurangi perasaan gugup yang dia rasakan.
"Permisi," ucap Carla.
"Duduklah!" seru seorang wanita dengan wajah datarnya. "Mana cv-mu!"
Carla memberikan amplop berwarna coklat berisi surat lamaran pekerjaan serta ijazah dan data diri miliknya.
"Carla Hadijaya, apa itu namamu?" tanya wanita bernama Rina itu.
"Iya, itu nama saya," jawab Carla.
Wanita itu kembali melihat cv yang di berikan oleh Carla.
"Aku tidak yakin kalau kamu akan bisa melakukan pekerjaan seberat ini. Apalagi kamu seorang putri dari pengusaha kaya Hadijaya. Tapi karena seseorang merekomendasikan dirimu, aku akan memberikanmu masa uji coba selama 3 hari. Jika dalam waktu 3 hari kamu bisa melakukan pekerjaanmu dengan benar, kamu akan diterima menjadi karyawan di tempat ini," jelas Rina.
"Terimakasih, Saya pasti akan melakukan pekerjaanku dengan baik," ucap Carla, senyum kebahagiaan nampak jelas di bibir mungilnya.
"As, aku janji akan berusaha bekerja dengan baik. Aku tidak akan melewatkan kesempatan ini," ucap Carla dalam hati.
"Silahkan kamu ke pantri, ganti pakaianmu dengan seragam OB. Dan bertanyalah kepada kepala OB, hal apa saja yang harus kamu kerjakan. Ingat! Saya tidak suka dengan pekerja yang malas!"
"Iya, Bu. Saya pasti akan bekerja dengan sungguh-sungguh," jawab Carla.
Carla berjalan meninggalkan ruangan ibu Rina dan menuju ke pantri. Setelah mendpatkan seragam dari kepala OB, Carla mulai melakukan pekerjaannya. Dia di tugaskan untuk bekerja di lantai paling atas gedung tersebut.
Carla membuatkan minuman dan memberikannya pada satu persatu karyawan yang ada di lantai 20, gedung teratas dari perusahaan tersebut. Untungnya, selama satu minggu tinggal bersama dengan Mbok Mirah, Carla sudah bisa membuat teh dan kopi yang lumayan bisa dinikmati. Mengingat sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa membedakan antara gula dan garam. Carla ingat betul ketika Mama-nya meminta di buatkan teh manis beberapa bulan yang lalu, bukannya memasukkan gula, dia justru memasukkan garam kedalam teh dan menjadikan teh itu berasa asin.
Carla memijit kakinya yang terasa pegal setelah berkeliling mengantarkan minuman kepada karyawan di lantai 20. Apalagi ini adalah pertama kalinya dia melakukan pekerjaan yang mungkin terasa mudah bagi orang lain, tapi terasa sulit baginya.
"Hah, benar-benar capek. Ternyata mencari uang begitu sulit."
Senyum kecut nampak terlihat di wajahnya, bukan karena dia merutuki nasibnya kini. Tapi lebih kepada merutuki kebodohan yang dia lakukan sebelumnya. Dia tidak pernah bersyukur terhadap rezeki yang Tuhan berikan kepadanya selama ini.
"Ini," seseorang memberikannya softdrink kepadanya.
Carla menatap orang yang memberikan minuman kepadanya.
"Ka--kamu--"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Tri
narakah? scra nara kan juga magang diperusahaan itu
2022-04-04
0
Ririe Handay
aska lagi
2022-03-30
0
𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍾⃝ͩ ᷞᴛͧʀᷡɪͣ𝗚ˢ⍣⃟ₛ
syukaaaaa banget ceritanya to the point
2022-02-08
0