Saat duduk di dalam angkutan tersebut, Carla kembali mengambil surat dari Nara. Karena penasaran dengan isinya, Carla membuka isi surat tersebut. Ternyata dugaannya memang benar, isi surat itu adalah pernyataan cinta Nara kepada Aska.
"Apa aku harus memberikan surat ini kepada Aska? Atau aku simpan saja surat ini?"
Carla bermonolog, berharap menemukan jawaban dari kegalauannya.
*****
Carla turun dari angkot yang di tumpanginya, dilihatnya Aska sudah berdiri di depan kontrakan Mbok Mirah.
"Kemana saja kamu?" tanya Aska saat Carla sudah berada di hadapannya. "Tadi aku menunggumu di depan gedung RA Grup."
"Nara, mengajakku minum kopi saat pulang tadi," jawab Carla. Dia berjalan masuk ke dalam rumah dan diikuti Aska di belakangnya.
"Oiya, aku baru ingat kalau dia magang di RA Grup. Apa dia bersikap buruk terhadapmu?" tanya Aska.
"Tidak," jawab Carla singkat.
"Tidak hanya Nara, aku juga bertemu dengan Adit."
Aska menatap Carla sejenak. "Jadi anak itu juga bekerja di RA Grup," gumam Aska.
"Lalu?" tanya Aska yang merasa penasaran.
Carla berbalik dan memicingkan matanya menatap Aska.
"Tidak ada lalu. Bagiku, penghianatannya sudah cukup untuk membuka mata dan hatiku, kalau dia bukan pria yang pantas untuk aku cintai," jawab Carla kemudian.
Seulas senyum nampak di bibir Aska.
"Sebentar." Carla merogoh tas dan mengambil sesuatu dari dalam tas tersebut. "Ini," ucap Carla seraya memberikan amplop berwarna merah muda kepada Aska.
"Apa ini?" tanya Aska sembari menerima amplop berwarna pink itu dari tangan Carla.
"Itu dari Nara." Carla langsung melangkah masuk ke dalam kamar. Ada perasaan takut yang saat ini dirasakan oleh Carla. Dia takut menghadapi kenyataan kalau Aska akan menerima cinta Nara untuknya. Baru membayangkan itu saja hatinya sudah berdenyut nyeri. Apalagi Nara adalah gadis yang baik dan juga cantik. Tidak ada alasan untuk Aska menolak perasaan sepupunya tersebut.
Sementara itu Aska masih diam mematung berdiri di depan pintu kamar Carla. Dia bingung dengan sikap yang di tunjukkan Carla padanya.
"Apa pertemuannya dengan si Adit membuat moodnya berubah? Apa itu berarti dia masih menyimpan perasaan pada si Adit?" pikir Aska dalam hati. "Sebenarnya apa yang di miliki si Adit hingga membuat Carla sulit melupakan perasaannya pada pria brengsek itu." Aska berasumsi sendiri.
"Tapi tadi dia bilang kalau Adit bukan pria yang pantas untuk dia cintai? Tapi kenapa wajahnya terlihat murung? Sesulit itukah melupakan Adit?" kembali Aska berasumsi sendiri.
"Carla, aku harus menjemput majikanku. Nanti malam aku akan ke sini lagi," pamit Aska.
Hanya suara 'Hmm' yang Aska dengar dari dalam.
Aska menarik napas kemudian menghembuskannya. Rasanya dia tidak rela kalau masih ada nama Adit di hati Carla.
"Aku pergi, ya. Assalammu'alaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Carla lirih. Dia merasa tidak senang karena menganggap kalau Aska berpamitan dengannya karena ingin menemui Nara.
"As, apa aku salah mengartikan perhatianmu padaku?" Carla menarik napas kemudian menghembuskannya perlahan. "Kenapa sesakit ini memendam perasaan cinta pada seseorang."
Setelah memastikan Aska sudah keluar dari rumah, Carla keluar dari kamarnya. Dia lebih memilih untuk membersihkan rumah sambil menunggu Mbok Mirah pulang dari rumah majikannya. Walau dia merasakan pegal di kaki dan tangannya karena sudah seharian bekerja, dia tidak mau bersikap manja seperti dulu. Jika Mbok Mirah bisa melakukan tugas rumah dengan baik, dia pasti bisa melakukannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Parti Barokah
2 hati yg saling berasumsi sebalik"y akirnya sama2 saling sakit hatinya 🤦♂️🤦♂️🤦♂️
2022-06-26
0
Tri
carla cemburu kaliii...makanya moodnya jelek.bukan krna adit aska
2022-04-04
0
Ririe Handay
cie yg udah suka ma aska
2022-03-30
0