Kedatangan tamu

Sudah 7 hari sejak kejadian hilangnya pesawat yang di tumpangi Hadijaya dan Widya terjadi. Carla lebih sering murung di dalam kamarnya, dia hanya keluar saat Aska pulang dan itupun untuk menanyakan kabar terkini tentang kedua orang tuanya, setelah itu dia kembali mengurung diri di kamar. Bahkan untuk makan saja, Mbok Mirah atau Aska yang bergantian membujuknya dan kadang menyuapinya. Sama seperti hari ini, Aska membawakan sepiring makanan komplit dengan lauknya ke kamar Carla dan karena sudah hampir 30 menit makanan yang dia bawa tidak di sentuh oleh Carla, Aska memutuskan untuk mengganti makanan yang baru dan menyuapi Carla.

"As, apa Mama dan Papa akan kembali?" tanya Carla, dia menatap wajah Aska sebentar kemudian kembali dengan tatapan kosongnya.

Aska menyendok makanan untuk Carla dan menyuapinya. "Pasti," jawab Aska.

"Sudah, As. Aku sudah kenyang!" Carla sedikit mendorong piring yang ada di tangan Aska.

"Bagaimana Nona bisa bilang sudah kenyang? Nonakan baru makan tiga sendok saja."

"Tapi aku tidak ingin makan, As. Aku hanya ingin Mama dan Papa secepatnya kembali," jawab Carla, lagi-lagi gadis itu menangis. Dia menelungkupkan kepalanya di kedua lututnya.

"Apa dengan kamu menangis Mas Hadi dan Mbak Widya akan kembali?" suara seseorang dari arah pintu sontak membuat Carla dan Aska menoleh bersamaan.

"Hei sopir! pekerjaanmu itu untuk mengantar semua penghuni rumah ini pergi, bukan hanya mengurusi Carla. Dia itu sudah besar dan bisa makan sendiri," Yenita mengatakan itu dengan ketusnya.

Mungkin jika Carla dalam keadaan normal seperti sebelumnya, dia akan langsung berdiri dan memiting tangan tantenya. Seperti yang pernah terjadi sebelumnya, saat Aska pertama kali menjadi sopir pribadinya. Waktu itu Aska yang baru saja pulang menjemput Carla dari kampus langsung di suruh Yenita untuk mengantarkannya pergi ke mall. Carla langsung menginterupsi Aska untuk tidak memenuhi seruan tantenya. Dia bahkan memiting tangan Yenita dan mengatakan, kalau dia tidak berhak memberi perintah kepada semua orang yang bekerja di rumah tersebut karena bukan tantenya yang menggaji semua pegawai.

Dan hal yang hampir mirip juga terjadi saat Mbok Mirah sedang membantu Carla membuatkan mie instan, Yenita seenaknya saja langsung menyuruh Mbok Mirah untuk membuatkannya nasi goreng, padahal Mbok Mirah baru saja menyalakan kompor untuk merebus air yang akan di gunakan untuk merebus mie instan keinginan Carla. Tanpa mengatakan sepatah katapun, Carla langsung memiting tangan Yenita dan menyuruhnya membuat nasi goreng sendiri.

"Buatlah nasi goreng keinginanmu sendiri! Mbok Mirah bukan pembantumu, tapi dia di gaji hanya untuk melayaniku, papa dan juga mama. Jadi jangan pernah menyuruh Mbok Mirah, apalagi saat dia sedang melayaniku. Paham!" Carla memberikan sorot tajamnya kepada Yenita.

"Tapi bukankah aku ini juga keluargamu, jadi apa salahnya kalau ...," belum selesai Yenita berbicara, Carla sudah memberinya pelintiran di tangan.

Dan saat itulah Widya muncul dan menyuruh Carla untuk melepaskan tangan Yenita. Carla setuju untuk melepaskan tangan tantenya, tapi dia tetap tidak mengijinkan Mbok Mirah untuk membuatkan Yenita nasi goreng.

Tapi sejak orang tuanya dinyatakan hilang, Carla tidak banyak berkomentar walau tantenya kadang berlaku seenaknya kepada semua pegawai rumah Hadijaya.

"Apa Nyonya memerlukan bantuanku?" tanya Aska sopan.

"Untuk saat ini tidak," jawab Yenita. "Aku kesini hanya untuk memberitahu Carla, kalau di luar ada Aditya dan Devi."

Mendengar Aditya datang, Carla langsung lari keluar kamar, tanpa memperdulikan Aska.

Aska hanya memandang kepergian Carla dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

"Seorang sopir bermimpi untuk mendapatkan seorang putri. Benar-benar tidak tahu malu," ucap Yenita.

Aska hanya tersenyum mendengar cibiran dari Yenita. Dia sedikit membungkukkan badannya dan ikut ke luar dari kamar nona mudanya tersebut.

*****

Carla lari menghambur ke pelukan kekasihnya, "Dit, kenapa kamu baru datang menemuiku?"

"Maaf, aku baru mendengar berita itu tadi pagi," jawab Aditya seraya membelai rambut panjang Carla.

Ehm ehm ehm

Mendengar dehemen Devi membuat Adit melepaskan pelukannya. "Sayang, tidak enak ada Devi," bisik Aditya beralasan.

"Kenapa? Bukankah dari dulu kita biasa berpelukan dihadapannya?"

"E ... itu ... itu ..."

Belum sempat Aditya menyelesaikan perkataannya, ada beberapa laki-laki berjas datang.

"Maaf, kalian siapa?" tanya Carla yang merasa tidak mengenal mereka.

Terpopuler

Comments

Tri

Tri

kami pigak bank mau menyita semua aset rumah ini jedaaaaarrr

2022-04-04

0

Ririe Handay

Ririe Handay

saatnya Adit dan Dita diuji

2022-03-30

0

𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍾⃝ͩ ᷞᴛͧʀᷡɪͣ𝗚ˢ⍣⃟ₛ

𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍾⃝ͩ ᷞᴛͧʀᷡɪͣ𝗚ˢ⍣⃟ₛ

wah wah sepertinya mau seru nih Thorrrr 👍👍👍

2022-02-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!