Perlahan-lahan Aira membuka kedua matanya. Azam, yang masih setia menemani sang istri, langsung tersenyum manis.
"Haus," kata Aira pelan.
Azam yang mengerti langsung mengambilkan minum untuk istrinya tersebut.
"Pelan-pelan, Sayang. Aku bantu," kata Azam lalu membantu Aira minum.
"Makasih ya, Mas," kata Aira yang suaranya masih terdengar lemah.
Azam tersenyum lalu mengangguk pelan. "Apa ada yang sakit, Sayang?" tanya Azam.
Aira menggeleng pelan lalu menatap ke sekeliling ruangan. Suasana seketika hening.
"Hanum ...," lirih Aira dengan mata yang langsung berkaca-kaca.
Azam tersenyum, lalu mengusap lembut kepala Aira. "Jangan menangis ya, Sayang. Nanti kamu drop lagi," kata Azam yang sebenarnya berusaha keras untuk menahan air matanya sendiri.
"Ayah ... Niko ... Kinan ...," kata Aira dengan bibir gemetar.
Azam langsung berdiri dan memeluk tubuh mungil Aira. "Kita doakan bersama ya, Sayang. Semoga Ayah, Kinan, dan Hanum bisa sembuh dan berkumpul bareng kita lagi," kata Azam menenangkan.
Aira mengangguk pasrah sambil mengusap air matanya. Setelah kondisinya agak membaik, Aira baru menyadari kalau perutnya sudah mengempis dan rata.
"Mas ...," panggil Aira gemetar. "Anak kita mana, Mas? Di mana anak kita?!"
Azam hanya diam. Tetes demi tetes air mata mulai membasahi pipi pria itu.
"Sayang, yang ...,"
"APA, MAS?! AKU TANYA DI MANA ANAK KITA?! DI MANA, MAS?!" teriak Aira yang mulai histeris dan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Aira terus memberontak dan memukuli dada Azam berulang kali. "LEPASIN AKU, MAS! HIKS ... HIKS ..."
Dengan susah payah, Azam memencet tombol darurat di sebelah bantal Aira. Satu menit kemudian, seorang dokter kandungan datang dengan terburu-buru.
"Mbak Aira-nya kenapa, Mas?" tanya Dokter Gita.
Azam terdiam sejenak, lalu menjelaskan apa yang baru saja terjadi.
Dokter Gita menghela napas dalam, lalu mengembuskannya perlahan. "Mbak Aira harap tenang ya. Biar saya yang jelaskan," kata Dokter Gita sopan.
Aira menggelengkan kepalanya…
Satu Imam Dua Makmum
Bab 62 Duka Yang Bertubi-Tubi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments