BAB 7: Apa Benar Aira Hamil?

Pagi ini jam menunjukkan pukul 07.00. Aira sudah asyik di dapur bersama Bi Nia.

"Non Aira, mau Bibi bantu?" tawar Bi Nia lembut.

Aira yang sedang membuatkan kopi hangat kesukaan Azam langsung menggeleng. "Makasih, Bi. Biar Aira saja. Oh ya, tolong ya, Bi, bawa nasi gorengnya ke ruang makan bersama yang lain," kata Aira lembut, yang langsung diiyakan oleh Bi Nia.

"Sekalian bikin susu deh, biar enggak bolak-balik lagi," gumam Aira lalu mengambil gelas baru untuk dirinya sendiri. "Bi, Bibi sudah rebuskan ayam buat Momo sama Coco belum? Kalau sudah, tolong kasih ke Momo sama Coco ya," kata Aira sembari menuangkan air panas ke dalam gelasnya.

"Sudah, Non. Bibi sudah rebuskan buat Momo sama Coco. Mau Bibi ambilkan, Non?"

Aira berjalan menuju ruang makan. "Iya, Bi. Tolong sekalian disuwirin ya, nanti taruh di meja saja, biar aku yang kasih," kata Aira.

"Baik, Non," kata Bi Nia patuh.

Setelah merasa puas dengan hidangan yang ada di atas meja, Aira langsung berlari kegirangan menaiki anak tangga. "Mas Azam! Bangun ...!"

Aira tersentak kaget saat tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.

"Tumben banget, Sayang, kamu sudah bau dapur. Biasanya juga masih asyik rebahan," bisik Azam yang sudah berdiri di belakang Aira. Laki-laki tampan itu menekuk wajahnya di ceruk leher Aira.

Aira terkekeh pelan. "Aku juga pengin jadi istri yang baik buat kamu, Mas," kata Aira lembut.

Azam menegakkan tubuhnya, lalu kembali memeluk Aira dari belakang. "Dan kamu adalah istri satu-satunya dalam hidupku. Aku tidak pernah merasa tidak dihargai olehmu," kata Azam lembut.

Aira membalikkan tubuhnya, namun Azam tetap tidak melepaskan pelukannya. "Makasih ya, Mas. Aku juga bahagia banget punya suami kayak kamu," kata Aira lembut lalu membalas pelukan Azam dengan erat.

"Semoga hanya kamu yang akan menjadi istriku hingga maut yang memisahkan," bisik Azam.

"Aamiin," kata Aira mengamini ucapan Azam.

"Udah dulu gih, lepasin. Mau aku bantu rapihin rambut sama kemeja kamu enggak?" kata Aira mengusap rambut A…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 BAB 1 Hari Istimewa
2 Bab 2: Kulkas Sepuluh Ribu
3 Bab 3: Mertua, Ipar, dan Kepiting Jumbo
4 BAB 4: Drama Azam serta Momo dan Coco
5 BAB 5: Hadiah Istimewa
6 BAB 6 Pertemuan yang tidak di sengaja
7 BAB 7: Apa Benar Aira Hamil?
8 Bab 8: Pertemuan dan Gelisah
9 BAB 9: Trauma Aira
10 BAB 10: Luka Yang Masih Basah
11 BAB 11: Kedatangan Kinan, Seno, dan Ardi
12 BAB 12: Perasaan yang Membingungkan
13 BAB 13: Sambutan Hangat
14 BAB 14: Fakta yang Menyakitkan
15 BAB 15: Kebenaran yang Dibawa Pergi
16 BAB 16: Firasat Seorang Adik Perempuan
17 BAB 17: Tawa yang Kembali
18 BAB 18: Drama Aira dan Anabulnya
19 BAB 19: Jalan-Jalan di Kota Surabaya
20 BAB 20 Ajakan Misterius Azam.
21 BAB 21 Anniversary
22 BAB 22 Vila untuk Aira
23 BAB 23: Kembali ke Jakarta
24 Bab 24: Sekretaris Pribadi Suami
25 Bab 25 Nekat Demi Saudara Kembar
26 Bab 26 Aira dalam Bahaya
27 Bab 27: Sandiwara Sang Kembaran
28 Bab 28 Dendam yang Tertahan
29 Bab 29 Ketika Rahasia Menjadi Kebencian
30 Bab 30 Trauma dan Rahasia Kelam
31 Bab 31 Pelipur Lara Untuk Aira.
32 Bab 32 Ketulusan Hati Aira.
33 Bab 33 Batas Kesabaran (
34 Bab 34 Liburan yang Terganggu
35 Bab 35 Tak Sangup Membawa Luka
36 Bab 36 Dekapan Hangat di Udara.
37 Bab 37 Azam yang Posesif
38 Bab 38 Vario Cinta untuk Azam
39 Bab 39 Di Bawah Derasnya Hujan Bersamamu
40 Bab 40 Alergi Suami Sendiri
41 Bab 41 Malam Yang Sepi
42 Bab 42 Tangis dan Durian Sate
43 Bab 43 Air Mata Haru dan Ngidam
44 Bab 44 Kebahagiaan yang Terusik
45 Bab 45 Anak Bos mau Ngiler
46 Bab 46 Bumil yang Merajuk
47 Bab 47 Rasa bersalah Aira
48 Bab 48 Terpuruk dalam.Rasa Bersalah
49 Bab 49 Wajah tampan yang Pucat
50 Bab 50 Akhirnya kembali Bertemu
51 Bab 51 Kejutan dan Pelukan Palsu
52 Bab 52 Jejak Miko di Rumah Sakit
53 Bab 53 Secarik Surat Misterius
54 Bab 54 Pelukan yang Menenagkan
55 Bab 55 Teror yang Belum Berakhir
56 Bab 56 Ketakutan Aira.
57 Bab 57 Dalang di Balik Teror
58 Bab 58 Liburan dan Pesan Misterius
59 Bab 59 Satu malam Tiga Nyawa
60 Bab 60 Pelukan Beracun
61 Bab 61 Misteri Pembocoran Rahasia
62 Bab 62 Duka Yang Bertubi-Tubi
63 Bab 63 Panti Asuhan Angelina
64 Bab 64 Bukti Nyata
65 Bab 65 Sosok Berjubah Hitam dan Nomor Asing
66 Bab 66 Misi Pengosongan Gedung Rahasia
67 Bab 67 Sisi Gelap Aira
68 Bab 68 Dalam Diam Suamiku Mendukungku
69 Bab 69 Pesan Dari Nomor Asing
70 Bab 70 Senyuman Puas Di Tengah Duka
71 Bab 71 Balasan Kecil Untuk Miko
72 Bab 72 Di Balik Lensa Kamera
73 Bab 73 Harta Tersembunyi Dan Ancaman Baru
74 Bab 74 Rahasia Di Balik Telepon Misterius
75 Bab 75 Misteri Pengintai Rumah Sakit
76 Bab 76 Pernyataan Cinta Dan Peringatan Misterius
77 Bab 77 Tamu Tak Di Undang
78 78 Redanya Badai Cemburu
79 Bab 79 Kembali Ke Rumah Utama
80 Bab 80 Misteri Di Balik Jendela
81 Bab 81 Putri Ketiga Tuan Niko
82 Bab 82 Siapa sebenarnya sosok laki-laki berjubah hitam itu?
83 Bab 83 Aksi Nekat Leli
84 Bab 84 Cahaya Untuk Hanum
85 Bab 85 Perjalanan Menuju Rumah Baru
86 Bab 86 Kencan Manis di Pasar Malam
87 Bab 87 Keberangkatan Mendadak
88 Bab 88 Benih Benih Kecurigaan
89 Bab 89 Sepupu dadakan
90 BAB 90 Jebakan Taksi Palsu
91 BAB 91 Amnesia dan hancurnya Kebahagiaan Azam
92 BAB 92 Ketika Azam Menjadi Orang Asing
93 BAB 93 Doa dari Bocil Kadaluarsa
94 BAB 94 Buah Durian
Episodes

Updated 94 Episodes

1
BAB 1 Hari Istimewa
2
Bab 2: Kulkas Sepuluh Ribu
3
Bab 3: Mertua, Ipar, dan Kepiting Jumbo
4
BAB 4: Drama Azam serta Momo dan Coco
5
BAB 5: Hadiah Istimewa
6
BAB 6 Pertemuan yang tidak di sengaja
7
BAB 7: Apa Benar Aira Hamil?
8
Bab 8: Pertemuan dan Gelisah
9
BAB 9: Trauma Aira
10
BAB 10: Luka Yang Masih Basah
11
BAB 11: Kedatangan Kinan, Seno, dan Ardi
12
BAB 12: Perasaan yang Membingungkan
13
BAB 13: Sambutan Hangat
14
BAB 14: Fakta yang Menyakitkan
15
BAB 15: Kebenaran yang Dibawa Pergi
16
BAB 16: Firasat Seorang Adik Perempuan
17
BAB 17: Tawa yang Kembali
18
BAB 18: Drama Aira dan Anabulnya
19
BAB 19: Jalan-Jalan di Kota Surabaya
20
BAB 20 Ajakan Misterius Azam.
21
BAB 21 Anniversary
22
BAB 22 Vila untuk Aira
23
BAB 23: Kembali ke Jakarta
24
Bab 24: Sekretaris Pribadi Suami
25
Bab 25 Nekat Demi Saudara Kembar
26
Bab 26 Aira dalam Bahaya
27
Bab 27: Sandiwara Sang Kembaran
28
Bab 28 Dendam yang Tertahan
29
Bab 29 Ketika Rahasia Menjadi Kebencian
30
Bab 30 Trauma dan Rahasia Kelam
31
Bab 31 Pelipur Lara Untuk Aira.
32
Bab 32 Ketulusan Hati Aira.
33
Bab 33 Batas Kesabaran (
34
Bab 34 Liburan yang Terganggu
35
Bab 35 Tak Sangup Membawa Luka
36
Bab 36 Dekapan Hangat di Udara.
37
Bab 37 Azam yang Posesif
38
Bab 38 Vario Cinta untuk Azam
39
Bab 39 Di Bawah Derasnya Hujan Bersamamu
40
Bab 40 Alergi Suami Sendiri
41
Bab 41 Malam Yang Sepi
42
Bab 42 Tangis dan Durian Sate
43
Bab 43 Air Mata Haru dan Ngidam
44
Bab 44 Kebahagiaan yang Terusik
45
Bab 45 Anak Bos mau Ngiler
46
Bab 46 Bumil yang Merajuk
47
Bab 47 Rasa bersalah Aira
48
Bab 48 Terpuruk dalam.Rasa Bersalah
49
Bab 49 Wajah tampan yang Pucat
50
Bab 50 Akhirnya kembali Bertemu
51
Bab 51 Kejutan dan Pelukan Palsu
52
Bab 52 Jejak Miko di Rumah Sakit
53
Bab 53 Secarik Surat Misterius
54
Bab 54 Pelukan yang Menenagkan
55
Bab 55 Teror yang Belum Berakhir
56
Bab 56 Ketakutan Aira.
57
Bab 57 Dalang di Balik Teror
58
Bab 58 Liburan dan Pesan Misterius
59
Bab 59 Satu malam Tiga Nyawa
60
Bab 60 Pelukan Beracun
61
Bab 61 Misteri Pembocoran Rahasia
62
Bab 62 Duka Yang Bertubi-Tubi
63
Bab 63 Panti Asuhan Angelina
64
Bab 64 Bukti Nyata
65
Bab 65 Sosok Berjubah Hitam dan Nomor Asing
66
Bab 66 Misi Pengosongan Gedung Rahasia
67
Bab 67 Sisi Gelap Aira
68
Bab 68 Dalam Diam Suamiku Mendukungku
69
Bab 69 Pesan Dari Nomor Asing
70
Bab 70 Senyuman Puas Di Tengah Duka
71
Bab 71 Balasan Kecil Untuk Miko
72
Bab 72 Di Balik Lensa Kamera
73
Bab 73 Harta Tersembunyi Dan Ancaman Baru
74
Bab 74 Rahasia Di Balik Telepon Misterius
75
Bab 75 Misteri Pengintai Rumah Sakit
76
Bab 76 Pernyataan Cinta Dan Peringatan Misterius
77
Bab 77 Tamu Tak Di Undang
78
78 Redanya Badai Cemburu
79
Bab 79 Kembali Ke Rumah Utama
80
Bab 80 Misteri Di Balik Jendela
81
Bab 81 Putri Ketiga Tuan Niko
82
Bab 82 Siapa sebenarnya sosok laki-laki berjubah hitam itu?
83
Bab 83 Aksi Nekat Leli
84
Bab 84 Cahaya Untuk Hanum
85
Bab 85 Perjalanan Menuju Rumah Baru
86
Bab 86 Kencan Manis di Pasar Malam
87
Bab 87 Keberangkatan Mendadak
88
Bab 88 Benih Benih Kecurigaan
89
Bab 89 Sepupu dadakan
90
BAB 90 Jebakan Taksi Palsu
91
BAB 91 Amnesia dan hancurnya Kebahagiaan Azam
92
BAB 92 Ketika Azam Menjadi Orang Asing
93
BAB 93 Doa dari Bocil Kadaluarsa
94
BAB 94 Buah Durian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!