Hari ini Aira, Hanum, Kinan, dan Safira menuju ke rumah sakit tempat Adam dirawat.
"Mbak, yang sabar, ya. Mungkin ini belum waktunya hari itu tiba," kata Aira tulus.
Safira mengangguk kecil.
"Terima kasih, ya, Ra. Kamu selalu baik sama Mbak, padahal kita bukan saudara te—"
Aira menggeleng, membuat Safira menghentikan ucapannya.
"Aira sudah anggap Mbak kayak kakak perempuan Aira sendiri. Aira suka sama Mbak Safira," kata Aira tulus.
"Lain kali kalau ada apa-apa, bilang saja, ya, Mbak, sama kami," sahut Hanum.
"Mbak Safira juga jangan sungkan sama kami. Kami tahu kalau Mbak itu baik dan bukan pembawa sial," lanjut Kinan.
Safira menangis haru mendengarnya. Setibanya di rumah sakit, Bu Riya yang melihat kedatangan Safira langsung menampar kuat pipi kanan Safira.
PLAKK!
Aira terkejut. Dengan cepat, Aira menarik Safira ke belakang tubuh mungilnya.
"Tante! Tante jangan jahat-jahat, ya, sama Mbak Safira! Mbak Safira itu orang baik, tulus! Mbak Safira itu bukan pembawa sial!" kata Aira tajam.
Bu Riya bersedekap dada menatap Aira penuh kebencian.
"Suatu saat nanti kamu akan tahu bagaimana dia mengambil kebahagiaanmu tanpa memikirkan perasaanmu! Ingat omongan saya baik-baik ini! DIA PASTI AKAN MEMBALAS KEBAIKAN KAMU, KETULUSANMU, DENGAN MEREBUT ORANG TERKASIH-MU!" kata Bu Riya lalu meninggalkan mereka berempat.
Aira terdiam mendengarnya. Ucapan itu seolah-olah berhasil menghunus ulu hatinya. Namun, dengan cepat Aira menggeleng.
"Sudah, Ra, jangan dipikirkan. Ingat, kamu lagi hamil," kata Hanum saat melihat Aira melamun.
"Mbak, Mbak Safira tidak apa-apa? Kita ke IGD, ya? Kita obati luka di pipi Mbak," kata Aira yang mengkhawatirkan kondisi Safira.
Safira menggeleng cepat.
"Tidak usah, Ra. Kamu tunggu di sini sebentar, ya? Mbak tanya perawatnya dulu, aku boleh masuk apa tidak," kata Safira berusaha untuk tenang.
"Aku iku—"
"Enggak, Ra. Lo enggak boleh ikut!" tegas Kinan lalu menyuruh Aira duduk.
Aira cemberut, tetapi tetap menurut.
Setelah kepergian Safira, tak lama kemudian ses…
Satu Imam Dua Makmum
Bab 43 Air Mata Haru dan Ngidam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments