Aira menatap ke sekeliling halaman kosong yang tidak ada bangunan apa pun. Hanya ada tulisan alamat, itu pun sudah usang.
"KINAN!!! KAMU DI MANA ???!!!"
Teriak Aira. Namun, tetap tidak ada jawaban.
Aira berdecak kesal lalu meraba celana pendeknya, mencari ponsel yang ternyata tertinggal di rumah.
Aira tidak mau menyerah. Perempuan itu berjalan ke arah mobilnya lalu mencari ponselnya di sana. Namun, ia tetap tidak menemukannya.
Saat akan keluar dan menutup pintu mobil dari luar, seseorang tiba-tiba membekap hidung dan bibirnya dengan kain. Tak lama kemudian, kesadarannya mulai hilang dan ia pun tak sadarkan diri.
***
Di sisi lain, Azam yang baru saja selesai mandi menatap ke sekeliling kamar. Ia tidak menemukan istri cantiknya di mana pun.
"Sayang,"
Panggil Azam yang saat itu hanya mengenakan lilitan handuk.
Laki-laki tampan itu berjalan ke arah tempat tidur. Alisnya mengernyit bingung saat melihat ponselnya sendiri dan ponsel Aira tergeletak begitu saja di atas karpet bulu kamar mereka.
Saat Azam hendak mengambil kedua ponsel tersebut, pintu kamar mereka diketuk dengan tergesa-gesa dari luar.
"Tuan!!!! Tuan Azam!!!"
Teriak Bi Nia.
Azam bergegas mengambil kaos oblong miliknya yang sempat disiapkan oleh Aira tadi.
Klik!
Pintu terbuka.
"Ada apa, Bi?"
Tanya Azam datar.
Bi Nia menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Tuan, i—itu ... Nyonya. Nyonya keluar pakai mobil sendiri tadi. Sudah Bibi cegah, tapi Nyonya marah, Tuan. Bibi takut ada apa-apa sama Nyonya, Tuan,"
Kata Bi Nia khawatir.
"Apa?!"
Azam mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.
"Ya sudah, Bi, terima kasih. Nanti biar saya yang cari,"
Kata Azam lalu menutup kembali pintu kamarnya.
***
Ayah Fikri mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bayang-bayang akan ucapan Aira di telepon tadi membuatnya merasa sangat tidak tenang.
Setibanya di rumah Azam dan Aira, Ayah Fikri langsung turun dan mengetuk pintu utama rumah mewah itu.
"Assalamualaikum,"
Salam Ayah Fikri.
Tak lama kemudian, Bi Nia mem…
Satu Imam Dua Makmum
Bab 26 Aira dalam Bahaya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments