Pukul tiga sore Azam terbangun dari tidurnya, sementara Aira masih tertidur pulas. Laki-laki itu menatap lembut istrinya.
"Aku tidak ingin kamu menjadi orang jahat, Sayang," bisik Azam lembut.
"Tapi aku tahu luka yang mereka beri itu tidak bisa kita biarkan," bisik Azam lagi. Laki-laki itu mengusap lembut kepala Aira. "Aku akan dukung kamu, Sayang, apa pun itu. Tapi jangan terlalu jauh untuk membalas luka itu, ya," bisiknya lagi.
Tanpa Azam sadari, Aira mendengar semua ucapannya hingga air matanya perlahan-lahan mengalir dari sudut mata.
"Jangan menangis," kata Azam lalu menghapus air mata Aira.
"Ayah, Bunda, Ibu, dan anak kita, Mas," bisik Aira terisak.
Azam langsung membawa tubuh letih sang istri ke dalam pelukannya.
"Sakit, Mas, hiks... kenapa mereka sekejam itu? Apa salah kita, Mas?" isak Aira. "Hanum sampai buta dan mereka? Mereka dengan beraninya menjual rumah Ayah Niko. Apa empat nyawa itu masih belum cukup?" kata Aira tersedu-sedu. "Sampai kapan, Mas? Sampai kapan kita diam diginiin terus?"
Aira memukul-mukul dada bidang suaminya, sedangkan Azam mempererat pelukannya. Dia hanya diam memberi waktu untuk Aira hingga perempuan itu tenang di dalam dekapannya.
"Ayah, hiks... kenapa Ayah tinggalin Aira? Aira capek, Aira butuh Ayah," isak Aira semakin menjadi-jadi. "Bunda, kenapa Bunda juga secepat itu ninggalin Aira?" isak Aira.
Tanpa disadari, air mata Azam menetes. Sakit, marah, kecewa, dan benci semua menggerogoti ulu hatinya. Dendam yang akan ia balas dan takkan membiarkan siapa pun lolos begitu saja setelah menghancurkan keluarga besarnya.
Setelah merasa sedikit tenang, Aira sedikit menjauh dari pelukan Azam lalu mengambil ponselnya.
"Mas, aku sudah sekap Cey dan meminta anak buahku untuk membuat gadis itu merasakan penderitaan yang sama seperti apa yang sudah dia lakukan ke aku," kata Aira jujur.
Azam menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur, lalu menyuruh sang istri untuk tiduran di lengannya.
"Sini, cerita pelan-pelan. Aku dengerin," kata Azam.
Air…
Satu Imam Dua Makmum
Bab 69 Pesan Dari Nomor Asing
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments