Kedua wajah yang saling bersitatap itu membuat Rendra menelan, sejenak dia seolah telah kehilangan kesadarannya.
Kedua tangannya kini tengah mencengkeram bahu gadis itu, perlahan dia menatap tangannya sendiri. Sadar ia sedang tak memakai hand scoon, dan membuatnya seketika terkejut.
"Akh!" dia mengibaskan tangan seperti sedang menghempaskan sesuatu, dia pun buru-buru masuk ke dalam bath room untuk mencuci tangannya hingga bersih.
Apa yang sudah ku lakukan, kenapa aku malah menyentuhnya. Menjijikkan!
Setelah mencuci tangan dia pun segera mandi hingga menuangkan sabun cair sebanyak-banyaknya, hal itu ia lakukan agar seluruh kuman, virus, dan bakteri lenyap darinya.
Sementara itu Embun merasa kedua kakinya lemas setelah diperlakukan seperti itu, dia tahu jika suaminya ini pecinta kebersihan, tetapi tidak seharusnya ia diperlakukan seperti itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sambil menanti tuan muda selesai mandi, bahkan ini sudah setengah jam lamanya tetapi tidak selesai-selesai juga dia.
Grace dan rekannya membantu Embun untuk melepaskan gaun pengantin serta menghapus makeup di wajahnya, tangan professional tak memerlukan waktu yang lama untuk melakukan hal itu.
Tak butuh waktu lama, dua puluh lima menit itu waktu yang cukup untuk melakukannya.
"Nona,kami sudah selesai membersihkan wajah nona."
"Terimakasih nona, kalian sudah banyak membantuku hari ini."
"Tidak perlu sungkan, baiklah, sudah malam kamu permisi dulu."
Embun segera berdiri saat melihat kedua orang itu mau beranjak, dia tersenyum saat keduanya memberikan bow.
"Hati-hati dijalan, nona Grace."
"Terimakasih nona."
Setelah mereka keluar dan pintu kamar tertutup, Embun bergegas mencari pakaian di dalam kopernya. Syukurlah ia menemukan kimono mandi. Kebetulan juga dia ingin mandi membersihkan tubuhnya yang dirasa sudah terlalu banyak mengeluarkan keringat.
Begitu dia selesai mengikat tali pinggang kimono mandi, begitu juga suara pintu bath room terdengar, dia menoleh ke sumber suara.
Pria itu tengah berdiri diambang pintu, sama, dia juga memakai kimono mandi berwarna putih.
"Pak Li, pak Li, ... pak Li!" dia melangkahkan kakinya keluar kamar untuk memanggil kepala pelayan di rumah ini, teriakannya terdengar hingga ke lantai bawah membuat pak Li segera menuju ke sumber suara.
"Iya tuan... apakah tuan memerlukan sesuatu?"
"Ambil pakaian yang tadi ku pakai, buang, dan ganti yang baru, mulai sekarang semua barang yang ada di dalam kamarku, mulai dari sofa, meja, dan ranjang, setiap hari setelah aku bangun tidur dan mau tidur kau harus mengganti covernya."
Rendra mendelik tajam saat pak Lih melirik ke dalam kamar yang pintunya terbuka lebat, "Kau mendengarnya atau tidak?!" dia membentak membuat kepala pelayan itu tersentak kaget.
"I- iya tuan, saya mendengarnya... akan saya lakukan sesuai dengan permintaan tuan muda."
"Cepat."
Pak Li segera mengangguk hormat lalu turun ke lantai bawah untuk memanggil beberapa pelayan, meminta mereka untuk melakukan apa yang di katakan tuan muda barusan.
Sembari menunggu, Rendra kembali masuk ke dalam kamar dan menatap Embun.
"Kau tidur di sana," lirikan matanya mengarah ke sebuah sudut kamar tak jauh dari tempat itu ada lemari berukuran sedang. "Di dalam lemari itu ada tilam lipat, kau bisa menggunakannya sebagai alas. Ingat, jangan mendekati ranjang ku. Gunakan hand scoon jika kau ingin melakukan pekerjaanmu, tidak boleh menyentuh apa pun dengan tangan kosong."
Aaaaaaa, dia pria gila yang terlalu mencintai kebersihan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Vera Wilda
emang ada ya penyakit seperti itu ?
2023-12-24
0
Siti Sarah
lebay amat ceritanya
2022-08-20
0
Aqiyu
COD ah bukan OCD akut 🤦♀️
2022-05-15
0