Embun keluar dari kantor ruangan kerjanya dengan sudut matanya yang basah, dirinya berpikir untuk lembur setelah acara pertemuan keluarga selesai. Di luar kantor sudah ada Taxi online yang ia pesan tiga puluh menit yang lalu, dia masuk ke dalam dan meminta pak sopir Taxi untuk segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesuai dengan apa yang dikatakan ibunya jika hari ini dia akan bertemu dengan calon suaminya, di sebuah restoran.
“Kita sudah sampai nona,” ucap pak sopir menyadarkannya dari lamunan, entah apa yang sedang gadis itu lamun kan.
Embun segera turun dari Taxi online--nya setelah selesai membayar ongkos, lalu dia menggeleng pelan dan berharap acara hari ini bisa dengan cepat selesai, agar dirinya bisa fokus lembur memperbaiki laporan keuangan yang wajib direvisi.
Dia masuk melangkahkan kakinya, dan terhenti saat ia masuk ke dalam restoran dimana semuanya sepi, matanya mengabsen setiap meja yang kosong.
“Benar kok, restoran ini sama dengan alamat yang dikirimkan ibu”.
Tak lama kemudian di tatapnya pria berbalut jas hitam dengan potongan rambut yang rapi, Embun tertegun saat melihatnya mendadak mengangguk hormat pada dirinya. ‘Siapa dia?’ gumam Embun.
Gadis itu mengikuti segera masuk ke dalam sebuah ruangan yang telah di pesan khusus.
“Se-selamat sore, tuan ... Sa- saya Embun –“
“Aku tidak bertanya padamu,” tuan muda memotong dengan cepat dan kembali menyeringai, seringaian nya seolah sedang memberitahukan seberapa bodohnya dia di hadapan mereka, “Perkenalkan namamu!” seru tuan muda kepada sekretarisnya yang dibalas dengan anggukan pelan dan mulai memperkenalkan diri.
“Nama saya Alister, nona... nona bisa memanggil saya sekretaris Al.”
Demi apa pun juga, kedua tangan Embun yang ada di bawah kolong meja sudah berkeringat dingin.
‘Haha. aku malah ingin bertepuk tangan tepat di kepalamu!’ Embun benar-benar tidak tahan dengan sikap keduanya, dia ingin segera pulang ke rumah dan memarahi ibunya.
“Bukankah kau sudah pernah menikah?” Rendra menyeringai, dia memajukan tubuhnya ke dekat meja, “Lalu, kau masih berharap pernikahan yang di dasari perjodohan ini akan terjadi? Kau berharap seperti itu? Why?”
‘Tidak perlu menyebutkan status pernikahan, bisa, kan?!’ “Karena saya wanita yang cukup beruntung terpilih sebagai calon istri anda, tuan.
“Aku tidak akan bertanya mengapa kalian bercerai,” tuan muda terkekeh sedetik kemudian dia kembali ke posisi awalnya, “Melihat sikap ibumu yang gila harta, siapa pun juga bisa menduganya.”
“Alister, berikan padanya. Aku tidak mau dia membunuhku akibat kebodohannya.”
“Baik, tuan,” Alister mengangguk dan segera memberikannya selembar map biola, di dalamnya tercatat dengan jelas berapa kali sehari ia harus mencuci tangan, membersihkan diri, mengingat tuan muda kita ini memiliki kecintaan akan kebersihan.
Banyak sekali lembaran kertas yang harus ia baca, sudah seperti buku panduan medis untuk menjaga kebersihan diri.
“Ah ya, aku sama sekali tidak menyukai nama mu, bagaimana jika aku memberikanmu nama yang sangat bagus?” Rendra diam sejenak, dia berdiri dan beranjak dari duduknya, berpindah tempat membelakangi gadis itu, “Pookie!”
Embun geram sekali, bagaimana bisa nama terbaik yang diberikan ayahnya malah di ganti sesuka hati sang tuan muda? Pookie? Nama apa itu?
“Baiklah, karena hari ini aku sangat senang... Aku akan mempercepat hari pernikahan kita, 5 hari dari sekarang,” tandas Rendra yang langsung pergi meninggalkan ruangan, di ikuti Alister yang juga segera mengeluarkan botol pump putih berisikan gel, handsanitizer.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Ida Lailamajenun
sindrom OCD.
embun kayak kuman aja 🤦🤦
2024-02-25
0
Indri Ani40
awal nya arogan lama2 juga JD bucin... kebanyakn novel begitu
2023-01-18
0
Ismu Srifah
gila gila betul betul gila
2022-07-29
0