Mahar Pengantin Atau Cek?

Sesampainya Alister di lantai teratas gedung Brilian Group, saat ini sedang jam istirahat, jadi, meja asisten sekretaris itu pun kosong.

Dia lupa jika belum mengisi perutnya yang kosong, tepat saat pintu ruangan CEO terbuka Alister segera memberikan bow kepada tuan mudanya.

"Selamat siang, tuan muda."

"Kau sudah membawanya? Bagaimana, apakah terlihat biasa saja atau ... "

"Saya akan memastikan hari pernikahan nanti membuat orang-orang terpukau dengannya."

"Lakukan saja semuanya dengan baik," Rendra melangkah hampir melewatinya namun sejenak langkahnya terhenti, "Alister, jangan lupa untuk memberikan mahar pengantin untuk mereka."

Mahar pengantin dalam bentuk cek dengan nilai fantastik.

"Sudah saya siapkan, tuan ... kapan akan diberikan?"

Rendra mendudukkan tubuhnya di sofa yang memang di sediakan di ruangan ini, "Lebih cepat lebih baik."

"Setelah pulang dari kantor saya akan mengantarkan nona Embun sekaligus memberikan cek itu kepada ibunya."

"Hm."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Divisi Keuangan, jam tiga sore suasana ruangan itu sudah tidak terlalu disibukkan dengan aktivitas pekerjaan masing-masing.

Embun terlihat sedang bermain sosial media AceBook begitupun juga dengan rekan kerjanya yang lain. Sibuk bermain gawai.

Tring!

Secara bersamaan sebuah notifikasi masuk di gawai mereka, setelah mereka membuka pesan itu perlahan mulai berbisik-bisik hingga membuat Embun tak nyaman. Sekilas mereka menatap isi pesan tersebut lalu menatap Embun.

Apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa mereka melihatku seperti itu?

Dia menengok kekanan dan ke kiri kemudian bersitatap dengan Maya, satu dari sekian rekan kerja yang bersikap baik padanya.

Maya menyeret kursi duduk itu mendekat ke arahnya, menunjukkan layar gawai membuat Embun terkejut.

"Bagaimana kau akan menjelaskannya?" bisik Maya.

Apa itu? Apa, apa?

Sebuah pesan yang memberitakan pelaku yang menukar nilai kontrak bertemu dihadapan CEO dan tak terjadi apa pun.

Siapa pelakunya? Ada terlalu banyak orang di dalam ruangan rapat itu jadi tak bisa menuduh sembarangan.

"Maya, aku tidak tahu jika hal ini akan menyebar ke yang lainnya ... aku harus bagaimana?"

Kasihan melihatnya mulai resah, Maya senejak menghela napas lalu mengusap punggung Embun, "Sudah lupakan saja, berita gosip itu akan lenyap dengan sendirinya."

"Tapi tetap saja aku tak bisa pura-pura tidak tahu sementara itu terjadi kepadaku, apa yang harus kulakukan, May?"

Embun mengusap wajah hingga naik di kepala, membuat ikat rambutnya jatuh ke lantai. Rambut panjangnya tergerai dengan indah, hitam rambutnya terlihat berkilau.

Semua mata yang tadi memandangnya dan saat melihat Anggun masuk, dengan cepat mereka menundukkan pandangannya.

"Nona Embun, tuan muda sedang menunggu nona di ruangannya."

Lihat seperti apa reaksi mereka ada yang saling memandang dengan penuh tanda tanya, heran, dan beberapa ekspresi wajah yang tak bisa diungkapkan.

"Saya?" Anggun mengangguk lalu tersenyum, dia bergeser ke samping mempersilahkan gadis itu berjalan mendahuluinya.

Apa lagi ini? Kenapa aku merasakan firasat buruk, sih? Sepertinya tak ada hal baik apa pun yang terjadi padaku jika sudah berurusan dengannya.

Gelengan pelan kepalanya menandakan betapa malasnya dia untuk terlibat masalah dengan si tuan muda yang gila bersih itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kedua gadis itu kini telah sampai di lantai teratas Brilian Group, masih dengan senyuman manisnya Anggun mempersilahkan Embun masuk ke dalam ruangan tuan muda.

"Tuan ada di dalam, silahkan masuk nona."

"Terima kasih, nona," dia juga membalas senyumannya. Di dalam Rendra sedang duduk di sofa sembari bermain gawai sekilas dia tersenyum, manis, namun terasa dingin. "Selamat sore, tuan muda."

Pria itu menghentikan aktivitasnya lalu menatap Embun, "Duduk," Rendra menekan tombol panggilan cepat yang menghubungkannya kepada Alister di ruangan sebelah.

Embun menoleh ke belakang saat mendengar suara pintu terbuka, ditatapnya Alister yang sedang mengangguk hormat kepada pria yang tengah duduk di atas sofa itu.

"Tuan memerlukan sesuatu?"

"Berikan dia jadwal rinci, tiga hari setelah pernikahan dia akan ikut makan malam bersama utusan dari perusahaan Anola Group."

Jadwal rinci sebagai istri seorang CEO? Harus tahu semua jadwal dan kegiatannya, istri rasa sekretaris.

Makan malam? Apakah aku memang diwajibkan untuk ikut? Tanya gadis itu bertanya pada hatinya sendiri.

Alister mendekat berdiri tepat di samping sofa yang sedang di duduki Embun, "Baik tuan, akan segera saya buatkan jadwal terperinci untuk nona."

"Pergilah, antarkan dia pulang dan jangan lupa berikan salam ku kepada ibunya."

Alister kembali mengangguk, "Baik tuan akan saya sampaikan salam anda kepada nyonya."

"Nona sudah waktunya untuk pulang, saya akan mengantarkan nona pulang," seru Alister kepdanya sembari menggerakkan tangan kanannya dengan sopan, mengajak gadis itu untuk pulang.

Gadis itu berdiri dan mengangguk dihadapan Rendra, "Terimakasih atas kebaikan dan pengertian tuan muda kepada saya," diam sejenak lalu memberikan bow."

Cih! Hina sekali rasanya aku mengatakan semua kata-kata manis itu dihadapannya barusan. Menjijikkan. Pekik Embun dengan emosi yang meliputi dirinya, hatinya benar-benar tak bisa menahan diri untuk tidak mengatainya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Menempuh waktu perjalanan pulang mereka pun sampai juga di kediaman ibu.

Alister turun dan membukakan pintu bagian belakang mobil, mempersilahkan gadis itu turun.

"Kita sudah sampai di rumah anda."

"Terimakasih sekretaris Al, anda sudah mau repot-repot mengantarkan saya pulang kerumah yang tak seberapa besar ini."

"Tidak perlu sungkan -"

"Embun...." dari halaman rumahnya yang kecil itu sang ibu datang dengan menyerukan namanya, dia senang saat melihat utusan keluarga calon suami putrinya, "Tuan silahkan masuk dulu, saya akan menyiapkan minuman segar dulu. Ayo ... ayo."

Lihatlah betapa manis sikapnya terhadap anak gadisnya di hadapan orang lain, dia seolah sedang menunjukkan kebaikannya pada orang yang tak tepat.

Alister mengangguk menuruti keinginan wanita baya tersebut, disampingnya ada Embun yang terlihat sedang mengkhawatirkan sesuatu. Tidak tahu apa, tapi pasti akan sangat menyakitkan.

Kini, mereka sedang duduk di sofa yang mungkin memang sudah tak layak lagi untuk disebut sebagai sofa. Warnanya pudar dan lusuh.

"Tuan ayo diminum dulu, anda pasti haus, kan? Embun sayang, cepat buatkan teh manis untuk nya..."

"Baik Bu," Embun pun bergegas menuju ke dapur dan meninggalkan hal penting yang sebentar lagi terjadi.

"Ayo, ayo, silakan duduk tuan..." pinta ibu.

"Terimakasih nyonya," panggilan itu membuatnya merasa terbang senang, hampir lupa daratan jika saja Embun tak menyadarkannya.

"Ah, jangan memanggilku seperti itu..."

"Kedatangan saya kemari untuk menyampaikan salam dari tuan muda," tangannya merogoh ke saku bagian dalam jas hitamnya, selembar cek sebagai mahar pengantin.

Manik itu bergetar bahagia, berulang kali mengedip, "I- ini? Ini ... " Ibu menatap Alister dengan begitu senang.

Alister pun mengangguk, "Jika kurang, Nyonya bisa memintanya lagi, hanya perlu mengatakan kekurangannya saja."

Dengan cepat ibu meraih cek itu dari atas meja lalu melihat nominalnya, Fantastis..., "Te- terima kasih tuan, ini sudah lebih dari cukup!"

Terpopuler

Comments

Dewi Dina

Dewi Dina

apa yang diharapkan oleh ibu nya Embun akhirnya kesampaian

2023-04-24

0

Indri Ani40

Indri Ani40

huuuuuu dasar matre sekali

2023-01-18

0

Ismu Srifah

Ismu Srifah

rmbun pasti bahagia kan thor

2022-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Diceraikan
2 Chapter 2 Dijodohkan Lagi
3 Sangat Menyebalkan [Revisi]
4 Terimakasih? [Rev]
5 Memilih Tuxedo
6 Pertemuan
7 Pertemuan (2)
8 Tanpa Bertanya
9 Mengantar
10 Fitting Gaun Pengantin
11 Mahar Pengantin Atau Cek?
12 Pernikahan
13 Pernikahan (2)
14 Pernikahan (3)
15 Gelar Nona Muda
16 Keluarga Baru
17 Jelek dan Kampungan
18 Apa Yang Kulakukan?
19 Malam Pertama
20 Sebuah Alasan
21 Membersihkan Kamar
22 Meraihnya
23 Sebuah Kontrak
24 Shock!
25 Menyalahkan
26 First Kiss
27 Tak Menimbulkan Gejala
28 Langit Mendung
29 Mencari Muka
30 Diam dan Menurutlah
31 Jejak
32 Sebuah Cara
33 Menggunting Kimono
34 Makan Malam
35 Sekarang Kau Mengerti
36 Secangkir Kopi
37 Kerja
38 Tanda Di Bibir
39 Kerja (2)
40 Biarkan Dia Masuk
41 Gerakkan Liar
42 Putar Haluan
43 Luka, Tapi Tak Berdarah
44 Sore Yang Menyedihkan
45 Hampir Saja
46 Bodoh
47 Kesakitan
48 ARH-O Negatif
49 Mendekap
50 Penghangat Ranjang
51 Curhat
52 Dia Suamiku
53 Dua Minggu
54 Pil Penunda Kehamilan
55 Keegoisan
56 Sebatas Pajangan
57 Pria Yang Sudah Menikah
58 Hanya Ingin Memanusiakan
59 Serangan Mendadak
60 Nyamuk Besar Menunggu
61 Nyamuk Besar Menunggu (2)
62 Dia Suamiku (2)
63 Amarah Rendra
64 Pergi
65 Malaikat Pencabut Nyawa
66 Bagai Disambar Petir
67 Hati
68 Cerita Pagi
69 Selembar Tiket
70 Tuan Muda vs Nona Muda
71 Jamur Kering
72 Berbagi Bibir
73 Pengumuman
74 Mulai Bergerak
75 Aku Ayahnya
76 Menuntut Ganti Rugi
77 Babak Baru
78 Kecerobohan Alister
79 Malaikat Pencabut Nyawa (2)
80 Seorang Wanita
81 Bidadariku
82 Cerita Cinta Dua Insan
83 Wajah Dibalik Topeng
84 Tak Membiarkanmu
85 Kenangan Bersama Ayah
86 Hukuman
87 Memakai Dasi
88 Kamu Milikku
89 Tak Ada Yang Gratis
90 Harus Tahu
91 Mau Jadi Pahlawan?
92 Keegoisan Rendra
93 Kabar Baik atau Buruk
94 Suamiku Posesif
95 Suamiku Posesif (2)
96 Pembunuh Bayaran
97 Bantuan?
98 Tertangkap Basah
99 Berterimakasih?
100 SP
101 Cinta Kita Takkan Berubah
102 Bukan Kencan
103 Bawah Tanah
104 Rendra Yang Tak Mau Rugi
105 0.01 Detik
106 Harus Disterilkan
107 Cemburu?
108 Lebih Dari Tenaga Mesin
109 Chapter 114 Kelinci Kecil
110 Chapter 115 Kedatangan Agra
111 Chapter 116 Ganti Baju
112 Chapter 117 Bertemu Viana
113 Chapter 118 Kebenaran Tentang Viana
114 Chapter 119 Kencan Seharian Di Kamar
115 Chapter 120 Bertemu Agra
116 Chapter 121 Rendra Yang Mengerikan
117 Chapter 122 Suamiku Posesif (3)
118 Chapter 123 Suamiku Posesif (4)
119 Chapter 124 Luka Masa Lalu
120 Pengumuman
121 Klarifikasi
122 Musim Kedua Pernikahan Hangat
123 Extra Part Musim 1
124 Extra Part Musim 1 (2)
125 pemberitahuan
126 Extra part Musim 1 (3)
127 Novel Baru
128 Author
129 Promo Novel Baru "Suami Milyarder"
130 Klarifikasi
131 Terima Kasih
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Chapter 1 Diceraikan
2
Chapter 2 Dijodohkan Lagi
3
Sangat Menyebalkan [Revisi]
4
Terimakasih? [Rev]
5
Memilih Tuxedo
6
Pertemuan
7
Pertemuan (2)
8
Tanpa Bertanya
9
Mengantar
10
Fitting Gaun Pengantin
11
Mahar Pengantin Atau Cek?
12
Pernikahan
13
Pernikahan (2)
14
Pernikahan (3)
15
Gelar Nona Muda
16
Keluarga Baru
17
Jelek dan Kampungan
18
Apa Yang Kulakukan?
19
Malam Pertama
20
Sebuah Alasan
21
Membersihkan Kamar
22
Meraihnya
23
Sebuah Kontrak
24
Shock!
25
Menyalahkan
26
First Kiss
27
Tak Menimbulkan Gejala
28
Langit Mendung
29
Mencari Muka
30
Diam dan Menurutlah
31
Jejak
32
Sebuah Cara
33
Menggunting Kimono
34
Makan Malam
35
Sekarang Kau Mengerti
36
Secangkir Kopi
37
Kerja
38
Tanda Di Bibir
39
Kerja (2)
40
Biarkan Dia Masuk
41
Gerakkan Liar
42
Putar Haluan
43
Luka, Tapi Tak Berdarah
44
Sore Yang Menyedihkan
45
Hampir Saja
46
Bodoh
47
Kesakitan
48
ARH-O Negatif
49
Mendekap
50
Penghangat Ranjang
51
Curhat
52
Dia Suamiku
53
Dua Minggu
54
Pil Penunda Kehamilan
55
Keegoisan
56
Sebatas Pajangan
57
Pria Yang Sudah Menikah
58
Hanya Ingin Memanusiakan
59
Serangan Mendadak
60
Nyamuk Besar Menunggu
61
Nyamuk Besar Menunggu (2)
62
Dia Suamiku (2)
63
Amarah Rendra
64
Pergi
65
Malaikat Pencabut Nyawa
66
Bagai Disambar Petir
67
Hati
68
Cerita Pagi
69
Selembar Tiket
70
Tuan Muda vs Nona Muda
71
Jamur Kering
72
Berbagi Bibir
73
Pengumuman
74
Mulai Bergerak
75
Aku Ayahnya
76
Menuntut Ganti Rugi
77
Babak Baru
78
Kecerobohan Alister
79
Malaikat Pencabut Nyawa (2)
80
Seorang Wanita
81
Bidadariku
82
Cerita Cinta Dua Insan
83
Wajah Dibalik Topeng
84
Tak Membiarkanmu
85
Kenangan Bersama Ayah
86
Hukuman
87
Memakai Dasi
88
Kamu Milikku
89
Tak Ada Yang Gratis
90
Harus Tahu
91
Mau Jadi Pahlawan?
92
Keegoisan Rendra
93
Kabar Baik atau Buruk
94
Suamiku Posesif
95
Suamiku Posesif (2)
96
Pembunuh Bayaran
97
Bantuan?
98
Tertangkap Basah
99
Berterimakasih?
100
SP
101
Cinta Kita Takkan Berubah
102
Bukan Kencan
103
Bawah Tanah
104
Rendra Yang Tak Mau Rugi
105
0.01 Detik
106
Harus Disterilkan
107
Cemburu?
108
Lebih Dari Tenaga Mesin
109
Chapter 114 Kelinci Kecil
110
Chapter 115 Kedatangan Agra
111
Chapter 116 Ganti Baju
112
Chapter 117 Bertemu Viana
113
Chapter 118 Kebenaran Tentang Viana
114
Chapter 119 Kencan Seharian Di Kamar
115
Chapter 120 Bertemu Agra
116
Chapter 121 Rendra Yang Mengerikan
117
Chapter 122 Suamiku Posesif (3)
118
Chapter 123 Suamiku Posesif (4)
119
Chapter 124 Luka Masa Lalu
120
Pengumuman
121
Klarifikasi
122
Musim Kedua Pernikahan Hangat
123
Extra Part Musim 1
124
Extra Part Musim 1 (2)
125
pemberitahuan
126
Extra part Musim 1 (3)
127
Novel Baru
128
Author
129
Promo Novel Baru "Suami Milyarder"
130
Klarifikasi
131
Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!