Satu persatu tamu menyalami mereka, untung saja kedua mempelai pengantin itu memakai hand scoon jika tidak, sudah pasti Alister adalah orang pertama yang akan dibuat repot oleh tuan mudanya.
Lalu tibalah waktunya untuk berfoto bersama keluarga, namun Embun sama sekali tak melihat dimana ibunya berada.
"Kau tak akan menemukannya sudah lupa ya, jika dia mendapatkan jackpot yang telah membuatnya menjadi milyarder dadakan?" bisik Rendra pada Embun, lalu menyeringai.
"Tunjukkan permainan terhebat mu, dan buatlah agar aku benar-benar bangga memiliki mu!" tanpa berperasaan Rendra mengatakan hal menyakitkan lagi.
Tahu apa arti dari kata-katanya? Sudah pasti itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Ada banyak jarum kecil tajam yang menusuk-nusuk di hati gadis itu.
Dia terkejut saat Rendra meraih pinggang rampingnya untuk berfoto, kameraman handal sudah berdiri ditempatnya dan bersiap mengambil potret mereka.
"Berikan senyuman terbaikmu," pinta Rendra.
Foto yang menghiasi lensa kamera itu adalah wajah dengan senyuman manis yang diberikan sepasang pengantin, terutama Embun yang pandai bersandiwara dibawah tekanan suaminya.
"Tidak buruk, tetap seperti itu dan jangan sampai membuatku begitu murka dengan ketololanmu. Tunjukkan dedikasi mu sebagai istri dari seorang Alvarendra Raymond. Dan hari ini kau telah resmi menyandang gelar nona muda Raymond Wilson."
Getir hati merespon hingga sampai ke otaknya, membuat sklera mata memerah namun dengan kuat Embun menggigit bibir bawahnya hingga tubuhnya bergetar.
Bagaimana bisa dia masih bersabar saat di hina habis-habisan seperti itu? Embun menoleh menatap wajah Rendra yang tersenyum kepada sanak saudara dan rekan bisnisnya, seolah dia begitu bahagia dengan pernikahan ini.
Sakit, sakit, dan sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari menuju puncaknya dimana senja telah menyebar di bawah kaki langit, ada banyak burung yang kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.
Mereka hidup dengan bebas menentukan arah tujuan terbangnya, ingin sekali bisa menjadi seekor burung.
Namun bukan burung yang hidup di dalam sangkar emas, mewah tetapi kebebasan hidupnya telah direnggut oleh sang pemilik.
Pesta pun telah berakhir sesuai dengan jadwal yang telah di susun, siapa yang menyusunnya? Tentu saja Alister.
Pria yang telah mengabdi begitu lama kepada tuannya, bagaikan anjing yang bisa mati jika ditinggal pergi oleh tuannya. Ya, seperti itulah dia.
Alister berjalan mendekati tuan dan nona muda, memberi bow dengan wajah yang tak berekspresi, datar, seperti tidak punya nyawa dan hanya sebuah tubuh yang dikendalikan.
"Tuan, mobil sudah menunggu di luar."
"Bagaimana dengan pekerjaanmu?"
"Tuan tidak perlu khawatir, semua sudah saya kerjakan dengan sangat teliti dan penuh kehati-hatian," lalu dia menatap Embun yang kemudian gadis itu langsung menundukkan pandangannya.
"Saya akan mengirimkan orang untuk membantu nona membersihkan diri," lanjut Alister kemudian memberi bow lagi lalu bergeser kesamping membiarkan sepasang pengantin itu melangkah mendahuluinya.
"Siapkan segala sesuatunya untuk makan malam bersama utusan dari Anola Group, jangan sampai dia membuatku malu dengan penampilannya yang seperti pengemis ataupun pembantu," tandas Rendra yang kemudian melangkah lebih cepat meninggalkan istrinya di belakang.
"Baik," jawaban itu terdengar lebih datar dengan hawa dingin yang menyelimuti di sekeliling Embun.
Gadis itu merinding, bagaimana bisa dia akan hidup diantara dua pria yang tak pernah masuk akal menurutnya. Sadis dan kejam.
Di luar sudah ada mobil merah yang mereka gunakan tadi saat datang ke gedung ini, dan sekarang mereka akan menggunakannya lagi untuk pulang kerumah utama Wilson.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Ida Lailamajenun
biasa la awal" ngomong nya bikin sakit hati nanti dah bucinnya gombal nya tiap hari
2024-02-26
0
ponakan Bang Tigor
kata-katanya nylekit tauk 😭 kasihan Embun yang tertekan 😭
2022-10-30
2
Aqiyu
ada komen yang sangat menggelitik
ternyata handsanitazer habis saat covid kemarin karena diborong sama tuan muda 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 asli kocak
2022-05-15
0