"Iya kelihatan walaupun cara pakaian nya tadi terkesan tidak ada feminim nya sama sekali tapi sikap nya bersama anak - anak kamu tadi kelihatan dia punya jiwa keibuan "ucap papa Hadimas.
"Betul Dek, jangan dilihat dari luarnya tapi lihat juga dalam nya.ucap Aska.
(Sial kenapa sih bang Hadimas mancing- mancing aku segala aku kan jadi gak suka kalau Yayang di puji oleh orang lain, gimana ya caranya biar Yayang tetep jadi milik aku tapi sampai dia lulus kuliah dulu ) Ucap Arkan dalam hati sembari berpikir.
''Kalau dilihat- lihat dia cocok kok sama kamu Ar'' Goda Hadimas lagi.
"Iya cocok sama kamu tertutup sama cewek NAK " ucap Aska pada sang anak semata wayang nya.
"Aku setuju mas"ucap papa Hadimas.
"Tapi dia masih kuliah loh om, Yah" ucap Arkan pura- pura mencari alasan sebenarnya dikatakan cocok sama Yayang hatinya sudah berbunga bunga.
"Tapi kan kuliah sambil berkeluarga kan boleh "ucap papa Hadimas ikut bersuara.
"Iya boleh om tapi dia pakai jalur beasiswa loh " ujar si Arkan lagi.
."Bentar- bentar kok kamu bisa tagu kalau dia dapat beasiswa segala jangan- jangan kamu penggemar adek nya Kirana ya ?" ucap Hadimas penasaran Kenapa Arkan bisa tahu kalau Kencana dapat beasiswa.
"Eh. .. eh itu aku tanya Kirana ' jawab Arkan jujur karena dia mengorek informasi tentang Kencana lewat Kirana selaku sang kakak.
"Halah ngaku wae kowe seneng deweke toh,ojo ngapusi aku ngerti kok. ( Halah ngaku saja kau suka dia kan,jangan bohong aku tahu kok.)
Ucap Hadimas gencar mengoda Arkan supaya jujur.
"Halah Kamu juga ngaku saja kamu suka Kirana kan,pas Kirana datang datang ke tenpat ultah Rangga ,
bareng sama Bintang sebenarnya kamu cemburu kan, terus kamu sebenarnya suka Kirana kan, ngaku aja kamu bang" ujar Arkan menggoda Hadimas balik.
:Rasain kamu bang siapa suruh godain aku dari tadi sudah tahu akusukka beneran sama Yayang ngapain juga harus di goda di depan ayah pula. Bisa jadi bahan ledakan ayah, ibu,sama Vira ini kalau kaya gini." Gerutu Hadimas dalam hati.
"Benar itu mas?" tanya sang papa.
"Ngaku aja bang aku tahu kamu kemarin marah kan "goda Arkan lagi dia sangat senang melihat ekspresi wajah Hadimas.
"Dasar bocah sontoloyo ngapain sih buka kartu aku di depan papa sama om Aska sih , balas dendam ini namanya. Sial punya adek sepupu kaya gini amat sih tapi ucapan Arkan semua bener sih aku kemarin marah ,cemburu sama Bintang Kalau gini caranya aku bisa jadi bahan bully an seisi rumah ini."
"Apa ?" ujar papa Hadimas kaget .
''Kirana setahu papa memang dekat sama Bintang dari satu tahun yang lalu, bahkan ada yang gosip kan. mereka menjalin hubungan .Kirana cewek yang baik cantik banyak yang mendekati . tapi papa lihat dia sama Bintang cuma berteman biasa '' ujar papa Hadimas yang melihat dari kedekatan Bintang dengan Kirana.
"sebelum jalur kuning melengkung gempur terus pertahanan bang, siapa tahu luluh "goda Arkan semakin gencar .
plak
Hadimas memukul lengan Arkan.
"Kamu jangan mancing- mancing aku deh Ar. "geram Hadimas yang selalu di goda Arkan.
"Loh ini fakta kok, kalau kamu kalah start nanti dia sudah diambil orang lain. Kalau masalah status abang yang duda mungkin itu bisa di urus hihihi '' Goda Arkan semakin gencar sedangkan kedua laki- laki yang duduk di kursi belakang cuma menggelengkan kepala.
"Apalagi papa pernah lihat Bintang mencium kening Kirana dengan lembut kamu tahu sendiri kan bintang tak pernah sekalipun dekat sama wanita tapi kemarin ayah lihat Kirana seperti pernah melihat ternyata benar dia wanita yang di gosipkan di rumah sakit bahwa dia pacar Bintang ."ujar Papa Hadimas mengingat-ingat kejadian Yang sudah cukup lama.
"Apa???"teriak Hadimas bersamaan dengan Arkan.
"Iya itu benar kok papa gak bohong,dan kamu tahu semua orang yang ada di sana tahu berita ini, papa sih cuma dengar saja kalau pun mereka berjodoh papa juga bakal senang ternyata Kirana anak yang baik bukan cuma lakuin bekerja tapi juga baik dalam segala hal"ujar papa Hadimas apa adanya.
"Iya kelihatan nya usia Kirana sama Bintang juga gak terpaut jauh juga "ujar Aska ayah Arkan.
"Paling cuma terpaut 2atau 3 th saja Yah " ujar Arkan masih gencar mamanas- manasi hati Hadimas.
"Wah gak terpaut jauh ternyata'' ujar papa Hadimas antusias.
"Kalau di ajak kemana- mana gak akan malu- maluin om, om bisa lihat sendiri penampilan nya walaupun sederhana tapi tetap tampak elegan."ujar Arkan lebih semangat lagi memperkenalkan Kirana dan membuat Hadimas kebakaran jenggot.
"Wadus gembel ki bocah soyo ndadi manas- manasi awak ku kurang ajar jaluk di ajar iki,om karo papa iki kok podo kok malah melu- melu Arkan seng godo aku. Opo ora ngerti nek ati ku iki wes panas soko omongan kui mau.
"Kambing gembala ini anak semakin menjadi- jadi memanas - manasi diriku kurang ajar minta di hajar ini,om sama papa Ini kok sama malah ikut-ikutan Arkan yang menggoda aku. Apa tidak tahu kalau hati ku ini sudah panas dari tadi".ucap Hadimas dalam hati .
"Ehem... dehem Hadimas. Ini udah sampai Pa,Om Ayo turun "ucap Hadimas mengalihkan pembicaraan mereka.
"Loh sudah sampai ternyata " Ujar Aska yang baru sadar kalau mereka sudah sampai.
"Ya sudah dari tadi kira cuma bahas Kirana sama Kencana adeknya saja sampai gak tahu kalau ini sudah sampai kan"ujar Hadimas pura- pura menyindir.
"Halah Kamu ya ikut -ikutan loh bang"sewot Arkan.
"Sudah- sudah ayo masuk,ini pasti para emak-emak ,Kirana sama anak-anak sudah di dalam ini"lerai papa Hadimas.
"Ayo mas kita masuk dulu "Ajak papa Hadimas pada ayah Arkan.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah sedangkan Hadimas dan Arkan masih di luar .
"Kurang ajar kamu Ar dari tadi manas - manasi aku terus,kamu apa gak tahu Hati aku panas dari tadi. Malah kamu semakin gencar goda aku terus"Ucap Hadimas sambil melotot ke arah Arkan.
"Lah kita sama-sama panas tadi bang kamu juga manas -manasi aku dengan bilang kalau Yayang cantik banget pakai kebaya cantik banget aku gak suka loh bang kamu puji- puji Yayang cantik yang boleh itu cuma aku "sewot Arkan.
"Lah emang situ siapa larang- larang pacar bukan,suami bukan sudah berani larang -larang ''ejek Hadimas.
Jleb ..Jleb. ..Jleb
Ucapan Hadimas menembus ke hati Arkan yang paling dalam .
"Yang penting aku gak suka"ujar Arkan tegas tanpa bantahan.
"Dasar bucin.Tentara kok bucin" ejek Hadimas lagi
"Kena kamu Ar siapa suruh tadi manas- manasi aku terus sekarang mulai gencatan senjata buat perang hahahaha rasain kamu siapa suruh bikin Hati aku panas sekarang kamu yang kaya cacing kepanasan hahahaha rasain kamu "ucap Hadimas dalam hati tertawa melihat Arkan menahan amarah karena ucapan Hadimas.
:Edan ati ku panas tenan iki omongan ne bang Hadimas marai aku emosi
(gila hati ku sungguh panas ini ucapan nya barang Hadimas bikin aku emosi)Guman Arkan dalam hati.
"Lihat saja nanti di dalam rumah bang aku balas kamu tunggu saja balasan dari akubuat kamu bang siapa suruh bikin aku panas dingin "ucap Arkan dalam hati dengan bibir yang tersenyum licik.
.
.
.
Bersambung. ....
Kira-kira apa yang akan di lakukan Arkan untuk membalas Hadimas ya???
Ada yang tahu?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments