"Apa ??? Mas bertemu Kencana??tanya Arkan antusias sambil shock dengan ucapan Hadimas barusan.
"Iya begitulah" jawab Hadimas acuh.
"Kenapa kamu sangat Antusias seklali,jangan bilang kamu suka dengan Adeknya Kirana"cerca Hadimas dengan tatapan yang penuh selidik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Sedang di sisi lain
"Kirana, mas punya sesuatu buat kamu,tolong kamu terima ya." Ucap Bintang memberikan satu bingkisan warna merah darah dan warna Putih tulang yang ia masukan dalam dua buah paper bag.
"Ini apa mas?" tanya Kirana karena mendapat dua buah paper bag lumayan besar dari Bintang.
"Ini buat kamu dek, rumah kamu di mana dek?
kamu buka pas sudah sampai di rumah ya " pinta Bintang lalu menjalankan mobil nya.
"Rumah aku di jalan X nomer 20mas,iya nanti aku buka pas sampai di rumah mas sebelum nya terimakasih"ucap Kirana sambil tersenyum manis ke arah Bintang.
""sama- sama " ucap Bintang sambil tersenyum menawan memperlihatkan lesung pipinya.
Kirana juga Membalas dengan senyuman manis Bintang.
Setelah perjalanan Kira-kira 30menit mereka sampai di depan rumah Kirana.
"Mampir dulu mas"Tawar Kirana pada Bintang .
"Apa tidak merepotkan?"tanya Bintang balik.
"Ndak papa mas, ayo masuk " Ajak Kirana .
Saat hendak masuk Kirana melihat sang adik sedang berada di lahan kosong dekat taman samping rumah .
"Mari mas aku kenal kan adek ku " ujar Kirana lembut.Bintang mengangguk lalu Bintang mengikuti langkah kaki Kirana dari belakang .
"Dek"
Panggil Kirana cukup keras sambil berlari memeluk Yayang dari belakang.
Kebiasaan Kirana dia akan sangat manja sekali saat bersama keluarga tidak perduli di lihat oleh orang lain.
Yayang baru saja selesai menanam sereh.Yayang yang hanya memakai kaos putih oblong dan celana selutut baru saja selesai menanam sereh, karena dia juga senang dengan kegiatan menanam tanaman.
Dilahan yang masih kosong lumayan itu sebagian sudah di tanami seperti jahe, kencur,kunir,jeruk purut, dan sebagian ditanami tanaman bunga berbagai macam dan itu ia lakukan sejak masih SD. "Prinsip Yayang hemat wajib Pelit jangan".
Yayang yang terkaget langsung memutar badan menatap horor sang kakak
.
"Kebiasaan kalau baru datang salam dulu kenapa? dan bisa gak gak usah peluk- peluk mendadak untung gak aku Lempari ni lempung (tanah basah). " omel Yayang yang belum sadar kalau di belakang ada sepasang mata yang memperhatikan kelakuan merek berdua.
"Heheheh maaf adek ku sayang,"
" Assalamualaikum" ucap Kirana bebarengan dengan Bintang.
Yayang yang mendengar salam langsung menjawab dan menatap tajam pada laki-laki di samping Kirana.
"Waalaikumsalam"
"Siapa kamu?" tanya Ya yang dengan mode tegas dengan menatap tajam Bintang.
"Dek jangan galak- galak kenapa sih" Protes Kirana.
"Aku tanya siapa kamu?" tanya Ya yang dengan nada datar tapi tegas.
"Dek,"
Kirana mulai merengek
"Sudah dek, mas ndak papaa kok,perkenalkan saya Bintang teman Kirana sambil mengulurkan tangan " ucap Bintang ramah. Lalu Yayang membalasnya dengan memperkenalkan diri pada Bintang .
"Hem, saya Kencana, lalu menoleh ke sang kakak.Sejak kapan mbak ajak laki- laki kerumah? setahu ku mbak ndak pernah ajak laki- laki datang ke rumah " Yayang malah balik bertanya pada sang kakak
(walaupun Yayang itu keras, tegas, cuek tetapi dia juga tetap menerima uluran tangan dengan orang lain kalau mau berkenalan
dengan orang lain yayang akan memperkenalkan dirinya dengan nama Kencana bukan Yayang)
" Iya ini yang kedua dek, dia teman mbak di rumah sakit tempat mbak bekerja." jelas Kirana.
"Hem ya sudah sana masuk " usir Yayang.
"Ayo mas kita masuk " ajak Kirana.
"iya " jawab Bintang singkat
disela- sela jalan menuju ke dalam rumah.
"Mas maafin adek ku ya, dia memang begitu,mungkin dia anak bungsu tapi dia lebih dewasa dari aku mas , kadang aku heran yang adek itu aku apa dia "ucap Kirana sambil tertawa kecil
"Gak papa dek santai aja sama mas" ucap Bintang lembut.
"Kalau boleh tahu kenapa tadi adek kamu bilang kalau ini kedua kalinya kamu menerima laki- laki di rumah kamu?".Tanya Bintang penasaran.
"Oh,itu minggu kemarin Pak Hadimas kesini minta aku jadi teman nya pergi ke acara nikahan temennya mas" Kirana menjelaskan apa yang terjadi saat itu.
"oh." jawab Bintang singkat.
"Assalamualaukum, ucap Kirana dan Bintang.
"Mbak pulang bunda" ucap Kirana lagi.
"Waalaikumsalam" jawab kedua orangtua Kirana.
Kirana lalu mencium punggung tangan kedua orangtua nya diikuti oleh Bintang.
"Maaf kamu siapa nak?"tanya Adnan ayah Kirana.
"Perkenalkan pak saya Bintang teman kerja Kirana"ucap Bintang ramah.
"Saya Adnan ayah nya Kirana dan ini istri saya Cempaka. " ucap Adnan sembari memperkenalkan Istrinya yang ada di samping nya .
"Bintang Bu " ucap Bintang sambil membungkukan badan nya.
Cempaka menanggukan kepala nya.
"Silahkan duduk nak, Kirana kamu mandi dulu nak nanti terus ke bawah " perintah Adnan pada sang anak .
"Aku ke atas dulu mas, yah, bun" ucap Kirana.
Lalu berlari menuju tangga. Karena letak kamar nya berada di lantai atas.
"Iya, Kiran hati- hati nak,nanti kamu jatuh" peringat sang bunda.
"Maafkan kelakuan anak Om ya Bintang dia memang seperti itu kalau sedang di rumah". Ucap Adnan sambil tersenyum kecil
Sedangkan Cempaka sedang di dapur membuat Minuman untuk Adnan dan Bintang.
"Kamu kenal Kirana dimana nak ?" tanyanya ramah tapi penuh selidik
"Oh, itu saya kenal Kirana pertama kali di taman rumah sakit tempat saya dan Kirana bekerja Om" jelas Bintang dengan tenang.
"Loh,kamu dokter nak? " ucap Adnan kaget.
"Hehehehe iya Om, saya dokter om lebih tepatnya saya dokter anak."
jawab Bintang dengan sedikit tertawa kecil.
"Saya kira malah kamu seorang abdi negara nak," ucap Adnan yang melihat fisik Bintang terlihat seperti abdi negara.
"Hehe sejujurnya saja juga seorang abdi negara Om." ucap Bintang sambil menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.
"Wah,hebat kamu nak"ucap Adnan dengan menepuk pundak Bintang.
Cempaka datang dari belakang dengan membawa nampan minuman dan cemilan .
"Maaf ya nak lama." ucap Cempaka.
"Silahkan di minum nak" ucap Adnan lalu meminum Teh kesukaan nya.
"Terimakasih Pak ,Bu lalu mengambil cangkir teh di depan nya lalu meminumnya saat minumnya selesai tanpa sengaja Bintang melihat foto kuarga Kirana dan dia langsung tahu bahwa Kirana anak seorang tentara.
Setelah itu Adnan mengobrol dengan banyak dengan Bintang.
Saat sedang berbincang- bincang terhenti karena terdengar suara langkah kaki yang mendekat.
.
.
.
.
Tap..Tap... Tap
Bersambung.......
.
.
.
.
.
.
Kira- kira langkah kaki itu..
langkah kaki siapa ya ?
Ada yang tahu ndK nih?.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments
Thahira Ira
siapa Yach kira2 yg nanti di pilih Kirana jadi teman hidup dan pendamping x kelak....
2025-01-06
0