"Kamu kenal sama Anak saya dimana nak?"Tanya Adnan yang mulai penasaran karena tidak ada laki-laki yang pernah datang ke rumah Kirana dan ini pertama kalinya.
"Saya kenal dengan Kirana Kenal di Rumah sakit tempat nya bekerja pak, kebetulan saya Direktur di tempat nya bekerja."ucap Hadimas jujur.
Adnan mengangguk -anggukan kepalanya tanda dia paham maksud Hadimas.
"Ini yah tehnya"ucap Cempaka yang baru saja datang lalu memberikan cangkir teh pada sang suaminya dan dia ikuy duduk di sebelah sang suami.
Adnan lalu menerima minuman bikinan sang istri tercintanya tersebut sambik tersenyum manis pada sang Istri.
"Makasih dek "ucap Adnan pada sang istri dan Cempaka hanya mengangguk sebagai jawaban ucapan sang suami.
"Silahkan di minum nak "ucap Adnan pada Hadimas.
Setelah itu mereka melanjutkan acara berbincang -bincangnya ,sampai akhirnya mereka berhenti berbincang karena terdengar suara langkah kaki. Dan
Ketiganya menoleh ke suara langkah kaki tersebut.
.....
Saat ketiga nya melihat ke arah langkah kaki ternyata yang datang justru Bi Ira
(Hehehe di luar perkiraan ternyata )
"Maaf,tuan,nyonya,aden kata Dek Yayang tamu nya mbak Kirana suruh tunggu bentar" ucap Bi Ira sopan.
"Iya nanti kalau sudah selesai suruh kesini"ucap Adnan.
"Iya bi tidak apa- apa" jawab Hadimas .
"Baik Tuan, Nyonya ,Aden Saya permisi dulu" ucap Bi Ira.
"Iya "ucap Adnan .
"Maaf nak, kebiasaan Kirana kalau udah berurusan yang namanya make up lama,biasa anak cewek. Apa lagi kalau udah di kamar sang adek betah banget dia " ucap Cempaka tak enak hati pada Hadimas karena sudah menunggu terlalu lama.
"Kebiasaan anak mu Bun, tapi itu kan bunda,Kirana, sama Rania aja yang lama kalau anak ragilku (anak bungsuku) dia tidak perlu pake lama". Ucap Adnan enteng sambil mengambil pisang goreng yang di bawa Cempaka tadi.
"Lha nek kuwi bedo critane deweke iku perawan ora doyan dandan"
(Lha kalau itu beda ceritanya dia itu perawan tidak suka dandan)ucap Cempaga sambil memanyunkan bibirnya karena baru saja disindir oleh sang suami
masalah make up.
"Udah ndak usah manyun -manyun itu bibir minta di cium ya" bisik Adnan di telinga sang istri sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar pria tua satu ini gak sadar umur juga dia,udah punya cucu juga masih aja ganjen rasa- rasa nya mau aku cabein itu mulut, Eh astagfiruah eling (ingat) kamu Cempaka. Dia suamimu walaupun udah tua hihihi, aku kerjain saja sekalian ucap Cempaka dalam hati)
"Mau dong yah"bisik Cempaka di telinga sang suami sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda sang suami.
Sedangkan di sebrang Hadimas yang melihat kedua orang tua Kirana sedang bisik- bisik hanya bisa menggeleng- gelengkan kepalanya karena tak sengaja mendengar percakapan orang tua Kirana.
"Bun"
panggil Kirana sambil berjalan ke arah Cempaka,Adnan,dan Hadimas.
Sedangkan Hadimas,Cempaka,dan Adnan hanya kaget dengan pempilan Kirana dengan gaya rambut di di sangul modern di tambah penjepit rambut warna silver di sebelah kiri, dandanan yang natural tidak mencolok menambah kecantikan Kirana yang telihat elegan.
Hadimas sampai terpesona dengan kecantikan Kirana bahkan tak berkedip sama sekali.
Tapi semua itu tidak berlangsung lama karena terdengar keributan yang bersumber dari belakang Kirana.
"Dek,kowe mbok ojo ngengo sepatu kuwi, blas ora cocok dek"
( Dek,kamu ya jangan pakai sepatu itu sungguh tidak cocok dek) omel Kenan
pada Kencana yang tetap tidak mau memakai sepatu Hak tinggi lebih memilih memakai sepatu cats
"Aku nyaman kaya gini mas, apa itu sepatu hak tinggi sama sekali tidak cocok sama aku "ucapnya kekeh tidak mau memakai sepatu yang di bawa Kenan.
"Sekali-kali lah dek mau pakai sepatu ini, ini juga baru mas beli tadi sama baju yang kamu pakai dek" bujuk Kenan lagi supaya sang adek bungsunya mau memakai sepatu yang ia belikan.
"Aku ndak mau ya ndak mau kenapa sih mas,ngotot terus aku harus pakai itu."
tolak Kencana lagi.
"Atau mas pakai sepatu itu aja sendiri" kesal Kencana pada Kenan.
" Loh- loh dek mas ini cowok loh kok di suruh pakai ini sih "ucap ya sambil menunjuk sepatu hak tinggi warna hitam yang sedang ia bawa.
"Makanya mas diem aja, ndak usah rewel terus" ketus Yayang.
"Dek, tunggu mas dek,"ucap kenan sambil berlari mengejar Kencana ya yang sedang mendekat ke arah Kirana.
Hosh.. hosh.. nafas Kenan tersengal - sengal.
"Please dek, hari ini aja mau pakai sepatu ini,udah mahal- mahal aku beli lho dek ini."ucapnya memelas supaya adeknya mau menurut.
"Aku ndak mau mas, ndak usah merajuk deh ndak cocok sama badan mas yang segede gaban itu"ejek Yayang yabg sangat kesal pada Kenan.
"Bun,bilangin adek supaya mau pakai ini bun, masak aku udah beli mahal-mahal ndak mau pakai sama sekali malah suruh aku yang pakai " ucap Kenan yang sedang merajuk pada sang Bunda supaya mau membujuk sang adek.
"Yasudah kalau mas maksa mas pergi aja sendiri, aku mau ke kamar aja mas mau tidur capek! " ucap Yayang santai .
"Dek, sekali- sekali turutin kemauan mas kenapa sih?.
Kamu itu cantik lho dek kenapa cuma suruh pakai sepatu itu ndak mau" ucap Kenan lagi yang masih berusaha keras membujuk sang adek
Akhir nya Kirana mengeluarkan suaranya setelah peedebatan Kenan dan Yayang dari tadi di kamar Yayang sampai berujung di ruang tamu dan ada tamu pula.
"Turutin dek biar bisa pamer cewek cantik" ucap Kirana.
"Aku ndak mau mbak,aku ndak nyaman" tolak Kencana mentah-mentah.
Karenna masih saja berdebat akhirnya sang Ayah angkat bicara.
"Ken, Kiran,Yayang "pangil sang ayah dengan suara berat mengabsen anak-anaknya satu persatu.
"Kalian tidak malu berdebat begini saat ada tamu ini di depan kalian". Ucap sang ayah lembut tapi penuh dengan penekanan.
Ketiganya langsung menundukan kepalanya.
"Ken,kenapa kamu paksa adekmu pakai sesuatu yang dia tidak suka?" tanya Adnan pada sang anak ke 2 nya tersebut.
"Maaf yah, tapi aku cuma mau adek pakai ini aja gak lebih "kekeh Ken pada sang ayah".
"Kamu kan tahu sendiri adek mu ndak mau jangan di paksain, masih untung adek mu mau kamu ajak ke nikahan temen mu, makanya kamu cari pacar atau cari mantu buat ayah,kan kamu sudah tua umur juga sudah cukup buat nikah"
ucap Adnan menohok ke hati Kenan.
"Sudah- sudah malu ada tamu juga,maaf ya nak Hadimas harus tahu keributan kaya gini di rumah saya "ucap Cempaka malu karena tamu nya tahu keributan ulah anak- anaknya ditambah lagi sang suami ikut bersuara memojokkan sang anak ke duanya.
"Tidak apa- apa Bu, saya maklum " jawab Hadimas enteng.
"Adek,kamu turuti permintaan mas mu sekali saja ya nduk.
Kasihan sudah memelas itu wajahnya,Bunda ndak mau ada bantahan pakai sepatu itu terus segera berangkat atau tidak usah pergi sama sekali kalau masih ribut " ucap Cempaka lembut tapi penuh penekan.
"Iya Bunda"jawab Kencana
Dalam hati sudah mengunpat Kenan.
"Gara-gara Mas Ken ini aku suruh pakai sepatu kek gini "tetapi tangan nya mengambil alih sepatu dari tangan Kenan segera duduk di kursi lalu memakainya.
"Oh,iya perkenalkan ini anak ke-2 saya Kenan"
Adnan memperkenalkan Kenan dengan menujnuk kenan yang beediri di samping sang Bunda.
"dan yang itu baru pakai sepatu namanya Kencana atau sering di panggil Yayang."
Yayang yang di sebut namanya hanya mengangukan kepalanya pada Hadimas dan Hadimas juga membalas dengan hal yang sama.
Hadimas mengulurkan tangan pada Kenan untuk berkenalan dan Kenan dengan senang hati menjabat tangan Hadimas.
"Kenan,kakak Kiran "sambil mengulurkan tangan menjabat tangan Hadimas.
"Hadimas "ucap Hadimas sopan.
"Yasudah kalau begitu saya pamit dulu Pak,Bu"Ucap Hadimas dengan mencium punggung tangan Adnan dan Cempaka secara bergantian.
dan beralih pada Kenan disusul Kirana dari belakang Hadimas.
"Kiran pergi dulu yah, bun,mas"ucap Kirana mencium punggung tangan mereka bergantian.
Lalu beralih pada sang adek.
"Yayang mbak pergi ya " ucapnya sambil memeluk sang adek.
Hadimas masih menunggu nya
"Ndak bisa napas ini mbak,udah sana pergi "usir Kencana dengan tegas.
Kirana yang mendapat jawaban sang adek hanya memanyunkan bibirnya.
"Dasar adek ndak punya akhlak ini"guman Kirana dalam hati.
"Ya Bu udah kami pergi dulu pak ,bu, semuanya Assalamualaikum "ucap Hadimas dan Kirana bersamaan.
"Waalaikumsalam "jawab mereka serempak.
Kirana dan Hadimas lalu menuju mobil Hadimas yang ada di depan rumah Kirana.
Dony yang melihat si Bos keluar dari Rumah Kirana langsung membukakan pintu untuk sang Bos.
Setelah Hadimas masuk, Kirana lalu mengikuti dari belakang namun menuju pintu mobil depan sebelum dia masuk Hadimas sudah bicara terlebih dahulu.
Kamu mau kemana, duduk di belakang sama saya.
Saya minta kamu duduk di samping saya bukan samping Dony "ucapnya tegas pada Kirana.
"Baik Pak "ucapnya lembut.
Lalu Kirana duduk di samping Hadimas sambil mengumpat dalam hati .
"Dasar tukang paksa!!"
.
.
.
.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments