"Saya kira malah kamu seorang abdi negara nak," ucap Adnan yang melihat fisik Bintang terlihat seperti abdi negara.
"Hehe sejujurnya saja juga seorang abdi negara Om." ucap Bintang sambil menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.
"Wah,hebat kamu nak"ucap Adnan dengan menepuk pundak Bintang.
Cempaka datang dari belakang dengan membawa nampan minuman dan cemilan .
"Maaf ya nak lama." ucap Cempaka.
"Silahkan di minum nak" ucap Adnan lalu meminum Teh kesukaan nya.
"Terimakasih Pak ,Bu lalu mengambil cangkir teh di depan nya lalu meminumnya saat minumnya selesai tanpa sengaja Bintang melihat foto kuarga Kirana dan dia langsung tahu bahwa Kirana anak seorang tentara.
Setelah itu Adnan mengobrol dengan banyak dengan Bintang.
Saat sedang berbincang- bincang terhenti karena terdengar suara langkah kaki yang mendekat.
.
.
.
.
Tap..Tap... Tap
******
"Assalamualaikum".Ucap seseorang yang baru masuk dngan mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam" jawab serempak.
Orang tersebut langsung mencium punggung tangan Adnan dan Cempaka secara bergantian.
"Ini siapa Bun ?" tanya orang tersebut kepada Cempaka.
"Oh ini teman Kirana ) jawab Cempaka
"Oh kenalin mas, saya Aditya biasa di langit Adit /Didit." ucap Adit pada Bintang
sambil mengulurkan tangan.dan dibalas oleh Bintang dan di sambut hangat oleh Bintang.
"Saya Bintang mas " ucap Bintang sopan.
"Loh kamu bawa apa le? godhong di pangan uler wae mbok gowo (daun di makan ulat aja kamu bawa)"ucap Cempaka pada adit yang melihat tangannya membawa tanaman yang daunnya seperti di makan ulat .
"Bunda ini tanaman hias baru tren loh ini namanya *JANDA BOLONG* ucap Adit menjelaskan pada Cempaka.
APA?????? ketiganya kompak kaget dengan nama tanaman tersebut.
"Namanya kok aneh sih Dit? "tanya. Adnan dengan nada keheranan.
"Ya itu memang nama tanaman nya kok Yah, Yayang sama Kiran mana yah?" tanya Adit balik .
"Kiran di kamarnya sebentar lagi pasti turun . Kalau Yayang...."
belum sempat Cempaka melanjutkan ucapan nya Yayang datang dari luar membawa satu keranjang besar penuh dengan bunga Melati.
Adit yang melihat itu menghampiri Yayang .
"Sini biar mas yang bawa kamu bawa ini saja " menyerahkan sagu plastik besar yang berisi 2 tanaman hias.
Lalu Yayang menyerahkan keranjang tersebut pada Aditya dan Yayang membawa tanaman yang baru di bawa Adit.
" Loh sudah berbunga banyak ternyata" heran Adnan.
"Iya yah, mau sekalian aku rangkai ada pesanan lumayan banyak ini. Mas tolong taruh di ruang keluarga ya, sekalian angkatin 3 keranjang lagi ya,bunga- bungaku lagi di taman mas bawa sini tapi bunga-bungaku jangan sampai tumpah, kalau tumpah aku suruh ganti " ucap Yayang memerintah dan mengancam .
"Nggeh juragan". Ucap Adit memelas.
"Jangan malas- malasan kamu mas lihat tuh badan segede gaban masak angkat 3 keranjang lagi ndak kuat malu tuh sama badan" ucap Yayang cuek degan ucapan yang menohok .
Bintang yang melihat itu hanya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Yayang yang seenak nya memerintah orang sekaligus mengancam.
Sedangkan Adnan dan Cempaka hanya merasa kasihan dengan Aditya tanpa berniat membantu.
"Memangnya kapan kamu kirim semua pesanan kamu nak?" Tanya Cempaka dengan lembut pada sang anak.
"Ya kalau sudah selesai aku kirim semua Bun"ucap Yayang pada Cempaka
.
"Yayang taruh' JANDA BOLONG' di taman belakang dulu ya bun" Ucap Yayang lalu pergi ke taman belakang.
Kirana yang sedang turun dari tangga langsung bertanya pada sang bunda.
"Bun".Ucap Kirana yang turun dari tangga.
"Sini nak kamu temani nak Bintang Bunda mau ke kamar dulu nak" ucap Cempaka pada Kirana.
"Ya bun"jawab Kirana.
"Ayah mau ke ruang keluarga dulu mbak,mau lihat Brita kesukaan Ayah dulu, nak Bintang silahkan di minum lagi teh nya Om ke ruang Keluarga duku nak" ucap Adnan sambil tersenyum ramah.
"Iya om makasih"jawab Bintang sopan.
Setelah Cempaka dan Adnan pergi Kirana duduk di kursi bersebrangan dengan kursi Bintang.
"Ayah kamu baik ya Kirana " ucap Bintang memulai percakapan.
"Alhamdulillah mas"jawab Kirana apa adanya .
"Nanti malam kamu ikut mas ya,kamu mau ?" tanya Bintang dengan nada lembut.
"Kemana mas"Kirana bertanya balik pada Bintang.
"Mau mas ajak jalan- jalan dek soal nya mas besuk berangkat tugas ke negara Q" ucap Bintang dengan menatap Kirana dengan tatspan lembut.
"Loh mas pindah kerja ya?" tanya Kirana penasaran.
" Gak dek, mas besuk berangkat ke Negara Q karena tugas dek." Ucap Bintang yang melihat ekspresi Kirana sedikit sedih.
"Tugas Negara maksud mas apa?Tanya Kirana lagi karena tadi belum paham maksud Bintang.
"Mas ini seorang TNI AU dek, makanya mas jarang ada di Rumah sakit dek "Jelas Bintang .
"Apa?Mas abdi negara?Berapa lama mas di sana?"bertubi- tubi Kirana memberikan pertanyaan pada Bintang.
"Satu- saru dong dek tanya nya ,
Iya mas selain dokter juga seorang tentara dek.
Kurang lebih 1th dek kenapa?" tanya Bintang balik.
" Kok lama mas?" Kirana masih bertanya .
"Mas jalanin tugas dek, makanya mas minta nanti malam kamu temenin mas ya" ucap Bintang.
"Iya mas nanti aku temenin " jawab Kirana cepat.
"Iya sekarang mas pulang dulu ya" pamit Bintang.
"Iya mas hati- hati" ucap Kirana .
" Iya dek sampaikan salam.mas sama om,tante ,adek sama adit ya dek Assalamualaikum" Ucap Bintang.
"Waalaikumsalam, sekalian aku antar ke depan mas" ucap Kirana dan di balas anggukan kepala oleh Bintang.
Setelah Bintang dan Kirana sampai di depan Bintang langsung menuju ke mobil nya .
Setelah itu ia Membuka kaca mobil nya dan melambaikan tangan nya pada Kirana dan di balai oleh Kirana.
"Cieee.ciee... yang baru aja di apelin" Pacar goda Adit yang sudah dari tadi Berada di samping Kirana .
" Apasih mas ngaco aja kamu ini" ucap Kirana sambil malu.
"Ndak usah malu kali dek mas tahu kamu suka sama dia" ucap Adit menggoda Kirana lagi.
"Dia bukan pacar aku mas, kita cuma temanan aja kok." Jujur Kirana.
"Masa sih?" ucap Aditya masih saja menggoda Kirana.
"taulah mas" ujar Kirana malas.
"Aku mau masuk dulu ,mas kalau mau tetep disini jadi patung boleh kok "ucap Kirana lalu meninggalkan Adit sendirian di dekat pintu.
∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆
Malam pukul 19.30 sesuai dengan ucapan Bintang tadi sore Saat ini Bintang sudah berada di rumah Kirana dan sedang menunggu Kirana bersiap.
Bintang mengobrol dengan Adit di rumah tamu karena kedua orang tua Kirana dan Yayang sedang pergi ke acara nikahan teman kerja Adnan.
Sefangkan Kenan sedang berada di barak bersama teman- teman bujangannya. Lin halnya dengan Yayang dia bersama dan Bi ira sedang merangkai bunga,serta mempacking pesanan pelanggan- pelanggan Yayang
sebelum itu Yayang sudah membuatkan dua gelas teh untuk Adit dan Juga Bintang sambil menunggu Kirana yang sedang bersiap- siap sambil membawa keripik pisang dan kue Donat buatan sendiri.
Setelah itu ia melanjutkan merangkai bunganya meninggalkanAdit dan Bintang yang sedang berbincang.
Setelah sekitar 20 menit Kirana turun. Dari lantai atas.
"Maaf mas lama " ucap Kirana pada Bintang yang sudah dari tadi menunggu Kirana.
"Ndak papa dek"ucap Bintang sambil tersenyum.
"Yasudah ayo pergi sekarang saja mas" Ajak Kirana dan di setuhui oleh Bintang.
"Yasudah ayo, Mas Adit saya duluan ya" pamit Bintang pada Adit .
"Mas aku pergi dulu ya Assalamualaikum" ucap Bintang dan Kirana.
"Yayang mbak sama mas Bintang pergi dulu ya dek"ucap Kirana agak Karas.
"iya mbak hati- hati"ucap Yayang sambil terus merangkai bunga melati untuk hiasan pernikahan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
MERRKA BERDUA SUDAH BERADA DI DALAM MOBIL
BINTANG MENGEMUDI DENGAN SANTAI
Sekitar 30 menit mereka sampai di sebuah pasar malam di pusar kota.
"Kirana,sini yuk beli jagung bakar kamu mau ndak" tanya Bintang.
"Boleh mas" ucap Kirana.
"Kamu duduk sini dulu ya mas pesan dulu." Perintah Bintang pada Kirana.
Bintang Lalu memesan jagung bakar
"Pak jagung bakar nya dua ya pak yang satu pedas , kamu mau pedas apa ndak Kirana?" tanya Bintang sambil menoleh ke arah Kirana.
"Samain aja mas sama punya kamu " ucap Kirana.
"yasudah, pak dua pedes semua ya." Ucap Bintang pada sang penjual.
"ya mas tunggu sebentar ya " Ucap penjual jagung bakar.
Bintang menunggu jagung bakar pesanan nya sambil melihat ke arah Kirana.
Setelah cukup lama jagung bakar pesanan Bintang sudah matang .
Sang peradang memberikan jagung bakar dengan sangat ramah.
"Ini mas pesanan nya " Ucap pedagang Jagung bakar tersebut.
"Berapa pak ini semua?" tanya Bintang pada pedangang tersebut.
"15rb saja mas" ucap pedagang tersebut.
Lalu Bintang mengeluarkan uang senilai 50 ribu ke pedagang tersebut.
"Ini pak, kembalian nya buat bapak saja " ucap Bintang pada pedagang yang usia nya sudah sekitar 50th nan .
"Alhamdulillah terimakasih mas " ucap pedagang tersebut.
"Sama- sama pak" lalu Bintang berjalan ke arah Kirana sedang duduk menunggu dirinya.
"Ini buat kamu dek" ucap Bintang sambil memberikan satu buah jagung bakar pedas kepada Kirana.
"Makasih mas " ucap Kirana sambil menerima jagung bakar dari tangan Bintang.
Mereka berdua lalu memakan jagung bakar tersebut.
Disela- sela Kirana sedang menikmati jagung bakar Bintang berudaha mengajak bicara pada kirana.
"Kirana, mas pamit ya besuk mas berangkat ke negara Q. Kamu baik- baik di sini ya dek, kalau ada waktu mas akan hubungi kamu " ucap Bintang pada Kirana.
"Iya mas, kamu hati- hati di sana ya mas jaga kesehatan, jangan lupa sholat" ucap Kirana lembut.
"Iya , kita habisin dulu jagung nya setelah ini mas beli minum sama sekalian naik permainan disini yuk kamu mau ?" Bintang antusias bedanya pada Kirana.
"Mau mas, boleh. nanti kita selfi sekali- kali ya mas" ucap Kirana.
" Oke boleh dek " ucap Bintang
Setelah menghabiskan jagung bakar Bintang membeli air mineral 2 buat Kirana dan juga dirinya .
"Kirana kita masuk ke Rumah hantu yuk, kamu mau gak ? " Bintang mulai mencari ide.
"Em, kalau naik Biang Lala dulu gimana mas?" Kirana mencoba memberi saran.
"Oke itu juga boleh "
Mereka berada di atas tempat duduk saat permaiana mulai beraksi kirana. terlihat senyum puas dan tertawa lepas . Bintang tidak menyia- nyiakan momen tersebut lalu memotret Kirana dengan berbagai macam ekspresi tanpa sepengetahuan Kirana.
Setelah selesai naik wahana tersebut Mereka berdua sepakat untuk masuk ke dalam rumah hantu.
"Nanti kalau kamu takut pegangan mas ya dek"ucap Bintang sebelum masuk ke dalam.
"Aku berani tahu mas, gak penakut" ucap Kirana sok berani sebenarnya mah penakut.
Sayang di pertengahan jalan ada sesuatu menggantung di samping Kirana lalu mengageti Kirana refleks Kirana memegang bahu Bintang dengan Erat.
"Katanya tadi gak takut" ejek Bintang pada Kirana.
"Eh, gak kok ini aku berani " ucap nya dengan masih sok berani.
tiba- tiba Kirana terpisah dari Bintang
"Mas ....".
"Mas Bintang".
"Mas jangan bikin aku takut dong mas ".
"Mas " ucap Kirana serak mau menangis.
"Mas aku takut kamu jangan pergi hiks... hiks... mas aku beneran takut ini" ucap Kirana sambil terisak.
"Mas kenapa kamu gak ada aku takut , ayo pulang mas "ucap Kirana sambil sesengukan.
Tiba-tiba- tiba bahu Kirana ada yang memegang,Kirana menoleh dan
Aaaaaaaaaaa..........
.
...----------------...
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments