"Dasar adek ndak punya akhlak ini"guman Kirana dalam hati.
"Ya Bu udah kami pergi dulu pak ,bu, semuanya Assalamualaikum "ucap Hadimas dan Kirana bersamaan.
"Waalaikumsalam "jawab mereka serempak.
KIiana dan Hadimas lalu menuju mobil Hadimas yang ada di depan rumah Kirana.
Dony yang melihat si Bos keluar dari Rumah Kirana langsung membukakan pintu untuk sang Bos.
Setelah Hadimas masuk, Kirana lalu mengikuti dari belakang namun menuju pintu mobil depan sebelum dia masuk Hadimas sudah bicara terlebih dahulu.
Kamu mau kemana, duduk di belakang sama saya.
Saya minta kamu duduk di samping saya bukan samping Dony "ucapnya tegas pada Kirana.
"Baik Pak "ucapnya lembut.
Lalu Kirana duduk di samping Hadimas sambil mengumpat dalam hati .
"Dasar tukang paksa!!
.......
Dony yang melihat kelakuan si bos cuma bisa menggelengkan kepalanya.
"Dasar rubah tua ini posesive sekali " umpat Dony dalam hati.
Lalu dia melajukan mobil ke alamat yang di tuju.
"Maaf pak tadi nunggu saya lama sama maaf sekali anda harus melihat drama yang tadi" ucap Kirana sambil memeras ujung bajunya karena malu .
"Tidak apa-apa Kirana , saya maklum adek kamu cantik juga tapi sayangnya galak juga ya, "ucap Hadimas mulai membahas Yayang.
"Eh,iya pak. Dia tipikal orang tidak suka di paksa dan terlalu nyablak kalau bicara bilang tidak suka ya tidak suka
suka ya suka,dan dia cuma bakal luluh kalau sama orang tua saya dan kerabat sayang yang dia segani".jelas Kirana jujur apa adanya.
"Masih sekolah dia ?"tanya Hadimas pada Kirana mencoba mengakrabkan diri pada Kirana.
" Dia kuliah pak." kujur Kirana.
Hadimas hanya mengangguk -anggukan kepalanya tanda dia paham maksud Kirana.Karena tidak ada lagi yang di bicararakan Kirana menghadap ke jendela mobil.
"Kamu hari ini cantik banget Kirana saya benar- benar jatuh cinta sama kamu "ucap Hadimas dalam hati.
Setelah perjalanan kurang lebih 40 menit Hadimas dan Kirana sampai ke tempat tujuan.
"Sudah sampai bos"Ucap Dony pada Hadimas denggan nada sopan .
"Oke"jawab Hadimas singkat.
Lalu ia keluar dari mobil dan berlari mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Kirana.
"Eh, terimakasih Pak,
Seharusnya tidak usah seperti ini, saya bisa sendiri ". ucap Kirana yang mendapat perlakuan berlebihan dari Hadimas yang baru dia dapatkan dari Hadimas orang yang terkenal dingin.
"Tidak masalah Kirana, ayo" ucapnya sambil mengandeng tangan Kirana.
Kirana yang tangan nya terus di genggam Hadimas merasa canggung.
"Maaf pak boleh lepas tangan saya,saya tidak nyaman bapak genggam tangan saya seperti ini "ucap Kirana dengan suara lembut tapi pelan takut Hadimas marah.
"Biar begini saya mohon sebentar saja" ucap Hadimas dengan memelas.
"Emmm, baiklah pak " Kirana yang akhirnya pasrah daripada ribut dengan Hadimas di saat banyak orang seperti ini.
Plokk... plok.. plok..
Suara tepuk tangan dari seseorang yang terlihat seumuran dengan Hadimas memakai jas warna Abu- abu tubuh yang gagah, datang kearah Hadimas dengan seseorang perempuan.
"Akhirnya datang kamu:ucap seseorang tersebut dengan menepuk bahu Hadimas.
Tetapi ucapan nya tidak di tanggapi oleh Hadimas.
"Apa kabar Dimas "ucap perempuan yang datang dengan laki-laki di depan Hadimas tersebut.
"Bisa kalian lihat sendiri kan!"jawab nya ketus.
"Dasar es balok dari dulu ngak pernah berubah" cibir laki- laki tersebut.
"Eh bawa siapa nih, cantik juga masih muda lagi " ucap laki-laki tersebut.
Hadimas mengikuti arah mata Laki- laki tersebut.
"Bukan urusan mu!" jawab Hadimas singkat sambil mempererat pegangan tangannya pada Kirana supaya Kirana tidak takut pada laki-laki di depan hadimas tersebut.
"Eh, kenalin saya Dirga teman Hadimas
dan ini Sahila teman saya dan juga Hadimas" ucapnya sambil mengulurkan tangan ke arah Kirana.
Sebelum Kirana menerima uluran tanggan Dirga tangan Dirga sudah dulu di genggam Hadimas.
"Ini Kirana" jawab Hadimas singkat sambil menatap tajam kedua orang di depan Hadimas tersebut dengan mengisyaratkan peringatan.
"Jangan coba macam- macam peringat"
Hadimas melalui srot matanya.
"Ayo kita kesana Kirana " ajak Hadimas pada Kirana.
Kirana hanya menganguk dan mengikuti langkah kaki Hadimas.
Dan ternyata Hadimas mengajak Kirana ke Pengantin nya langsung.
"Weh, bawa siapa nih, pacar apa calon ibu dari dua anak mu Mas" ucap sang mempelai laki- laki tersebut.
"Kepo "jawab Hadimas.
"Selamat atas nikahan mu". Ucap Hadimas datar lalu beralih ke calon permpuan.
"Selamat" ucap Hadimas datar
.
"Terimakasih" jawab pengantin serempak, sekarang giliran Kirana yang mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
"Selamat " ucap Kirana Halus.
"Terimakasih, Mau- mau aja kamu pacaran sama beruang kutub "ucap mempelai pria menggoda Kirana.
Kirana yang mendapat gidaan tersebut Hanya di balas senyum manis dan berkata .
"Maaf pak saya bukan pacar pak Hadimas" ucapnya dengan suara lembut.
Sebelum sang mempelai pria menjawab Kirana langsung beralih ke pengantin Wanita.
"Selamat mbak,semoga jadi keluarga sakinah,mawadah, warohmah, dan segera memiliki momongan mbak." ucap Kirana sambil tersenyum dan bicara dengan nada lembut dan sopan.
"Amin.Terimakasih"ucap sangmempelai wanita.
Setelah mengucapkan selamat pada sang mempelai Hadimas lalu mengajak Kirana mengambil makanan.
"Kamu mau makan apa? saya ambilkan" tawar Hadimas dengan nada lembut pada Kirana.
"Samain saja sama punya bapak."ucap Kirana lembut.
"Oke baiklah kamu tunggu di sini dulu saya ambilkan!jangan kemana mana! "ucap Hadimas pada Kirana.
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut Hadimas lalu berjalan mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan untuk Kirana.
Setelah merasa sudah lama di acara tersebut Hadimas mengajak Kirana pulang dan di antarkan sampai ke rumah Kirana.
********
HADIMAS BAYU SANJAYA
Yang lebih sering di panggil dengan Dimas/Bayu anak tertua dari 3 bersaudara putra dari BAGAS SANJAYA DAN SELENA DEWI PRATIWI pemilik rumah sakit tempat Kirana bekerja.
Berusia 35th,memiliki seorang duda memiliki dua orang anak yaitu Narendra Satya Bima Sanjaya (8th)sering di panggil dengan Rendra /Bima
dan Elvano Rangga Daffa Sanjaya (4th) sering di panggil dengan sebutan El atau Rangga
Bekerja sebagai Direktur di salah satu rumah sakit milik sang ayah,dan memiliki beberapa perusahaan yang ia bangun sendiri.
Memiliki rambut hitam,hidung mancung selerti plorotan anak Tk, gagah, suka berolahraga,tegas,memiliki bibir sexy,memiliki mata yang tajam dambaan setiap perempuan tetapi satu sikap dia berubah menjadi sangat Dingin dan Kaku semenjak dia bercerai dengan ibu dari kedua anaknya.
********
Setelah kejadian Hadimas mengajak Kirana tepat minggu telah berlalu
perlakuan Hadimas selalu baik, ramah, dan penuh perhatian seperti hari ini.
Pukul 12.00 siang di rumah sakit tempat Kirana bekerja.
Jihan dan Intan datang ke ruangan Kirana secara bersamaan untuk mengajak Kirana makan karena sudah jam makan siang.
"Ran, cari makan yuk aku udah laper banget ini tadi aku lupa sarapan gara-gara bangun kesiangan tadi malam ngebut nonton drakor "ucap Jihan pada Kirana.
" Yuk Ran,kamu mau nggak kasihan tuh Hanhan perut nya bunyi terus kaya trompet hahaha"ucap Intan sambil tertawa mendengar bunyi perut Jihan.
"Okelah, mau makan apa nih,di kantin atau di luar?"Tanya Kirana pada kedua orang sahabatnya sejak SMP itu.
"Aku mah di mana aja gak masalah yang masalah itu bunyi ini "ucap Jihan sambil menunjuk perutnya sendiri minta di isi.
"hahaha" tawa Kirana pecah mendengar suara bunyi perut Jihan.
"Gimana kalau di kafe Z itu aja gimana? katanya sih masakan nya enak, baru ada diskon dan promo gede-gedean"ucap Intan .
"Nah ini kalau diskonan cepet bener Bu" sindir Jihan pada Intan.
"Aku terserah kalian mau di mana aku ngikut aja"ucap Kirana santai.
" Gimana mau ndak di kafe Z?" tanya Intan lagi sama Dua sahabatnya.
" Yaudah yuk kesana aja ndak apa -apa coba aja siapa tahu bener enak sama murah."ucap Jihan yang akhirnya menyetujui ucapan Intan.
" Yasudah ayok lets go" ucap Intan s semangat .
Akhinya mereka bertiga beranjak dari kursi yang mereka duduki .
Baru saja Intan membuka handle pintu,di depan pintu sudah ada Wanto laki-laki memiliki wajah lumayan tampan,ramah dan baru berusia 26th (Office Boy /OB di rumah sakit tempat Kirana bekerja).
"Eh, Kirana maaf mau pergi ya?" Tanya Wanto pada Kirana.
"Iya bang kenapa?"tanya Kirana pada Wanto.
" Maaf,Kirana kamu disuruh ke ruangan Pak Hadimas sekarang!"ucap Wanto lembut.
"Ada perlu apa ya bang , sekarang kan jam nya makan siang."ucap Kirana heran.
"Wah kalau itu aku kurang tahu mending kamu ke ruangan Pak Hadimas sekarang saja daripada nanti kena marah sama Pak Hadimas"ucap Wanto memperingati Kirana karena Direktur nya terkenal galak .
"Ya sudah makasih bang." ucap Kirana pada Wanto.
"Sama- sama kaya sama siapa saja. Yasudah aku pergi dulu ya"pamot Wanto pada ketiganya Kirana,Jihan,Intan.Kenapa Wanto memanggil mereka dengan nama saja karena itu permintaan ketiganya di luar jam kerja.
"Iya bang "serempak
"Iya bang sekali lagi terimakasih." Ucap Kirana lembut dan sopan.
Wanto dulu adalah senior Kirana di sekolah jadi sudah seperti kakak bagi Kirana.
"Maaf aku ndak jadi ikut aku harus ke ruangan Pak Hadimas dulu ,kalian pergi saja dulu". Ucap Kirana pada kedua sahabatnya tersebut.
" Yasudah, kamu mau nitip nggak?"tawar Jihan .
"Tidak usah. Nanti aku beli di kantin saja."tolak Kirana .
"Yasudah kami duluan ya Ran"ucap Jihan dan Intan bersamaan.
Setelah Jihan&Intan pergi keluar untuk cari makan di kafe Z,sedangkan Kirana langsung pergi ke ruangan Hadimas.
Setelah sampai di depan ruangan Hadimas Kirana langsung mengetuk pintu
tok...tok...tok...
"Assalamualaikum Pak ini saya Kirana"
"Waalaikumsalam Masuk" suara Hadimas dari dalam ruangan .
"Maaf pak ada perlu apa Bapak memanggil saya "ucap Kirana to the point.
"Silahkan duduk dulu Kirana"ucap Hadimas.
Kirana menyengir malu,lalu dia duduk di depan meja kerja Hadimas.
"Kamu sudah makan siang?" tanya Hadimas yang sebenarnya cuma basa-basi.
"Belum pak kenapa? "tanya Kirana
"Kamu jangan telat makan nanti kamu sakit, sekarang kamu temani saya makan !
ini kamu makan dulu "ucap Hadimas sambil menyodorkan nasi padang beserta air putih mineral pada Kirana.
"Ini kenapa sih pak Hadimas jadi perhatian banget sama aku " ucap Kirana dalam hati.
"Eh,tidak usah pak saya bisa beli makananan di kantin"tolak Kirana merasa tidak enak dengan Hadimas.
"Saya tidak terima penolakan Kirana" ucap Hadimas penuh penekanan.
"Ba...baik pak "ucap Kirana sedikit terbata- bata.
"Tidak usah takut,saya tidak akan makan kamu kok" ucap Hadimas enteng.
"Emang bapak kanibal mau makan saya. Kalau benar kanibal jadi takut bayanginnya "ucap kirana dalam hati.
.
.
.
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments