" Eh ngawur sampeyan iku mas, aku ora nduwe pacar"
(Eh ngaco kamu ini mas, aku tidak punya pacar) jawab Kirana terkejut dengan ucapan Gibran yang mengira Hadimas adalah pacar Kirana.
"Sini aku kenalkan sama Mas Gibran beliau ,beliau adalah Pak Hadimas dan Pak Hadimas dia Mas Gibran"
ucap Kirana sambil memperkenalkan Gibran pada Hadimas dan begitu sebaliknya.
"Perkenalkan nama saya Gibran sambil mengulurkan tangan nya ke depan Hadimas untuk berjabat tangan pada Hadimas .
.....
Hadimas mengamati Gibran dari atas sampai bawah,lalu bertanya-tanya dalam hati Gibran ini siapanya Kirana
Sampai-sampai memanggil Gibran dengan embel-embel "Mas".
Kirana yang melihat uluran tangan Gibran pada Hadimas tak kunjung di tanggapi membuat dirinya geram,dan menggerutu dalam hati.
" Dasar songgong di ajak kenalan aja ngak mau "cibir Kirana.
Lalu Kirana menyiku tangan Hadimas memberi kode kepada Hadimas.Sedang Hadimas yang disiku Kirana lamunan nya langsung buyar.
"Eh, iya Saya Hadimas" ucap Hadimas datar.
Setelah berkenalan dengan Hadimas Gibran langsung berpamitan dengan Kirana.
"Kiran, mas pamit dulu ya, nanti malam mas sudah harus berangkat
Nanti pulang hati-hati ya". Sambil mengacak-acak poni Kirana.
"Ish, kebiasaan deh mas suka gini".Omel Kirana sambil memanyunkan bibir nya.
Gibran yang melihat hal tersebut langsung terkekeh karena kebiasaan Kirana tak pernah berubah.
Sedangkan Hadimas yang melihat pemandangan tersebut merasa bener-bener lucu.
"Maaf-maaf Kiran ku yang Comel, sini-sini mas bantu benerin."ucap Gibran .
Sebelum Gibran membantu Kirana langsung di tolak oleh Kirana.
"Biar aku sendiri aja deh, nanti tidak bantuin tapi tambah ngerusakin "jawab Kirana dengan nada kesal.
"Yasudah mas pergi dulu.Mari Hadimas,saya duluan. Assalamualaikum" ucap Gibran pada Hadimas dan Kirana .
Kirana dan Hadimas hanya menganggukan kepalanya, serta menjawab salam.
"Waalaikumsalam "Kirana dan Hadimas menjawab secara bersamaan.
Setelah kepergian Gibran
"Kirana" panggil Hadimas.
Kirana yang merasa di panggil oleh Hadimas lalu menoleh kearah Hadimas.
"Kenapa Pak??" tanya kirana lembut.
"Kamu nanti malam ada waktu?"tanya Hadimas lagi.
"Kelihatan nya tidak ada Pak memang ada apa pak?" tanya Kirana pada Hadimas.
"Huft, (mendesah berat) begini saya mau ajak kamu ke Pernikahan teman saya apakah kamu bisa?
Kalau kamu bisa nanti saya jemput kamu."ucap Hadimas yang mengulang kembali pertanyaan yang tadi di lontarkan Hadimas pada Kirana.
"Gimana ya pak, masak harus dengan saya. Kenapa tidak sama orang lain saja Pak " Protes Kirana pada Hadimas serta Kirana shock dengan ucapan Hadimas yang mengajak dirinya.
"Kenapa? kamu keberatan saya ajak pergi ke nikahan teman saya.Atau kamu malu dengan duda anak dua seperti saya. Karena saya mau nya kamu yang saya ajak bukan orang lain ."tanya nya menahan amarah.Memang Hadimas tipikal orang yang sulit menahan amarah .
" Eh,bukan begitu pak.Tapi kan saya cuma dokter gigi yang bekerja di rumah sakit bapak. Dan apa nanti kata orang kalau bapak pergi bersama karyawan Bapak"ucap Kirana ragu - ragu takut Hadimas marah.
"Memang kenapa kalau saya pergi sama kamu.Kamu takut sama siapa?bilang sama saya!" ucap Hadimas sambil terus menatap Kirana.
"Bukan begitu pak tapi...."
sebelum melanjutkan ucapan nya Hadimas sudah memotong ucapan Kirana.
"Yang jelas saya tidak menerima penolakan!" Tegas hadimas dan sorot mata yang tajam setajam Silet ( hahaha)
" Iya baiklah saya mau Pak"ucapnya sambil cemberut.
(dasar atasan ngak punya ahlak ini suka seenaknya sendiri ucap kirana dalam. hati)
"Jangan mengumpat saya Kirana saya tahu apa yang ada dalam pikiran kotormu ucapan Hadimas menohok.
Jleb.
Bagai tertusuk pisau ,tapi tak berdarah.
"Buset bisa tahu juga nih, Pak Hadimas
cenayang kali ya "ucapnya dalam hati sambil merinding.
" Ya memang saya cenayang, Nanti saya jemput kamu pukul 7 malam..!" ucap Hadimas tak menerima penolakan.
"Ya Pak."JawabKirana pasrah.
"Good Girls "samil menepuk kepala Kirana dengan lembut.
"Udah itu saja yang mau saya sampaikan kepada kamu dandan yang cantik oke " sambil mengedipkan salah satu mata nya untuk menggoda Kirana sambil mengangkat jempolnya.
"Gusti Allah, ganjen baget ini si atasan beda kalau lagi kerja wajahnya kaya kanebo kering"gerutu Kirana sangat pelan takut terdengar oleh Hadimas.
"Kamu mengumpat saya?"tanya Hadimas sambil menatap Kirana .
"Ti...tidak Pak "jawab Kirana gelagapan
" Baiklah sekarang kamu mau kemana biar saya antar "tawar Hadimas.
"Aman- aman"ucap Kirana dalam hati sambil mengelus dadanya pelan.
"Tidak usah pak saya bawa mobil sendiri, kalau tidak ada keperluan lain saya permisi dulu Pak ". Ucap Kirana.
"Baiklah saya Antar kamu sampai keparkiran "ucap Hadimas dan di angguki oleh Kirana.
Setelah sampai di parkiran Kirana dan Hadimas harus berpisah .
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Setelah itu mereka berdua pergi dari taman tersebut dengan tujuan yang berbeda Kirana menuju ke rumah sedangkan Hadimas menuju Ke perusahaan yang ia rintis sendiri.
SKIP......
Sore hari Di kediaman Pramudya
Kirana menuju ke kamar sang adek lalu mengetuk pintu kamar sang adek tercinta nya .
Tok... tok.. tok...
Pintu kamar Yayang di ketuk oleh Kirana .
"Siapa" Tanya Yayang dari dalam kamar tersebut.
"Dek,mbak masuk ya?" ucap Kirana lembut.
"Masuk aja mbak ngak di kunci kok" jawab Yayang .Kirana yang mendapat jawaban seperti itu langsung membuka pintu kamar sang adek .
Kirana berjalan mendekat ke arah sang adek.
"Ada apa mbak?" ucap Yayang to the point.
"Kirana Mbak boleh minta bantuan kamu nggak dek, ?"Tanya Kirana pada sang adek yang sedang duduk di menyender di tempat tidur.
" Bantuan apa mbak,kalau bisa aku bakal bantu kamu kok mbak."ucap sang adek.
Setelah mendapat jawaban seperti itu Kirana langsung menceritakan seluruh kejadian yan tadi di alami oleh Kirana. Tanpa mengurangi atau menambah ceritanya.
"Terus mau nya mbak gimmana ?
mau aku dandanin hemm "goda sang adek.
"Kamu tahu aja sih dek, walaupin kamu tomboy tapi soal poles mempoles kamu jago.
Lumayan hemat uang dari ppada harus ke salon"ucap Kirana sambil menyengir.
"Keniasaan"ucap Yayang sekena nya.
" Mau nya yang gratis mulu kamu mbak .
Udah jadi dokter aja masih mau yang gratisan
Cibir sang adek.
" Ck,kalau gratis kan uang buat ke salon bisa buat beli skincare hahaha .
Kamu tahu sendirikan skincare mahal" jawab Kirana di diiringi dengan tawa dan kedipan mata genit Kirana.
"Nanti kakak beliin ice cream deh" tawar Kirana.
"Ck, sogokan cuma ice Cream doang. Dikira aku anak SD apa!.
Dandan sendiri emangnya kenapa sih mbak?".
" Mbak pengen nya kamu yang poles - poles muka mbak, Ya ya ya mau ya dek,kan kamu baik hati,tidak sombong ,cantik "bujuk rayu Kirana.
"Hem, baiklah " pasrah Yayang karena tahu sifat sang kakak perempuan nya ini kalau tidak dituruti akan semakin merajuk,dan Yayan tidak suka itu.
"Nanti pergi jam berapa mbak?"tanya Yayang pada Kirana .
"Jam 7 malam dek. Kenapa,kamu ada acara?"tanya Kirana.
"Oh, nanti sehabis magrib aku make up kamu nya mbak,soal nya mas Ken juga ribet terus dari tadi ajak aku ke acara pernikahan seseorang sudah aku tolak,tapi maksa ya sudah aku turutin aja daripada ribet terus panas telinga ku".
"Hahah efek jomblo susah move on dia dek,udah temenin aja kasihan."ucap Kirana.
'Hem ya ."jawab Yayang singkat.
Waktu terus berjalan sekarang sudah pukul 06.00 malam.
Klunting suara notifikasi dari ponsel Kirana berbunyi.
@Pak Hadimas
"Kirana, dimana alamat kamu?
Saya belum tahu alamat rumah kamu.
Kirim alamat kamu sekarang."
Kirana
"Alamat saya ada di jalan X no 20 Pak."
@ Pak Hadimas
"Baiklah, kamu segera siap-siap
saya tidak mau menunggu terlalu lama."
@Kirana
"Siap"
Setelah membalas pesan dari Hadimas, Kirana lalu membawa Dres broklat panjang selutut warna merah maron dengan lengan ¾,sepatu hak setinggi 7cm,tas Warna hitam.
Karena kamar Kencana berada di lantai bawah jadi Kirana harus turun tangga.
Saat sedang turun tangga berpapasan dengan Kenan.
"Mau kemana kamu? kaya mau orang pindahan"ucapnya sambil melihat dress,sepatu tas yang sedang di bawa Kirana.
" Diem dulu deh mas.
Mas suka kepo kaya ibu -ibu rempong" ucapnya sambil ketawa menuju kamar sang adek.
Kencana langsung membulatkan mata nya melihat Kirana masuk dengan apa yang sedang Kirana bawa.
"Ya Allah Gusti mbak, mbak kaya orang mau minggat saja.
Kenapa mesti bawa ***** bengek ini segala sih kesininya."Omel sang adek.
"Ya ndak papa dek, Kelamaan kalau harus naik turun tangga kaki mbak bisa Gempor"ucap Kirana yang duduj di ujung tempat tidur Yayang.
"Kenapa bisa punya mbak sengklek kaya begini sih" ucapnya dalam hati.
"Sebahagiamu aja lah mbak"ucap Yayang.
"Yaudah sini cepetan kek dek
nanti atasan mbak keburu datang terus marah-marah sama mbak kamu ndak tahu aja di kalau marah-marah udah kaya emak-emak "ucap Kirana.
"Ish, yaudah sini " ucap Yayang.
Setelah itu Yayang menuruti perintah sang kakak seperti apa yang diinginkan.
Walaupun dia tomboy tapi dia jago dalam urusan make up, apalagi tari - menari karena dia 5 th tunggal dengan sang Budhe yang seorang Dosen seni ,Guru tari ,dan membuka sanggar .
Setelah hampir 1 jam tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi.
.
.
.
Bersambung. ..
Kira-kira siapakah yang datang??????
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments