.
"Eh,maaf pak saya lupa kalau masih ada Pak Hadimas sama , loh mas Bintang disini" ucapan Kirana yang kaget ternyata juga ada Bintang di sini
"Iya Kirana aku disini dari tadi loh,saat kamu sangat antusias berbicara sama Bang Arkan." ucap Bintang
"Jadi kalian.."ucapan Kirana di poting oleh Bintang
"Iya Kirana, kami bertiga saling kenal, Kamu gak ada niatan buat ajak mas kerumah kamu Ran? mas belum tahu rumah kamu loh ini." Ucap Bintang memelas dan berkata jujur karenna dia memang ingin tahu dimana rumah Kirana.
"Eh,hehehe ya nanti kapan- kapan main kerumah aku mas," Ucap Kirana menyengir malu sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"Eh, iya Ran kamu mau minum apa? " tanya Hadimas lembut mwmbuat Bintang dan juga Arkan heran tak biasanya Hadimas berperilaku seperti itu pada wanita.
"Lemon tea. "Ucap Arkan cepat
"Kenapa jadi kamu yang jawab" ucap Hadimas dengan wajah yang tidak bersahabat pada Arkan.
"Kamu kenapa sih, kan aku jawab minuman kesukaan Kirana kok kamu marah sih bang" ucap Arkan sewot.
"Ck.Tapi yang aku tanya bukan kamu tapi Kirana" ucap Hadimas menahan emosi
"Maaf Pak Hadimas,Mas Arkan ini kenapa pada ribut sih" Kesal Kirana karena Hadimas dan Arkan malah rinut sendiri.
" Iya kenapa sih bang masalah sepele jadi ribut gini " sahut Bintang .
"Jadi kalian.."ucapan Kirana di poting oleh Bintang
"Iya Kirana, kami bertiga saling kenal,
Kamu gak ada niatan buat ajak mas kerumah kamu Ran? mas belum tahu rumah kamu loh ini." Ucap Bintang memelas
"Eh,hehehe ya nanti kapan- kapan main kerumah aku mas," Ucap Kirana menyengir malu sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal
"Eh, iya Ran kamu mau minum apa? " tanya Hadimas lembut
"Lemon tea. "Ucap Arkan cepat
"Kenap jadi kamu yang jawab" ucap Hadimas dengan wajah yang tidak bersahabat pada Arkan.
"Kamu kenapa sih, kan aku jawab minuman kesukaan Kirana kok kamu marah sih bang" ucap Arkan sewot
"Ck.Tapi yang aku tanya bukan kamu tapi Kirana" ucap Hadimas menahan emosi
"Maaf Pak Hadimas,Mas Arkan ini kenapa pada ribut sih" Kesal Kirana
" Iya kenapa sih bang masalah sepele jadi ribut gini " sahut Bintang .
"Ya sudah kalian terus kan saja debat nya Saya mau pulang pak,Mas Arkan,Mas Bintang aku permisi pulang dulu, dan ini Pak Hadimas tolong titip buat anak- anak bapak" ucap Kirana sambil meletak kan paper bag di depan meja Hadimas.
"Assalamuallaikum"ucap Kirana lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Walaikumsalam" ucap merek serempak.
"Bang aku pergi dulu, tolong bayari minuman aku dulu ya bang.
Assalamualaikum" ucap Bintang sambil berlari hendak mengejar Kirana.
"Kirana"
"Kirana"
"Kirana tunggu " ucap Bintang berlari menggejar Kirana.
sedangkan Kirana tidak tahu kalau sedang di Panggil Bintang.
"Dek"
Ucap Bintang saat langkahnya sudah di belakang Kirana dengan menepuk salah satu bahu Kirana .
Kirana yang merasa bahunya ada yang menepuk langsung menoleh.
"Mas Bintang,mas Bintang habis ngapain kok ngos- ngosan begitu? ini mas minum air mineral ini dulu tenang aja mas ini minum masih baru aja aku beli tadi." ucap Kirana sambil memberikan sebotol air mineral pada Bintang
"Makasih Dek,boleh kan mas panggil kamu adek kan, tadi mas panggil-panggil kamu tapi kamu gak denger mas panggil- panggil dari tadi,makasih minuman nya"
ujar Bintang sambil membuka minuman dari tangan Kirana.
"Boleh mas, gak papa kok, maaf mas tadi aku baru angkat telfon dari adek ku mas, mau mau apa panggil- panggil aku"
ucap Kirana lembut.
"Pulang bareng mas ya dek,kamu tadi bareng Bang Hadimas kan ?" tanya Bintang.
"Loh, kok mas tahu. Mas tahu dari mana ? "tanya Kirana balik.
"Iya mas tahu dek, tadi mas lihat mobil kamu ada di rumah bang Hadimas, aku kira tadi kamu di rumahnya ternyata cuma mobilnya, beruntung mas mau di ajak bang Arkan ke Mall ini jadi bisa ketemu kamu" ucap Bintang dengan tersenyum manis.
"hehehe iya mas,mobil aku di sana,"jawab Kirana sambil gugup karena ketahuan bohong sama Bintang
" Ayo,pulang sama mas aja ,mas anter pulang " tanpa persetujuan dari Kirana Bintang lalu menarik tangan Kirana.
"Mas pelan- pelan jalan nya aku capek ini ikutin langkah kaki mu " ucap Kirana protea dengan Bintang yang berjalan dengan langkah kaki cepat dan lebar
"hehehe maaf dek" Bintang menyengir dengan protes yang di berikan Kirana pada dirinya
***** Di tempat yang berbeda******
"Kamu kenapa sih Ar,"?Tanya Hadimas.
"Lah emang aku kenapa bang?" Arkan bertanya balik pada Hadimas.
"Kamu sengaja ya?"tuduh Hadimas
"Sengaja apa? ,apanya yang sengaja?"tanya Arkan balik karena tidak tahu apa maksud Hadimas.
"Kamu sengaja kan,biar aku gak bisa deket sama Kirana"ucap Hadims to the point.
"APA????"teriak Arkan karena kaget dengan ucapan Hadimas barusan.
"Kamu suka Kirana? aku gak tahu bang kalau kamu suka dia, aku anggep Kirana cuma seperti adek aku bang aku sudah lama suka dengan orang lain bang. Kamu tenang saja aku gak bakal rebut dia dari kamu,tapi kalau kamu bikin dia nanggis siap- siap aja aku bakal jadi yang pertama yang hajar kamu bang" ucap Arkan tegas dan penuh penekanaan.
"Dan sekali lagi kalau kamu sakiti dia, aku gak perduli mau kamu itu lebih tua dari ku bahkan aku gak bakal perduli itu teman,sahabat,musuh bahkan saudara sekalipun.Ingat itu dan camkan ucapan ku baik- baik bang,selamat berjuang saingan abang bukan cuma satu dua tapi banyak bang dan asal abang tahu Kirana anak yang sangat takut dengan kata di "bentak " jadi tolong jaga emosi abang kalau sama dia" ujar Arkan panjang lebar serta memperingati Hadimas .
"Berapa lama kamu kenal Kirana ?" tanya Hadimas mengorek informasi dari Arkan tentang Kirana.
"Aku kenal dia sudah lama saat dulu di ajak Kenan pulang ke rumahnya, saat itu dia sedang belajar bersama dua orang teman nya kalau gak salah namanya Jihan sama Intan." ucap Arkan sambil mengingat-ingat kejadian saat berada di rumah Kirana dulu.
"Mereka bertiga bekerja di rumah sakit Papah" ucap Hadimas sambil meminum kopi kesukaannya.
"Ngomong- ngomong abang beneran suka Kirana?tanya Arkan memastikan.
"Kalau aku gak suka gak mungkin aku ajak di nanti malam ke Rumah Papah" ucapnya santai.
"Tapi bang apa dia mau sama abang secara abang duda 2 anak pula, Dan abang harus tahu umur Kirana terpaut jauh dengan mu bang" ucap Arkan dengan serius.
"Kalau masalah dia mau sama abang apa tidak abang belum tahu,abang belum pernah ungkapin ini semua sama dia secara langsung, iya aku tahu aku duda tapi aku masih mampu buat menafkahi dia, umur gak jadi masalah buat abang Ar, asal Kirananya mau sama abang,mau terima status abang yang duda memiliki 2 anak, mau dengan tulus menerima anak- anak abang seperti anaknya sendiri dan menerima kekurangan dan kelebihan pada diri abang,sayang keluarga abang" ucap Hadimas mantap.
"Tapi dia anak Perwira TNI loh bang" ucap Arkan mencoba memberitahu tentang keluarga Kirana.
"Iya abang tahu "jawab nya cuek.
"Abang tahu darimana "tanya Arkan penasaran.
"aku sudah pernah datang kerumahnya saat aku ajak Kirana keacara pernikahan teman abang" jawab Hadimas sambil sesekali membalas pesan yang masuk ke dalam ponselnya ke dalam saku celana panjang yang ia kenakan.
"Apa? mas sudah tahu rumah Kirana, berarti mas sudah bertemu ayahnya dong."Ucap Arkan sambil meminum coklat panas pesananya yang belum ia minum sejak tadi .
"He'em , Bahkan aku juga bertemu dengan Adeknya dan juga kakak nya. Ternyata adek nya lebih cantik dari Kirana nya sendiri"ucap Hadimas dengan santai mengingat wajah Yayang.
"Apa ??? Mas bertemu Kencana??tanya Arkan antusias sambil shock dengan ucapan Hadimas barusan.
"Iya begitulah" jawab Hadimas acuh.
"Kenapa kamu sangat Antusias seklali,jangan bilang kamu suka dengan Adeknya Kirana"cerca Hadimas dengan tatapan yang penuh selidik.
.. . .
.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments