"Permisi mas"ucap Kirana lalu melangkah ke arah pintu sebelum Kirana membuka pintu Hadimas lebih dulu angkat bicara.
"Nanti saya tuggu di parkiran ya Kirana"Ucap Hadimas pelan.
"Baik mas."ucap Kirana menurut.
Setelah itu Kirana keluar menuju ruangan nya.Setelah sampai di ruangan Kirana dia langsung memanggil suster Indri.
"Suster Indri "panggil Kirana .
"Aku pulang dulu ya,hari ini pekerjaanku juga sudah selesai jadi aku pulang duluan yan suster Indri besuk suster Eny juha sudah mulainmasuk kerja kembali . (suster Indr dan suster Eny yang sudah ia anggap sebagai adek sendiri oleh Kirana).
"Iya mbak. Mbak mau pulang hati- hati ya mbak ."ucap Indri perhatian.
"Iya kamu nanti pulang juga hati- hati ya"pinta Kirana pada Indri.
"Aku duluan,Assalamualaikum" ucap Kirana sambil melambaikan tanggan pada Indri.
"Waalaikumsalam."Jawab Indri .Setelah Kirana pergi Suster Indri berbicara sendiri.
"Mbak Kirana memang selalu baik makanya dia jadi Diva di rumah sakit ini,banyak juga yang menaruh hati pada dia.
Mungkin kalau aku cowok aku juga bakal naksir mbak Kirana hahaha" ucap Indri pada dirinya sendiri sambil tertawa.
........
Setelah keluar dari ruangan Kirana bertemu dengan Dokter Bintang seorang dokter anak sekaligus seorang tentara.
"Kirana"
panggil Bintang pada Kirana yang sedang berjalan membawa tas hendak masuk ke dalam lift.
"Eh,iya mas kenapa?" tanya Kirana .
Kirana memanggil Bintang dengan sebutan mas karena permintaan dari Bintang sendiri, dan sudah lebih dulu Kenal Kirana sebelum Hadimas menjabat sebagai Direktur di rumah sakit .
"Kamu mau kemana?Mau pulang?" tanya Bintang berturut- turut.
" Iya mas,aku mau pulang, berhubung udah selesai juga mas." Jawab Kirana pada Bintang dengan suara ciri khasnya lembut.
"Aku antar pulang mau? "tanya Bintang pada Kirana karena selama ini Bintang belum pernah kerumah Kirana sama sekali .
"Eh,gak usah mas makasih mas Aku duluan ya mas, mas nanti pulangnya hati - hati ya ".ucap Kirana memperingati Bintang ,
Karena sifat Kirana yang baik,perhatian dan lembut jadi banyak yang naksir dengan dia tapi Kirana sendiri tidak peka.
"Iya- iya bawel banget kaya istri lagi nasehatin suami". celetuk Bintang sambil terkekeh .
"Apaan sih mas, aku kan memamg selalu kaya gini. Ah udah lah mas mah gitu " ucap Kirana sambil memanyunkan bibirnya 5senti.
"Kenapa itu bibir di manyun -manyunin hemmm, ngode aku biar aku cium ya " ucap Bintang sambil menaik turunkan alis nya.
"Lho lak ngawur,jaluk tak jotos iki"
(Lho ngaco,minta aku tonjok ini) ucap Kirana sambil mengepalkan tangan nya untuk menonjok Bintang aslinya mah dia sendir juga takut .
"Hahaha Ora pantes blas kowe Ran, galak mu iki lucu"
(tidak pantas sama sekali kamu Ran, galak mu ini lucu) ucap Bintang saambil ketawa.
"Wes- wes kowe minggiro mas aku arep muleh"
(sudah- sudah kamu menyingkir mas aku mau pulang) ucap Kirana sambil mendorong Binatang supaya menyingkir dari hadapannya karena menghalangi jalannya serta dia juga sudah ada janji sama Hadimas.
Bukan malah menyingkir tapi Bintang malah medekat dengan Kirana menjadikan Kirana mundur beberapa langkah ke belakang.
"M....mas mau aa..pa" ucap Kirana gugup yang melihat kelakuan Bintang.
"M....massss"
"M.....mas "pangil Kirana lagi dengan nada gugup .Bintang yang menjahili Kirana mengulum senyum nya.
Cup
Bintang mencium kening Kirana lembut.
"Iya- iya mas minggir dek,kamu hati- hati pulang nya tutup mulut mu dek nanti ada lalat yang masuk "ucap Bintang lalu berlalu pergi negitu saja menunggalkan Kirana yang masih shock.Kirana yang mendapat serangan mendadak langsung shock dan berdiri di tempat dengan tangan yang refleks menutup mulutnya.
"gila ini mas Bintang langsung nyosor, kalau ada yang tahu mesti aku di gosipin yang tidak- tidak "ucap Kirana bermonolog sendiri lalu ia melihat jam di pergelangan tangan nya yang menunjukan sudah membuat Hadimas menunggu terlalu lama.
"Mati aku mas Hadimas pasti sudah nunggu dari tadi "ucap Kirana sambil menepuk jidat nya sendiri lalu masuk ke dalam lift untuk menemui Hadimas.
Tanpa Kirana sadari dari tadi ada sepasang mata yang mengawasi Kirana bersama dengan Bintang.
"Kurang ajar kamu Kirana,dasar cewek ganjen lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu"ucapnya dengan mengepalkan tangan dan memandang kepergian Kirana dengan amarah di hatinya.
*****
Setelah sampai di parkiran Kirana dapat melihat wajah Hadimas yang tak bersahabat. Hadimas yang melihat Kirana mendekat lalu meembuka kaca mobil nya dan menyuruh Kirana masuk untuk di belakang beraama Hadimas.
'Masuk !"ucap Hadimas dingin.
Lalu Kirana masuk kedalam mobil Hadimas dan Kirana duduk di samping Hadimas karena takut dengan ekspresi wajah Hadimas Kirana memilih menghadaap ke kaca mobil Hadimas.
"Kamu tadi lama banget kemana saja sih Ran?kamu ngapain aja.Ndak tahu apa saya sampai lumutan nunggu kamu disini"omel Hadimas pada Kirana karena sudah menunggu Kirana terlalu lama.
" Maaf mas"cuma kata itunyang dapat Kirana katakan.
"Oke ,tapi sebagai gantinya kamu nanti malam ikut dengan ku dan tidak ada penolakan"ucap Hadimas tanpa ada bantahan.
"Kemana mas?"tanya Kirana pada Hadimas.
"Ke rumah orang saya orang tua saya."ucap Hadimas santai tanpa melihat reaksi Kirana.
"Eh ngapain mas ."ucap Kirana yang kaget namun tetap dengan suara lembut.
" Datang ke acara ulangtahun anak bungsu Ku Kirana".ucap Hadimas dengan nada santai.
"Sekarang kamu ikut saya memilih mainan buat anak saya"ucap Hadimas seenaknya.
"Anak Mas laki-laki atau perempuan?"tanya Kirana pada Hadimas
"Laki- laki semua"jawab Hadimas jujur.
Setelah mendapat jawaban dari Hadimas Kirana hanya mengangguk-anggukan kepala nya.
Akhirnya Hadimas dan Kirana sudah sampai di salah salah satu Mall terbesar di kota ini
"Kirana ayo masuk temani saya. "Pinta Hadimas pada Kirana.
"Baik pak"jawab Kirana pada Hadimas .
Mereka berdua masuk kedalam Mall tersebut dengan jalan bersebelahan.
"Bantu aku pilih sesuatu untuk anak ku Kirana."Ucap Hadimas pada Kirana.
"Baiklah mas, anak-anak mas suka apa?"Kirana yang berinisiatif bertanya tentang kesukaan Anak-anak Hadimas.
"Mereka suka apa saja ."jawab Hadimas jujur.
Lalu Kirana memilih pergi untuk mencari sesuatu yang cocok untuk anak laki - laki
Hadimas Kirana berpikir-pikir hingga akhirnya Kirana memilih 2 mainan lego dan membawanya ke arah Hadimas.
"Kalau ini saja gimana Pak?"tanya Kirana sambil memegang dua mainan lego yang ia pilih .
"Kamu kenapa membawa dua.? "Tanya Hadimas dan merasa heran kenapa membawa dua lego.
"Kata temab saya anak bapak ada dua ya beli juga harus dua,biar adil walaupun anak yabg satunya tidak meminta.Biar tidak merasa tersisih" Ucap Kirana sambil memasukan 2 lego ke dalam troli.
"Bapak bawa ke kasir dulu ya,saya mau ke kamar mandi sebentar. " Ucap Kirana pada Hadimas.
"Ya sudah, nanti saya tunggu di Food Court di sana"ucap Hadimas sambil menunjuk salah satu Food Court yang ia maksud dan setelah mendapat jawaban dari Kirana dia melangkah menuju kasir.
"Baik pak "ucap Kirana. Hadimas langsung berjalan ke kasir , setelah itu menunggu Kirana di Food Court yang ia maksud tadi.
Sedangkan Kirana langsung kembali ke tempat aneka ragam mainan anak-anak untuk membeli 2 set mainan miniatur tentara untuk anak laki- laki yang terdiri dari 122 pcs. Setelah mendapat yang dia cari lalu membawa ke kasir untuk membayar nya.
*****
Setelah itu Kirana menuju ke fFood Court yang di maksud Hadimas tadi.
"Maaf mas lama."ucap Kirana pada Hadimas .
Hadimas dan dua orang di samping Hadimas melihat ke arah Kirana yang baru datang dengan membawa dua paper bag lumayan besar.
"Kirana"
Pangil seorang yang duduk di depan Hadimas.
"Kamu,Kirana adeknya Kenan kan,kamu gak inget sama mas ?" Tanya orang tersebut pada Kirana.
"Maaf anda siapa ya?" ucap Kirana sambil mengingat - ingat orang yang duduk di depan Hadimas.
"Kamu bener lupa dek, aku ini Arkan teman mas kamu yang dulu sering ke rumah mu, Dulu klu tidak salah kamu masih Kuliah ." Ucap orang tersebut.
"Oh, mas Arkan yang sering dateng ke rumah sama mas Gibran juga kan ?" tanya Kirana antusias.
"Iya ,ini aku Kirana Arkan ."ucap Arkan sambil tersenyum manis.
"Gimana kabar Kenan sama Gibran dek, ?" Arkan berantusias dengar kabar dari 2 teman nya saat masuk akmil dulu dan menjadi sahabtnya mereka berpisah karena berbeda tempat tugas .
"Mas Ken sih masih kaya dulu tapi tambah nyebelin dia.Sering ajak ribut mulu, kalau 0 Mas Gibran dia kurang lebih satu minggu yang lalu berangkat ke kota P" Jawab Kirana apa adanya.
"Hahaha, dasar Kenan sama adek sendiri ndak pernah akur"ucap Arkan sambil tertawa .
"Udah nikah belum dia ?."Tanya Arkan lagi."Katanya Gibran baru saja kehilangan calon anak mereka ya ?" Tanya Arkan.
"Belum nikah dia mas, susah move on.Dateng ke acara nikahan temen aja merengek- rengek sama Yayang, apalagi Yayang susah buat di suruh pakai sepatu hak tinggi perlu drama dulu .Kalo mas Gibran sih bener dia habis kehilangan calon anak nya karena mbak Rahma keguguran lagi. "Cerocos Kirana tanpa henti.
"Oh gitu,Yayang apa kabar dia masih galak kah?kangen deh sama dia, kamu juga tambah cantik terakhir ketemu kamu waktu kuliah smt 5 dulu kan sebelum mas pindah ke kota L , udah punya pacar belum nih?"tanya Arkan .
Kirana tersipu malu.
"Jangan di tanya dia masih kaya dulu belum jinak.Mas kan tahu sendiri adek ku galak nya kaya apa.
Jangan kangen sama dia mas, dia mode senggol bacok,haha aku ndak punya pacar mas,
Mas sendiri sudah menikah belum? "
tanya Kirana pada Arkan yang seusia Kenan.
Mereka berdua asik bercerita mengabaikan empat pasang mata yang memperhatikan kedekatan mereka berdua sedari tadi .
"Mas belum menikah dek,pacar aja ndak punya." ucap Arkan pada Kirana .
"Karena mas masih menunggu adek mu Kirana"jawab Arkan dalam hati.
"si*al kenapa malah mereka berdua akrab banget,malah sering ke rumahnya lagi"ucap Hadimas yang tidak suka dengan kedekatan Kirana dengan Arkan yang merupakan Adek sepupu jauh nya sendiri.
"Ternyata Kirana sudah kenal lama dengan Bang Arkan,apalagi sama kakanya dan dulu sering kerumahnya pula"gerutu seseorang yang juga berada di dekat Arkan dan orang tersebut adalah Bintang.
"Ehemmmm" deheman cukup keras dari Hadimas, membuat Arkan dan Kirana sadar jika mereka bukan cuma berdua tapi masih ada dua orang yang berada di sana.
"Eh,maaf pak saya lupa kalau masih ada Pak Hadimas sama , loh mas Bintang disini "ucapan Kirana yang kaget ternyata juga ada Bintang di situ.
"Iya Kirana aku disini dari tadi loh,saat kamu sangat antusias berbicara sama Bang Arkan." ucap Bintang pada Kirana dengan nada santai.
"Jadi kalian.."
.
.
.
Bersambung..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments