"Iya boleh om tapi dia pakai jalur beasiswa loh " ujar si Arkan lagi.
"Bentar- bentar kok kamu bisa tahu kalau dia dapat beasiswa segala jangan- jangan kamu penggemar adek nya Kirana ya ?" ucap Hadimas penasaran Kenapa Arkan bisa tahu kalau Kencana dapat beasiswa dan ucapan nya sukses membuat Arkan gelagapan mencari jawaban.
"Eh. .. eh itu aku tanya Kirana ' jawab Arkan jujur karena dia mengorek informasi tentang Kencana lewat Kirana selaku sang kakak.
"Halah ngaku wae kowe seneng deweke toh,ojo ngapusi aku ngerti kok. ( Halah ngaku saja kau suka dia kan,jangan bohong aku tahu kok.)
Ucap Hadimas gencar mengoda Arkan supaya jujur.
"Halah Kamu juga ngaku saja kamu suka Kirana kan,pas Kirana datang datang ke tempat ultah Rangga ,
bareng sama Bintang sebenarnya kamu cemburu kan, terus kamu sebenarnya suka Kirana kan, ngaku aja kamu bang" ujar Arkan menggoda Hadimas balik.
"Rasain kamu bang siapa suruh godain aku dari tadi sudah tahu aku sukka beneran sama Yayang ngapain juga harus di goda di depan ayah pula. Bisa jadi bahan ledakan ayah, ibu,sama Vira ini kalau kaya gini.
"Benar itu mas?" tanya sang papa memastikan .
"Ngaku aja mas aku tahu kamu kemarin marah kan "goda Arkan lagi.
"Dasar bocah sontoloyo ngapain sih buka kartu aku di depan papa sama om Aska sih , balas dendam ini namanya. Sial punya adek sepupu kaya gini amat sih tapi ucapan Arkan semua bener sih aku kemarin marah ,cemburu sama Bintang Kalau gini caranya aku bisa jadi bahan bully an seisi rumah ini." gerutu Hadimas dalam hati
.....
"Kurang ajar kamu Ar dari tadi manas - manasi aku terus,kamu apa gak tahu Hati aku panas dari tadi. Malah kamu semakin gencar goda aku terus"Ucap Hadimas sambil melotot ke arah Arkan.
"Lah kita sama-sama panas tadi bang kamu juga manas -manasi aku dengan bilang kalau Yayang cantik banget pakai kebaya cantik banget aku ndak suka loh bang kamu puji- puji Yayang cantik yang boleh itu cuma aku "sewot Arkan yang protes dengan kelakuan Hadimas yang memuji kecantikan Yayang.
"Lah emang situ siapa larang- larang pacar bukan,suami bukan sudah berani larang -larang ''ejek Hadimas.
Jleb ..Jleb. ..Jleb
Ucapan Hadimas menembus ke hati Arkan yang paling dalam .
"Yang penting aku ndak suka"ujar Arkan tegas tanpa bantahan.
"Dasar bucin.Tentara kok bucin" ejek Hadimas lagi.
"Kena kamu Ar siapa suruh tadi manas- manasi aku terus sekarang mulai gencatan senjata buat perang hahahaha rasain kamu siapa suruh bikin Hati aku panas sekarang kamu yang kaya cacing kepanasan hahahaha rasain kamu ucap Hadimas dalam hati tertawa melihat Arkan menahan amarah karena ucapan Hadimas.
"Edan ati ku panas tenan iki omongan ne bang Hadimas marai aku emosi".
(gila hati ku sungguh panas ini ucapan nya barang Hadimas bikin aku emosi)Guman Arkan dalam hati.
"Lihat saja nanti di dalam rumah bang aku balas kamu tunggu saja balasan dari akubuat kamu bang siapa suruh bikin aku panas dingin "ucap Arkan dalam hati dengan bibir yang tersenyum licik.
Hareudang, hareudang, hareudang🎶
Fanas, fanas, fanas🎶
Syelalu, syelalu, syelalu fanas dan hareudang🎶
Hareudang, hareudang, hareudang🎶
Fanas, fanas, fanas🎶
Syelalu, syelalu, syelalu fanas dan hareudang🎶
Goda Hadimas sambil bernyanyi.
Memang kalau Arkan dan Hadimas bisa menjadi dalam masalah ejek- mengejek .
"Sana masuk Kirana udah di dalam dari tadi mungkin setelah masuk rumah Kiranna langsung to the pun minta kunci mobil terus pulang "ujar Arkan asal
"Sebelum itu aku bakal tahan dia biar gak pulang dulu "ujar Hadimas lalu masuk kedalam rumah dengan elegan.
Hadimas masuk kedalam rumah sudah di sambut dengan kedekatan kedua orang anak nya yang sedang asik bermain bersama Kirana.
Hadimas lalu duduk di samping sang papa.
"Kirana"
panggil Hadimas
Kirana yang di panggil langsung menoleh ke arah Hadimas
"Iya kenapa pak" ujar Kirana lembut
"dua minggu lagi acara ulang tahun rumah sakit kan" Tanya Hadimas.
"Kelihatan nya iya pak, saya juga kurang tahu memangnya ada apa pak?"tanya Kirana.
"Em, kalau semisal saya ngundang penyanyi dangdut beserta team nya pada suka ngak ya buat memeriahkan acara ulangyahun rumah sakit sih sebenarnya ?"tanya Hadimas pada Kirana
"Itu terserah bapak,biasanya sih memang ada kegiatan semacam lomba juga pak."ujar Kirana
"Menurut papa bagaimana ,papa setuju gak,kan aku belum ada satu tahun gantiin papa jadi aku belum tahu kebiasaan acara buat memeriahkan ulang tahun rumag sakit papa."ucap Hadimas meminta pendapat sang papa tentang usul yang ia berikan
"Betul juga kata Kirana biasa nya ada lomba- lomba buat memeriahkan acara sih. Kalau kamu rasa itu bikin meriah juga gak papa Papa bakal dukung kok selagi itu hal yang positif "ujar Papa Hadimas
"Ya nanti aku bakal suruh si David cari penyanyi dangdut sama team nya ."ujar Hadimas.
Tiba- tiba semua mata tertuju pada seseorang yang baru datang membawa dua plastik putih besar
"Omel bawa apa sih banyak banget"ucap Bima.
"Iya dong ini itu buat tante Kirana " ucap Arkan sambil mengedipkan sebelah mata ke arah Kirana.
"Loh emang ini apa mas? mas yakin ini semua buat aku ?tanya Kirana lagi sambil terheran- heran.
"Iya dong itu buat kamu, kamu penasaran kan apa isinya " tebak Arkan
"Emang isinya apa sih om? " tanya Rangga
"Suruh tante Kirana buka aja " ucap Arkan santai.
Kirana lalu membuka dua buah plastik besar yang dibawa oleh Arkan
"Loh, kok kebaya satu set sama sepatu ini mas "ucap Kirana kaget
"Iya, besuk rabu malam kamu free kan aku mau ajak kamu datang ke acara pernikahan adeknya Gibran, kamu bisa kan temenin mas soal nya mas gak ada temen cewek buat pasangan. "
"Bilang aja kamu males cari soalnya yang kamu mau masih di bawah umur"ejek Hadimas.
"udah Kirana jangan dengerin bang Hadimas dia mah gak rela kalau kamu ikut mas"ucap Hadimas mulai menembak kan amunisi nya untuk mulai berperang dengan Hadimas
"Loh kok bisa sih mas emang ada apa sama aku kok sampai pak Hadimas gak rela,kan aku bukan siapa- siapa pak Hadimas mas,aku cuma dokter yang bekerja di rumah sakit milik beliau"ucap Kirana polos
"jleb ..jleb...jleb bobo
Hati Hadimas bagai tertangkap anak panah kedalam dadanya sedalam- dalamnya dengan ucapan Kirana barusan.
"Anj*ir kenapa Kirana malah bilangnya kaya gitu Sih bener-bener polos apa gimana sih apa dia gak tahu kalau aku suka sama dia,hiks....hiks... ma,pa anak mu sakit ini tapi sakit tak berdarah .
Kamu mulai menyerang aku rupanya Ar, tunggu saja aku bakal balas kamu "batin Hadimas
"rasain kamu rubah tua siapa zuruh tadi bikin aku panas dingin,sekarang kamu rasain sendiri balasan aku .Hahahah nangis- nangis tuh kamu bang denger ucapan Kirana barusan. "ucap Arkan dalam hati
"Hahahah kamu terlalu polos dek,sebenarnya bang Hadimas itu suka sama kamu tapi dia malu buat bilang sama kamu itu, bener kan bang apa yang aku bilang ini kalau kamu suka sama Kirana jujur aja gak usah bohong sekalian berhubung orang nya ada di sini masak kamu gak berani bilang sih bang,gak malu sama umur ya "goda Arkan semakin gencar
"Apa ????? kamu suka sama Kirana mas,?"tanya papa Hadimas
"Apa benar itu ucapan kamu Ar kalau Hadimas suka sama Kirana? " tanya papa Hadimas sambil menoleh ke arah Arkan untuk meminta jawaban
Sedangkan Kirana mendadak bengong dengan ucapan Arkan barusan karena dia tidak menyangka kalau Hadimas selaku Direktur di tempatnya bekerja menyukai dirinya.
"Masa kamu gak berani bilang sih bang mau aku yang bilang,apa bilang sendiri nih"Goda Arkan lagi sambil menaik turunkan alis nya sambil mengulum senyuman karena berhasil memojokkan Hadimas hingga tak bisa berkata -kata .
"Beneran itu Mas?" ucap sang mama yang baru saja datang bersama sang ibu Arkan dan ayah Arkan.
"Bener apa yang kamu bilang Ar,kamu gak bohong kan Ar sama omongan kamu itu?" tanya sang ayah.
"Cepetan jawab bang masak harus aku yang jawab sih,gak usah malu kali bang udah pernah nikah juga masih malu-malu buat bilang yang sejujurnya ."goda Arkan semakin gencar
"Papa beneran suka sama tante Kirana?" tanya Bima anak sulung Hadimas
"Iya buruan jawab kita penasaran loh mas"ucap sang mama lagi
.
.
.
"Aku"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung. .....
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments