"Ya Allah Gusti mbak, mbak kaya orang mau minggat saja.
Kenapa mesti bawa ***** bengek ini segala sih kesininya."Omel sang adek.
"Ya ndak papa dek, Kelamaan kalau harus naik turun tangga kaki mbak bisa Gempor"ucap Kirana yang duduj di ujung tempat tidur Yayang.
"Kenapa bisa punya mbak sengklek kaya begini sih" ucapnya dalam hati.
"Sebahagiamu aja lah mbak"ucap Yayang.
"Yaudah sini cepetan kek dek
nanti atasan mbak keburu datang terus marah-marah sama mbak kamu ndak tahu aja di kalau marah-marah udah kaya emak-emak "ucap Kirana.
"Ish, yaudah sini " ucap Yayang.
Setelah itu Yayang menuruti perintah sang kakak seperti apa yang diinginkan.
Walaupun dia tomboy tapi dia jago dalam urusan make up, apalagi tari - menari karena dia 5 th tunggal dengan sang Budhe yang seorang Dosen seni ,Guru tari ,dan membuka sanggar .
Setelah hampir 1 jam tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi
.....
Bi Ira selaku pembantu di rumah keluarga Pramudya mendengar suara bunyi bel rumah langsung menuju kearah pintu untuk membukakan pintu.
Ceklek
anggap saja suara pintu yang terbuka
"Selamat malam Bi apa benar ini rumah Kirana? tanya Hadimas pada Bi Ira dengan sopan .
"Iya betul, aden ini siapa ya?"tanya Bi Ira.
"Saya teman nya Bi, tadi sudah memberi kabar sama Kirana kalau saya mau datang "ucapn Hadimas sopan.
Sebelum Bi Ira menjawab terdengar suara seseorang di balik punggung Bi Ira.
"Siapa Bi yang datang tanya wanita yang terlihat berumur tapi masih cantik"yang berada di belakang tubuh Bi Ira.
"Eh, ini Nyonya ada yang sedang mencari Mbak Kiran katanya sudah janjian sama mbak Kiran."Ucap Bi Ira Pada Cempaka selaku sang majikan
Ya wanita yang berdiri di belakang Bi Ira adalah Cempaka Bunda dari 4 Orang anak dari Keluarga Pramudya.
"Apa betul kamu sudah ada janji sama Kiran nak?"tanya Cempaka dengan lembut.
"Iya Bu saya sudah ada janji sama Kirana" ucap Hadimas sopan.
"Bi, tolong panggil Kirana ya kalau tidak ada di kamarnya mungkin di kamar Yayang" ucap Cempaka pada Bi Ira, Bi ira yang mendapat perintah langsung undur diri dan segera menuju tampat Kirana berada.
"Eh,maaf mari silahkan masuk "ucap Cempaka mempersilahkan Hadimas untuk masuk ke dalam rumah .
"Terimakasih Bu". jawab Hadimas lembut.
Akhirnya mereka berdua berjalan menuju ruang tamu setelah itu Hadimas di persilahkan duduk oleh Cempaka .
"Kamu mau minum apa teh apa kopi? biar Ibu buatkan!"ucap Cempaka dengan ramah sambil tersenyum .
"Eh,tidak usah repot - repot bu." Jawab Hadimas sopan .
"Tidak apa- apa nak , tidak repot cuma minuman kok, kamu mau kopi atau teh " ucap Cempaka kembali mengulang pertanyaan pada Hadimas.
"Baiklah kalau Ibu memaksa saya teh saja bu "jawab Hadimas.
"Baiklah, Ibu tinggal buat minum dulu nak." Cempaka pada Hadimas dan Hadimas mengangguk.
Lalu Cempaka pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk Hadimas.
Hadimas POV On
Hari ini aku mau ajak Kirana pergi ke pernikahan Marwanto teman ku waktu kuliah dulu .
"Ah, si**al aku belum tahu rumah Kirana, kenapa tadi ngak tanya sekalian sih waktu ketemu di taman.Lebih baik aku WhatsApp dia dulu."monolog Hadimas pada dirinya sendiri.
Hadimas lalu mengambil HP di dalam saku celana nya lalu menghubungi Kirana.
Hadimas lalu mengetik pesan untuk Kirana.
@Hadimas
"Kirana, dimana alamat kamu?
Saya belum tahu alamat rumah kamu.
Kirim alamat kamu sekarang!."
@Kirana
"Alamat saya ada di jalan X no 20 Pak"
@Hadimas
"Baiklah, kamu segera siap-siap
saya tidak mau menunggu terlalu lama!."
@Kirana
"Siap"
"Satu udah selesai sekarang tinggal aku siap-siap untuk menjemput Kirana"ucap Hadimas pada dirinya yang sedang berada di depan meja rias.
"Tunggu Mas Hadimas mu ini Honey" ucap Hadimas lalu menglangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri.
Setelah berpuluh-puluh menit Hadimas keluar dari kamar nya.
"Mau kemana kamu son?" Tanya sang Papa.
"Pergi". ucapnya singkat.
"Hati-hati son" sang Mama ikut angkat suara.
"Iya" ucap Hadimas datar.
"Anak- anak di rumah dulu ya ,Papa mau pergi dulu " ucapnya lembut pada kedua anak nya.
"Baik Pa "ucap kedua anak nya serempak.
"Aku pergi dulu Assalamualaikum"
"Waalaikumaalam" jawab mereka serampak.
Setelah itu dia menuju ke mobil favoritnya.
"Dony,antar saya ke alamat ini!.perintah Hadimas pada Dony lalu ia Menyodorkan Ponsel miliknya pada Dony.
Dony selaku sang supir pribadi Hadimas langsung menuruti ucapan sang majikan.
"Baik pak" jawab Dony sopan.
Akhirnya Dony menjalankan mobil menuju Maps yang ada di ponsel Hadimas.Perjalanan menuju rumah Kirana memakan waktu kurang lebih sekitar 20 menit Setelah 20 menit sampailah Hadimas ke rumah Kirana.
"Dony,ini bener alamat yang saya kasih ke kamu?"tanya Hadimas karena dia kaget dengan apa yang dia lihat .
"Betul pak,ini sesuai dengan alamat yang bapak kasih ke saya.Ada apa pak? "tanya Dony karena melihat raut wajah kaget Hadimas.
"Tidak apa- apa"jawab Hadimas datar.
Di depan gerbang rumah Pramudya, ada seorang Satpam yang melihat ada mobilyang hendak masuk lalu ia mendekat ke arah mobil Hadimas.
Hadimas menilih keluar bertanya sendiri pada satpam tersebut .
"Maaf pak ini benar rumah nya Kirana yang bekerja sebagai dokter gigi di rumah sakit A ?"tanya Hadimas sopan.
Dony yang berada di dalam mobil melihat bosnya berucap ramah terheran-heran biasanya bosnya ini bersifat keras dan tidak ada lembut- lembutnya kecuali pada kedua anak nya dan kepada keluarganya atau orang yang kenal dekat dengannya.
"Iya betul, ada perlu dengan Mbak Kiran ya Pak?" Tanya Satpam tersebut yang bertag nama Roni
(Kakak pertama Juna anak pertama Bi Ira).
" Begini Pak saya sudah ada janji dengan Kirana."ucap Hadimas ramah.
"Baiklah Pak silahkan masuk Pak" ucap sang Satpam sambil membuka pintu gerbangnya dan di pos datpam juga ada Satu teman Roni yang berprofesi sama sebagai satpam.
Setelah mendapat jawaban dari Roni Hadimas lalu masuk ke dalam mobil dan menyuruh Dony untuk melanjutkan mobilnya.
Dony pun lalu melajukan mobil nya di depan rumah Kirana.
Setelah masuk ke halaman rumah Kirana Hadimas lalu menyuruh agar Dony tetap di mobil.
"Kamu disini saja, biar saya yang turun!"perintah Hadimas pada Dony.
"Baik pak"jawab Dony menurut.
Lalu Hadimas keluar dari mobil dan berjalan ke pintu masuk rumah Kirana yang sudah di tutup lalu ia memencet bel rumah Kirana.
Ceklek
anggap saja suara pintu yang terbuka.
"Selamat malam Bi apa benar ini rumah Kirana?" tanya Hadimas sopan.
"Iya betul, aden ini siapa ya?"tanya Bi Ira pada Hadimas.
"Saya temannya Bi, tadi sudah memberi kabar sama Kirana kalau saya mau datang" ucap Hadimas
Sebelum Bi Ira menjawab terdengar suara seseorang yang berada di balik punggung Bi Ira.
"Siapa Bi yang datang?" tanya wanita yang terlihat berumur tapi masih cantik yang tiba berada di belakang tubuh sang Bi Ira.
"Eh, ini Nyonya ada yang sedang mencari Mbak Kiran katanya sudah janjian sama mbak Kiran."Ucap Bi Ira Pada Cempaka selaku majikan.
Ya wanita yang berdiri di belakang sang Bi Ira adalah Cempaka Bunda dari 4 Orang anak dari Keluarga Pramudya.
"Apa betul kamu sudah ada janji sama Kiran nak?"tanya Cempaka dengan lembut.
"Iya Bu saya sudah ada janji sama Kirana" ucap Hadimas sopan.
"Bi, tolong panggil Kirana ya kalau tidak ada di kamarnya mungkin di kamar Yayang" ucap Cempaka pada Bi Ira.Bi ira yang mendapat perintah langsung undur diri dan segera menuju tampat Kirana berada.
"Eh,maaf mari silahkan masuk "ucap Cempaka mempersilahkan Hadimas untuk masuk ke dalam rumah .
"Terimakasih Bu". jawab Hadimas lembut.
Akhirnya mereka berdua berjalan menuju ruang tamu setelah itu Hadimas di persilahkan duduk oleh Cempaka .
"Kamu mau minum apa teh apa kopi? biar Ibu buatkan!"ucap Cempaka dengan ramah sambil tersenyum .
"Eh,tidak usah repot - repot bu." Jawab Hadimas sopan .
"Tidak apa- apa nak , tidak repot cuma minuman kok, kamu mau kopi atau teh " ucap Cempaka kembali mengulang pertanyaan pada Hadimas.
"Baiklah kalau Ibu memaksa saya teh saja Bu "jawab Hadimas.
"Baiklah, Ibu tinggal buat minum dulu nak." Cempaka pada Hadimas dan Hadimas mengangguk.
Lalu Cempaka pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk Hadimas.
.....
Setelah Cempaka pergi ke dapur Hadimas lalu bermonolog sendiri.
"Ini bener Rumah Kirana?" tanya nya pada dirinya sendiri.
Tanpa sengaja aku melihat salah satu foto keluarga yang terpasang di dinding.
Terdapat sebuah foto keluraga yang terdiri dari Laki-laki memakai seragam PDH TNI AD lengkap dengan atribut,Wanita yang wajahnya sama dengan yang baru saja bicara dengannya dengan memakai baju Persit khas dari baju para istri TNI AD, dua anak laki-laki yang memakai baju DPL TNI AD,dan dua anak perempuan yang satu memakai Toga dan kebaya,terlihat cantik dan yang satu anak perempuan memakai kaos putih press body di padu dengan jaket jeans beserta celana jeans dan sepatu sneckers warna putih, serta rambut yang di kucir Kuda ,terlihat usia yang masih sangat muda tapi memiliki kecantikan yang tak kalah cantik dari dua orang lainnya yang berada di dalam foto tersebut.
"Ternyata kamu adalah anak seorang abdi negara. Tapi kenapa saya baru tahu ya." Ucap Hadimas pada dirinya sendiri
Hingga akhirnya cempaka datang.
"Maaf nak lama, silahkan di makan dan di minum selagi minumannya masih hangat"ucap Cempaka yan datang membawa nampan berisi Teh hangat beserta camilan.Sekaligus membuyarkan lamunan Hadimas yang tengah melihat foto keluarga Kirana.
Hadimas POV Off.
"Eh, iya bu terima kasih". ucap Hadimas yang kaget dengan kedatangan Cempaka.
"Bunda"
terdengar suara pangilan laki-laki di belakang Cempaka yang barunsaja memanggil nama Cempaka.
Cempaka dan Hadimas yang mendengar suara tersebut langsung menoleh ke sumber suara .
"Dia siapa bun?"ucapnya pada sang istri dengan wajah datar karena merasa cemburu pada sang istri.
"Ini ada teman nya mbak yah,katanya sudah ada janji sama mbak" ucap sang istri lembut dan tahu kalau sang suami tidak suka kalau ada laki-laki yang dekat -dekat dengannya termasuk 2 anak laki-lakinya sekalipun.
"Perkenalkan Pak nama saya Hadimas."
sambil mengulurkan tangan pada Adnan.
Lalu Adnan menerima uluran tangan Hadimas.
"Adnan, ayah Kirana."ucap Adnan dengan nada lembut berbeda dengan tadi karena dia merasa cemburu pada sang istri yang sedang berbincang pada laki-laki lain.
"Mari silahkan duduk dan di nikmati semua yang ada, maaf seadanya" ucap Adnan ramah.
"Terimakasih pak" ucap Hadimas sopan.
"Ayah mau minum apa biar bunda buatkan?" tanya Cempaka lembut.
"Teh saja Bun" ucap Adnan pada sang istri dengan lembut.
"Mari nak, saya tinggal dulu "ucap Cempaka pada Hadimas ramah.
"Iya, silahkan Bu" jawab Hadimas .
Setelah itu Cempaka kembali ke dapur untuk membuatkan teh untuk sang suami tercintanya dan meninggalkan Hadimas bersama Adnan di ruang tamu.
"Maaf pak saya kemari mau meminta ijin pada Bapak,saya mau ajak Kirana pergi dengan saya ke tempat nikahan teman saya.Apakah bapak mengijinkan?" ucap Hadimas lembut serta mengawali pembicaraan bersama Adnan.
"Baiklah saya mengizinkan tapi pulang tidak boleh lebih dari jam 10 malam"ucap Adnan dengan nada tegas.
"Terimakasih pak, saya akan pulang tepat waktu,dan menjaga anak bapak "ucap Hadimas mantap.
"Baiklah saya percayakan anak saya pada kamu,tapi kalau sampai ada apa- apa kamu bakal tahu akibatnya! "ucap Adnan dengan nada penuh penekanan.
"Kamu kenal sama Anak saya dimana nak?"Tanya Adnan yang mulai penasaran karena tidak ada laki-laki yang pernah datang ke rumah Kirana dan ini pertama kalinya.
"Saya kenal dengan Kirana Kenal di Rumah sakit tempat nya bekerja pak, kebetulan saya Direktur di tempat nya bekerja."ucap Hadimas jujur.
Adnan mengangguk -anggukan kepalanya tanda dia paham maksud Hadimas.
"Ini yah tehnya"ucap Cempaka yang baru saja datang lalu memberikan cangkir teh pada sang suaminya dan dia ikuy duduk di sebelah sang suami.
Adnan lalu menerima minuman bikinan sang istri tercintanya tersebut sambik tersenyum manis pada sang Istri.
"Makasih dek "ucap Adnan pada sang istri dan Cempaka hanya mengangguk sebagai jawaban ucapan sang suami.
"Silahkan di minum nak "ucap Adnan pada Hadimas.
Setelah itu mereka melanjutkan acara berbincang -bincangnya ,sampai akhirnya mereka berhenti berbincang karena terdengar suara langkah kaki. Dan
Ketiganya menoleh ke suara langkah kaki tersebut.
.
.
.
Bersambung ....
Kira-kira langkah kaki siapa yang mereka dengar..
apakah langkah kaki Kenan, atau langkah kaki Kencana atau langkah kaki Kirana ya ????
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments