Ara menjalani hari-hari dengan bahagia di keluarga barunya itu, nenek dan ibu mertuanya sangat luar biasa baik. Dia merasakan kembali kasih sayang yang telah lama hilang, dari ibunya yang sudah meninggal.
Suaminya juga adalah laki-laki yang penyayang dan perhatian. Dia begitu memanjakannya dan tidak pernah membuatnya kesal lagi ataupun marah. Suaminya yang dulunya begitu dingin dan arogan, tapi kini sifatnya itu sudah hilang tak berbekas.
Usia kehamilannya kini menginjak usia 3 bulan, tapi masih dalam masa rentan. Jaddi semua keluarga tidak henti-hentinya menjaga dan memperhatikannya.
Dia juga sudah lama cuti kuliah dan berhenti kerja, karena suaminya tidak memperbolehkannya bekerja lagi. Suaminya juga bilang orang-orang di kantor belum tau pernikahan mereka, tapi dia juga bahagia meski hanya bermalas-malasan di rumah.
Suaminya menjanjikan setelah anak mereka lahir akan mengadakan resepsi megah untuknya, tapi dia menolak. Dia hanya ingin resepsi yang sederhana, akhirnya suaminya pun menyetujuinya.
Ara yang sudah lama tidak menghubungi ayahnya pun rindu dengannya, dia pun meminta ijin pada suaminya untuk pulang ke rumah lamanya. Karena ayah nya juga baru pulang dari luar kota, dia pun mendapatkan ijin.
*
Setelah sampai di pintu depan rumah lamanya, Ara segera mengetuk pintu.
Tok...tok...tok.
Tak berapa lama, kemudian keluarlah Ibu tirinya membukakan pintu. Saat ibu tirinya itu melihatnya, dia langsung berkata kasar seperti biasanya.
"Masih ingat pulang kesini, kirain sudah lupa diri karena sekarang sudah jadi nyonya kaya!." Kata Ibu tirinya dengan sinis.
"Maaf Bu...kandunganku lemah. Jadi tidak di ijinkan kemana-mana, jadi baru sekarang aku bisa datang." Jawabnya.
"Huh! Alasan!." Ucap Ibu tirinya lagi, lalu dia membalikkan badannya ke dalam.
"Kalau kamu cari ayahmu, dia ada di ruang kerjanya." Setelah mengatakannya, ibu tirinya itu ngeloyor pergi ke lantai atas.
Ara pun segera masuk ke dalam rumah, lalu melangkah kakinya pergi ke ruang kerja ayahnya. Dia segera mengetuk pintu ruang kerja ayahnya.
Tok...tok....tok.
"Masuk." Suara ayahnya terdengar dari dalam.
Ara kemudian membuka pintunya dan masuk ke dalam. Terlihat ayahnya sedang menunduk melihat map di meja kerjanya.
"Papa." Panggilnya pelan.
Ayahnya pun mendongak dan terkejut melihat putrinya ada di depannya, rasa kerinduan pada putrinya itu mengalahkan rasa kecewanya. Ayahnya pun langsung berdiri dan berjalan mendekati putri kesayangannya itu lalu memeluknya.
"Putriku...papa merindukanmu." Kata ayahnya sambil mengusap kepalanya lembut.
"Maaf Pa, Ara baru bisa mengunjungi papa. Karena kandungan Ara lemah, jadi Ara dijaga ketat."
"Papa yang salah...papa yang harusnya meminta maaf, seharusnya papa tidak marah padamu." Ucap ayahnya lagi, terdengar suara sedihnya.
"Sudahlah pah. Sekarang beritahu Ara, bagaimana kabar papa? Papa sering pergi berobat kan, apa penyakit papa kambuh lagi?." Rentetan pertanyaan pun keluar darinya, dia sangat menyayangi ayah nya ini.
"Kabar papa baik sayang....kabar kamu bagaimana? Apa suamimu dan keluarganya menyayangimu?." tanya ayahnya balik.
"Mereka semua sangat menyayangi Ara, apalagi suami Ara, dia sangat mencintai putrimu ini. Nanti kalau ada waktu, Ara akan membawa dia kesini untuk bertemu papa ya." lalu dia memeluk manja Ayahnya.
Setelah itu mereka melepaskan kerinduan dengan mengobrol panjang lebar, lalu karena sudah lama mengobrol Ara pun pamit pada ayahnya. Tapi sebelum dia pulang, dia masuk ke kamarnya yang dulu. Dia ingin membawa foto Alm mama nya, dia lupa tidak membawanya saat menikah.
Setelah menemukan fotonya, Ara berjalan keluar kamarnya dan turun ke lantai bawah. Dia melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam rumah, tapi terdengar suara pintu depan terbuka dan masuklah adik tirinya yang baru saja pulang kuliah.
"Hei....lihat! Siapa Nyonya ini? Wah ternyata Nyonya yang dulunya Upik abu dan sekarang menjadi Ratu, seperti dongeng Cinderella saja. Tapi jangan sombong kamu, ending hidupmu tidak akan semulus Cinderella! Cuih......" Adik tirinya berkata sinis, lalu dia berjalan pergi ke arah kamarnya.
Ara yang mendengarnya tak ingin membalas ucapan adik tirinya itu, dia hanya bisa menghela nafas karena kebencian Ibu dan adik tirinya itu padanya.
Dia pun pergi dari rumah lamanya dengan hati yang suram memikirkan ayah nya, dia mencemaskan kesehatan ayah nya. Dia takut Ibu dan adik tirinya itu tidak memperhatikan ayahnya.
Sebenarnya saat ayahnya menikah kembali dengan wanita yang sekarang menjadi Ibu tirinya itu, Ibu tirinya itu juga membawa seorang anak. Jadi adik tirinya itu bukanlah anak ayahnya, sudah sewajarnya jika adik tirinya itu tidak menyayangi ayahnya seperti dia.
^Bersambung^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Oi Min
Ibu dan anak sama2 siluman ular rubah betina.....
2021-02-11
3