Dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu masih saling berpelukan, sampai sinar pagi matahari menyusup dari tirai jendela kamar membangunkan mereka. Tony yang duluan terbangun, dia meregangkan badannya dan tersadar bahwa semalam bukan hanya mimpi.
Dia melihat tubuh polos istrinya dalam pelukannya, dia tersenyum lembut lalu mengecup pelan pucuk kepalanya. Dia tidak ingin istrinya itu terbangun, karena dia tau istrinya pasti kelelahan akibat peperangan semalam, apalagi istrinya itu sedang mengandung.
Tony dengan perlahan melepaskan pelukannya dan turun dari tempat tidur. Dia pun berjalan ke dalam bathroom, dia harus segera berangkat ke perusahaan, karena hari ini dia ada jadwal meeting dengan salah satu koleganya.
Setelah selesai mandi Tony berjalan ke clothes room, dia hendak memakai pakaiannya tapi terdengar suara istrinya memanggilnya. Dia pun membawa bajunya itu mendekati istrinya.
Ara yang baru terbangun merasa badannya remuk dan pegal, lalu dia teringat akan kejadian semalam dan mukanya langsung merona merah karena malu.
"Suamiku...kamu dimana?." Panggilnya sambil bangkit untuk duduk, dia menarik selimut untuk membungkus tubuh polosnya.
"Kamu sudah bangun sayang......" Jawab Tony sambil menghampiri istrinya dengan badan yang masih terbungkus handuk setengah badan.
Mata Ara langsung disuguhi tubuh kekar dan menggoda suaminya, dia langsung memekik dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tony yang melihat istrinya menutup wajahnya, cepat-cepat membuka tangan istrinya itu. Dia langsung menutup mulut istrinya dengan ciuman pagi yang lembut.
Tak berapa lama Tony pun melepaskan ciumannya dari Istrinya, karena dia takut sang junior bangun kembali.
"Sayang kenapa menjerit? Apakah tubuhku tidak indah? Apakah segitu buruknya?." Kata Tony dengan matanya yang menggoda, lalu dia menarik tangan Ara ke tubuhnya dan mengelus-eluskannya pada tubuh kekarnya.
"Tapi kalau tubuhku tidak indah, kenapa semalam kamu tidak berhenti membelai dan mengecup seluruh tubuhku?." Candanya lagi tanpa tahu malu.
Ara pun membelalakkan kedua matanya dan cepat-cepat menarik tangannya kembali. Sekarang wajahnya benar-benar merah seperti kepiting rebus.
Tony yang begitu jahilnya hanya tertawa melihat kelakuan istrinya itu, mungkin istrinya kaget siapa sangka suaminya yang begitu dingin kepada orang, bisa bercanda mengucapkan lelucon dan berbuat jahil seperti itu.
Kemudian Tony cepat-cepat memakai bajunya dan setelah terlihat rapi, dia memeluk istrinya yang telanjang dan hanya terbungkus selimut itu, lalu mencium cepat bibir istrinya.
"Sayang aku harus segera pergi ke kantor, ada jadwal meeting pagi dengan salah satu kolegaku. Maaf tidak bisa menemani kamu sarapan......" Ucapnya pada istrinya.
Ara pun mengangguk dan berkata dengan manja. "Tidak apa-apa sayang, tapi kamu tetap harus sarapan. Juga jangan lupa hubungi aku, jika sudah punya waktu luang." Ucapnya penuh perhatian pada suaminya.
"Baiklah sayang, kamu hati-hati rumah. Kamu juga jangan lupa makan, lalu minum vitamin dan obat dari dokter. Harus nurut, ingat baby kita harus sehat." Balasnya lembut.
Ara hanya mengangguk, lalu dia menarik tangan kanan suaminya dan menyalaminya punggung tangannya.
Lalu Tony pun pergi dengan senyuman mengembang di bibirnya dan dengan hati yang gembira.
Ara segera pergi mandi, dan seperti biasanya dia mual di pagi hari lalu muntah-muntah. Setelah selesai dia pun turun kebawah untuk ikut sarapan, setelah muntah ternyata perutnya lumayan baikkan. Dia baru saja duduk, tapi langsung dicecar pertanyaan oleh ibu dan nenek mertuanya.
"Uhuk....uhuk...." Neneknya pura-pura terbatuk.
"Sayang... apa sesuatu yang membahagiakan terjadi pada kalian?." Tanya neneknya kepo.
"Memangnya kenapa nek?." Ara bertanya balik.
"Hem...itu, tadi saat melihat cucu nenek. Dia pergi kerja dengan senyuman mengembang di bibirnya, karena sudah lama nenek tidak pernah melihatnya." Jawab neneknya.
"Apakah semalam kalian melakukan 'itu'?." Kepo neneknya lagi.
Blussssss!.
Wajah Ara memerah kembali, seperti kepiting rebus kembali karena menahan malu. Nenek mertuanya ini benar-benar selalu berterus terang, kalau bicara ataupun bertanya.
"Em...em...iya nek." Jawabnya malu sambil menundukkan wajahnya.
Nenek dan ibu mertuanya pun saling berpandangan dan tersenyum bahagia. Mereka merasa keputusan mereka sudah benar, dengan memaksa Tony menikah waktu itu. Ara benar-benar bisa membuat Tony mendapatkan kebahagiannya kembali.
Mereka pun melanjutkan sarapan pagi itu dengan hati yang bahagia, kemudian siang itu mereka pergi jalan-jalan ke mall. Karena neneknya sudah tidak sabar membeli keperluan untuk bayi, padahal kehamilannya baru mau menginjak usia 2 bulan.
^Bersambung^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Lina aza
ko gmpang bngett bucinnya🤔
2021-04-17
1
CHa Febri Sibetai
nene kepo😁
2021-03-12
3