Ara yang masih tidak mempercayai pendengarannya itu, langsung menepuk telinganya. Dia mengira telinganya lah yang bermasalah atau sakit, karena dia merasa mendengar hal teraneh dari pria yang sekarang berstatus suaminya itu.
Tony yang sadar dan mengerti tingkah wanita di depannya itu, dia dengan cepat berbicara.
"Jangan salah paham! Aku bukan perhatian padamu, tapi pada bayi yang ada dalam perutmu. Kalau kamu tidak makan, maka bayi di perutmu itu juga pasti tidak makan. Bayi itu juga kan anakku." Tony pun menekankan kata-katanya dengan jelas.
Perkataannya itu malah membuat mata Ara semakin melebar.
" Dia bilang anaknya, apa tidak salah?." Ucapnya dalam hati tak percaya.
Ara seketika merasa sangat marah, kemarin-kemarin pria di depannya ini bilang tak mau anak ini, bahkan menyuruhnya menggugurkannya. Jika Nenek tidak datang dan menyuruhnya tanggung jawab, mungkin pria ini sudah berhasil menggugurkan bayinya.
"Apa sebenarnya mau mu? Kenapa mendadak berkata ini bayimu? Bukankah kamu bilang tidak mau bayi ini dan menyuruhku menggugurkannya?!." Ara membentaknya berani.
"Kenapa harus marah dan berteriak? Aku akui aku pernah menyuruh mu melakukan itu, tapi sekarang aku benar-benar menyesal. Aku minta maaf atas semua kelakuanku padamu dan bayi di kandunganmu itu!." Balas Tony.
"Huh! Apa segampang itu meminta maaf? Lalu aku akan maafkan. Aku terlanjur sakit hati dan membencimu!." Ara membentaknya lagi.
Lalu Ara melanjutkan perkataannya, matanya menatap Tony dengan benci. "Aku juga bersedia menikah denganmu, karena aku tidak ingin anak ini tidak mempunyai seorang ayah. Jika aku bisa, aku akan membesarkannya sendiri."
Tony pun menjadi kesal karena permintaan maaf nya, yang tidak pernah dia lakukan kepada siapapun, malah ditolak oleh wanita ini. Dia merasa tidak punya harga diri dan tak dihargai olehnya.
"Aku juga menikah denganmu bukan karena ingin, tapi terpaksa. Siapa yang mau menikah dengan wanita galak dan murah*n sepertimu!." Tony balas membentaknya tanpa sadar.
Ara yang dibentak pun, wajahnya seketika langsung pucat, apalagi mendengar perkataannya yang bilang dia adalah perempuan murah*n.
Tony yang melihat wajah Ara yang pucat pun, langsung menyesali ucapannya. Sifatnya memang seperti itu, jika dia sudah kesal atau marah, dia akan berkata kasar. Tapi kali ini dia benar-benar tidak sengaja.
Niat awalnya hanya ingin membuat kesepakatan dengan wanita ini, bahwa mereka harus akur demi anak mereka sampai wanita itu melahirkan. Setelah melahirkan, dia ingin mereka segera bercerai, karena dia masih menunggu tunangan yang sangat dicintainya.
Tony melihat tangan wanita itu memegang perutnya, wajahnya seperti menahan rasa sakit.
"Ada apa? Kenapa kamu memegang perutmu?." tanyanya panik.
"Perut ku sakit.....argghttt...." Ara memekik kesakitan sambil memegang perutnya.
Tony langsung panik setengah mati, tapi dia bingung harus melakukan apa.
Lalu Ara berkata padanya. "Panggil ne...nek atau ma..ma..." Lirihnya, karena sudah tak kuat menahan sakit.
Tony pun baru terpikir, dia langsung menggendong Ara keluar kamar dan akan segera membawanya ke Rumah Sakit.
Nenek dan Ibunya yang sedang di ruang santai pun kaget, melihat Ara yang seperti kesakitan dan digendong oleh Tony.
"Ada apa dengannya?!." Histeris neneknya.
Tony tidak sempat menjelaskan karena terlalu cemas dan ketakutan, bahkan tubuhnya yang sedang menggendong Ara pun terlihat gemetaran.
Mereka langsung pergi dengan mobilnya, Neneknya segera menghubungi pihak Rumah Sakit.
Saat tiba di Rumah Sakit, semua staf dan Dokter serta ruangan sudah dipersiapkan. Karena yang menelepon adalah pemilik Rumah Sakit, tentu saja mereka harus ekstra dalam persiapan.
Ara langsung di dorong masuk ke ruang IGD, semua yang sedang menunggu di luar sangat cemas menanti kabar dari dokter, termasuk Tony.
Lalu Neneknya yang tidak sabar, juga ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, langsung bertanya pada cucunya itu.
"Katakan...apa yang sebenarnya terjadi pada cucu menantu kesayanganku?!." Tanya Neneknya dengan wajah marahnya.
Tony yang sejak tadi sedang mencemaskan Ara dan bayinya pun, merasa sangat bersalah. Seandainya dia lebih bersabar dan berbicara baik-baik dengan istrinya itu, mungkin semua ini tidak akan terjadi.
^Bersambung^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Taz
Jangan Jangan Ara itu tunangan yang menghilang 10 tahun yang lalu.
2021-06-08
1
Oi Min
Bingung mo komen apa
2021-02-11
1