Mimpi apa aku?.
itulah yang sekarang dipikirkan Tony, saat dia melihat di kamarnya ada seorang wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya, dia dipaksa menikahinya oleh Neneknya.
Ya, akhirnya Tony menikahi Ara.
Setelah dia dimarahi habis-habisan oleh Neneknya dan saat Neneknya juga menceritakan, bahwa wanita yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya ini, adalah wanita yang sama yang telah menolong Neneknya saat akan tertabrak mobil.
Alangkah terkejutnya dia saat mendengar penuturan Neneknya, kenapa dia dan wanita ini seakan terikat benang merah, selalu terjadi sesuatu yang mempertemukan mereka seperti Takdir.
Bahkan sekarang dia ingat, wanita ini adalah wanita yang tak sengaja bertabrakan dengannya di depan pintu lift Perusahaannya.
Suasana di dalam kamar begitu canggung, karena mereka bingung mau berbicara apa.
Pertengkaran mereka di Rumah Sakit, membuat Ara masih sangat malas menghadapi Tony, dia masih sangat membencinya.
Sedangkan Tony diam, dia masih merasa pernikahan ini adalah karena terpaksa. Sampai kapanpun dia tidak akan dan tidak mau mengakui, apalagi mencintai Ara.
Meskipun statusnya sudah sah menjadi istrinya di mata hukum dan agama, tapi baginya wanita yang pantas dicintainya hanyalah tunangannya yang masih hilang.
Tony pun berjalan pergi ke bathroom tanpa mengatakan apapun, di matanya wanita ini bukanlah siapa-siapa.
Ara yang melihat Tony pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun pun, hanya tersenyum sinis dan mengejek suami brengs*k nya itu.
" Dasar pria sombong dan tak punya hati! Huh!." Sungutnya dalam hati.
Ara pun tak kuat menahan kantuknya lagi, karena acara hari ini sangat membuatnya kelelahan. Sebelum tertidur dia mengingat bagaimana wajah ayahnya yang sangat kecewa padanya, saat mengetahui bahwa dia hamil diluar nikah. Ayahnya menganggap dirinya akan bisa menjaga kehormatan keluarga, karena dirinya sudah di didik sejak kecil seperti itu.
Tapi akhirnya dirinya malah mengecewakan ayahnya, tanpa ayahnya tau yang sebenarnya terjadi. Bahwa ini bukan kemauan dia, tapi karena dirinya diperk*sa. Sedangkan Ibu dan adik tirinya terkejut dan membencinya, karena melihatnya menikah dengan laki-laki paling kaya di Jakarta.
Waktu itu dia meminta kepada Nenek Tony, saat menjelaskan ketika melamarnya ke rumahnya. Dia minta tolong jangan mengatakan yang sebenarnya, karena dirinya takut ayahnya akan mengamuk pada Bos yang kini sudah menjadi suaminya itu.
Ara hanya tidak ingin ayahnya membenci ayah dari anak yang sedang dikandungnya, bagaimanapun semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur.
*
Ketika Tony keluar dari bathroom, dia melihat wanita itu telah terlelap tidur, dia pun pergi ke clothes room.
Saat dia sudah selesai berpakaian, dia hendak pergi ke ruang kerjanya. tapi saat dia baru melangkahkan kakinya, terdengar suara isak tangis dari tempat tidur dan dia pun membalikkan badannya kembali.
Alangkah kagetnya dia melihat wajah Ara yang penuh air mata, tapi anehnya matanya masih terpejam. Karena dia penasaran, juga merasa hatinya seakan tertusuk sesuatu tapi entah apa itu, dia pun melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur.
"Mama.....ma, jangan tinggalin Ara ma. Ara takut.....Ara gak mau sendiri. Ma.....mama....." gumamnya sambil terisak dalam tidurnya.
Tony merasa sakit di hatinya melihat air mata Ara yang tak berhenti mengalir, saat mendengar gumamnya Tony pun merasa kasihan.
"Ada apa sebenarnya, kenapa aku sangat kasihan? Hatiku sangat sakit saat wanita ini menangis sedih seperti ini....." Gumamnya.
Dia pun tersadar bahwa wanita ini bukan siapa-siapa untuknya, tapi saat hendak mau pergi lagi, dia merasa tangannya ada yang menarik dan benar saja wanita itu memegang tangannya.
"Ma...jangan pergi. Ara mohon ma, jangan tinggalin Ara lagi. Sakit ma...badan Ara sakit ma....."
Tony semakin merasa ada yang salah dengan Ara karena begitu kasihan, dia merasa ada sesuatu dengan wanita ini.
"Jangan....jangan pukul lagi. Maaf Ibu...maaf, sakit...sakit....." gumamnya lagi sambil merintih seperti kesakitan.
Ibu? Tadi Mama, kenapa wanita ini memohon seperti itu pada yang dia sebut Ibu? Pikir Tony heran.
Tony pun merasa kasihan dan tak tega, apalagi tangannya yang ditarik Ara pun, tak bisa dia lepaskan. Ara malah memeluknya sangat erat, akhirnya dia pun tertidur di sebelahnya.
^Bersambung^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
💜bucinnya taehyung💜
ah ciyeee dipeluk
2021-06-08
0
CHa Febri Sibetai
ee.toni tanggung jawab
2021-03-12
1