Malam itu Ara pulang telat dari kerjaannya karena harus lembur, baru saja masuk rumah terdengar teriakan Ibu tirinya.
"Ara....!." Teriaknya.
"Iya bu...ada apa bu?." Ara mulai ketakutan.
"Kamu pulang kerja atau habis kelayapan?! Jam segini baru pulang, dasar anak kurang ajar!." Bentak ibu tirinya lagi.
Ibu tirinya lalu menarik tangannya dan langsung memukul badannya sampai bajunya sobek. Ibu tirinya pun mengambil gelas yang ada di meja.
Prang!.
Terdengar suara pecahan gelas ke lantai, dan terlihat kepala Ara yang sudah berdarah.
Ibu tirinya pun hendak memukulnya lagi, tapi Ara keburu tersadar dari keterkejutannya, dan melihat darah menetes ke pakaiannya, dia langsung kabur berlari keluar rumah.
Ibu tirinya pun mengejar sambil berteriak, tapi Ara tidak mau mendengarnya lagi.
Disaat dia berlari wajahnya sudah penuh dengan darahnya, pandangannya pun seketika buram, mungkin karena dia sudah kehilangan banyak darah.
Ara sudah tak sanggup lagi berlari, tanpa sadar dia sudah berada di tengah jalan raya.
Lalu terdengarlah suara mobil mengerem.
Gubrakkk!.
Ara pun terjatuh ke bawah. ( ya iyalah masa jatuh ke atas,he he ).
Terlihat seorang pria tua terburu-buru keluar dari dalam mobil, dia tak lain adalah supir Tony.
"Ya ampun, saya menabrak orang!." Serunya kaget.
"Ada apa pak Min....?." Tanya Tony dari dalam mobil.
"Ini tuan...ada yang tertabrak." Jawabnya.
Tony pun membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil, dia berjalan menghampiri orang yang sudah tertabrak. Dia pun terkejut, karena melihat banyak darah di wajah orang itu.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit
!." Perintahnya pada sopirnya itu.
"Iya tuan......" Sopirnya menjawab, sambil hati-hati menggendong orang itu.
Saat diangkat, ternyata yang tertabrak adalah seorang wanita muda, tapi wajahnya tidak terlihat dengan jelas.
Dengan cepat pak Min mengendarai mobilnya, dia membawa mobilnya melaju ke Rumah Sakit.
Tony segera mengambil ponsel di saku jas nya, dan segera menelepon pihak rumah sakit.
"Halo! Leo, ini gue. Siapkan semuanya, gue bentar lagi sampai rumah sakit." Tony menelepon teman dokternya yang berada di Rumah Sakit.
Sebenernya itu Rumah Sakit milik keluarganya, Dokter Leo sudah menjadi temannya sejak lama.
"Siapa yang sakit bro?." Tanya Leo di ujung telepon.
"Jangan banyak tanya....udah siapin aja semuanya!."
"Oke deh bro....." Terdengar Leo membalas ucapannya kembali.
Tony pun memutuskan panggilan, dia segera memasukkan kembali ponselnya.
Tak berapa lama, sampailah mereka di Rumah Sakit. Terlihat semua staf, bahkan Direktur Rumah Sakit pun ikut menunggu di sana.
"Halo, tuan Tony....." Direktur Rumah Sakit menyapanya.
"Hem....." Tony hanya membalas dengan gumaman.
Direktur pun merasa canggung, dia pun segera menyuruh para staf nya, membawa pasien yang dibawa oleh penerus dari pemilik Rumah Sakit dia bekerja itu ke dalam ruangan UGD.
Semua staf menunduk memberi hormat pada Tony, mereka pun segera mendorong ranjang yang diatasnya ada Ara itu, ke arah ruangan UGD.
Mereka melihat pasien itu seorang wanita muda, tapi tidak terlihat jelas wajahnya karena tertutup sebagian dengan darah.
Dokter dan para staf yang sedang kebagian shif bekerja pun, lalu masuk ke dalam ruangan UGD.
"Pak Min, kamu tunggu dan urus semua prosedurnya. Biar saya pulang ke rumah menyetir sendiri!." Perintahnya kepada sopirnya.
"Iya tuan." Jawabnya.
Tony pun pergi dari sana, masih dengan gaya arogannya dan juga dengan wajah dinginnya.
Sedangkan di ruangan UGD sedang dilakukan pemeriksaan, terlihat kepala Ara yang sobek.
*****
Selang beberapa menit, Tony pun sampai di rumah besarnya. Dia segera mematikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil.
Tony melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, para pelayan rumah cepat-cepat menghampiri dan memberi hormat padanya.
"Malam tuan....." Dengan serentak para pelayan menyambutnya.
Tony hanya berjalan melewati mereka semua, tanpa ingin membalas sambutan mereka.
"Hai sayang....kenapa pulang sendiri? Kemana pak Min?." Tanya Ibunya yang melihat anaknya sudah pulang.
"Hem......" Tony pun hanya bergumam, dan berjalan ke arah tangga.
"Tony.....mama sedang bertanya, gak bisa apa kamu menjawab yang benar!." Kesal Ibunya lagi.
Tapi Tony tetap melangkah kakinya menaiki satu persatu anak tangga, ingin segera masuk ke kamarnya di lantai atas.
"Dasar anak bandel......." Gumam ibunya.
Quotes :
"Semua Perbuatan akan ada balasannya, baik atau buruk"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Rizky Anindiya
Tony.kamu tuh kelewatan cool nya..itu orangtua mu nyapa GK di jawab...jgn sampe JD anak durhakim kamu🤭
2023-06-03
0
R.M
awalpertemuanyg tidak menyenangkan
2022-09-05
0
Tuti
Semoga ara baik-baik saja
2022-09-05
0